Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 18
Hari berikutnya............
Pagi ini Rara bersiap untuk mengantar Bagas kesekolah, karena hari kantor libur, adimas pun ikut menemani rara dan bagas.
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat bersama menuju sekolah.
Sampainya di sekolah........
"Pa, kak rara, bagas masuk dulu yaa".
"Iyaa"
Bagas masuk kedalam kelasnya.
"Kita nunggu dimana??"
Rara menjadi kikuk jika hanya berdua dengan pak adimas.
"Memangnya bapak gak ada kerjaan yaa??"
"Gak ada. Saya mau nemenin bagas hari ini".
"Ohhh gitu,,, duduk disini aja pak".
Rara dan adimas duduk di bawah pohon rindang, tempat biasa rara menunggu bagas sampai pulang.
Keduanya tampak canggung, bingung apa yang mau diobrolkan. Akhirnya adimas memecah kesunyian,
"Ra, kamu hari ini tanding kan??"
"Iya pak, nanti siang".
"Saya ikut ya".
"Emm boleh kalau bapak gak ada kerjaan".
"Aku boleh minta sesuatu gak??"
"Apa pak??"
"Kamu jangan panggil saya pak lah. Kesannya saya tua banget. Umur kamu berapa sih??"
" Hehe baru 21 tahun. Jadi saya harus panggil apa??"
"Ah cuma beda sedikit hehe.... enaknya panggil apa yaa biar lebih akrab".
"Lebih akrab???"gumam hati rara.
"Memangnya usia pak dimas berapa??"
"Baru 34th. Emm panggil mas aja".
"Apaaaaaa????? panggil mas?"
"Terlalu gimana gitu pak, saya agak kagok kalau manggilnya gitu. Emm panggil Om aja gimana??"
"Om?? kamu kira aku Om Om yang suka godain daun muda??"
"Hehehe"
"Kak dimas aja lah biar lebih enteng".
"Boleh, saya panggil kak dimas ya"
"Iyaa".
"Emm boleh nanya lagi??"
"Boleh".
"Kamu pernah pacaran??"
"Gak pernah kak, gak ada waktu buat mikirin pacaran. Kalau bisa langsung nikah aja Hahahaah". Rara tertawa lepas tanpa sadar.
"Jadi selama ini kamu belum pernah pacaran??"
"Belum kak hehehe.... Saya hanya jadi tempat curhat temen-temen." Rara merasa malu saat ditanya begitu oleh adimas .
"Bagus deh kalau gitu"
"Bagus kenapa kak?? bukannya kalau gak pernah pacaran itu dianggap kuno ya kalau dijaman sekarang??"
"Kata siapa kamu???Justru yang gak pernah pacaran itu artinya dia begitu menjaga dirinya dari pria-pria yang hanya mempermainkan hatinya, dan hanya memberikan segalanya kepada suaminya kelak".
"Ohh gituuu...Tapi kalau saya sering denger cerita temen-temen mereka happy aja gitu saat pacaran, kak dimas dulu pacaran gak sama mamanya bagas??"
"Enggak, Tapi Raisa itu cinta pertama saya, dan saya gak pernah ngomong apa-apa sama dia. Dari kecil kami berteman. Saat beranjak remaja dia pindah dari kota ini dan saat kami dewasa Allah mempertemukan lagi kemudian kami langsung menikah".
"Uhhhh sooo sweetttt"
"Apa nya yang so sweettt??"
"Tadi kisahnya hehehe. Gak perlu pacaran tapi langsung nikah hehehe. Jadi kak dimas belum bisa mengikhlaskan kepergian mba raisa??"
"Raisa menempati ruang tersendiri di hati saya. Sampai kapanpun saya tidak mungkin melupakannya. Tapi saya sudah mengikhlaskan dia pergi".
"Mbak raisa begitu beruntung memiliki suami sebaik kak dimas. Andaikan suatu saat nanti saya punya suami yang begitu mencintaiku seperti itu, pasti bahagia baget rasanya" Rara seakan berbicara sendiri pandangannya lurusssss kedepan.
"Saya yakin kamu akan mendapatkannya. Apa kamu sudah siap menikah??".
"Eh heheeh kalau jodoh saya memang sudah datang siap gak siap yaa siap aja kak. Tapi pengennya sih kalau bisa request sama yang kasih jodoh habis sayaa lulus kuliah aja hahahaah. Saya kok malah curhat ya sama kakak".
"Hehe gak papa ra. Kapan rencana mau lulus kuliah?".
"Sebentar lagi rara kan udah nyusun skripsi, mudah-mudahan awal tahun depan bisa ikut wisuda kak"
"Ohhh bentar lagi dong".
"Heheeh iyaa... cuma kalau belum dateng yahh saya mau kerja dulu pak".
.
Setelah beberapa jam menunggu sambiil mengobrol, akhirnya bel sekolah berakhir pun berbunyi.
"Ayo kita ke mobil"
"Iya pak"
Rara dan adimas berjalan menuju parkiran,,
"Andaiiii suamimu kelak kayak pak adimas baiknya,hihihi" Gumam dalam hati rara saat jalan bersama Adimas.
Saat mereka sampai parkiran, dari kejauhan bagas berlari kearah mereka.
"Papa, Mama, ehhh salah kak rara heheh".
"Jangan salah panggil. Kak rara malu". Rara berbisik ke telinga bagas.
"Kalian ngomong apa??"
"Heheh gak ada pak".
Mereka pun masuk kedala mobil dan pulang kerumah. Sepanjang jalan bagas bercerita tentang kegiatannya di sekolah.
"Pak, Minggu depan di sekolah ada lomba pa. Tapi harus mengundang kedua orang tua, papa bisa gak ikut pa??"
"Sabtu depan ya??? Papa usahain ikut".
"Yeyyyy. Kak rara mau gak jadi pengganti mama?"
"Apa??"
"Pleaseeeeee mau ya kakkkk??? demi bagas".
"Hmmmmm kak rara gak enak"
"Ikut aja ra"
"Hehe iyaa kak rara ikut".
"Yeeeeeeyyyy makasih kak rara, makasih papa".
Bagas begitu senang saat kedua nya setuju untuk ikut kegiatan itu.😊
.
.
Sampainya di rumah....
Mereka masuk kedalam rumah. Rara langsung ke kamar dan akan bersiap untuk ikut pertandingan. Sementara adimas juga sudah bersiap untuk mengantar Rara ke pertandingan.
"Kamu udah siap??"
"Udah pak".
"Ayo kita berangkat".
"Bagassss ikutttttttt" bagas sudah bersiap juga akan ikut menyaksikan kak rara bertanding.
"Ya sudah ayo kita berangkat. Nanti makan siang di jalan aja ya".
"Iya pa"
Mereka pun berangkat ke lokasi pertandingan bersama.
.
.
.
Setelah perjalanan yang cukup lama sampailah mereka di tempat. Disana begitu ramai orang-orang yang ikut bertanding dan juga yang hanya meninton saja. Adimas mengajak Rara dan bagas untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah itu mereka masuk kedalam gedung.
"Ramai banget ya kak".
"Iyaa ramai banget. Kak, rara registrasi ulang dulu ya". Rara berjalan ke meja regristrasi, setelah itu ia berkumpul dengan para peserta. Adimas dan Bagas mencari tempat duduk untuk menyaksikan pertandingan. Gemuruh suara penonton memenuhi gedung itu. Satu persatu peserta mulai bertanding. tampak rara yang tengah menunggu giliran.
Setelah beberapa peserta telah bertanding, kini giliran rara. Rara memasuki area pertandingan bersama lawannya.
"Kak rara semangatttttttt" Suara Bagas begitu keras menyemangatinya. Rara pun melihat ke arah bagas dan melemparkan senyuman semangat.
"Semangatttt" Adimas pun memberikan semangat kepada Rara.
Pertandingan dimulai......
Rara fokus menatap kearah lawannya, dan mereka pun langsung saling serang.
"Hiaaaaaa" Teriakan demi teriakan kedua wanita yang tengah bertanding pun sudah mulai terdengar.
Rara memukul bagian -bagian tepat untuk melumpuhkan lawannya. Rara terus mendominasi selama pertandingan, hingga baru setengah ronde permainan lawannya pun akhirnya tumbang. Wasit menghentikan permainan dan menyatakan Rara sebagai pemenang di babak penyisihan.
.
.
.
Lanjutttt besok yesss😘
Jangan lupa like, tinggalin jejak kalian dannn Voteeee yang banyakk yah😍
tinggal ngmng doang jg..🤦