Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.
Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.
Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)
Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mutlak
"Gimana sih menurut kalian kalo ada lelaki cuek tapi perhatian ke kita ? Jadi gini, dia itu emang cuek ke orang lain, tapi aslinya dia itu hangat kalo sama orang-orang terdekatnya seperti sahabat dan keluarganya atau ke orang yang bener-bener akrab sama dia, gitu.." Hana meminta pendapat kepada keduanya.
"Kayanya dia suka sama kamu deh, Han. Buktinya dia perhatian tuh ke kamu." Sinta menanggapi.
"Iya, bener tuh, Mba.." Tisha menimpali.
"Ih.. tapi aku sahabat dia juga. Kalo dia perhatian ke aku karena aku bagian dari sahabatnya gimana tuh ?" Tanya Hana yang mulai memperjelas petunjuk tanpa dia sadari.
"Wah.. ternyata sahabatan antar lawan jenis itu sungguh tidak ada yang mutlak, ya.." Ujar Tisha mengangguk-anggukan kepalanya.
"Wah.. beneran Tian nih.." Ucap Sinta.
"Astagfirullahaladzim.. aku ngomong apaan sih barusan ?!" Hana menutup mulutnya dengan tangan, ia tidak sadar akan petunjuk transparan yang ia katakan sebelumnya.
"Sudah, jujur saja.." Ucap Sinta enteng seraya tersenyum dan mengusap punggung tangan Hana.
"Iya, Mba.. mumpung sesama wanita loh, Mba.. kalo sama sahabat Mba kan katanya tadi cowok doang.." Ujar Tisha merayu Hana karena ia juga penasaran perihal kisah cinta dari sahabat baru kakak iparnya itu.
"Aku anggep kalian berdua ini sahabat aku ya.." Ujar Hana menatap keduanya bergantian.
"Ok !" Seru keduanya dengan tertawa bahagia.
"Iya, Mba.. Tian. Dia itu sering anter jemput aku, ngajak makan bareng, tapi kalo jalan berdua belum pernah sih karena kalo jalan pasti ngajak Erik juga, kadang malah sama bocilnya.." Ungkap Tisha.
"Wah tanda-tanda tuh.." Ucap Sinta.
"Terus gimana lagi, Mba ?" Tanya Tisha pada Hana, ia masih penasaran.
"Tapi, dia itu kalo di chat kadang cuek, kadang asik, aku juga bingung. Dia perhatian sih, kalo aku lagi ada kendala atau masalah pasti dia yang lebih duluan tau daripada Erik." Ungkap Hana.
"Belum pasti sih, tapi ada kemungkinan dia ada rasa sama kamu, Han.." Ujar Sinta.
"Iya bener tuh, Mba.. Buktinya itu ikatan batinnya kuat banget" Tisha menimpali.
"Ntahlah.." Hana mulai lelah dengan perasaannya.
"Kisah kamu sendiri gimana, Sha ?" Tanya Hana pada Tisha.
Tisha memutar bola matanya malas.
"Ee.. Kue nya udah waktunya di angkat !" Seru Tisha yang kemudian beranjak dari duduknya menghampiri oven yang timer nya telah berbunyi.
"Dia itu belum pernah pacaran.." Ungkap Sinta terkekeh melihat tingkah laku Adik iparnya itu.
"Hah ? Kenapa ?" Tanya Hana heran.
"Dia ingin fokus pada pendidikannya." Jawab Sinta.
"Terus sekarang dia kerja dimana, Mba ?" Tanya Hana.
"Dia belum bekerja, padahal dia lulusan terbaik dari universitas-nya, dia lulusan S1 Administrasi Perkantoran." Jawab Sinta dengan raut wajah yang tak sebinar sebelumnya.
"Maaf, Mba.. Kalau boleh tau, kenapa dia enggak cari kerja ?" Tanya Hana menyipitkan matanya menatap Sinta.
"Sesungguhnya dia sangat menginginkannya, tapi Ayah mertuaku enggak ngizinin, sedangkan Bunda sebagai seorang istri hanya bisa mendukung keputusan Ayah. Ada alasan di balik itu semua yang enggak bisa aku sampaikan ke kamu, dia juga belum tahu alasan Ayah yang sebenarnya. Yang dia tahu hanya bahwa Ayah ingin dia menemani dan membantu Bunda di rumah." Ungkap Sinta jujur.
"Aku tau gimana perasaan Tisha, Mba.." Ucap Hana yang tiba-tiba menatap sendu ke arah Tisha yang sedang menyiapkan brownies untuk disajikan.
"Kamu kan HRD nih.." Ujar Sinta menepuk lengan Hana.
Bersambung..
Wah.. kira-kira ada apa ya kok mulai mencurigakan ?
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih 🙏♥️
katanya bahagia dg suami y??
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
dasar bucin akut
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
tisha ngasih no hp suaminya???