NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH DENGAN DUDA MUDA

TERPAKSA MENIKAH DENGAN DUDA MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:11.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: karmela

Novel berseason

Season 1
1. Terpaksa menikah dengan duda muda
menceritakan kisah lala, anak sma yang harus menggantikan kakak sepupunya untuk menikahi suami dan juga merawat anaknya. Awalnya Dimas tak mencintai Lala, tapi seiring berjalanannya waktu dia mulai khawatir dan mencintai lala.

2. Ara-Alex Version.
Season 2 dari kisah ini menceritakan Ara, anak sulung Dimas yang terpaksa menikah dengan Alex. Duda beranak satu, Ali. Cek buku di diprofil ya guys.

3. My Baby.
Versi Lia dan Ali. Lia adalah kembaran Lio, anak Ara dan Alex yang awalanya dipaksa menikah dengan Nathan, yang tak lain adalah Ali yang mengalami kecelakaan pesawat bertahun-tahun silam. Ali ingin membalas dendam tapi dia malah jatuh hati pada Lia. Cek lebih lengkap diprofil guy.

Ada juga kisah cinta Bastian. Mantannya Lala dan kisah seru lainnya. Langsung cek diprofil aku aja ya guys.

Sekian dan terimakasih. Semoga kalian suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKOLAH

Sepanjang jalan menuju kelas Fitri dan Pipit heboh bertanya pada Lala. Tapi Lala tak menghiraukannya. Lala mengalihkan pembicaraan mereka dengan membahas pelajaran apa saja yang Lala lewatkan. Sampai masuk kelas pun mereka masih berusaha mendapatkan penjelasan dari Lala.

"La, kok bisa Mas Dimas anter lo?" Pipit yang duduk didepan Lala berbalik menghadap Lala dan bertanya lagi.

"Iya La, lo gak mau cerita sama kita." imbuh Fitri yang ikut penasaran juga apa saja yang sudah terjadi dengan sahabatnya satu ini.

"Cuma kebetulan mampir ke rumah bu lek tadi Mas Dimas. Ya udah sekalian nebeng." Lala terpaksa berbohong. Dalam hati Lala meminta maaf pada kedua sahabatnya karena dia belum bisa cerita. Lala meminta buku pelajaran keduanya untuk menyalin beberapa pelajaran yang tertinggal.

-

Dimas sampai di kantornya. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Dimas sedikit menunduk memberi hormat.

"Selamat pagi pak." satu persatu dari mereka menyapa Dimas.

"Pagi." Dimas bergegas ke ruangannya. Dia melihat Eko yang keluar dari ruangan Dimas.

"Yuk Dim. Udah ditungguin nih." Eko sudah membawa semua file untuk meeting. Dia langsung mengajak Dimas ke ruang meeting.

-

Setelah bel istirahat Lala dan kedua sahabatnya ke kantin. Rasanya sudah lama Lala tak merasakan jadi remaja seusianya, yang masih sekolah dan bersenang-senang. Lala dan kedua sahabatnya ikut mengantri dan memesan makanan di kanti. Es teh manis dan makanan ringan. Lalu mereka mencari tempat duduk yang aman. Lala dan keduanya memilih duduk di sudut kantin.

"Fit, nanti jadikan nonton pertandingan basketnya?" Tanya Pipit disela-sela dia sedang makan snacknya.

"Iya lah. Kan Tino yang bakalan tanding. Rio juga kan?" Fitri tanya balik ke Pipit. Pipit mengangguk.

"Emang pertandingan apa?" Tanya Lala yang ketinggalan Info.

"Tanding basket. Ahh gue lupa. Nanti habis ini bakalan ada tanding basket antat sekolah." Fitri baru ingat kalai hari ini cuma dua pelajaran saja. Selebihnya disuruh kepsek suport tim Tino untuk pertandingan basket antar sekolah.

Lala hanya mengangguk. Bel masuk berbunyi. Tandanya waktunya mulai pertandingan. Tino dan timnya, dimana Rio ada dalam tim Tino sudah bersiap untuk pertandingan. Semua berkumpul ke lapangan basket untuk melihat pertandingannya.

"Tino ... Tino."

"Rio."

"Go Tino go Tino go"

Sorak-sorai semua murid yang datang ke lapangan untuk mendukung tim sekolah mereka. Banyak juga siswa dan siswi dari selolah lawan yang ikut datang dan mendukung tim mereka. Fitri, Lala dan Pipit ada disati sudut lapangan dari semua banyak anak-anak sekolahnya.

"Ayo Rio sayanggg...." Pipit berteriak kencang membuay Fitri dan Lala yang ada disampingnya malu minta ampun. Mereka melirik Pipit penuh peringatan.

Rio yang akan tanding melirik kanan kiri mencari kekasihnya. Pipit melambaik-lambaikan tangan pada Pipit. Rio tersenyum menemukan Pipit. Rio menghampiri Pipit.

"Yank, doain ya biar menang." Rio mencocek dagu Pipit. Semua yang disana melihat itu, siapa yang gak suka dengan Rio, si anhgota basket yang terkenal nomer dua di sekolah setelah Tino.

Tino menghitung anggotanya, kurang satu... Rio. Tino mencari dimana Rio. Tino berdecik pinggang, kesal melihat Rio yang masih saja sibuk pacaran. Tino lansung menghampirinya.

"Yo balik ke lapangan kagak lo?!" Tino berdiri dibelakang Rio seakan guru yang mempergoki muridnya bolos. Tatapan Tino tajam dan mematikan, hampir meledak kalau Rio gak segera kembali ke lapangan.

"Doain ya yank." Rip langsung lari dan kembali ke lapangan.

"Tino." Tino baru akan pergi, Fitri menahan tangannya. Tino memang selalu bersikap acuh dan tak romantis, tapi Fitri cinta sama Tino. Tino berbalik dan menatap Fitri, dia seakan bertanya dengan tatapan matanya.

"Semoga menang ya." Fitri mendoakan Tino dengan tulus. Tino hanya tersenyum membalas Fitri.

"Makasih ya. Aku balik ke lapangan." Tino melepaskan tangan Fitri yang sejak tadi menahannya.

Fitri melepaskan tangan Tino, Tino mencuri pandang dan melirik Lala yang ada disamping belakang Fitri. Lalu Tino kembali ke lapangan. Pertandingan basket antar dua sekolah pun dimulai. Tino sebagai kapten memulai dengan merebut bola basketnya dengan ketua tim lawan.

-

Dimas dan Eko baru keluar dari ruang meeting. Dimas yang berjalan disamping Eko sejak tadi sibuk dengan ponselnya. Dimas mengirim pesan ke nomer Lala. Eko yang penasaran mengintip, Eko tersenyum membacanya tanpa sepengetahuan Dimas.

"Cie yang udah move on dari Tania. Tumben cepet banget. Hebat ya Lala." Niat Eko sih bercanda tapi Dimas.

Mendengar nama Tania hati Dimas yang tadinya berbunga-bunga rasanya layu seketika. Iya, Tania segampang itu kah Dimas melupakannya. Dimas melirik Eko, menatapnya tak percaya, Eko benar segampang itu kah dia melupakan Tania.

"Kenapa Dim?" Eko bingung melihat Dimas melamun menatapnya.

"Gak papa." Dimas kembali melihat ponselnya. Dilayar ponsel Dimas terlihat sebuah pesan yang sudah terkirim pada Lala. Dimas sedikit menyesal.

La, pulang jam berapa?

"Dim, mo makan gak. Laper nih gue." Eko menepuk pundak Dimas untuk mengajaknya makan siang.

"Gak. Duluan aja." Eko pergi ke arah kantin kantor. Dimas kembali ke ruangannya.

-

Ponsel Lala bergetar. Lala yang masih nonton pertandingan basket melihat pesan dari siapa. Lala tersenyum membaca pesan itu.

Jam bebas Mas Dimas. Kenapa? Ara nangis ya?

Dimas hanya membaca pesan dari Lala. Dia sudah ada di ruangannya, duduk di kursinya yang dapat berputar. Ucapan Eko menyadarkan Dimas yang sudah mengingkari ucapannya untuk tidak mencintai wanita lain.

Dimas berteriak kesal, memutarkan kursinya kesembarang arah. Dimas menyesal bagaimana perasaan itu muncul untuk Lala.

''Tania maafkan aku. Aku janji tak akan lebih dari ini. Aku akan berhenti untuk Lala." Dimas berbicara dengan bingkai foti pernikahannya dan Tania yang masih dia pajang di meja kerjanya.

-

Lala sejak tadi menunggu balasan dari Dimas. Tapi Dimas tak juga mengirim balasan pesannya. Lala ingin menelpon, takut Dimas kenapa-napa. Dia pamit pada kedua sahabatnya yang sedang fokus nonton pertandingan Tino.

Lala ke toilet sekolah. Dia masuk salah satu bilik toiletnya. Lala mencoba menelpon Dimas, tapi beberapa kali Dimas tak juga mengangkatnya.

-

Dimas mendengar ponselnya berdering. Dimas melirik ponselnya yang menyala, dia hanya melihat nama Lala yang tertera memanggilnya. Tapi Dimas kembali menaruh ponselnya dan membiarkan itu. Dimas tak mengkatnya.

"Berheti dengan Lala, Dim. Lo gak boleh lebih. Hanya untuk Ara. Inget Dim." Dimas terus berbicata sendiri dan mengingatkan dirinya untuk mejaga hatinya agar tidak lebih tertarik pada Lala.

-

Pertandingannya sudah selesai. Tino dan timnya kalah. Sejak pertandingan Tino tak bisa konsen karena memikirkan Lala yang selalu sama Dimas, ada apa sebenarnya dengan mereka? Tino sangat penasaran hingga membuat konsenya teroecah. Fitri dan Pipit langsung menghampiri Tino dan Rio untuk menyemangati. Berbeda dengan Rio yang ramah dan menyambut Pipit yang mencoba menghiburnya, Tino malah mengacuhkan Fitri dan melewati Fitri begitu saja.

"Mungkin Tino kecewa aja gak menang. Capek juga." Rio mencoba mencairkan suasana hati Fitri. Fitri hanya tersenyum mendengar ucapan Rio.

"Gue nyusul Tino dulu ya?" Fitri berlari mengejar Tino.

Tino berjalan cepat ke ruang ganti. Dari sisi lain Lala akhirnya menyerah setelah telponnya tak diangkat Dimas, dia keluar dari toilet dan akan kembali ke lapangan. Tapi ditengah jalan Lala malah berpapasan dengan Tino. Lala berbalik dan akan menghindar tapi Tino menahannya.

"La. Gue butuh lo. Gue cintanya sama Lo, gue butuh support lo bukan Fitri." Tino.

Fitrk ada disana, dibalik tembok ketika dia akan menyusul Tino, langkahnya terhenti melihat kekasih dan sahabatnya sedang berbicara empat mata, main pegangan tangan. Apa artinya itu?

-

"Tino, gue suka sama lo. Gue harap lo mau terima cinta gue."

itu kejadian tiga bulan lalu. Fitri menemui Tino yang baru selesai main basket. Fitri menyatakan cintanya.

"Sorry. Gue udah cinta sama orang lain." Tino menolaknya dan pergi begitu saja.

-

Fitri ingat ucapan Tino dulu. Tino yang akan belajat mencintai Fitri dan Fitri yang berusaha keras untuk menaklukan hati Tino. Tapi ini, Fitri malah melihat kenyataan pahit ini.

"Orang yang lo cintai Lala, No. Lala sahabat gue sendiri dan lo bilang mau coba belajar mencintai aku tapi apa?"

1
Shifa Burhan
novel paling menjijikan yang pernah kubaca
Shifa Burhan
hebat pikiran mi Thor

lala merasa tidak enak pada bastian tapi lala sama sekali tidak peduli sama perasaan suaminya

hebat pemikiran mu Thor, hebat sekali

dari sini bisa disimpulkan Thor pola pikir mu kau lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada perasaan suami mu

pola pikir kayak gini kau bawa kedalam novel, dan kau bangga

miris
Siti Halimah
bikin penasaran ceritanya
Citra Silvia
bagus ceritanya
Rety Paputungan
lanjut penasaran sama si wiwin pelakor
Wirda Wati
lsnjuut
Wirda Wati
punya suami aneh...
Wirda Wati
Dimas emang lebay...
Wirda Wati
Jadi laki laki itu legowo....
Wirda Wati
👍👍
Wirda Wati
dak,Dig,dug,dertt
Wirda Wati
👍👍👍👍
ARA
😂😂😂😂😂😂😂
ARA
papa jangan ciumin "lala".. #typo
ARA
😂😂😂😂😂😂😂
Nunggu 40 hari aja dah jumpalitan lha ini 1 atau 2 th.
Ga kuku😂😂😂
ARA
Lala kadang2 ye wkwkwkk.. Terima tamu ya jangan di kamar tidur gitu lhoo.. Ga etis😒
ARA
Niko dan Eki#typo
ARA
Maunya bapake itu sih😁
ARA
Rempong amat sih bu Lek.. Ntar juga diumumin nama jagoan ya lala & Dimas.. Kayak gini nih ga sadar ngulik hati yg lagi adem 😒
ARA
😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!