Hay semua ketemu lagi sama si Author Garing satu ini.. pantengin ya jangan kemana-mana nanti ketinggalan 😘😘😘
Menceritakan kisah seorang pria berkepribadian ganda yang haus akan kasih sayang..harta berlimpah namun hatinya kosong..tak ada cinta yang bisa masuk kedalam hatinya yang hampa..karena kenangan masa kecil yang pahit Revano menjadi sosok yang bisa begitu hangat tapi juga bisa kejam di saat yang bersamaan.
Ariana gadis 19tahun yang masih mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan..gadis aktif dan tomboy itu seringkali tawuran dan terlibat perkelahian antar mahasiswa.
Ariana sendiri hidup dengan sang papa yang notabenenya adalah pengusaha yang selalu sibuk akan pekerjaan nya hingga tak ada waktu untuk sang putri.
Akankah takdir mempersatukan mereka...?
Takdir seperti apa yang akan mereka lalui..?
Akankah keduanya bisa bersama dan melengkapi cinta di hati masing-masing..?
Mari simak kisahnya di sini 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 15_Resah dan Gelisah Menanti Kabar
Evan melihat Ana terluka dan berdarah langsung gelap mata..sisi lain dalam dirinya keluar..dia seperti iblis..mengerikan..auranya begitu mencekam.
"Beraninya kalian melukai gadisku hah"
Evan tanpa ampun menyerang para cecunguk itu karena Ana juga lelah dan menahan sakit di lengannya yang tersayat pisau tadi.
Di saat Evan tengh sibuk dengan beberapa orang..tanpa Evan sadari dari arah berlawanan seorang pria tengh mengarahkan pistol ke arah Evan..Ana yang melihat itu langsung sigap melindungi Evan agar tidak tertembak.
Ana dengan berani berlari dan memeluk Evan dari belakang..dia tertembak..gadisnya yang bodoh tertembak hanya demi melindunginya..murkalah Evan seketika.
"Evan....awas..."
DOR.......
"Arkkhh"
"Ana....." panggil Evan lirih sambil menoleh kebelakang dan melihat wajah Ana yang tersenyum manis kearah nya.
"Ana..hey..kenapa kau lakukan ini "
Ana sudah berada di pelukan Evan..dia begitu lemah..gadisnya yang bar-bar kini tak berdaya karena nya.
"Aku..se..senang..k..kau..se..sela..mat uhuk.." Ariana terbatuk darah seketika Evan mengangkatnya menuju rumah sakit.
"Habisi mereka semua..sisakan satu yang menembaknya..pastikan dia hidup karena akulah dewa kematian nya" titah Evan pada anak buahnya.
"Siap tuan"
Evan berlari sambil menggendong tubuh Ana yang berdarah-darah..dia sakit melihat gadisnya seperti ini.
Mobil ber logo kuda jingkrak itu melesat menuju rumah sakit..dengan kecepatan di atas rata-rata..Evan berhasil sampai di rumah sakit dengan waktu singkat.
Segera dia gendong Ana menuju ruang operasi..Evan menunggu di luar..dia bolak balik berjalan kesana kemari bak setrikaan..duduk dan bangkit lagi.. seperti itu selama menunggu Ana Operasi.
1 jam kemudian pintu ruang operasi terbuka dan terlihatlah dokter yang keluar dan menghampiri Evan.
"Bagaimana keadaannya dok..?"
"Pasien berhasil melewati masa-masa kritis nya..namun masih harus di pantau karena tadi sempat pendarahan di sekitar tulang bahunya.. kemungkinan pasien akan mengalami kesulitan menggerakkan tangan kanannya untuk sementara..jadi mohon di bantu dan pantau terus..setelah pasien di pindahkan anda bisa menjenguknya..kalau begitu saya permisi tuan"
"Terimakasih"
"Syukurlah.. terimakasih kau sudah bertahan Ana" gumam Evan dalam hati merasa lega gadisnya tidak apa-apa sekarang.
Ana di pindahkan ke ruangan khusus di rumah sakit itu dengan ranjang yang luas dan empuk seperti ranjang tidur biasa.. ruangannya juga luas bisalah main sepak bola 😂😂😂.
Evan masuk kedalam dan duduk di samping gadisnya..dia sakit melihat gadisnya terbaring lemah seperti ini.
"Gadis bodoh.. cepatlah bangun..jika tidak akan ku pecat kau..kenapa kau begitu nekat gadis bodoh..kau membahayakan nyawa mu hanya untuk melindungi ku..tetap bertahanlah jangan tinggalkan aku Ana"
Evan berbaring di sebelah Ana..dia memeluk Ana dwngan pelan takut jahitannya terbuka lagi.
Di tempat lain orang yang menembak Ana sudah di amankan oleh anak buah Evan..dia terikat di kursi..tunggulan saat-saat terakhir mu cecunguk.
"Kau sudah menghubungi tuan Evan belum..?"
"Belum.. sebentar biar ku hubungi dulu"
Tak berapa lama kemudian Evan mengirimkan pesan bahwa besok dia akan datang..Evan juga berpesan untuk mencari tau siapa dalang di balik ini semua.
Mereka menjalankan pesan Evan dengan sangat apik..orang itu sempat tidak mengakui namun setelah di siksa berkali-kali akhirnya dia mengaku juga.
'Tuan dari informasi yang saya dapatkan..tuan Morgan yang menyuruhnya untuk menghabisi nyawa anda'
Begitulah isi pesan anak buah Evan.
Evan belum membuka ponselnya dia tertidur..lelah menggerogoti tubuhnya.. dia terlelap di samping gadisnya..menemani ke alam mimpi nya.