seorang wanita yang bernama viola Giselran Elvelson berusia 27 tahun merupakan dokter spesialis bedah terbaik di benua itu.
suatu hari saat ia di tanya apakah sudah memiliki pasangan ia hanya menjawab;
"memiliki pasangan harus banyak pertimbangan,untuk saat ini pasangan ku adalah pisau bedah tercinta ku"
namun siapa sangka ia malah mati di tabrak truk saat menyelamatkan seekor kucing anggora dan bereinkarnasi menjadi istri dari seorang mafia kejam,yang tidak di inginkan oleh si suami,dia bahkan mempunyai seorang putra berusia 7 tahun yang selalu di siksa oleh si pemilik tubuh.
bagaimana kah hari-hari yang akan di jalani oleh Alexsa di kehidupan keduanya sebagai seorang istri sekaligus sebagai ibu dengan cara mendadak??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Dave berusaha melepas baju Alexa sambil mengesap leher jenjang milik Alexa yang sedari tadi membuat Alexa melenguh kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan.
Kring
Kring
"dav..."ucap Alexa.
Dave dengan kesal menghentikan kegiatan mereka dan mengambil ponselnya.
"jika tidak penting kepala mu akan ku penggal Thomas"ucap Dave dingin.
"eehh santai dong bos,gini bos,,,Red Wolf menyerang markas kita,dan memasuki mata-mata di antara kita" ucap Thomas.
"aku akan ke sana, kepung mereka jangan biarkan lari"ucap Dave.
"baik bos" ucap Thomas.
Dave merapikan penampilannya dan menatap ke arah Alexa yang duduk di sofa sambil merapikan pakaiannya yang kusut gara-gara kegiatan panas yang hampir terlaksanakan sempurna.
"aku pergi dulu,kau sebaiknya cepat kembali ke mansion"ucap Dave.
"ehh kamu ke mana??"ucap Alexa.
"tak perlu tau"ucap Dave lalu pergi dari ruangan itu.
"ck,huff jadi ini rasanya saat di gantungkan kegiatannya sangat mengecewakan,tapi tidak apa-apa lah.kesucian jiwa ku masih terjaga"ucap Alexa tersenyum
Lalu Alexa keluar dari ruang tersebut,ia berencana untuk pergi ke kantor polisi untuk mencari orang pemilik KTP jatuh tadi.
"pak Ben sebelum menjemput Theo kita ke kantor polisi dulu,aku ingin mengurus sesuatu"ucap Alexa.
"baik nyonya"ucap pak Ben.
akhirnya ia sampai di kantor polisi dan melaporkan tentang KTP yang terjatuh itu.
"kebetulan sekali nyonya seseorang baru melaporkan kehilangan KTPnya,apakah nyonya bersedia menunggu sampai orang nya datang??"ucap polisi.
"ah tentu saja,saya akan menunggu"ucap Alexa.
Tak berselang lama akhirnya seorang pria yang cukup tampan memasuki ruangan tersebut.
"bagaimana pak,apakah sudah di temukan??"ucap pria itu.
"sudah,nyonya itulah yang menemukannya"ucap polisi sambil menunjukkan ke arah Alexa.
Pria itu menatap ke arah Alexa dan mendekati Alexa.
"nyonya terimakasih sudah memungut KTP saya yang terjatuh"ucap pria itu.
"ahh ya sama-sama"ucap Alexa.
"nyonya jika tidak keberatan,aku kan mentraktir nyonya"ucap pria itu.
"ahh tidak perlu"ucap Alexa.
"ku mohon,aku merasa tidak enak karena sudah merepotkan mu bahkan tadi saya juga menabrak anda"ucap pria itu.
"emm baiklah, bagaimana jika di daerah dekat TK ALEXANDER??soalnya aku langsung menjemput putra ku"ucap Alexa.
"baiklah"ucap pria itu tersenyum
Lalu Alexa dan pria itu pergi sambil berbicara ringan,tanpa Alexa sadari sebuah senyuman yang amat tipis terukir di wajah seseorang yang merasa bahwa rencananya berjalan lancar.
-
-
-
Kini Alexa dan pria itu sampai di sebuah restoran yang berada di depan TK ALEXANDER.
"putra mu berusia berapa??"ucap pria itu.
"putra ku baru berusia 5 tahun vin"ucap Alexa kepada pria yang bernama Alvin itu.
"bagaimana dengan suami mu??"ucap Alvin.
"ada,tapi dia sungguh menyebalkan"ucap Alexa.
"kenapa??"ucap Alvin.
"dia tidak mengizinkan aku pergi mendaftar di kampus impian ku"ucap Alexa.
"jadi kamu mau kuliah?dimana??"ucap Alvin.
"universitas ADR'D"ucap Alexa.
Alvin terdiam sebentar lalu menatap ke arah Alexa.
"kebetulan sekali aku juga akan kuliah di sana,kamu akan ngambil jurusan apa??"ucap Alvin.
"kedokteran,ahli bedah"ucap Alexa.
"wah itu luar biasa,di tengah peran mu sebagai seorang ibu dan istri apa kamu tidak apa-apa tidak memberikan banyak waktu bagi mereka setelah mulai kuliah nanti?"ucap Alvin.
"aku usahakan selalu menyempatkan waktu"ucap Alexa.
"Alexa kau adalah orang yang menarik, bagaimana jika kita berteman??apa kamu tidak keberatan??"ucap Alvin sambil menyodorkan tangannya kepada Alexa.
"ide bagus,mari berteman"ucap Alexa menjabat tangan Alvin.
"Kitakan sudah menjadi teman jadi gk mungkin kan gk punya no kontak"ucap Alvin mengedipkan matanya.
"ahaha tentu saja,kau kan pengawal ku saat di kampus nanti"ucap Alexa sambil mengedipkan sebelah matanya dan mengambil hp yang di sodorkan oleh Alvin dan mengetik nomornya.
"okey terimakasih,kamu mau ku berikan nama apa?? bagaimana jika sayang??"ucap Alvin.
"haha boleh tapi ingat,aku sudah punya suami,jangan sampai kepala mu terbalik"ucap Alexa.
"ahaha tentu saja nyali ku tidak ada kalau begitu"ucap Alvin.
"ahh sepertinya putra ku sudah keluar,aku pergi dulu vin"ucap Alexa.
"baiklah, kapan-kapan aku ingin mengajak putra mu jalan-jalan bersama"ucap Alvin.
"baiklah,bye bye"ucap Alexa.
"bye"
Alvin menatap kepergian Alexa dengan senyum di wajahnya.
******
kini Alexa dan Theo sampai di mansion.
"pak Joy,apa Dave belum kembali??"ucap Alexa.
"belum nyonya"ucap pak Joy.
"ohh baiklah"ucap Alexa.
"mommy untuk apa mommy mencari Daddy??"ucap Theo.
"ahh tadi Daddy mu pergi dengan tergesa-gesa,ini sangat lama kok dia belum kembali"ucap Alexa.
Theo yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
"mommy Theo lapar"ucap Theo.
"baiklah anak mommy yang pintar,pergi dulu mengganti pakaian mu, mommy akan memasak untuk mu"ucap Alexa.
"baik mom,mom.."ucap Theo lalu kembali memanggil Alexa.
"hum ada apa??"ucap Alexa lalu mensejajarkan diri nya dengan Theo.
Cup
"mommy tunggu Theo dewasa, Theo akan menjadikan mommy ratu termulia"ucap Theo.
"haha hum, mommy menunggu nya"ucap Alexa lalu mencium balik pipi Theo.
"sudah sana pergi ganti baju mu syang"ucap Alexa.
"baik mom"ucap Theo lalu pergi menuju kamarnya.
"keluarlah keno"ucap Theo datar.
Keno keluar dari balik tirai jendela balkon.
"apa yang terjadi??"ucap Theo.
"markas di serang,tapi tuan besar Dave tidak membiarkan tawanan mati sampai ia sendiri yang membereskannya"ucap keno.
"jadi sekarang dia sedang berpesta darah??"ucap Theo.
"benar tuan muda,tapi sepertinya ada sesuatu yang membuat tuan Dave kesal sehingga membunuh penyusup dan mata-mata dengan begitu tragis"ucap keno.
"selidiki apa yang di lakukan oleh Daddy saat sebelum hal itu terjadi"ucap Theo sambil membuka seragamnya.
"tuan muda apa hari sekolah anda yang ke dua menyenangkan??"ucap keno.
"cih menyenangkan,semuanya bagaikan petaka bagi ku yang berkumpul dengan bocah yang cengeng dan cerewet"ucap Theo.
"tuan kau juga bocah" batin keno.
"hentikan tatapan seperti itu,aku tau isi kepala mu"ucap Theo.
"meskipun demikian jika aku tidak menjalankan kemauan mommy,takut membuat mommy khawatir"ucap Theo.
"aku harus cepat tumbuh dewasa dan menikahi mommy agar mommy tidak sengsara dengan pria seperti itu"ucap Theo yang sukses membuat rahang keno terjatuh mendengar ambisi bocah itu.
Theo pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.setelah itu ia pergi ke lantai bawah untuk makan masakan mommy tercintanya.
TBC