NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:542.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Keanehan Habibie

Habibie menatap perempuan yang sedang terlelap itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Tangannya terulur, melepaskan genggaman jemari sang istri dan kembali menyelimuti istrinya itu perlahan. Habibie harus membersihkan diri karena tubuhnya sudah sangat lengket dengan keringat.

15 menit kemudian, pria itu sudah lebih segar dari sebelumnya. Tangan besarnya masih menggosok rambut basah, ingin keluar dari kamar tapi tiba-tiba sosok perempuan di atas ranjang menghilang entah kemana.

"Kiara!" gumam Habibie. Ia menyingkap selimut di atas ranjang, mengedarkan pandangannya di seluruh sudut kamar tapi istrinya itu tidak ada. Kamar itu sudah Habibie kunci, jadi kemana istrinya pergi.

Kaki panjangnya membawa Habibie masuk ke dalam walk in closet. Pria itu kembali menelisik ruangan tersebut tapi masih tidak ada sosok perempuan yang dia cari. "Kau di mana?" tanya Habibie lagi. Ia baru akan berbalik akan tetapi malah melihat pergerakan dari dalam lemari pakaiannya.

"Kiara!"

Habibie mengerutkan kening, ia berjongkok melihat keadaan istrinya itu yang entah sedang apa. Hanya meringkuk di bawah hanger dan tumpukan baju yang terlipat.

"Kenapa di sini?" Habibie bertanya dengan sangat hati-hati.

"Kiara takut, Ayah. Ada hantu di dekat pintu. Dia mau ngajak Kiara main, Kiara udah bilang Kiara enggak mau tapi dia tetep aja maksa. Kiara capek, Kiara mau tidur."

Kening pria itu semakin mengkerut dalam. Habibie ingin menyentuh tangan Kiara akan tetapi Kiara menepisnya. Bukannya berhenti, Habibie semakin mendekat, Kiara tidak baik-baik saja bukan. Tangan itu pun terulur, menyentuh kening sang istri sehingga Habibie menjadi sangat hapal jika perempuan di depannya itu sedang demam tinggi. Rasa bersalah muncul dalam hatinya, mau mengelak seperti apa pun, Habibie mengaku salah karena dia memang sempat mengguyur istrinya itu dengan air dingin.

"Kita pindah!"

"Enggak mau. Kiara mau tidur di sini. Kia takut, Ayah! Kiara takut!"

Habibie mengembuskan napas pelan. Ia memejamkan mata untuk beberapa saat kemudian tangan itu kembali terulur, menyentuh kepala sang istri dan membelainya cukup lembut.

"Ada saya. Saya akan menjagamu, semuanya akan baik-baik saja Kiara. Saya janji, saya tidak akan meninggalkanmu!"

Kiara menoleh, dia menatap wajah Habibie dengan mata memincing. "Kamu bukan Ayah. Kamu siapa? Jangan sentuh aku ikh, pergi sana!"

Suara itu sangat lemah tapi penuh penekanan.

"Saya suami kamu. Saya tidak akan melakukan hal yang macam-macam!" tegas Habibie lagi.

"Suami? Kamu suami aku? Apa kamu pedofil? Aku masih kecil, belum boleh menikah." Kiara tertawa lirih.

Habibie terlihat sangat bodoh karena harus meladeni mulut ngawur istrinya. Entah apa yang terjadi dengan Kiara, kenapa dia sangat aneh seperti ini.

"Ya sudah, intinya saya bukan orang jahat."

"Kamu pengasuh?"

Habibie pun mengangguk. Terserah Kiara saja mau menganggapnya seperti apa, yang penting dia bisa membawanya kembali ke ranjang.

"Gendong," kata perempuan itu.

Habibie tersenyum kecil, dia menarik Kiara keluar dari dalam lemari kemudian membawanya kembali ke atas ranjang.

"Om!"

"Hmmm!"

"Sakit," lirih perempuan itu.

Lagi-lagi Habibie hanya mengangguk. Ia menarik laci di samping nakas, mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh sang istri.

"Ya Allah, kau demam tinggi, Kiara!"

Malam itu, Habibie dengan sangat telaten mengurus Kiara. Perempuan itu terus saja merengek, terkadang menangis sehingga Habibie dibuat kelimpungan. Keringat besar membanjiri kening pria itu. Apalagi saat Kiara terus bergerak seraya meringis kesakitan.

"Om ... sakit ...!" Perempuan itu kembali berucap dengan isakan.

Habibie mengambil kain basah di atas keningnya, menghidrasi kembali kain tersebut dan meletakkannya lagi di atas kening sang istri.

"Istighfar, InsyaAllah ini tidak akan lama," kata Habibie.

Pria itu mengambil ponselnya, dia menelpon dokter keluarga untuk menanyakan apa yang harus dia lakukan. Saat dokter itu menjelaskan, Habibie mendengarkannya dengan seksama. Tidak sekalipun dia melewatkan tahapan - tahapan yang harus dia lakukan.

"Jika setelah diberikan obat masih belum turun juga demamnya. Kabari saya, biar saya yang ke sana!"

Habibie bernapas lega setelah melihat Kiara tidur lebih nyaman. Perempuan itu tidak lagi meracau, mungkin efek obat yang Habibie berikan membuat Kiara mengantuk. Habibie ikut berbaring di samping Kiara, menatap wajah itu untuk waktu yang cukup lama sebelum dia benar-benar terlelap setelah semalaman mengurus istri kecilnya.

Sadar atau tidak, Kiara kembali bergerak gelisah, perempuan itu menangis dalam tidurnya, padahal ini baru dua jam setelah dia terlelap, pria itu menyadari apa yang terjadi, karena terdesak keadaan, Habibie pun menarik Kiara ke dalam dekapannya, menenangkan Kiara dan semakin lama, tangisan Kiara semakin memelan dan mereka pun kembali terlelap.

....

Perempuan itu mengerejapkan matanya ketika sinar matahari yang menembus celah gorden menerpa wajahnya. Dia baru ingin kembali tidur, akan tetapi saat ingat kalau dia belum shalat subuh, Kiara langsung beranjak begitu saja. Sayangnya, karena perempuan itu masih belum membaik sepenuhnya, ia terhuyung dan hampir jatuh, tubuhnya terseok, syukurlah Kiara masih bisa duduk di atas nakas meksipun barang-barang di atas nakas itu harus berhamburan ke bawah.

"Jangan dipaksakan! Memangnya kau mau ke mana?"

Suara bariton yang khas dan sangat dingin itu membuat kepala Kiara yang pening malah semakin berdenyut. Dia ingin mengumpat tapi dia berusaha untuk menahannya demi kelangsungan hidup.

"Aku belum shalat. Bukankah kau akan membunuhku kalau aku tidak shalat!"

Habibie tergelak, dia menarik tangan kemejanya sampai ke siku lalu memangku Kiara dan membawanya ke kamar mandi. "Baik Allah ataupun saya tidak membutuhkan shalat mu, Kiara!"

Dia menurunkan Kiara di dekat bathub yang sudah terisi sepertiganya dengan air hangat.

"Yang membutuhkan shalat itu kamu sendiri. Bukan orang lain," lanjutnya. "Berendam sebentar agar demam mu cepat turun! Dua jam lagi saya harus pergi ke kantor! Bajunya sudah saya letakan di atas lemari!" Habibie menunjuk ke arah tempat dimana dia menyiapkan apa yang dia katakan.

Mata Kiara terbelalak bukan main. Dia menatap Habibie dengan delikan tajam tapi Habibie tidak perduli. Ia berjalan meninggalkan Kiara yang sedang mengeluarkan asap dari telinga dan hidungnya.

"Apa dia sudah gila!" ketus Kiara. Andai saat itu Kiara tidak sakit kepala dan memiliki tenaga, dia pasti akan menghajarnya habis-habisan. Kenapa Habibie sangat tidak sopan, menyiapkan pakaian, termasuk pakaian dalamnya bukan?

"Apa ini bukan pelecehan?"

....

Habibie turun dari lantai atas menuju meja makan. Tapi, baru akan sampai dipijakan terakhirnya, Habibie menghentikan langkah, ia mematung melihat sesosok perempuan yang ada di dekat meja makan.

Perempuan itu berbalik, tersenyum ke arah Habibie seraya melambaikan tangan.

"Sarapan dulu, Abie!"

Habibie pun tersenyum. Ia berjalan mendekati perempuan itu lantas memeluknya dengan erat.

"Kenapa baru datang?" ....

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!