NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Status: tamat
Genre:Action / Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Menceritakan seorang pemuda hebat yang hidup di Dunia Sihir. Tapi dia harus mati setelah dihianati oleh suatu kelompok yang telah ia bantu. Meskipun telah mati, rupanya ia bereinkarnasi ke Dimensi Lain setelah jiwanya dan pikirannya masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih remaja.

Ternyata, kehidupan di Dunia barunya, bukanlah Dunia Sihir, tepatnya Dunia yang biasa-biasa saja. Tapi ada 1 hal yang membuat dirinya istimewa, yaitu dia bisa menggunakan Sihir.

***

Note : Cerita ini berlatar Multiverse dan Sequel dari cerita 'OVERSOLDIER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"Kamu yakin mau merekrut Queen ? Gadis Psychopath itu ?" tanya Pria tua.

"Ya, aku sangat yakin." jawab Reyhan.

Pria tua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku bahkan tak mau bertemu dengannya."

Reyhan mengangkat alis sebelahnya dan tersenyum mengejek. "Itu salahmu sendiri mereinkarnasikan dia."

Pria tua itu menghela nafasnya. "Ya, aku akui itu kesalahanku, seharusnya aku tidak mereinkarnasikan dia."

"Kau segitu menilai wanita gila itu. Bukankah kamu jauh lebih kuat dari kita semua ?" tanya Reyhan.

Pria tua menjawab. "Aku memang kuat, tapi kuat saja itu tidak cukup. Contohnya Queen, dia tak hanya mengandalkan kekuatan saja, tapi dia juga mengandalkan dan memanfaatkan keadaan yang ada di sekitarnya."

"Bahkan setelah kureinkarnasikan dia semakin berbahaya. bisa-bisanya waktu itu kamu membawanya kesini. Kalau aku tidak mengusirnya dari tempatku, tempatku bisa berantakan." tambahnya.

"Berarti kamu takut padanya." jawab Reyhan tersenyum menyeringai.

Pria tua mendegus kesal, lalu ia menjawab. "Aku tidak takut. Aku hanya tak ingin berurusan dengan wanita gila itu, merepotkan saja."

Reyhan tertawa. Lalu ia menatap salah satu layar yang menampilkan seseorang yang hidup di Dunia D-26. Layar itu dikhususkan untuk Reyhan untuk melihat kehidupan di setiap Dunia-Dunia yany ada di Multiverse.

Karena kedua matanya tidak seperti Pria tua yang mampu melihat semuanya tanpa bantuan apapun. Dia hanya perlu melihat satu Dunia saja, ia sudah bisa melihat segala isinya. Ya, itulah anugrah yang ia dapat sebagai pengawas Multiverse.

"Jadi, apa kamu akan langsung menemuinya ?" tanya Pria tua.

Reyhan menjawab. "Tidak. Aku ingin melihatnya dulu. Mau sampai dimana dia menghadapi masalahnya."

Pandangan Pria tua pun juga beralih ke arah Dunia D-26. Reyhan bersuara. "Sepertinya akan seru."

Pria tua mengangguk kepalanya. "Benar."

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sementara Di Dunia D-26, terlihat seorang pemuda yang tengah terbang di langit dengan Sihir Anginnya. Dengan ditambah kombinasi Sihir Petirnya, Ia terbang dengan kecepatan tinggi. Dia yang tak lain adalah Peter.

Tempat tujuannya adalah, tempat tinggalnya Niko, laki-laki pengecut yang hanya bisa mengandalkan kekayaan orang tuanya. Dia sudah mencari masalah dengannya. Masalah yang tidak sederhana.

Sudah hampir 2 jam lebih Peter terbang. Mungkin beberapa menit lagi ia akan sampai di tempat tujuan. Isi kepalanya sudah dipenuhi rasa dendam. Ia takkan memberi ampun.

Di kehidupan dirinya yang lain telah mati karena di khianati. Dan sekarang di Dunia barunya, dia harus kehilangan sahabatnya. Rasanya ia takkan memberi kematian dengan mudah.

Tak lama kemudian, Peter telah sampai di tempat tujuan. Ia kini tengah melayang di udara, jaraknya mungkin 100 meter dari permukaan tanah. Ia tengah melihat mansion mewah milik orang tuanya Niko.

Terlihat 2 orang pria dan wanita dewasa yang tengah berada di depan masion itu. Tak salah lagi, mereka berdua ayah dan ibunya Niko. Mereka berdua terlihat menaiki mobil, entah kemana mereka akan pergi.

Dari tempat ia melayang, Peter hanya menatap datar melihat drama pasangan suami istri itu. Mobil yang dinaiki Kedua orang tua Niko sudah pergi menjauh dari mansion. Peter menatap datar ke arah mansion dari langit.

Peter sudah tak sabar memberi kejutan kepada Laki-laki pengecut itu. Aura kehidupan milik Niko terasa, maka jelas sekali, dia ada di dalam mansion, dan tak pergi ke sekolah. Tanpa rencana apapun, ia langsung melesat bergerak mendekati mansion mewah itu.

.....

Sementara Di dalam kamar, yang letak kamar itu ada di dalam mansion, terlihat seorang pemuda yang tengah tidur di kasur kesayangannya. Ia terlalu di manjakan, jadi entah mau masuk sekolah atau tidak, tidak masalah.

Karena Sang ayah memiliki kekayaan yang tak pernah habis hingga tujuh turunan, ia masih bisa hidup dlenak. Dengan uang semua beres. Dialah Niko, seorang pemuda yang memiliki apapun alias calon penerus kekayaan kedua orang tuanya.

Saat ini ia hanya mengenakan kaos dan celana jeans pendeknya. sedang menikmati kegiatan malasnya, tiba-tiba terdengar suara hantaman, seakan ada benda jatuh ke dalam kamarnya. Ia segera membuka kedua matanya dan seketika ia terbelalak melihat atap ruangan kamarnya berlubang.

Pandangan beralih ke arah pemuda yang yang berdiri tepat dibawah lubang atap ruangan kamarnya. Niko membeku melihat sosok itu. Ya, sosok laki-laki yang selama ini ia benci, yang tak lain Peter.

"Kau sudah bangun Tuan Muda Niko ?" tanya Peter dengan senyuman dan tatapan dinginnya.

Niko tak menjawab, ia masih membeku, ia tak bisa bergerak apapun. Peter kembali bersuara. "Apa kamu tengah terkejut, kenapa aku ada di dalam kamar kesayanganmu, Tuan Muda Niko ?"

"Bagaimana..."

Niko telah menguasai dirinya, sehingga ia bisa bertanya. Namun, baru saja mengeluarkan 1 kata, tiba-tiba Peter bergerak cepat dan langsung mencekik lehernya.

Dengan dingin, Peter berkata. "Aku belum mengizinkanmu menjawab."

Niko merasakan sakit di lehernya. Baru kali ini gemetaran takut tak wajar. Ia sendiri tak menyangka kalau sosok Peter, bisa bergerak cepat di atas rata-rata manusia normal di depan matanya.

Karena selama ini, ia hanya mendapat laporan dari orang-orang bayarannya, kalau Peter bisa berbuat melakukan hal yang diluar akal logika. Seakan hukum alam tak berlaku padanya.

Bruukk...!!

Tubuh Niko dilempar oleh Peter. Punggungnya menghantam dinding ruangan kamarnya. "Aaaagggrrrrhhh...!!" Niko berteriak kesakitan.

Perlahan Niko berusaha bangun. Ia pun duduk sambil bersenderan di dinding. Peter berdiri tak jauh di hadapan Niko. Ia bersuara. "Bukankah kamu membenciku. Sekarang, aku sudah ada di hadapanmu."

Niko pun bangkit dari duduknya, ia berdiri sambil tangan kirinya memegang pinggangnya yang masih terasa sakit. Ia menatap tajam ke arah pemuda yang dibencinya.

Niko berkata. "Aku tak menyangka kalau kamu akan datang ke kuburanmu sendiri."

Peter tersenyum dingin. "Benarkan ? Ya, aku telah datang, melainkan untuk menggali kuburanmu."

Niko tersenyum mengejek, lalu ia memposisikan tubuhnya untuk berdiri. "Hanya karena kehilangan sahabatmu, kamu bisa melakukan hal nekat seperti ini." Lalu ia mengambil kuda-kuda. "Baiklah, kita lihat siapa yang masih berdiri kokoh disini."

Belum sempat Peter menjawab, Niko sudah lebih dulu maju dan layangkan pukulan di wajah Peter. BUGH...!!

Namun, sekian detik ia terbelalak, karena Peter bisa menahan pukulannya. Dan lebih mengejutkannya lagi, wajah Peter tak terluka sedikitpun.

DUGH...!!

Tubuh Niko terdorong dan punggungnya menghantam dinding kamarnya lagi. "Aaaagggrrrrhhh...!!" Niko berteriak kesakitan. Punggungnya yang sudah sakit kini harus bertambah sakit.

Niko pun memuntahkan darah dari mulutnya. Ia menatap tak percaya dengan Peter yang memiliki tenaga yang besar. Peter berjalan mendekatinya. Ia berdiri di hadapan Niko yang tengah berusaha duduk sambil menahan rasa sakit di punggung dan perutnya.

Peter berkata. "Sangat beruntung sekali, karena di rumah semewah ini hanya tinggal dirimu seorang."

"Jadi, aku tak ragu-ragu menghancurkan rumah kediamanmu." tambahnya.

Niko tersenyum. "Menghancurkan ? Jangan berbicara omong kosong."

Peter tersenyum dingin. "Baiklah, aku akan memperlihatkannya padamu." Peter meraih dan mencengkram erat kaos belakang Niko, lalu ia membawanya terbang.

___________

Jangan Lupa Like.

1
KERUPUK GORENG
mantap
KERUPUK GORENG
dri bab 1- bab 24 itu berapa total halamannya ad berapa? soalnya mau buat tugas sekolah
Dimas Setiawan
mantap
Dimas Setiawan
wow
Dimas Setiawan
nice
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
bunuh
Dimas Setiawan
sikat
Muhammad Rizky
lawan manusia biasa aja pake sihir pdhl bisa Seni bela diri
Min sua
sedikit typo
M Black
.
hoomano1D
keknya pernah baca, tp lupa...
ternyata kalo tdk dijdkan favorit/masuk rak buku, malah like yg sebelumya hilang semua..
ARA
Oo.. Temannya Sean ternyata😊👍
Dwiwahyu Prihantini
kampung sihir🤔🤔🤔
Mukhlis B
Kalau pandangan 200 meter lah yg nampak kan titik saja kok peter enak saja melihatmu segitu hebatnya.peter
AngGa
Haaah,,Kalo gua jadi MC,senggol dah bacok
Rizky Maulana
bukannya itu gadis yg dimaksud anaknya si jonatahan si queen kan ?
Raptor
kevin janc*k. Ngakak 😂😂😂👍
Mat Grobak
kampung sihir
[ Azuya ]
penghianatan itu diperlukan untuk mengubah org yg naif menjadi tidak naif....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!