Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Nyata atau Palsu
"Oh iya Oni, Artinya ini itu apa!! kalo Aasira tahu artinya kan bisa lebih nyaman" Tanya Aasira.
"Maksud dari Oni itu adalah Poni, cuman p nya di buang, dan jadi Oni, karena kan dulu Oni setiap potong rambut,pengen poni itu terus ada dan gak mu di gunting sampai kapan-kapan, nah makanya muncul kata poni itu menjadi Oni panggilan untuk Tante"
"Ooh,, Gitu ya,,hemm oke deh Oni,he, Oh iya Oni Ini jam berapa ya!?" Tanyanya Melirik-lirik ruangan itu mencari jam dinding tapi tidak ada.
Melihat jam di handphone nya "Ya ampun!! aku udah ke bablasan, Tante maaf ya, Aasira harus segera pulang, Sira lupa kalo Sira punya Urusan penting, maaf banget ya Tante,, eh Oni maksudnya,, Ya udah Assalamualaikum Oni"
dengan cepat Sira mencium tangan oni nya itu dan berlari keluar dari rumah itu. Oni yang melihatnya bengong, lalu dengan cepat Oni berjalan menuju luar melihat Aasira.
ketika menuju keluar,oni masih melihat Aasira di depan dengan kebingungan menunjuk arah pulangnya.
"Aasira!!"
Aasira kaget dan langsung berbalik menghadap Oni nya " Eh,, Oni, He, Sira bingung oni,Arah rumah Sira itu ke sebelah mana ya!! soalnya tadi Rumah Sira sudah kelewatan,tapi suara lupa jalanya ke sebelah mana, kanan apa kiri ya!!"
"Hemm [Tersenyum] Tunggu ya Sira,, Faheel!! Faheel!!" Teriak Oni Rahel memanggil Faheel yang masih tidak menyadari panggilan itu, "Bentar ya Sira" Ucap Oni Rahel kembali llau berjalan masuk menghampiri Faheel,dan langsung mengambil Headset nya.
"Eh,, Mama kenapa di cabut headset nya!!"
"Kamu gak dengar apa, mama dari tadi panggil-panggil"
"Emang ada apa ma!!" Tanya Faheel masih tersantai dengan posisinya itu.
"Cepat bangun dan antar kan Aasira pulang,dia tidak tahu arah nya, cepat sekarang, mama tunggu di depan" Ucap ibunya lalu pergi keluar dengan headset yang masih ia pegang di tangannya.
"Aduh,, bikin repot aja,apa susahnya tinggal pesan taksi" Gumam Faheel bangkit dari tidurnya dan berlanjut jalan ke luar mengikuti mamanya.
Samapi di depan rumah, Faheel mendekati mamanya, dengan lesu dan wajahnya yang ia tekan malas berekspresi.
"Nah akhirnya keluar juga, kamu tolong antar Sira pulang,dia sangat terburu-buru sekali,cepat"
"Kenapa gak.."
"Udah jangan ngomong lagi,kesian Aasira kayaknya penting banget deh, udah cepet lagian gak terlalu jauh mungkin"
"Hmm" Dengan lesu dan malas Faheel berjalan menghampiri Aasira, "Sudah ayo cepat ikuti aku" Bisik Faheel yang terus pokus berjalan tanpa meliriknya, lalu Sira berpamitan dan mengikuti Faheel yang berjalan di depannya.
"Hmm,, Maaf merepotkan, Tapi, boleh lebih cepat tidak jalanya!! kalo kayak gini sampainya nanti kalo semut udah pada gemuk-gemuk baru nyampe" Ucap Aasira kesal yang mengikuti Faheel sedari tadi jalannya sangat lambat seperti siput.
Faheel terus terdiam tidak menjawab dengan teguh jalanya yang seperti siput itu.
"Kayaknya gak usah maksain deh kalo gak mau, aku bener-bener harus cepat-cepat pulang mengganti baju, lihat nih jam.. heugg,," Aasira langsung terkejut melihat jam di handphone nya yang sudah menunjukan pukul 4 dan ia sudah sangat terlambat untuk sampai tempat latihan memanahnya.
"Lihatlah,, Sudah jam 4, dan aku masih di sini,tolong percepat jalannya, tapi, jika harus pulang dulu akan lebih terlambat,ya sudah kamu tolong antar kan aku ke GBK Archery Field Aku sudah sangat terlambat,cepat!!"
Ucap Aasira sangat terburu-buru.
"Hah,, bukannya itu tempat memanah!!"
"Iya, aku salah satu anggota Klub nya,maka dari itu cepat antar aku ke sana sekarang, karena hanya hari ini aku bisa melakukan latihan itu,di hari lainnya aku tidak bisa, ayo cepat" Aasira sangat terburu-buru meminta Faheel untuk mengantarkannya ke tempat itu segera.
"Ayo cepat, kenapa malah diam, ayo!!" Dengan tarikan tangan dari Aasira Faheel memperkencang jalannya, karena Aasira menariknya.
"Jam berapa sekarang!!" Tanya Faheel membuat Aasira berhenti dan langsung melihat handphone nya, dia di kaget kan kembali dengan Angka yang terdapat di handphone nya.
"17: 30,, Aduh bagaimana ini, aku pasti akan di marahi jika seperti ini" Aasira benar-benar sangat deg-degan dan bingung,tidak mungkin ia bisa datang dengan cepat ke tempat itu.
"Emmm.. bagaimana ini, aku tidak bisa membawanya secepat itu ke tempat itu" Gumam Faheel dalam hatinya bingung, tiba-tiba sekilas suara jelas menguasai telinganya,dan bisikan itu mengatakan " Suruh dia Pejamkan matanya,dan kau pegang tangannya, lalu pikirkan tempat yang akan engkau tuju,di situ kau akan langsung berada di tempat itu, lakukan lah sekarang"
"Heugg,, Bisikan siapa itu!!" Ucap Faheel terkejut dan melihat sekelilingnya.
"Ada apa!! apakah kamu punya ide untuk segera cepat Samapi ke sana!!"
"Hmm.. [Cepat lakukan sekarang]" Suara itu datang lagi di telinganya Faheel,ia sangat bingung kenapa hanya dia saja yang mendengar nya,kenapa Adira tidak, kata-kata itu terus memutar bunga telinganya.
"Hmm,, Baiklah aku akan mencobanya,tapi cukup kau jangan berbicara lagi" Gumam dalam hatinya, lalu suara itu hilang dan Faheel merasa tenang,lalu dengan sigap Faheel menggenggam tangannya Aasira.
Yang tadinya sangat bingung kini berubah menjadi kejut menatap langsung Faheel dan melirik tangannya yang menggenggam nya.
"Pejamkan matamu, jika kamu ingin segera sampai tujuanmu" Ucap datar keluar dari mulut Faheel dengan pandangan yang menatap Aasira di sebelahnya.
"Hah,, mana bisa!! memangnya ini dunia Magic bisa langsung sampai tujuan tanp.."
"Sudah diam!! lakukan saja,kita lihat hasilnya!"
Dengan cepat Faheel memejamkan matanya,Aasira merasa sangat bingung dan aneh mendengar nya dengan kasar Aasira menarik napas nya,dan menurutinya,ia memejamkan matanya.
"Kau sudah menutup matanya!!" Tanya Faheel meyakinkan Aasira menutupnya "Hmm" Aasira menjawabnya dengan berdehem saja, lalu Faheel langsung memikirkan GBK Archery Field
itu.
"Mana mungkin bisa sampai tujuan,jika hanya terdiam seperti ini,tanpa pergerakan apapun,aneh sekali,memang aneh dia,, sudahlah biarkan saja,mungkin hari ini aku tidak akan bisa latihan,biarkan saja aku mingu depan aku di hukum oleh pelatihku"
Gumamnya dalam hati,sudah pasrah menerimanya, Faheel dengan ragu untuk membuka matanya,karena ini tidak mungkin terjadi,dan mana mungkin terjadi.
"Apakah aku sudah sampai ke tujuanku,aku tidak yakin dengan bisikan itu,mungkin itu hanyalah syaitan yang ingin mengajak ku bermain"
Gumam Faheel dalam hati lalu membuka matanya,dan terkejut melihat pemandangan nya,ia melirik-lirik ke seluruh arah itu,dia benar-benar sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Apa!! jadi benaran terjadi!!" Tidak percaya itu masih mengelilingi pikirannya, Aasira mendengar nya langsung membuka matanya.
"Hah,, Cepat sekali sampai sini, apakah ini asli tempat latihan ku!!" Ucap Aasira terkejut tidak percaya juga.
"Apakah ini nyata!! atau hanya pikiranku saja!?" Aasira sangat tidak percaya dengan pandangan nya, lalu Aasira mencubit tangan Faheel yang sempat menggenggam nya, hingga Faheel mengatakan rengekan sakit.
"A,, Kenapa kau menyubit ku!?"
"Hah,, berarti ini beneran nyata,tapi tidak mungkin,tapi,aku masih belum percaya.." Ucap Aasira lalu membuktikan kembali dengan mencubit dirinya sendiri.
"Aw,, aduh sakit,, hah, i..ini beneran apa bohongan sih!! kok bisa!?" Aasira sangat bingung memikirkan nya,dia langsung terdiam dan langsung menjauh dari Faheel dan meliriknya ketakutan.
"Siapa sebenarnya kamu!! kenapa bisa membawa ku ke sini,hanya dengan memejamkan mata saja, apa jangan-jangan kamu.."
"Apa!! jangan asal ngomong,aku juga tidak tahu kenapa bisa terjadi,aku hanya mengikuti bisikan itu saja,aku manusia asli bukan apa-apa,jangan berfikiran aneh-aneh" Ucap Faheel langsung menghentikan ucapan Aasira itu,dia pun tidak tahu kenapa bisa nyata seperti itu,dia pun sangat bingung kenapa bisa terjadi.
"Tidak mungkin jika kamu bukan manusia jadi-jadian, Mana bisa manusia asli melakukan itu bisa terjadi dengan cepat,kalau bukan manus..."
"Aasira!!"
Suara panggilan itu langsung menghentikan pembicaraan Aasira lalu langsung terbengong dan membalikan badannya ke arah suara itu.
"Ternyata kamu di sini, dari mna saja kamu!? ayo cepat keburu waktu latihannya habis,Ayo cepat!!" Ucap pelatihnya itu membuat Aasira melohok mendengarnya.
"mm,, bapak beneran!! bapak gak marah gitu,soalnya kan aku telat"
"Telat apa maksudnya!! kita baru saja ingin memulainya,lihat sekarang pukul berapa?" Tanya balik pelatih itu.
Aasira terbengong,lalu dengan cepat melihat handphone nya,dan ia kembali terkejut ketika melihat nomor di handphone nya,kini handphone nya menegak nomor 16:16.
"Hah,, tidak mungkin tadi pukul 17 pak, kenapa sekarang berkurang!!"
"16!! mana mungkin jarum jam itu bisa berbalik kembali,dan bagaimana bisa memutar kembali waktu yang sudah terlewat, ini sangat tidak masuk akal, pasti ada hal aneh yang terjadi di dalam pikiran ku, ah aku sampai tidak pokus berpikir nya,sudah lah biar nanti aku pikirkan"
Faheel pun merasa sangat aneh dengan waktu itu yang bisa mundur ke belakang dengan sendirinya..!!
_
_
Lanjut gaes...!!
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??