Nayla saraswati, gadis jelek hitam dekil yang selalu dikucil kan oleh semua orang memiliki nasib baik dengan menikahi tuan muda arogant yang kaya raya bernama Erlangga raharja.
Tak di sangka, tuan muda itu menikahinya hanya sekedar ingin mengolok² dan menghinanya saja "wanita ini adalah mainan ku" Ujarnya di depan semua orang sembari menunjuk ke arah Nayla.
Mendengar kalimat itu, sontak saja membuat orang² yang tak punya hati nurani tersebut menertawakan Nayla, mereka semua menghina fisiknya karena di anggap menjijikkan.
"Orang tuanya pasti malu punya anak macam dia. Bahkan aku yang melihatnya saja ingin muntah. Dasar burik! ".
Begitu kejam orang² di sekitarnya, mereka semua mencibir Nayla dengan celaan yang menyakitkan hati.
Siapa sangka, saat Nayla melepas topeng buruknya, semua orang tercengang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R qiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesal
keesokan harinya, Erlangga masuk ke dalam kamar mandi, ia terkejut karena melihat foto pernikahannya yang terpampang jelas di atas tembok kamar mandinya.
'Kenapa foto wanita jelek ini bisa ada di sini? ' batinnya. Kemudian ia langsung meneriaki Nayla dengan suara keras "Heh wanita jelek! ".
Mendengar teriakan dari sang suami membuat Nayla terperanjat dari tempatnya berdiri, ia langsung buru² mendatangi arah asal suara itu. Walaupun Erlangga tadi tidak menyebutkan namanya, tetapi ia tau jelas bahwa suaminya itu sedang meneriaki dirinya.
" Iya, ada apa tuan? " Tanya Nayla dengan tampang kebingungan saat sedang berhadapan dengan suaminya.
"Kenapa kau menaruh foto jelek ini di sini?, sudah ku bilang kan kalau aku tidak ingin melihatnya?!" Tanya Erlangga dengan wajah kesal sembari menunjuk ke arah foto tersebut.
"Maaf tuan... kemarin kan anda bilang bawa tidak boleh meletakkan foto ini di kamar. Karena saya bingung, jadinya saya meletakkan fotonya di sini. tidak apa² kan tuan" Jawab Nayla dengan polosnya.
seketika itu Erlangga langsung mengusap wajahnya sendiri dengan kasar, ingin rasanya ia menelan wanita yang ada di depannya ini karena terlalu bodoh.
"Tuan, anda kenapa? " Nayla merasa heran dengan perilaku suaminya yang menurutnya aneh.
"Sudahlah, cepat keluar dari sini" mendengar suaminya memintanya pergi, Nayla pun keluar dari kamar mandi tersebut.
Setelah itu, Erlangga langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan kemudian masuk ke dalam bath up yang berisikan air hangat yang tadi telah di siapkan oleh Nayla.
Arah matanya kembali tertuju pada foto pernikahannya tadi, walaupun jaraknya lumayan jauh dari tempatnya berendam, tetapi posisi gambar Nayla yang ada di dalam foto tersebut seperti menghadap ke arahnya. Entah kenapa ia berpikiran bahwa wanita jelek yang ada di foto itu terlihat sedang memperhatikan dirinya yang sedang mandi, sungguh Erlangga merasa sebal sendiri saat melihat dirinya seperti di mata²i oleh sebuah gambar.
Ia langsung berdiri dari bath up dan berjalan menghampiri pigura tersebut dan kemudian membalik foto pernikahannya ke belakang.
'Benar² menjengkelkan, rasanya ingin ku membanting foto ini'.
__________________
Setelah mandi dan berganti pakaian, lalu Erlangga duduk di atas sofa. tapi ia lupa mengambil arlojinya yang terletak di dalam laci, kemudian Ia pun menyuruh Nayla untuk mengambilnya.
"Heh kau!, ambilkan jam tanganku yang warna hitam di dalam laci" Titah sang tuan muda kepada istrinya.
"Baik Tuan " jawab Nayla kemudian langsung beranjak ke ruang ganti untuk mengambil arloji tersebut, ia mencarinya di setiap laci yang ada. yang tentunya, sebelum mengeledah barang² milik erlangga, ia sudah memakai sarung tangannya terlebih dahulu.
Tapi saat mencari jam tangan itu, ia malah tak sengaja menemukan sebuah foto yang memperlihatkan gambar seorang wanita yang sangat cantik yang sedang berdiri di sebuah taman dengan keadaan tersenyum ke arah kamera, dan dia juga memakai topi cantik di kepalanya untuk menghalau teriknya sinar mata hari.
Matanya indah berwarna coklat terang, bibirnya kecil seksi berwarna merah muda, kulitnya putih, rambutnya panjang terurai berwarna hitam. hidungnya mancung, Bentuk tubuhnya bagus dan lumayan tinggi.
'Siapa wanita ini? Apakah dia yang di ceritakan oleh kakek Danu kemarin?. wah...cantik sekali dia, pantas saja Erlangga menyukainya' batin Nayla terpukau saat melihat gambar wanita cantik tersebut.
"heh!... cepatlah wanita jelek, kau bisa membuatku telat" Teriakan kesal yang berasal dari kamar seketika membuat lamunan Nayla membuyar "ah iya tuan, baik. tunggu sebentar" sahutnya, kemudian cepat² meletakkan foto itu kembali dan segera mengambil barang yang di cari.
"Ini barang yang Anda minta tuan" ucap Nayla seraya memberikan arloji tersebut kepada Erlangga.
"Kenapa lama sekali?" Ucapnya seraya menatap Nayla dengan tajam.
" Anu tuan, tadi lacinya ada banyak, saya bingung".
"halah, kau saja yang lelet" ketusnya, Kemudian mengambil jam itu dari tangan Nayla.
'Kalau kau ingin cepat, kenapa tidak ambil sendiri? Sudah di ambilkan, tidak bilang terimakasih malah menghina? . sebenarnya mau mu itu apa sih? buat orang marah saja' Nayla sangat kesal pada suaminya itu, Namun ia tak menunjukkannya secara terang²an.
"Iya, maafkan saya tuan" dengan berat hati, Nayla meminta maaf kepada Erlangga. Entah mau benar atau salah, ia tak punya keberanian untuk melawan. yang pasti, dirinya beranggapan bahwa semua akan selesai bila di sertai dengan kata maaf.
"Kenapa kau masih berdiri terus di sana? " Nayla faham maksud dari ucapan itu, lalu ia buru² mengambil kain bersih dan mengelap sepatu yang di pakai oleh tuan muda.
Saat Nayla berjongkok untuk mengelap sepatunya, entah kenapa Erlangga merasa ingin sekali menendang wanita jelek itu. Tapi niatnya di urungkan karena mau bagai manapun juga, tetap saja sebagai lelaki ia tak mungkin bersikap kasar pada seorang wanita. walau sebenci apapun dirinya terhadap si wanita tersebut.