A story about Bumi Perkasa
Sekelumit kisah si duda ganteng.
Diusia ke 24 th sudah resmi menikahi wanita yang ia cintai. Setahun kemudian dia dikaruniai anak laki-laki.
Empat belas tahun usia pernikahan yang berusaha Bumi pertahankan berakhir pada perpisahan.
Menjadi duda tak lantas membuat Bumi menjadi seorang pecinta wanita. Justru Bumi semakin terlarut akan penyesalan, susah move on dari sang mantan istri yang masih sangat dia cintai.
Hingga berakhirlah masa duda yang disandangnya selama kurun waktu enam tahun, semua berkat kehadiran Alisha.
Mantan Tenaga Kerja Wanita yang dulu pernah menjadi seorang babysitter anak salah satu orang kepercayaan Bumi.
Karena suatu sebab, Bumi harus menikahi Alisha, perempuan muda yang setara usia dengan anak lelaki nya.
Perbedaan usia yang cukup mencolok.
Bumi Perkasa yang sudah berusia 44 th menginjak 45 tahun. Sementara Alisha yang baru genap berusia 20th.
Bagaimana kisah Bumi dalam menghadapi perjalanan rumah tangga nya bersama Alisha dengan semua perbedaan yang ada. Bahkan jarak usia mereka pun hampir 25 tahun.
Ikuti kisah seru petualangan Bumi dan Alisha.
~~~~~~~
Happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 - Tragedi
Sesuai janji nya, keesokan harinya Bumi mendampingi Bapak Alisha
menemui Pak Asep untuk memperhitungkan semua sisa hutang keluarga Alisha. Dan
Bumi telah membayar lunas semua.
" saya harap anda jangan mengganggu atau mempersulit
keluarga Alisha lagi. Saya sudah melunasi semua nya dan tolong anda tanda
tangani surat perjanjian ini." ucap Bumi dengan tegas pada Pak Asep.
" apa ini?" tanya Pak Asep tak mengerti.
" ini adalah surat perjanjian bahwa seluruh hutang keluarga
Alisha telah lunas. Dan tidak ada lagi tanggungan pada anda. "
" cih... Untuk apa juga aku harus menandatangani surat
tidak penting seperti ini."
" bagi saya ini penting. Karena jika anda mencoba mencari
masalah dengan keluarga Alisha lagi dan menyangkut pautkan masalah hutang, maka
anda bisa saya tuntut dengan kasus pemerasaan."
" huh.... Ada ada saja. Jadi kamu mengancamku? "
" saya tidak mengancam. Hanya saja saya tidak ingin anda
terus menggunakan alasan hutang untuk menjerat keluarga Alisha. Sekarang
silahkan segera tanda tangani surat ini. "
" kamu itu siapa hah berani berani nya mengatur ku. "
" anda tidak perlu tahu siapa saya. Urusan kita hanya satu.
Hutang piutang dan saya akan melunasi semua hutang-hutang keluarga Alisha.
"
Dengan masih menggerutu Pak Asep menurut juga untuk
menandatangani surat yang Bumi sodorkan. Meskipun demikian dalam hati, Pak Asep
masih tidak terima dengan semua ini. Dan dia juga sangat ingin tahu siapa
sebenarnya Bumi kenapa mau saja melunasi seluruh sisa hutang Bapak Alisha. Apa
sebenarnya hubungan antara Alisha dan Bumi. Pak Asep masih bertanya tanya dalam
hati.
******
" Bagaimana Pak? Apa semua sudah beres." tanya Alisha
tidak sabar kala melihat kedatangan Bumi dengan Bapak nya.
" Alhamdulillah semua berkat bantuan Pak Bumi."
" Alhamdulillah. Tuan Bumi saya berterima kasih karena tuan
telah membantu keluarga kami."
" sama sama Alisha. "
" ayo masuk dulu tidak enak kita bicara di depan seperti
ini." Bapak Alisha meminta Bumi dan Alisha agar masuk ke dalam rumah.
Bumi masuk ke dalam rumah diikuti Alisha dan Bapak nya. Mereka
sedikit mengobrol tentang pertemuan dengan Pak Asep. Dan Bumi menyerahkan surat
perjanjian yang telah Pak Asep tandatangani.
" Alisha, sebaik nya kamu simpan surat perjanjian ini. Jika
sewaktu waktu Pak Asep berulah lagi, kamu bilang padaku. Kita akan membawa
masalah ini ke jalur hukum. Si Pak Asep itu sudah keterlaluan. Dia secara tidak
langsung telah melakukan pemerasan."
" saya tau itu Tuan. Tapi memang kami tidak bisa berbuat
apa-apa. Kalau begitu saya simpan dulu surat ini. "
Alisha beranjak dari duduk nya, masuk ke dalam kamar dan
menyimpan surat perjanjian itu di tempat yang aman.
Bumi merasa nyaman berada di pedesaan seperti ini bahkan rasanya
dia sangat enggan untuk meninggalkan kampung Alisha. Sebenarnya Bumi dan Alisha
sudah berniat akan kembali ke kota tapi sayang nya saat sore menjelang dan
mereka bersiap berangkat, mobil Bumi ngadat. Tidak mau menyala. Memang kondisi
jalanan di kampung tempat Alisha tinggal tidak bisa dikatakan baik. Banyak
jalan berlubang lebar dan mungkin itu juga yang memicu rusaknya mobil Bumi. Tak
lama berselang hujan pun turun dengan deras nya. Setelah mengalami kemarau panjang,
baru sekitar dua pekan ini sering dilanda hujan.
" jika kondisi seperti ini sebaiknya Pak Bumi menginap lagi
saja di sini. Bagaimana?" tawar Bapak Alisha.
Sebenarnya Bumi tidak enak hati menginap lagi meskipun dia
merasa betah berada disini. Tadi malam dia sudah menginap di rumah Alisha
karena mereka datang dari Bali sudah sore.
" apakah tidak keberatan jika saya menginap lagi. "
tanya Bumi.
" ya tidak lah Pak Bumi. Lagipula diluar hujan dan jalanan
disini juga banyak yang rusak."
" baiklah kalau begitu Pak. Saya menginap disini satu malam
lagi." ucap Bumi menyetujui.
" eum Alisha. Kita berangkat ke Bali besok tidak apa kan.?
"
Alisha sebenarnya tidak enak hati karena besok dia harus masuk
kerja.
" Jangan khawatir jika yang kamu pikirkan adalah masalah
pekerjaan. Biar saya yang mengatur nya. Kamu tenang saja."
" baiklah kalau seperti itu tuan. Saya ngikut saja. "
Subuh menjelang keluarga Alisha dikejutkan dengan teriakan
beberapa orang di luar rumah. Bumi yang tertidur nyenyak di ruang tamu dengan
terkejut segera membuka mata. Bapak, ibu, Alisha beserta adiknya juga ikut
keluar kamar dan berkumpul di ruang tamu.
" ada apa ini Pak." tanya Alisha pada Bapak nya.
Yang ditanya juga hanya menggelengkan kepala. Bumi menyaksikan
keluarga Alisha yang bingung hanya terdiam duduk di kursi sambil mengumpulkan
separuh nyawa nya.
" sebentar Bapak buka pintu nya." Bapak Alisha sudah
akan membuka pintu. Tapi ditahan oleh Alisha dan ibu nya.
" kami ikut keluar." kata Alisha dan bapak nya hanya
mengangguk.
Setelah pintu terbuka, tampak beberapa warga sudah berkumpul di
depan rumah. Alisha melihat ada beberapa warga yang didampingi oleh Pak RT dan
Pak RW. Dan jangan lupakan ada keberadaan Pak Asep dan dua anak buahnya
diantara mereka.
" Pak RT bisa cek sendiri ke dalam. Ada laki laki tidak
disana. Itu mobil nya ada disana. Pasti Orangnya ada di dalam sana."
Itu suara Pak Asep yang Alisha yakin pasti telah memprovokatori
warga. Dan Alisha juga paham apa yang dimaksudkan oleh Pak Asep pastilah
bosnya, Bumi Perkasa.
" ada apa ini kenapa ramai sekali. " celetuk Bumi yang
ikut menampakkan diri diambang pintu rumah Alisha.