Hawwa Ananda Putri Abizar (Hawwa) Gadis yang baru duduk di Kelas 12 memaksa menikahi Sepupu nya, Juliandra Adam Elvano.(Adam) CEO perusahaan minyak terbesar di negara nya, Meski mendapatkan banyak pertentangan, dengan segala cara akhirnya Adam menyetujui untuk menikahi nya namun hanya sebatas Istri sirri nya saja, karena ada Cinta yang lain di hati Adam.
"Aku selalu berharap bisa menjadi bunga dalam genggaman mu, yang bisa kau petik lalu kau sunting, meski aku sadari ada bunga yang lain dalam dekapanmu, walau aku tahu suatu saat aku akan tercampakkan begitu saja seperti cermin retak yang tak berharga," Hawwa.
"Hadirmu selalu ku hindari, Cintamu tak pernah ingin kumiliki, namun kepergianmu membuatku menyadari Ada ikrar suci yang tak bisa aku ingkari," Adam.
"Ya Allah, jika dia benar-benar untuk ku, dekatkan hatinya dengan hatiku, jika dia bukan milikku damai kan aku dengan ketentuanmu," Hawwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat enak.
Sudah satu minggu semenjak Hawwa mengeluh sakit, Adam betul-betul Sangat memperhatikannya, bahkan ia pun rela pulang cepat dari kantor dan memasak, bahkan mencuci baju sendiri, serta mengurus Hawwa dengan baik, padahal Hawwa sudah tidak sakit sama sekali, dan yang membuat Hawwa heran kenapa Adam tak ingin mencari pelayan atau pekerja untuk dirinya sendiri.
Hawwa sedikit merasa bersalah karena telah berbohong jika dirinya masih sakit, padahal sebenarnya ia sama sekali sudah baik-baik saja, di saat Adam mengurut kakinya, namun dengan cara seperti inilah Adam bisa dekat dengannya kembali, tanpa harus menemui kekasihnya itu.
Bahkan Adam tak mengizinkan sang Bunda lama-lama berkunjung di rumahnya dengan Alasan Hawwa harus lebih banyak istirahat.
"Kak Adam, Hawwa ingin bicara sama Kak Adam boleh,?" tanya Hawwa di saat Adam selesai dengan semua pekerjaannya.
"Iya boleh, tapi setelah kamu menghabiskan makananmu, lalu minum obat, oh ya! bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Adam sambil meletakkan nampan yang berisi makanan dan segelas air putih dan strip obat di depan Hawwa.
"Alhamdulillah Kak, Hawwa baik-baik saja. Dan kaki Hawwa pun semakin ada kemajuan," tutur Hawwa.
"Baguslah jika seperti itu, aku senang mendengar nya," ucap Adam kembali lalu menyendokkan makanan yang di bawanya masuk kedalam mulut Hawwa.
Hawwa pun dengan lahap seperti biasa akan mengunyah makanan yang di berikan Adam pada nya dengan lahap.
"Apa rasanya sangat enak?" tanya Adam karena ia heran kenapa Hawwa begitu menyukai makanan yang di buatnya padahal ia baru belajar memasak itu pun setelah Hawwa sakit, karena Adam tak ingin membeli makanan yang tidak higienis di luar. Dan semua itu dia lakukan demi kesembuhan Hawwa, yah semua Ia lakukan agar Hawwa lekas sembuh..
"Rasanya memang sangat enak Kak," ucap Hawwa jujur. Karena apa pun rasa masakan yang di buat oleh tangan Adam akan terasa enak di lidahnya karena semua yang Adam lakukan pasti karena usaha dan kerja keras untuk bisa membuat semangkuk makanan yang memang di khususkan untuk dirinya itu.
Adam sendiri memang sengaja memasak makanan sendiri untuk Hawwa karena ia tak ingin memesan makanan di luar, itu karena ia ingin Hawwa lekas sembuh dengan makanan yang bervitamin dan kaya nutrisi buatan tangannya sendiri.
"Sekarang minum obatnya dan istirahatlah agar kau lekas sembuh," perintah Adam, sedangkan ia sendiri bangkit dari duduknya sambil masih membawa nampan yang ada di tangannya.
"Kak, tunggu!...boleh Aku berbicara sesuatu sebentar saja,?" ucap Hawwa meragu.
"Kamu mau bicara apa,? sebaiknya besok saja, karena hari ini Aku tengah sibuk, dan lagi pula kau juga butuh istirahat," tolak Adam dengan lembut, karena memang ia tengah banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikannya, semenjak Hawwa sakit waktu nya banyak tersita untuk merawat Hawwa, bahkan tanpa sepengetahuan Hawwa Adam sering lembur di ruang kerjanya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang memang dibawanya pulang kerumah.
"Baiklah, Maaf, selamat malam dan selamat beristirahat," timpal Hawwa yang merasa sedikit sedih, dan kecewa padahal ia ingin berterus terang jika ia sudah tidak sakit lagi, dan ia akan meminta maaf pada Adam juga akan menjelaskan semuanya pada Adam, namun tetap saja keadaan tak pernah berpihak padanya.
Adam melangkah keluar dengan langkah panjang dan tegasnya, tanpa melihat raut kesedihan di mata Istrinya itu, karena yang ada di fikiran nya saat ini adalah pekerjaan yang menumpuk semenjak Hawwa sakit, dan harus segera ia selesaikan secepat mungkin, ia bisa saja menyuruh Asistennya untuk melakukan tugas yang menumpuk, namun sang Asisten ia tugaskan untuk keluar daerah meninjau pembangunan beberapa pabrik baru.
Tok tok tok.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat Adam yang baru saja membereskan dapur beranjak keluar ke pintu utama untuk melihat siapa yang datang bertamu malam-malam begini.
"Siapa!...kau...?" kejut Adam saat mengetahui siapa yang datang.
"Surprise...!!! Maaf kan Aku, jika aku tidak mengabarimu untuk datang, Aku hanya ingin memberikanmu sebuah kejutan, makanya aku datang kemari, sudah satu minggu ini kamu menghindariku," ucap wanita di depannya sambil mengerucutkan bibir dengan manja.
"Masuklah, karena tidak enak di lihat orang kalau kamu masih berdiri di luar," perintah Adam pada wanita yang bertubuh sexi, yang tengah memakai gaun ketat dan pendek tersebut.
"Waow...tempat kamu ini sangat keren loh sayang, aku sangat suka," ujarnya kagum di saat ia melihat di sekeliling ruangan yang tertata rapi dan dihiasi oleh beberapa barang antik, dan juga barang-barang mewah lainnya.
"Sebaiknya kau ikut Aku," Ajak Adam lagi melangkah masuk kedalam ruangan di mana ia tempati kerja selama ini.
"Duduklah, kau mau minum apa?" ujarnya sambil membuka sebuah kulkas mini yang berada di ruangan nya itu.
"Apa saja sayang Aku akan suka dengan segala pemberianmu," ujar wanita itu kembali merangkul pundak Adam dari belakang dan itu membuat Adam merasa sedikit tidak nyaman karena Adam memang bukan tipe lelaki yang suka menyentuh wanita seenak nya saja.
"Sayang sebaiknya kau duduk di depanku saja, bagaimana?" pinta Adam, dan dengan sedikit kecewa Alexa pun mengikuti apa yang Adam inginkan, karena ini bukanlah saatnya untuk berdebat.
"Sayang bagaimana kalau Aku tidur malam ini disini,? aku ingin besok pagi membuatkan sarapan untukmu," rengeknya begitu manja.
"Benarkah itu sayang? kau akan memasak untuk ku,?" timpal Adam tak percaya karena selama ini kekasihnya itu hanya sibuk dengan aktifitasnya sendiri.
"Iya… tentu saja sayang, A-aku akan memasak untukmu, apa kau tidak mempercayaiku?" ucap Alexa meragu, ia hanya takut jika Adam akan menolak ke inginan nya.
"Tentu saja sayang, kau boleh bermalam di sini," ucap Adam setuju, sambil sesekali memeriksa dengan seksama berkas-berkas yang ada di tangannya itu.
"Terima kasih sayang…" seloroh Alexa tersenyum lebar ingin memeluk Adam, namun lagi-lagi Ia berusaha menghentikan aksinya di saat melihat lelaki itu berusaha menghindarinya.
"Maafkan Aku sayang, Aku hanya terlalu gembira, aku bahagia sekali malam ini, karena bisa di izinkan tinggal meski hanya semalam," ucapnya penuh sandiwara.
"Sudahlah, sebaiknya kau istirahat saja, Aku akan menyelesaikan ini dulu, baru aku beristirahat," perintah Adam yang di angguki Alexa.
"Kenapa kau berbaring di situ?" tanya Adam saat melihat Alexa merebahkan tubuhnya di sebuah sofa dengan ukuran sedang yang berada di ruangan tersebut, membuat tubuh tinggi nya harus meringkuk seperti bayi.
"Sebaiknya kau tidur di tempat lain, nanti tubuhmu bisa sakit jika kau berbaring di sini," ucap Adam yang masih fokus menatap file yang ada di tangannya.
"Tapi sayang, Aku sangat merindukanmu, apa pun itu rela aku lakukan jika itu untukmu sayang," rayunya dengan manja.
ada setangkai mawar utk mu