Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.
Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.
Salam hangat dari Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capitolo 18: Bella Ombra
•Buona Lettura•
KRINGGG...
Dering ponsel Michael yang berbunyi cukup nyaring hingga membuat telinganya panas, sehingga membuat Michael terbangun dan mendengus kesal karena tidurnya terganggu oleh dering ponselnya.
Michael bangun tanpa membuka matanya. Ia mencari-cari ponselnya di nakas dengan telapak tangan kanannya meraba-raba sekitar nakas. Michael berhasil menemukannya saat merasakan benda pipih itu bergetar, kemudian mengambilnya.
Michael membuka kedua matanya, matanya menyipit dengan kerutan kedua alis yang saling menaut. Tanpa ambil pusing, Michael mengangkatnya dan menepatkannya di telinga kanannya.
"Michael!" teriak Bean di sana.
"Bean, apa ini benar kau?" tanya Michael lansung secara runtun. Matanya terbuka sempurna mendengar Bean memanggil namanya.
"Iya, aku menelponmu hanya memberikan sesuatu yang penting" ucap Bean serius.
"Sesuatu yang penting?" Michael nampak berpikir sejenak.
"Iya, aku ingin kau menjadikanku sebagai anggota mafiamu."
Spontan Michael terkekeh mendengarnya.
"Hey kau jangan mengejekku" ucap Bean tak suka.
"Aku tidak mengejekmu, kupikir kau bercanda."
"Lalu, kau mau menerimaku menjadi anggotamu?" tanya Bean dengan nada bicara sedikit kesal.
Michael nampak berpikir sejenak, Apakah ia harus menerimanya dan menggantikan posisi Mario sebagai tangan kanannya.
"Michael! Bagaimana? Apa kau mau?" Bean melemparkan pertanyaannya.
"Baiklah aku menerimamu" jawab Michael. Meskipun ia harus menanggung resiko jika nanti ia kewalahan dalam melakukan misi.
"Bagus, sebenarnya aku hanya ingin membalaskan dendam pada si tua keparat itu" ucap Bean sungguh-sungguh.
Michael memutar bola matanya, ia kira dia mau bergabung dengannya karena kemauan hatinya. Ternyata tebakannya salah besar justru Bean hanya ingin melakukan balas dendam saja. Tapi baginya tak masalah.
"Baiklah, besok datanglah ke mansionku."
"Oke, tunggu aku, aku tutup teleponnya selamat malam."
Panggilan lansung berakhir. Membuat Michael menggosok kasar keningnya. Apakah dia harus pergi kembali ke tanah air dan membunuh pemimpin Triad? Lalu membunuh semua anggota Triad semuanya sampai rata tak tersisa satupun. Tapi jika dia ke Indonesia, bagaimana dengan gadisnya? Sebenarnya dirinya berat berpisah sementara dengan gadis yang berhasil membuat dirinya jatuh cinta untuk pertama kali, namun Cilla belum membalas perasaannya.
Ia harus bersabar, karena letak kuncinya terletak pada kesabaran untuk memulai sebuah hubungan yang indah. Dengan kesabaran maka semua akan indah apabila kita memegang kesabaran dan meletakkannya pada hati kita.
Michael menatap kesamping, memandang wajah yang tak bosan-bosannya ia tatap kini sedang lelap tertidur layaknya putri polos yang sedang tertidur.
Sial, kenapa malam ini dia sangat menggoda meskipun menggunakan gaun saja tetap saja tubuhnya selalu indah untuk dipandang. Dimana tubuhnya yang mulus, putih, dan bersih tanpa ada bekas luka.
Michael menggelengkan kepalanya, ia tak boleh memikirkan hal-hal yang menjerumus untuk melakukan yang tidak boleh dilakukan. Sejatinya Michael meskipun dirinya penjahat kelas kakap, tapi dia tidak pernah mencicipi gadis yang masih tersegel sempurna. Hanya gadis ini saja yang baru saja ia cicipi. Pikiran Michael mulai berkelebat kemana-mana. Ia membayangkan miliknya masuk kedalam liang yang masih tersegel. Pasti akan sempit dan nikmat dimana miliknya dijepit kuat, basah, memberikan sensasi yang membuatnya terbang ke langit. Dan mengisi liang itu dengan cairan putih yang mengalir deras dan hangat miliknya.
Aku bisa gila bila memikirkan hal kotor itu terus menerus, lupakan hal itu kau tidak boleh menerkamnya.
Michael mengenyahkan pikirannya dan pergi melangkah keluar kamar.
Ia terus berjalan dan berjalan disekitaran mansion seraya mengeluarkan rokok dan korek. Kemudian Michael memantik koreknya sehingga mengeluarkan api. Kemudian menempatkan api itu diujung tembakau.
Hisapan demi hisapan mulai masuk kedalam mulutnya kemudian mengeluarkan kepulan asap yang panjang. Dengan merokok mungkin nafsu gairahnya sedikit mengurang. Tapi hal itu tidak berhasil malahan miliknya kembali menegak sempurna dibawah sana sehingga membuat miliknya ingin dipuaskan segera mungkin. Tapi pikiran warasnya memberontak untuk tidak melakukannya, namun miliknya meminta ingin dikeluarkan agar memasuki sangkar.
Apa aku harus memuaskan dengan tanganku sendiri? Ahh rasanya akan hambar. Tapi jika aku menghubungi dan meminta para ****** memuaskan dengan bayangan Cilla itu akan sedikit puas.
Keputusan yang bulat, Michael memilih pergi pada pukul dua pagi ke club Polandia yang terkenal dan berkelas. Setidaknya dia dapat mendapatkan kepuasan sedikit. Meskipun ia sudah satu bulan tak melakukan itu akibat disibukkan dengan dunia gelap.
Michael segera menyambar kunci mobilnya dan berlari kebawah. Sehingga tidak sengaja dirinya bertemu dengan penjaga mansion sekaligus anggota mafianya.
"Signore, anda mau kemana?" tanya mafioso itu sembari melangkah mendekat.
Michael menoleh kearah suara. "Ada urusan penting" jawabnya singkat lalu pergi melangkah begitu saja kembali menatap lurus.
Dan ia berangkat melaju ke club seorang diri.
_________________________
Suara musik diskotik menggema kesuluruh penjuru ruangan. Dengan para jal*ng menari-nari di tiang memamerkan lekuk tubuh mereka mendekati hampir nyaris sempurna. Michael melangkah masuk kedalam sana, baru saja ia masuk, banyak para wanita di sana mulai menggodanya dengan meraba-raba tubuhnya bahkan tanpa malu mereka sengaja menggesek miliknya dengan tangan mereka. Michael menatap tajam mereka semua, membuat nyali mereka ciut dan takut dimana tatapan mengerikan itu menatap mata mereka masing-masing. Dan akhirnya mereka memilih pergi.
Michael mulai memilih para jala*g yang akan dipakai olehnya, minimal 5 saja sudah lumayan cukup. Setelah sesi pemilihan, ia membawa kelima jala*g seksi dengan lekuk tubuh nyaris sempurna kedalam kamar VIP.
"Panie, zadowoli cię przystojny panie (Tuan, kami akan memuaskan anda tuan tampan)" goda salah satu wanita memegang milik Michael.
Michael tersenyum sinis, "Dobrze nie ma problemu (Baiklah tak masalah)" ucapnya santai sembari menerbitkan senyum sinisnya.
Dan para jala*g itu menjatuhkan Michael keranjang cukup luas. Dengan tak sabaran mereka membuka celana Michael. Mata mereka semua terkejut melihat milik Michael yang begitu kekar, panjang, dan besar meskipun masih tertidur. Bayangkan saja miliknya tegak sempurna. Mereka semua pasti akan pingsan.
Mereka mulai mengulum milik Michael dengan lihai, lidah mereka terus menari-nari dan menggigit kecil. Michael hanya memejamkan matanya menahan kenikmatan seraya menekan kepala mereka silih berganti. Dan empat puluh lima menit kemudian dirinya keluar dan menyemburkan cairan putih yang banyak kedalam mulut mereka masing-masing.
"Ah, Cilla sei così deliziosa ( Ahh, Cilla kau sangat nikmat)" desah Michael saat dirinya tiba di pencapaian yang sudah ia tunggu sedari tadi. Ia membayangkan tubuh Cilla yang polos, mungil dan menggoda berada di atas tubuhnya.
"Jest pan bardzo silny, panie, jak to się stało, że wasz należy do mnie ( Anda sangat kuat tuan, bagaimana milikmu masuk ke dalam milikku)" tawar salah satu jala*g dan yang lainnya tampak mulai membuka baju Michael. Michael menahan tangan nakal mereka. Lalu menghempaskannya secara kasar.
"Nie dotykaj (Jangan menyentuh)" tukas Michael. Lalu bangun dan menyuruh lima jala*g itu tertidur diatas ranjang. Akhirnya mereka menurut. Lima jala*g itu melucuti pakaian seksi mereka sehingga tubuh mereka semua polos dengan ukuran dada yang bulat dan padat, jangan lupakan bokong seksi mereka. Michael hanya menatap datar saja, ia sudah sering melihat hal beginian.
Dan Michael mulai mengarahkan miliknya kemudian menggerakkan pinggulnya sangat cepat. Ia melakukannya secara kasar sekaligus menghabiskan waktu berjam-jam yang mana para jala*g tersebut terus meminta ampun padanya agar berhenti bahkan ada sampai menjerit tak kuat. Michael menghiraukan teriakan mereka. Dia terus memacu dan memacu sangat cepat bahkan menghabiskan waktunya dari pukul dua sampai pukul sembilan pagi. tujuh jam sangatlah kurang baginya. Bahkan ia pernah mencetak skor sebanyak dua puluh empat jam ketika dia masih menjadi seorang bajinga* kelas kakap penyuka liang wanita.
Sial, rasanya hambar sekali, bahkan aku tidak puas, lebih baik aku membunuh mereka saja.
Saat kelima jala*g itu terkapar tak berdaya. Michael menggunakan kesempatan itu dengan menaruh peledak di tengah-tengah ranjang. Ia memasang peledak itu dalam waktu 10 menit. Setelah melakukan hal gila, ia merapihkan sedikit pakaiannya. Mungkin ia akan memesan hotel untuk mandi agar dirinya bersih dari bekas-bekas jala*g kotor itu.
Selamat tinggal bodoh.
DUAR... DUAR... DUAR...
"Hahaha" tawanya didalam mobil dan untung saja ia sudah berangkat meski belum jauh dari club. Tapi dirinya sengaja melambatkan laju mobilnya untuk menyaksikan ledakan dari dalam sana.
•Continua•
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? Komen yaa.
qpl