NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:353.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu suri beraksi

Aris berfikir sejenak. Selama ini dia sudah terlalu banyak mengorbankan dan mengecewakan Jingga.

" Apapun yang terjadi mas akan pulang denganmu sayang, sudah selesai ? " ucap Aris.

" Belum, sebentar ya mas. Sudah Fix semua, tinggal prosentasenya. Aku mau tanya mas dulu, boleh nggak aku pinjam uang di rekening yang aku bawa ? " kata Jingga.

" Sayang kenapa masih tanya ? Yang ada di kamu sepenuhnya hakmu. Mau kamu pakai apa terserah. Nggak perlu pinjam. Kalaupun kurang, kamu bisa minta lagi. Mas malah seneng kalau kamu mau libatin mas. Rasanya mas ini cari uang terus, tapi kok istri nggak pernah bisa habisin uangnya " ucap Aris terlihat sangat senang, baru pertama ini Jingga meminta sesuatu darinya.

" Terimakasih mas " ucap Jingga, mendengar suara Jingga selembut itu membuat Aris menggigit sendiri bibir bawahnya menahan gemas.

Sepeninggalan Jingga, Aris kembali memainkan ponselnya. Irma dan maminya bergantian menerornya dengan pesan masuk berupa teks dan suara di aplikasi whatsapp nya. Aria akhirnya memutuskan untuk mematingan jaringan ponselnya. Mengganti kesibukan dengan memandang Jingga dari kejauhan. Bahasa tubuh istrinya selalu menggemaskan jika berbicara, membuat lawan bicaranya betah.

Satu jam berlalu, Jingga pun selesai dengan urusannya. Senyum optimis mengembang dari bibirnya. Aris merengkuh pinggul istrinya, tidak peduli masih banyak pengunjung di sana.

" Mas, malu dilihat orang " ucap Jingga, tangannya menurunkan tangan Aris dari pinggulnya.

" Punya mas sendiri ngapain malu. Sudah selesai ? " ucap Aris.

" Sudah mas, aku ambil tas dulu " kata Jingga.

" Sayang, duduk di sini sebentar. Mas kangen pacaran kayak dulu " bisik Aris.

" Pacaran kita jauh lebih menyenangkan, ketimbang saat sudah menikah " Jingga kembali menyindir Aris.

" Makanya sekarang kita pacaran lagi saja, pacaran tapi ada calon bayi diperut. Apa kamu tidak mual ? kamu kepengen apa gitu, masak nggak pernah nyidam ? " tanya Aris.

" Enggak, anak ini ngerti situasi Ayah Bundanya rumit. Dia tau harus tumbuh kuat, manja tidak pantas untuk kami berdua. Ayahnya nggak selalu ada " jawab Jinga, Aris menerima jawaban Jingga. Kenyataannya dia memang tidak bisa diandalkan.

" Aku ambil tas dulu ya " pamit Jingga.

" Mas ambilkan saja, buat mas sedikit berguna. Sekecil apapun mas seneng jika kamu membutuhkan mas " ucap Aris, Jingga mengangguk. Hati Jingga sakit setiap melihat Aris. Jingga tidak bisa lupa saat ini Aris juga seorang suami bagi perempuan lain. Cintanya pada Aris tidak semenggebu - gebu dulu.Kini cinta Jingga hanya sekedar pengabdian. Bakti istri siri pada suaminya. Cinta yang dulu luar biasa menjadi biasa dalam sekejap. Bukan hilang, hanya berkurang.

Aris mengambilkan tas Jingga di ruangannya. Ruangan yang menjadi saksi bisu terengkuhnya keperawanan dan keperjakaan keduanya. Aris senyum - senyum sendiri, sekaligus miris. Apa yang Aris berikan pada Jingga sudah jauh dari kata pantas dan adil.

Keduanya berjalan berdua menuju parkiran mobil. Aris menggenggan tangan Jingga. Belum sampai Jingga dan Aris masuk ke dalam mobil, sebuah mobil berhenti di samping mereka persis. Pintu terbuka, dua perempuan keluar dari sisi kanan kiri pintu sedan new camry bersamaan. Siapa lagi kalau bukan maminya Aris dan Irma.

" Tidak sadarkah di mana posisimu ? Apa perlu saya membuat keonaran di sini ? biar semua pegawai dan pelangganmu tau siapa kamu sebenarnya ? " bu Laura membuka sapaan dengab sangat menusuk.

" Mi, sudah ! Jangan membuat keributan. Lagian mami kenapa selalu mencampuri urusan Aris ? Jingga istri Aris mi " ucap Aris menahan emosi.

" Irma istri sahmu Ris, Dia hanya istri siri. Mami bisa membuat Jingga tampak seperti seorang perebut suami orang di mata semua orang " ucap bu Laura, selalu mengancam.

Aris menekan remot mobilnya, dua lampu depan berkedip menegaskan pintu mobil sudah terbuka. Aris menarik tangan Jingga, membawa Jingga masuk ke dalam mobilnya. sedikit berlari Aris mengitari kap mobil depannya lalu duduk di belakang kemudi dengan sedikit emosi.

" Mas, mas pulang saja sama mami mas. Aku takut mamimu nekat " ucap Jingga.

" Mas nggak akan membiarkan itu terjadi. Pakai savety beltmu sayang, kita pergi dari sini " ucap Aris, mobilnya perlahan meninggalkan parkiran meninggalkan Irma dan mamainya yang juga langsung masuk ke mobilnya.

Aris tidak mengarahkan mobilnya ke arah rumah Jingga, jangan sampai maminya mengikutinya ke sana. Aris menambah laju kecepatan mobilnya begitu mengetahui mobil yang ditumpangi maminya mengikuti mobilnya dengan kecepatan tinggi.

" Mas, sudah mas sudah. Mas berhenti, mas pulanglah. Aku takut mas, aku takut kenapa - napa. Aku sedang hamil mas. Pelankan kendaraanmu. Aku takut mas " Jingga dengan suara dan tubuh yang sama gemetarnya memohon pada Aris.

Tidak tega melihat keadaan Jingga, Aris mengurangi kecepatan mobilnya, lalu menginjak rem untuk menghentikan mobilnya.

" Mas sayang kamu Ngga. Mas janji akan memperjuangkan hubungan kita. Mas sedang mengumpulkan informasi. Lihatlah mami sama Irma, bagaimana perlakuan mereka ? mas ini dianggap tahanan dan boneka bagi mereka. Semua harus nurut, setiap hari mas hanya kenyang ancaman. Mas tahu kamulah yang paling terluka dengan kondisi kita saat ini, Tapi mas pun tidak berharap membawamu dalam kondisi seperti ini " ucap Aris.

Bruakkkkkk......hantaman lumayan keras tepat mengenai mobil belakang Aris, mendorong mobil Aris maju beberapa meter ke depan, untung saja jalanan sedang sepi. Hingga tidak ada tabrakan beruntun dan korban lain. Kening Jingga yang terkena benturan dashboard terasa nyeri.

Belum sempat menghayati rasa sakitnya, kaca mobil diketuk dengan keras. Aris yang hilang kesabaran pun menghela nafas panjang.

" Tetap di sini. Jangan keluar kalau tidak mas suruh. lock pintu mobil " ucap Aris keluar dengan wajahnya yang memerah.

" Aris menjadi yakin, kalau Aris tidak mungkin terlahir dari seorang perempuan seperti mami " ucap Aris sinis.

Plakkkkk .... Plakkkkk ... dua tamparan bertubi - tubi mendarat di pipi Aris. Tangannya mengepal sampai buku - buku jarinya memutih menahan amarah.

" Mami sudah keterlaluan hari ini, jangan harap Aris akan pulang. Aris sudah katakan berani mami mengusik Jingga, resepsi itu tidak akan terjadi. Aris tidak peduli mendapatkan malu, Aris tidak butuh pengakuan dari siapapun " ucap Aris keras.

" Pulang dan jangan menemui Jingga sampai acara resepsimu selesai, jangan membantah atau mami bisa melakukan lebih dari ini " ancam bu Laura, memberi kode pada dua orang yang ada di dalam mobilnya untuk keluar.

" Suruh Jingga keluar dari mobilmu atau kedua orang ini akan membuka paksa mobilmu " tambah bu Laura.

Jingga yang mendengar semua percakapan yang terjadi di luar, segera membuka pintu mobilnya. Meski hati dan tubuhnya gemetar tapi Jingga berusaha tetap tegar. Sekarang bukan saatnya untuk memamerkan rasa takut.

" Pulanglah bersama mereka mas, aku tidak masalah " ucap Jingga.

" Mi, setidaknya biarlah Aris mengantarkan Jingga pulang " ucap Aris.

" Biar Jingga di antar Seno " ucap bu Laura menunjuk salah satu laki - laki berwajah preman.

" Biar Jingga sama aku saja " ucap suara seseorang dari arah depan mobil Aris.

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!