Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 : BERADA DI ANTARA DUA HATI
...BERADA DI ANTARA DUA HATI...
MENCINTAI ITU ADALAH TENTANG SEBUAH RASA. MANIS DAN PAHIT SAAT MENGECAP RASA CINTA. TIDAK TERBANG TINGGI DAN LUPA DIRI KARENA RASA MANIS. KARENA RASA PAHIT DAN RASA MANIS ADALAH RASA SYUKUR YANG SEJATINYA TERPATRI DALAM HATI.
...----------------...
Keanu berada di antara dua hati, Ia sangat mencintai Wanda tapi juga tidak bisa melepaskan Vivian. Bagi dirinya kedua wanita itu sangat penting dalam hidupnya.
Ia masih tidak tahu perasaannya terhadap Vivian seperti apa , yang Ia rasakan saat bersama dengan Vivian dapat membuatnya nyaman dan tenang.
Apa itu bisa di sebut cinta ?
" Sayang, minum susu dulu " Kata Keanu sambil memberikan susu yang Ia buat sendiri.
" Terima kasih, Sayang " Jawab Wanda, meminum susunya sekali teguk tanpa tersisa.
" Tuh lihat Vi, Wanda hamil tapi tidak menyusahkan. Ia gak ngrasain mual yang berlebihan kaya kamu. " Seru Mama memuji Wanda.
" Maafin Vivian , kalau selama ini sudah ngrepotin Mama " Celetuk Vivian.
Bi Aminah memberikan susu hamil untuk Vivian, Semenjak Wanda hamil , Mama atau Keanu tidak pernah lagi membuatkan Vivian susu atau menemaninya memeriksa kehamilannya.
" Terima kasih, Bi " Ucap Vivian dengan ramah, Vivian perlahan-lahan meminum susunya walau masih sedikit rasa mual yang Ia rasakan.
" Kenapa Vi ? masih ngrasain mual ? " Tanya Mama ketus.
" Iya Ma, sedikit " Jawabku.
" Huh " Mama menggerutu melihat Vivian.
" Ma...tiap orangkam beda-beda, ada yang merasakan mual di trimester pertama , dan ada juga yang tidak mengalaminya , seperti aku " Kata Wanda membela Vivian di depan Ibu mertuanya, sambil tersenyum licik.
" Iya juga sih " Seru Mama.
" Kamu yakin masih kuat untuk kerja ? apa sebaiknya tidak mengambil cuti saja ? " Kata Mama memperhatikan kesehatan Wanda dan bayinya.
" Masih kok Ma ! Vivian aja masih kuat, masa aku kalah darinya " Gumam Wanda sambil melirik ke arah Vivian.
" Kamu dan dia kan beda ! Mama tuh khawatir kalau nanti terjadi sesuatu sama kamu , Mama dan Keanu kan jadi sedih " Seru Mama.
" Mama doain aja , Aku dan anaknya Mas Keanu selalu dalam keadaan sehat " Wanda meyakinkan Mama tidak akan terjadi hal yang buruk terhadapnya.
" Itu sudah pasti Mama doain, ya udah kalau kamu mau tetap bekerja, harus hati-hati , dan jangan terlalu capek. " Pinta Mama , lalu memotongkan buah untuk Wanda bawa ke kantornya.
" Ma , kok cuma satu ? " Tanya Wanda.
" Lho kamu mau bawa dua ? " Sahut Mama.
" Bukan itu maksudnya, Ma . Mama tidak memotongkan untuk Vivian ? " Wanda masih bersikap seperti seorang Kakak untuk Vivian.
Mama bukannya memotongkan buah lagi untuk Vivian, dia malah memanggil pelayannya, " Bi.....bi Aminah "
" Iya, Nyah " Jawab Bi Aminah segera menghampiri majikannya.
" Tolong potongkan buah untuk Vivian " Kata Mama menyuruh Aminah yang menyiapkan bekal menantu keduanya.
" Siap, Nyonya " Kata Bi Aminah, lalu pergi ke arah dapur untuk memotong buah.
Wanda tersenyum penuh kemenangan ke arah Vivian, dia berhasil merebut Ibu mertuanya kembali , kini tidak ada lagi yang bisa mengambil keluarga dan suaminya.
" Sayang, kamu sudah selesai makan ? kalau sudah ayo kita berangkat bersama , aku anterin kamu dulu " Kata Keanu yang baru kembali dari kamarnya.
"Iya, Mas ! tapi Vivian, bagaimana ? " Tanya Wanda menunjuk ke arah Vivian.
" Aduh....maaf, Vi ! hari ini aku ada rapat penting di kantor jadi kalau nganter kamu dan Wanda tidak akan cukup waktunya. Hmmmm....gini aja kamu bisa nyetir sendiri ? atau Aku suruh Agus untuk anterin kamu " Seru Keanu dengan wajah merasa bersalah, tapi Ia tidak bisa membiarkan Wanda pergi sendirian.
" Gapapa, Pak. Aku nanti menyetir sendiri aja " Jawab ku , berusaha untuk kuat tidak boleh sampai menangis di depan mereka.
" Kamu, yakin ? " Seru Keanu menatapnya dengan tajam.
" Yakin, Pak. Bapak berangkat saja nanti terlambat lho, tidak perlu mengkhawatirkan saya " Jawabku sambil tersenyum.
" Sekali lagi maaf ya , Vi ! nanti Saya akan meminta Yossi untuk membantu pekerjaan, kamu " Kata Keanu sebagai rasa bersalahnya, Ia meringankan tugas Vivian di kantor. lalu Keanu mengandeng tangan Wanda dengan mesra.
" Vivian juga berangkat, Ma " Kata ku berpamitan, sambil mencium tangan Mama.
" Iya " Jawab Mama singkat, tidak ada embel-embel hati-hati atau kelimat perhatian lainnya.
Di dalam mobil barulah ku tumpahkan semua rasa sedih yang sejak tadi ku tahan, dada ku sesak rasanya melihat sikap Mama yang berubah , dan Suami yang dulu menyayangi ku, dan sekarang kembali mencintai istri pertamannya.
layaknya sebuah barang jika di perlukan maka akan di pakai , tetapi jika barang itu sudah rusak dan tidak bisa di gunakan maka barang itu akan di letakan di pojokan. itulah diri ku, datang ke rumah ini di jadikan istri bayaran yang di butuhkan hanya rahimnya untuk mengandung anaknya, dan aku akan di sayang oleh mereka , tapi ketika sang istri yang sangat di cintainya telah mengandung anaknya, maka Ia tidak lagi membutuhkan istri bayarannya.
...♧♧♧♧♧♧...
Vivian yang tengah hamil besar terpaksa pergi dan berangkat kerja sendirian. Memeriksakan kandungannya tanpa di temani sang suami.
Beruntung aku bertemu dengan sahabat masa kecil ku, Namanya Radit, dia bisa menghibur diri ku dan terkadang menemaniku untuk kontrol, Dokter sampai mengira Radit adalah Ayah dari anak yang aku kandung.
Karena Radit adalah sahabatku , yang sudah seperti seorang Kakak bagi ku, aku tidak merahasiakan apapun darinya, toh kami sudah berteman sejak kecil, dan Radit juga sering mengunjugi dsn menemani Nenek di rumah sakit.
Radit juga tidak keberatan kalau aku selalu merepotkannya dengan senang hati dia akan membatu diriku. aku beruntung di pertemukan kembali dengan sahabat masa kecilku.
Di Rumah Sakit
" Nenek " Kata ku menyapa Nenek, Aku dan Radit datang untuk mengunjuginya.
" Sayangku " Seru Nenek sambil memeluk Vivian, sudah lama sekali Ia tidak bertemu dengan cucu kesayangannya.
" Maaf, Nek ! Aku jarang berkunjung. " Ucap ku sambil mengkupaskan buah untuknya.
" Tidak apa-apa , Nenek memaklumi kamu yang sedang sibuk bekerja " Jawab Nenek.
Sampai detik ini, Nenek belum mengetahui aku sudah menikah bahkan sedang mengandung anak dari pria yang sudah beristri.
" Sekarang, kamu gendutan " Nenek melihat perutku yang membuncit, syukurlah Nenek tidak menyadari aku tengah hamil.
" Untung ada Radit yang selalu menemani, Nenek. Jika tidak ada dia , Nenek pasti merasa kesepian " Gerutu Nenek sambil mengacak-acak rambut Radit.
" Nenek masih ingat, bocah yang dulu ingusan dengan rambut landaknya kini berubah menjadi Pria yang sangat tampan dan tinggi " Ucap Nenek memuji Radit, Tentu saja Radit senang mendengarnya.
" Kamu kan belum punya pacar , mengapa kamu tidak membuka hati untuknya ? Nenek perhatikan Radit masih sama seperti dulu " Kata Nenek membuatku terkejut, saking terkejutnya, tanganku sampai tergores pisau saat sedang mengupas buah, " Auuuwwww " Jeritku pelan.
" Hati-hati donk, Vi " Kata Radit sambil memencet tanganku yang berdarah, lalu menghisapnya.
" Kamu kaya vampire saja " Celetuk ku , menarik jari ku yang di hisap olehnya
Nenek tersenyum memperhatikan Aku dan Radit, bukannya mengkhawatirkan cucunya yang terluka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩