Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wali Agung
Setelah selesai membersihkan dirinya ia pun keluar dari kamar mandi. Ia melihat Arthur juga sedang berkemas dan bersiap untuk pulang.
Arthur pun menoleh kepadanya seketika itu juga Elina langsung memalingkan wajahnya. Kejadian tadi pagi masih sulit ia lupakan.
"Terimakasih untuk pijatannya tadi" Ujar Arthur.
Elina tak menggubris perkataannya. Ia hanya fokus untuk berkemas.
"Lupakan kejadian yang tadi atau aku akan membunuhmu" Ucap Elina sambil matanya melirik ke Arthur dengan penuh intimidasi.
"B-baiklah anggap saja itu tidak pernah terjadi" Arthur langsung memalingkan wajahnya karena takut melihat tatapan Elina. Baru kali ini ia melihat wajah kakaknya semenyeramkan itu.
.
.
.
Setelah selesai berkemas keduanya pun keluar dari kamar dan turun menuju lantai satu untuk pulang.
Sesampainya di bawah mereka sedikit terkejut karena mendapati banyak orang disana. Semuanya sedang melihat tertuju ke arah sebuah majalah dinding.
"Ada berita apa hingga seramai ini?" Tanya Arthur.
"Entahlah, ayo kita lihat" Ucap Elina.
Keduanya kemudian menuju ke sana. Tapi karena kerumunan terlalu ramai mereka pun tak bisa membaca berita yang ada disana.
Mereka membatalkan niatnya dan pergi ke resepsionis untuk memesan sarapan.
"Sial, ada apa sih disana? aku benar penasaran" Ucap Arthur yang terus menggerutu kesal.
"Wali Agung telah dibunuh. Beliau ditemukan menggantung di atas pintu Altar Illia dengan sebuah tombak menancap di dahinya" Ucap resepsionis sambil mempersiapkan makanan untuk mereka.
keduanya pun sontak menoleh kepada tuan resepsionis itu.
"Dibunuh?" Tanya Elina.
"Wali Agung? Siapa itu Wali Agung?" Ucap Arthur.
"Ya ampun, kau tak mengetahui siapa itu Wali Agung? Anak muda jaman sekarang memang yang ada pikirannya hanya bers*tubuh saja" Jawab resepsionis itu.
"Wali agung adalah pemuka agama Tertinggi di Kekaisaran" Ucap Elina memberitahu Arthur. Ia tak ingin di cap sebagai anak muda yang dikatakan oleh si resepsionis.
"Pemuka agama tertinggi di Kekaisaran? Itu artinya dia tinggal di istana kan? Bagaimana mungkin ia bisa dibunuh?" Tanya Arthur.
"Kekaisaran yang sekarang bukanlah Kekaisaran yang dulu. Yang mulia Caesar sudah tidak muda lagi. Apalagi sekarang pengaruh Kekaisaran dipegang oleh ketiga anaknya yang tak berguna. Bukan sebuah hal yang sulit untuk melakukan tindak kejahatan disana" Jawab si resepsionis.
"Lalu bagaimana kronologi kejadian pembunuhan itu?" Tanya Elina.
"Belum ada yang mengetahui siapa dalang dibalik Kematian wali agung. Tapi pihak Kekaisaran sedang mencurigai sekte Agnosticae yang telah melakukannya. Karena terdapat simbol heksagon (segi enam) yang mengelilingi tubuh sang wali yang menggantung. Simbol itu kerap muncul disaat Agnosticae sedang melancarkan aksinya." Jelas Resepsionis.
"Namun kecurigaan tersebut tidak terlalu kuat. Beberapa petinggi Kekaisaran malah saling mencurigai satu sama lain sehingga saat sedang terjadi konflik internal dalam istana. Augustus putra pertama yang mulia akan melakukan pengejaran langsung terhadap pelaku pembunuh itu". Lanjut resepsionis sambil menyerahkan hidangan sarapan yang telah siap.
Mereka pun mengambilnya kemudian mencari tempat yang kosong dan duduk untuk menyantap sarapannya.
"Apa itu Agnosticae?" Tanya Elina sambil meletakan piring. Ia belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.
Arthur pun kemudian menjelaskan kepadanya dari yang ia dengar kemarin.
Setelah mendengarnya Elina sedikit tidak percaya dengan cerita itu apalagi Arthur yang memberitahunya. Bagi elina yang sering membaca buku cerita, menurutnya cerita seperti itu mirip dengan cerita untuk menakuti anak-anak.
"Terserah kau mau percaya atau tidak" ia tidak memperdulikan ceritanya dipercaya atau tidak oleh Elina. ia hanya berfokus pada sebuah sebuah piring yang ada depannya.
Piring itu berisi 4 lapis roti bakar yang berwarna kecoklatan dengan selai madu yang wanginya membuat seseorang dapat meneteskan air liurnya jika mencium aromanya. Tak lupa juga secangkir teh hangat di samping piring telah siap untuk diminum.
Berbeda dengan Arthur, Elina memesan sepotong paha daging ayam yang dibakar dan secangkir kopi.
setelah selesai menyantap sarapan, mereka pun pergi ke resepsionis untuk membayarnya dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Mereka pulang kembali menuju Asrama dengan menyewa kereta kuda.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Hanya tinggal tersisa satu hari saja menuju ujian akhir. Semua orang pergi melihat majalah dinding sekolah. Mereka semua ingin menjadi mengecek apakah nama mereka berada pada zona yang aman atau tidak.
Arthur sendiri sudah benar-benar tak sabar untuk melihatnya juga. Setelah selesai membaca buku tentang cara penggunaan sihir, ia pun bergegas menuju majalah dinding tersebut.
Disana terlihat orang-orang sangat ramai dan berdesakan. Beberapa orang pergi meninggalkan tempat itu dengan berbagai raut wajah. Ada yang terlihat sedih dan ada juga yang senang. Dari raut wajah tersebut sudah dapat diketahui seperti apa peringkat mereka.
Tiba-tiba seseorang menoleh ke arah Arthur.
"Itu dia!" Ucap orang tersebut yang membuat semua orang terdiam dan ikut menoleh ke arah Arthur.
Seorang pria berambut putih lari ke arahnya.
.......
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍