Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Saat Laura sibuk mencari siapa yang menemui Kenzo terakhir kalinya, Lisa justru mengatakan kepada wanita itu kalau dialah orang yang menemui Kenzo sebelum sang Dokter.
Mengetahui hal itu Amar langsung membenarkan ucapan Lisa ia bahkan memperkenalkan Lisa kepada Laura dan memberitahunya jika gadis itu adalah kekasih Kenzo.
"Jadi kamu adalah pacar Ken?" tanya Laura hati-hati
"Benar Tante, meskipun hubungan kami sempat break karena aku harus melanjutkan kuliah ke luar negeri tapi kami masih intens berkomunikasi dan sekarang kami berdua kembali menjalani hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi," jawab Lisa
"Oh, maaf kalau Tante tidak tahu. Maklum saja selama ini aku sibuk jadi tidak sempat mengetahui apapun tentang putraku. Anyway thanks sudah membantu Ken siuman. Aku sangat berhutang nyawa padamu," jawab Laura kemudian memeluk gadis itu
"Intan," ucap Kenzo mencoba memanggil nama assistennya
"Iya sayang," jawab Lisa kemudian menghampiri Kenzo
"Dimana Intan?" tanya Kenzo membuat Lisa begitu kesal Mendengarnya
Namun wanita itu tetap memasang wajah manis dan menyembunyikan amarahnya.
"Kamu jangan khawatir dia baik-baik saja, dan sekarang sudah pulang dari rumah sakit," jawab Lisa
"Oh syukurlah," jawab Kenzo lega
"Siapa Intan, kenapa Ken begitu mengkhawatirkannya?" tanya Laura
"Intan itu adalah asisten rumah tangganya Tante. Tante pasti yahu kan kalau Kenzo itu orangnya sangat perhatian kepada siapapun bahkan dengan asisten pribadinya, makanya dia sangat khawatir saat ia tahu kalau Intan jadi korban dalam kebakaran di pabrik. Ia takut kalau terjadi sesuatu dengan asistennya itu makanya ia terus menanyakan keadaannya," terang Lisa
"Oh begitu rupanya, aku kira Intan itu kekasih Ken," jawab Laura
*****
Sementara itu setelah mengetahui Kenzo siuman, Intan memutuskan untuk pulang ke rumah.
Saat hendak pulang gadis itu membuka paper bag yang diberikan oleh Ibra.
Ia terkejut saat melihat isi paper bag itu adalah sebuah baju ganti.
"Dia pasti menguping pembicaraan ku sama ibu, makanya tahu kalau aku lagi butuh baju ganti, btw thanks ya Bra," ucap Intan kemudian segera memakai baju itu dan meninggalkan ruang perawatannya tanpa memberi tahu Ibra.
Setibanya di rumah ia melihat Ibu tirinya dan juga saudara tirinya sedang asyik menonton acara televisi sambil tertawa terbahak-bahak.
Karena kesal ia sengaja membanting pintu rumah itu agar kedua orang tersebut mengetahui kedatangannya.
*Brakkk!!!
Keduanya langsung kaget dan menoleh kearahnya.
"Dasar anak sialan, gak bisa apa buka pintunya pelan-pelan. Apa kamu mau ibu kamu ini mati karena serangan jantung!" hardik Jamilah
"Kalau gak keberatan gak papa Bu," jawab Intan dengan enteng
"Dasar anak durhaka, beraninya kau menyumpahi ibumu!" seru Jamilah kemudian melepaskan tamparannya
kepada gadis itu, namun Intan langsung menahannya.
"Cukup ibu, aku bukan anak kecil lagi yang hanya diam saat kau aniaya. Sekarang aku sudah dewasa jadi aku juga bisa membalas apa yang kalian lakukan padaku selama ini," tutur Intan kemudian melepaskan lengan Jamilah hingga wanita itu hampir terjatuh
"Sekarang aku sudah tidak takut dengan apapun lagi, kalian tahu demi menafkahi kalian aku bahkan pernah mendekam di penjara. Tapi kalian tidak pernah peduli padaku. Bahkan aku hampir mati karena keracunan gas pun kalian tak mau tahu dan lebih memilih bersenang-senang di sini, daripada mengunjungi ku di rumah sakit. Apa itu yang namanya keluarga??. Mulai hari ini aku tidak akan tinggal di sini lagi dan tidak mau berhubungan dengan kalian lagi. Lagipula sekarang aku sudah punya KTP jadi aku sudah bisa mengurus diriku sendiri, kau tak perlu lagi menjadi waliku karena aku tak butuh,"
Intan kemudian membereskan baju-bajunya dan pergi meninggalkan rumah itu.
Namun Jamilah menahannya, "Tolong jangan pergi Intan, maafkan Ibu yang selama ini sudah membuat kamu menderita, sekarang ibu janji aku tidak akan menyakiti kamu lagi," cegah Jamilah
"Tapi sayangnya keputusan ku sudah bulat, meski ibu sudah berubah aku tetap ingin hidup mandiri dan tak mau tinggal lagi di sini. Terlalu banyak kenangan menyedihkan di rumah ini yang membuat aku tak bisa melupakan kejahatan kalian," jawab Intan
"Lalu bagaimana nasib kami jika Tuan Amar meminta ganti rugi karena kamu kembali bekerja kepada Kenzo,"
"Itu urusan Ibu, lagipula kalian yang menikmati uangnya, jadi kalian yang harus bertanggung jawab," jawab Intan kemudian berlalu pergi
Gadis itu kemudian menuju ke rumah Kenzo. Laura terkejut saat melihat Intan di rumah putranya.
"Siapa kamu kenapa kau bisa masuk ke rumah putraku?"
"Aku Intan assisten rumah tangga di sini Bu," jawab Intan
Sekarang Laura mulai paham apa yang diucapkan oleh dokter tempo hari. Ia menatap lekat gadis itu membuat Intan salah tingkah.
"Maaf apa ada yang salah denganku?" tanya Intan
"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?"
"Sudah sebulan lebih," jawab Intan
"Apa kamu tahu siapa aku?" tanya Laura lagi
"Anda adalah Ibu dari Tuan Kenzo, kebetulan dia selalu menceritakan anda kepadaku bahkan sering memamerkan kecantikan anda yang tak menua meskipun sudah memasuki masa tua,"
"Jadi Ken suka menceritakan tentang aku, apa dia sangat menyayangi aku?" tanya Laura
"Tentu saja, kalau tidak mana mungkin ia selalu menceritakan anda kepada ku," jawab Intan
Laura kemudian mengajak Intan ke rumah sakit untuk menjenguk Kenzo.
Setibanya di rumah sakit Kenzo begitu bahagia saat bertemu dengan Intan. Hari itu Intan sengaja membawakan makanan kesukaan pria itu. Melihat Intan memaksakan makanan favoritnya membuat Kenzo makan begitu banyak dan Lahap.
Laura mengamati keduanya dari kejauhan, wanita itu sekarang tahu kenapa Ken bisa siuman setelah dikunjungi oleh Intan.
Kekuatan cinta memang benar-benar dahsyat, aku bisa melihat cinta yang tulus dari tatapan matanya.
Karena tak mau mengganggu mereka Laura kemudian pergi keluar.
Tidak lama Lisa masuk kedalam ruangan itu. Melihat Kenzo yang terlihat bahagia bersama Intan membuat wanita itu begitu kesal.
"Dasar wanita tak tahu diri, apa kau tak punya malu hingga masih berani datang ke sini setelah apa yang sudah kamu lakukan pada Ken!" hardik Lisa menarik Intan agar menjauhi Kenzo
"Apa yang kau lakukan pada Intan, kau pikir siapa dirimu berani memperlakukan assisten pribadi ku seperti itu," tukas Kenzo segera melepaskan lengan Lisa dari Intan
"Kau tidak tahu kan kalau karena dia kamu jadi seperti ini, apa kau masih membela wanita itu!"
"Asal kau tahu aku seperti ini bukan karena dia, jadi jangan asal bicara!" sahut Kenzo membuat Lisa kesal dan meninggalkan mereka.
Melihat Lisa keluar dari ruang perawatan Kenzo membuat Amar langsung menghampiri mereka.
"Apa yang kau katakan pada Lisa hingga ia seperti itu?" tanya Amar
"Aku tak suka dia melarang Intan menemui ku dengan alasan yang tak masuk akal," jawab Kenzo
"Tapi itu memang kenyataannya, lagipula bukankah dia sudah berhenti jadi assisten rumah tangga mu kenapa dia kembali lagi, jangan bilang kalau dia datang lagi hanya untuk membalas dendam padamu,
"Stop paman, jangan menyudutkan Intan seperti itu. Ia kembali bekerja karena aku yang memintanya, jadi jangan salahkan dia. Apapun yang terjadi padaku tidak ada hubungannya dengan dia," tandas Kenzo
Amar hanya menghela nafas mendengar jawaban keponakannya itu.
Intan merasa senang karena Ken mau membelanya setidaknya meskipun Ken tidak mencintainya setidaknya ia bahagia karena pria itu peduli dengannya.
Intan merawat Kenzo dengan telaten. Ia bahkan selalu membantunya berlatih berjalan hingga Ken bisa berjalan lagi.
Kedekatan keduanya yang semakin tak terpisahkan membuat Amar kebakaran Jenggot. Ia kemudian meminta Lisa untuk menekan Kenzo agar meresmikan hubungan mereka.
Dengan situasi perusahaan yang sedang pailit karena kebakaran pabrik membuat Amar menekan Ken untuk mencari Investor yang bisa membantu keuangan perusahaan yang sedang collapse.
Situasi itu dimanfaatkan Lisa untuk menawarkan bantuan kepada Kenzo dengan syarat ia harus menjadi tunangannya.