NovelToon NovelToon
Istri Pertamaku Berubah Barbar

Istri Pertamaku Berubah Barbar

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / TimeTravel / Reinkarnasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:157.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Setelah kejadian kecelakaan kerja di laboratorium miliknya saat sedang meneliti sebuah obat untuk wabah penyakit yang sedang menyerang hampir setengah penduduk bumi, Alena terbangun di suatu tempat yang asing. Segala sesuatunya terlihat kuno menurut dirinya, apalagi peralatan di rumah sakit pernah dia lihat sebelumnya di sebuah museum.
Memiliki nama yang sama, tetapi nasib yang jauh berbeda. Segala ingatan tentang pemilik tubuh masuk begitu saja. Namun jiwa Alena yang lain tidak akan membiarkan dirinya tertindas begitu saja. Ini saatnya menjadi kuat dan membalaskan perlakuan buruk mereka terutama membuat sang suami bertekuk lutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya tidak menerima alasan apapun

Mobil itu melaju dengan stabil di sepanjang perjalanan, secara khusus dan spesial, Althaf langsung menjemput Alena tanpa didampingi supir pribadi. Begitu mendapatkan pesan jika Alena ingin pulang, Althaf langsung bergerak menuju Kota Bogor. Perjalanan yang seharusnya ditempuh tiga jam namun dalam waktu 1,5 jam saja. Entah bagaimana cara Althaf mengendarai nga mobilnya.

"Sejak tadi kamu belum bicara atau mengatakan apapun Alena. Apa sekarang kamu juga menjadi bisu?" celetuk Althaf memecah keheningan diantara mereka berdua.

Alena tetap diam dan tak membalas ucapan Althaf. Hal itu membuat Althaf menjadi kesal karena merasa diacuhkan dan tak dianggap.

Cekit

Kening Alena mengkerut dan menoleh ke arah Althaf dengan tatapan bingung saat mobil itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan hampir saja ditabrak oleh mobil yang dibelakangnya.

"Jika ingin mati, tolong jangan ajak saya juga. Saya sudah pernah nyaris mati, Al !!" kesal Alena. Althaf menatap Alena tak percaya, barusan saja Alena membentaknya.

“Ada apa denganmu, Alena?" tanya Althaf berusaha sabar. Jika tidak mengingat ucapan Zaldo, Althaf pasti sudah meluapkan emosinya.

“Harusnya aku yang bertanya padamu Mas !! Sudah hampir tiga jam, tapi kita masih di jalan bahkan masih di kawasan Bogor. Aku lelah Mas!! " Alena mendesah kasar, berlama-lama berada di dalam mobil membuatnya merasa pusing dan sedikit mual.

Althaf hanya menanggapinya dengan senyuman sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mobil pun kembali melaju. Kali ini dengan kecepatan yang normal. Namun saat sampai di persimpangan Jalan Althaf membelokkan mobilnya ke sebuah restoran.

Karena merasa ribet jika harus mengeluarkan kursi roda, Althaf memutuskan untuk menggendong Alena masuk ke dalam restoran. Awalnya Alena menolak karena pasti akan menjadi pusat perhatian pengunjung di dalam. Namun hanya dengan melototkan matanya, nyali Alena menciut. Dan sialnya cacing- cacing di perutnya tidak bekerja sama dengan baik dan benar saja. Begitu masuk orang-orang di sana langsung melihat ke arah Alena yang tengah digendong. Sayangnya tak ada ruangan khusus atau VIP sehingga semuanya bisa melihat ke arah mereka.

Dari tatapan dan gerakan bibir mereka, Alena bisa tahu mereka tengah mengolok- oloknya. Ekspresi menyindir semakin memperkuat dugaan Alena. Tapi dia tak peduli, setelah melakukan terapi secara teratur pasti dia bisa kembali berjalan seperti orang normal.

Alena tak percaya bisa melihat lagi makanan tradisional. Di 100 tahun ke depan sudah sangat langka menu makanan tradisional. Semua serba instan, kalori dan kandungan gizi diatur sedemikian rupa agar sesuai kebutuhan tubuh. Jika pun ada masakan tradisional hanya ada di masyarakat pedesaan.

Semua menu yang tersaji dipesan oleh Althaf. Dia menganggap Alena bukan tipe pemilih dalam hal makanan Dengan pandangan aneh Alena mengamati jenis makanan di depannya.

"Apa ini?" tanya Alena. Yang dia tahu nasi berwarna putih atau merah, tapi yang ada di depannya saat ini berwarna kecoklatan dan seperti ada campuran lain

“Apa kamu juga melupakan jenis-jenis makanan?'’ Althaf terheran-heran. Alena mengangguk lemah.

"Itu namanya nasi tutug oncom. Makanlah rasanya cukup enak. Jika kurang suka, bisa pesan yang lain.”

Meskipun agak kurang terbiasa, Alena mulai mengambilnya dengan menggunakan tangan dan memasukkannya ke dalam mulut. Rasa Asin, gurih, sedikit pedas bercampur menjadi satu. Bagi Alena, rasa masakan ini sungguh luar biasa. Alena pun mengambil sepotong daging ayam bakar. Meskipun dalam pikirannya berkecamuk jumlah kalori, lemak dan kolesterol tapi untuk saat ini tak dihiraukannya. Alena makan dengan lahap, dan menghabiskannya dengan sangat cepat.

Satu jam kemudian mereka akhirnya sampai di rumah Althaf. Alena tak merasa heran melihat rumah berlantai dua yang begitu luas bak istana, halamannya tak kalah luas dengan banyak pohon dan bunga yang ditanam. Beberapa menit sebelumnya Althaf sudah mengabari kepala pelayan untuk menyiapkan seluruh pelayan menyambut kedatangannya.

Para pelayan berjejer di sambung kiri dan kanan tepat di pintu masuk. Pak Ma sebagai kepala pelayan langsung mendekati mobil Althaf yang sudah berhenti dan mengambil kursi roda yang ada di dalam bagasi. Althaf turun terlebih dahulu kemudian membuka pintu menumpang. Dengan pelan-pelan Althaf mulai memindahkan Alena ke kursi roda.

Seorang pelayan wanita menghampiri Alena dan mulai mendorong kursi rodanya.

“Tuan, ini Maya yang akan menjadi pelayan pribadi Nyonya Alena. Dia sudah satu tahun bekerja di sini di bagian dapur dan ruang cuci,” ucap Pak Ma mengenalkan pelayan wanita tersebut.

“Pastikan dia bekerja dengan baik, urus semua kebutuhan Nyonya tanpa terkecuali. Jangan sampai ada kesalahan atau mengabaikan Nyonya atau detik itu juga pekerjaannya selesai,” sahut Althaf memberikan peringatan.

Althaf berjalan duluan meninggalkan Alena yang masih berada di belakang. Semua pelayan membungkukkan tubuhnya saat Althaf berjalan melewati mereka. Maya pun mendorong kursi roda untuk menyusul Althaf. Namun tak terduga roda belakang terkait pada karpet sehingga kursi roda tersebut oleng. Alena yang posisinya setengah sadar karena kelelahan dan mengantuk tidak dalam posisi yang siap sehingga tubuhnya terdorong ke depan.

Hampir saja Alena tersungkur jika Althaf tidak sigap menahan tubuh istrinya.

“Kamu tidak apa-apa? Ada yang sakit?” tanya Althaf khawatir. Alena menggelengkan kepalanya perlahan.

Antara terkejut dan masih linglung menyadari suaminya telah menolongnya, Alena tanpa sadar meneguk ludahnya sendiri saat menatap wajah tampan suaminya.

“Dasar bodoh!!!!”

Suara keras Althaf mengagetkan Alena yang masih dalam pangkuannya. Rahangnya menegak, kilatan amarah terlihat jelas di wajahnya. Meskipun sudah mengetahui jika Althaf pemarah, kejam dan galak tetap saja Alena sedikit ketakutan.

“Ma–maaf Tuan, saya tidak sengaja,” ucap Maya lirih sambil menundukkan kepalanya.

“Bukannya saya sudah peringatkan jangan pernah sekalipun berbuat kesalahan. Lalu yang baru saja terjadi apa!!” bentak Althaf dengan suara yang tegas.

“Ma-maafkan sa-saya,Tuan.” Tubuh Maya bergetar, meskipun sering mendengar Althaf marah-marah tapi baru kali ini dia mendapatkan bentakan langsung.

Gadis yang baru menginjak usia 20 tahun nyaris menangis, namun ucapan Pak Ma saat dirinya diterima bekerja membuatnya harus berusaha menahan air mata.

“Saya tidak menerima alasan apapun. Sekali lagi kamu membuat kesalahan, silahkan angkat kaki!!”

“Baik, Tuan.”

Althaf tak mengembalikan Alena ke kursi roda, langsung menggendongnya ala bridal style. Jantung Alena berdetak kencang, dia bisa mencium wangi parfum Althaf yang maskulin. Sedikit lagi sampai di ambang pintu, Althaf membalikkan tubuhnya.

“Kemana Ruby dan Diyah? Mengapa tidak berada disini,” tanya Althaf kepada Pak Ma.

“Nyonya ada di kamarnya Tuan. Beliau tidak ber–”

“Lancang, beraninya mereka tidak mengikuti perintah saya. Cepat panggil mereka, jika tidak mau seret paksa!” seru Althaf memotong.

Pak Ma segera berlari ke dalam rumah dengan tergopoh-gopoh. Althaf masih menunggu kedua istrinya, Alena hanya bisa pasrah dalam gendongan suaminya. Dia menahan malu saat diam-diam beberapa pelayan mencuri pandang ke arahnya. Tentu risih dengan tindakan Althaf yang menggendongnya saat ini.

Tak berselang lama, Diyah dan Ruby muncul dengan perasaan kesal. Mereka merasa tidak seharusnya berbaris seperti pelayan menyebut kedatangan Althaf dan Alena. Terutama Diyah, dia tak suka melihat Althaf begitu perhatian dengan Alena.

“Mereka siapa? Apa mereka kedua istrimu yang lain?” tanya Alena penasaran.

“Iya, mereka adalah istriku. Yang sedang hamil dia bernama Diyah istri keduaku. Yang satu lagi bernama Ruby, dia istri ketiga,” jawab Althaf memberitahu.

Alena memaksakan semuanya, dari perilaku dan ekspresi kedua istri Althaf yang lain, dia mampu membaca jika ada ketidaksukaan terhadap dirinya. Malas berbasa basi, Alena membuang pandangannya ke arah lain.

“Ingat kedudukan dan status kalian di rumah ini. Jika masih ingin tinggal di rumah ini, kerjakan apa yang saya perintah!!” Althaf harus tegas, kedua istrinya yang tidak patuh harus diperingatkan agat tidak mengulang kesalahan.

“Ciihhh… Sudah cacat masih saja dipelihara, apa untungnya punya istri tidak berguna,” celetuk Ruby.

“Sekali lagi kamu berbicara seperti itu, ku robek mulutmu detik ini juga!!” Althaf meradang, nafasnya kian tak teratur.

Alena pun refleks mengangkat salah satu tangannya yang tergantung dan membelai sebelah pipi Althaf. Berusaha agar suaminya itu tidak emosi, Alena yang lelah ingin segera berbaring di atas kasur yang empuk.

“Please, Mas. Jangan mengurusi hal yang tidak penting. Aku lelah, Mas.”

1
Muft Smoker
waah kagum deh liat Alena begini ,, mati kutu kn anda ,,
maka ny cepat2 sadar diri ,,
sblum jatuh ny harga diri ,,
/Smug//Smug//Smug//Chuckle/
Muft Smoker
astagaaa raja singa berubah jdi anggora ,, saat Ratu singa ny dtg ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
Kalo ras terkuat di bumi sudah mode on ,,
Pak su diam dlu aj yx ,, sayangi nyawa anda yx Pak su ,, 🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
ruby kah?
Muft Smoker
astagaaa bisa gx jgn buriik kak pemilihan kata ny ,, buduk Kya ny lebih bagus🤭🤣🤣🤣🤣🙏 ,,
nama udh keren2 di panggil ny kodok buruk ,, 🤣🤣🤣
Erlina Ibrik
kondisi tubuh*
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
wah anak Diyah berarti bukan benihnya Althaf eh tapi anak siapa klo begitu 🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
Yasmin ini benar benar ya semoga kau segera didepak sendiri sama Althaf niatmu busuk sekali kecil2 kok mau jadi pelakorr
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
woy bocil kenapa kau jadi terobsesi sama kakak angkatmu sendiri kan tadi sudah dibilang kau dianggap adiknya malah ngelunjak dasar tak tau diri luuu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
Althaf ini deh lupa apa bagaimana sama istrinya sendiri baru juga pulang dari RS malah nuntun Yasmin dasar bocil ini juga hadeh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
Althaf ini posesif kalo sudah sama Alena mau itu sepupunya atau siapapun kalo jenis kelamin laki laki pasti di cemburuin semua
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
Alena segeralah sembuh biar kau bisa balas itu kelakuan istri kedua dan ketiga Althaf yang selalu merundungmu semangat ya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
bikin ribut melulu itu Helena bikin puyeng aja
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
pasti Althaf modus yang awalnya mau memandikan Alena malah lanjut ronde kedua 🙊🙈😆😆😆
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
waduh bab ini bikin hareudang mendadak gerah ini wkwkwkwk🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
owalah Yasmin ternyata kau tak lebih dari wanita penggoda apa kau tak tau kalo Althaf sudah beristri 3 lagi 🙈🙊
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
dasar rubah betina Ruby ini lah kok sama papahnya malah didukung padahal apa yang dilakukan Ruby selama ini tidak ada baik baiknya selama jadi istrinya Althaf
Erni Noviyanti
Al bisanya doyan kawin.
Erni Noviyanti
kan Gilbert Ama Alena yg mulihin perusahaan.tuh CEO ngapain aja.
Muft Smoker: bos nya cuma ngopi sama mkn kue kering kak ,, 🤭/Chuckle/
total 2 replies
Erni Noviyanti
malah Gilbert yg punya ide,buat lindungin Alena.
lah suaminya ngga ada fungsinya.
aturan Alena Ama Gilbert aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!