Bagai mimpi atau fantasi, Ariel terbangun dalam kebingungan dipagi hari setelah bus yang ia naiki terguling. Ia melihat cermin dan ternyata ia terbangun di tubuh orang lain bernama Cassandra Lilian, seorang putri tunggal dari keluarga kaya raya. Setelah akhirnya ia bisa hidup kembali setelah mengalami kematiannya yang pedih, sayangnya ia tak bisa lepas begitu saja dengan pria yang menyebabkan kehidupannya menjadi kacau,dan ia menemukan beberapa fakta yang mengejutkan setelah kehidupan barunya, hingga suatu hari ia kembali dihadapkan oleh dua pilihan, haruskah ia kembali dengan pria dari masalalunya atau haruskah ia bersama dengan cinta yang baru?
Selamat membaca.. semoga terhibur dengan cerita fantasi karya Diyah_ell 🙏❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Keesokannya Cassy bersemangat bangun pagi pagi sekali, ia segera turun ke dapur membuatkan sarapan untuk orang tuanya, ia mulai membuat adonan roti dan memanggangnya hingga beberapa jam berlalu ia telah selesai menata roti rotinya di meja makan, tak lama Bibi asisten rumah tangga datang seperti biasa ia hendak memasak sarapan, Bibi terkejut siapa sangka ia melihat yang tak pernah disangka sangka seorang Nona yang ia layani dari bayi membuat berbagai macam hidangan roti, padahal sebelumnya ia tak pernah melihat nonanya berdiri di depan kompor sama sekali.
Bibi membuka matanya lebar lebar, ia mencubit lengannya karena meragukan pemandangan yang ia lihat.
"Ahh... sakit!! ternyata ini bukan mimpi" gumamnya sembari termangu.
"Selamat pagi Bibi !!!"
"Pagi Nona Cassy.. pemandangan aneh yang bibi lihat ini apakah nyata??"
"Bahkan aku sudah lihat bibi mencubit lengan sendiri lohh hehe"
"Benar juga... tapi ini sungguh menakjubkan nona!! untuk apa nona membuat semua ini, sejak kapan nona sepandai ini membuat roti"
"Se sebenarnya sudah sejak lama aku tertarik tapi baru ada kesempatan mempraktekannya hehe" jawabnya ragu ragu.
"Ini benar benar seperti profesional nona!!!"
"Benarkah?? Bibi silakan coba, beri tahu aku bagaimana rasanya"
"Baiklah.. saya coba yang ituu boleh??" menunjuk salah satu roti di meja.
"Itu roti isi coklat caramel" ia mengambilkannya.
"Saya coba yaa..emmmm.. ini enak banget, lembut gurih.. saya bisa menghabiskan 5 biji sekaligus kalo begini!!"
"Syukurlah..semoga ayah dan ibu menyukainya, ini bawalah.. bagikan ke yang lain, kalau kurang bibi bisa langsung ambil disini" Cassy memberikan sekotak roti kepada Bibi"
"Wahhh.. terimakasih Nona"
Tak lama ayah dan Ibunya juga datang ke meja makan untuk sarapan, reaksinya hampir sama dengan Bbibi tapi mereka lebih heboh, ayah dan ibunya berpikir ucapan putrinya tadi malam hanyalah sekedar niat yang belum pasti, siapa sangka putrinya telah benar benar menunjukan bakat terpendam menurutnya, selain rasa yang enak penampilannya sangat menarik perhatian..
"Ini sarapan terbaik sepanjang masa haha, putriku benar benar hebat" ucap ayahnya puas.
"Benar benar !!! Ibu suka sekali sayang"
"Baguslah jika ayah dan ibu suka... jadii.. silahkan ayah mulai berinvestasi!!!"
"Hahahaha... kamu bisa bicarakan dengan sekretaris ayah, datanglah ke kantor"
"Seriusss??? Wahh.. ayah benar benar pria terkeren yang pernah kulihat!!!" ia tersenyum ceria.
"Ngomong ngomong soal pria.. sepertinya kamu harus memberi juga roti ini kepada Winter dehhh"
"Apaa.. perlu ibu?? Jam segini pasti dia sudah berada di kantornya"
"Pasti dia tak sempat sarapan kalau sepagi ini sudah bekerja, itu bagus putriku!!"
"Okee okeee!! Aku minta Pak Min antar ke kantornya"
"Sayaaangg.. kamu sudah mau berangkat kerja kan!!"
"Apaa.. aku belum selesai makan ini loohhh"
"Kamu sudah banyak makan, sarapan secukupnya saja. Pak min sudah menunggumu!!!" Sherin mengedipkan matanya tanpa memberi kode suaminya"
"Oh yaa benar.. maaf ya putriku.. ayah berangkat dengan Pak Min, soalnya mobil ayah tadi pagi dibawa ke bengkel" Jeremy pergi terburu buru.
"Ciiihhhh... oke.. okee aku antar sendiri naik taxi" dalam hati Cassy sebenarnya mengetahui keinginan ibunya.
"Baguss ituu!! Kau juga bisa meminta review dari Winter juga kan"
"Iya iyaa.. aku pergi!!"
"Hati hati sayang!!!"
Begitu Cassy masuk ke dalam gedung kantor dengan menenteng tas kertas berisi roti, para staff yang melihatnya terlihat berbisik bisik namun rata rata semuanya bersikap ramah dan tersenyum.. resepsionis pun hanya tersenyum dan memberi tahunya jika Winter sudah berada di ruangannya padahal Cassy belum mengucapkan sepatah kata pun, ia mulai melihat sekelilingnya yang tampak aneh ketika ia menyadari semua staff membicarakannya sebagai tunangan dari bosnya ia benar benar merasa itu sangat memalukan lalu ia bergegas pergi..
Karena terburu buru Cassy lupa mengetuk pintu ruangan Winter, didalam terlihat Winter dan Ayahnya yang kaget karena Cassy yang muncul secara tiba tiba..
Ini terasa lebih memalukan.. uhh sialll, gumamnya dalam hati ketika melihat Ayah Winter menatapnya.
"Selamat pagi Om.. maaf saya lupa mengetuk pintu..sepertinya saya mengganggu kalian.." ucapnya tersenyum canggung.
"Ahh selamat pagi juga Cassandara!! Tidak mengganggu sama sekali, saya sudah mau kembali ke ruangan saya, kalian berdua mengobrollah dengan nyaman!!!" berjalan meninggalkan ruangan setelah menyelesaikan ucapannya.
Cassy hanya menggangguk canggung.
"Apa kalian sedang membicarakan hal penting?? Maaf yaa"
"Sudahlah.. untungnya kau masuk"
"Apa kau sedang dimarahi??"
"Kau tak perlu tahu!!"
"Ahh.. oke oke, saya datang hanya mau mengantarkan ini" menaruh bawaannya di atas mejaa.
"Apa ini..?"
"Sarapan!!, sudah yaa.. saya pulang" berbalik ke arah pintu.
"Tunggu!!!" memegang lengan Cassy, tanpa sadar mereka saling memandang..
"A ada apaa?? Bicara saja saya dengarkan.. tapii bisa lepas???" melirik lengannya.
"Ahhh maaf...bisakah kau tetap disini selama 30 m3nit" melepas genggamannya, ia merasa malu.
"Kenapa"
"Jangan tanya alasannya"
"Haahhhh... okeee!!! Makanlah rotinya dan beri tahu saya bagaimana nilainya"
"Kenapa saya harus mengmentari rasanya??"
"Jangan tanya alasannya!!!"
"Oke oke kita 1 sama deh" Winter mulai membuka bungkus roti dan memakannya.
"Terlalu manis...tapi lumayan"
"Jika tidak suka manis anda bisa memakan yang lain seperti ini.. ini rasanya mirip pizza dan ini.. ituu.." ia menjelaskan satu persatu rasanya.
"Ini enak, lumayan masih bisa dimakan.."
"Ciiihhh... apa yang aku harapkan.." gumamnya.
"Ini sudah 30 m3nit kan?? Saya pulang yaa..."
"Okee.. terimakasih ya kau mau menunggu"
"Its okeey.. saya pulang sekarang.. jika anda merasa kesulitan silahkan hubungi saya kapanpun, saya akan bantu jika saya bisa.. daahh" ia melambaikan tangan dengan bibirnya yang tersenyum.
"Cantik.." gumamnya sendirian setelah Cessy meninggalkan ruangan.
"Akhir akhir ini pintunya terlihat cantik hehehe" gumamnya lagi membohongi dirinya sendiri.
Winter kembali berfikir tentang Cassy yang menawarinya memberi bantuan seperti Cassy mengetahui tentang Winter yang sedang merasa kesulitan. Padahal yang membuatnya merasa kesulitan adalah fakta bahwa hubungan mereka hanyalah pura pura, sedangkan ayahnya baru saja mendesaknya untuk segera melamar Cessy itu karena ayahnya telah mendengar gosip dari beberapa staff tentang Cessy yang datang ke kantor mengaku sebagai tunangan Winter, ayahnya berfikir bahwa Cassy sangat menyukai putranya itu dan memberikan kode agar hubungan mereka segera di resmikan, namun Winter merasa sangat segan untuk memberi tahu Cassy tentang itu, karena itulah Winter merasa sangat kesulitan menghadapi ayahnya dan orang orang yang mengharapkan hubungan mereka.
Setelah Cassy meninggalkan kantor, Hernandes memanggil Winter kembali ke ruangannya, Winter bisa menebak kira kira apa yang ingin ayahnya bicarakan, walau bagaimanapun ia merasa tak bisa menghindar dari ayahnya..
"Anda memanggil saya ayah??"
"Iyaa.. bagaimana perkembangan hubungan kalian??"
"Saya akan mengurusnya sendiri, ayah tak perlu menghawatirkannya"
"Kau selalu mengatakan hal seperti ituu!! Haruskah ayah yang turun tangan sendiri"
"Baiklah.. saya akan segera berbicara dengan Cassandra terlebih dahulu"
"Hoo.. baiklah lebih cepat lebih baik"
Walau Winter merasa terganggu dengan ayahnya yang seperti itu.. untuk pertama kalinya ia melihat ayahnya yang terlihat bahagia sejak kematian Istrinya belasan tahun yang lalu,apapun yang terjadi Winter tak ingin kehilangan senyum itu lagii
Bersambung......................