NovelToon NovelToon
Nikah Muda With Badboy

Nikah Muda With Badboy

Status: tamat
Genre:Komedi / Perjodohan / Badboy / Tamat
Popularitas:84.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amandawp

Cerita ini tentang kedua insan manusia yang harus menikah karena dijodohkan oleh orangtua.

Geovandra Gerald Dirgantara merupakan seorang siswa yang berpengaruh di Dirgantara High School ( DHS ), karena ia adalah anak pemilik sekolah dan juga anak yang terkenal badboy di sekolah.

Aletta Viorella Bachtera merupakan seorang siswi baru di DHS. Hiruk piruk kedatangannya ia sudah menjadi sorotan anak anak DHS.

Bagaimana jika mereka berdua disatukan dalam ikatan suci pernikahan?

Apakah mereka berdua akan setuju? atau malah sebaliknya?

Mau tau kelanjutan kisah mereka? Yuk langsung baca aja!!


Up: Hari Senin dan Kamis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amandawp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NMWB-12

...Budayakan pencet tombol like, vote dan comment sebelum membaca, karena satu like dan vote dari kalian sangat berharga buat author 🙏...

...Selamat membaca 📚...

...••••...

Sementara itu diruang tamu sekarang sudah ramai oleh teriakan teriakan aneh dari kedua orang yang sedang  duduk bermain PS.

"Lo kok curang si bang, " ucap Geo sambil berusaha merebut stik ps nya yang diambil oleh Al. 

" Lo tadi juga, "

Dan setelah itu terjadilah aksi kejar kejaran antara mereka berdua. Stik nya mereka tinggalkan dan tidak dibawa namun mereka malah berlari saling mengejar satu sama lain. 

" Bang sini lo gue mau bales dendam, "

" Gak! Bales dendam aja lo sama pemain lo jangan sama gue, "

"Awas lo bang, "

"Awas awas mulu lo,  orang gue aja disini gak kemana mana, "

Keduanya berlari seperti anak kecil saling mengejar dan tertawa bahkan berteriak teriak yang sampai mengganggu Letta dan Arumi yang sedang memasak.

"Apa apaan sih mereka itu," ucap Arumi yang merasa terganggu. 

"Gak tau aku mi, "

"Coba sana kamu liat, " suruh Arumi yang langsung diangguki oleh Letta dan kemudian ia mulai berjalan menuju ruang tamu. 

Betapa terkejutnya Letta melihat Geo dan Al yang dsaling mengejar dengan teriakan yang menggelegar.

"BERHENTI!! " teriak Letta. Yang sontak saja membuat Geo dan Al berhenti ditempat, bahkan Geo hampir saja menubruk Al yang berada di depannya. 

"Kalian tuh apa apaan sih,  kaya anak kecil tau gak. " Ucap Letta dengan emosi. 

"Bang Al tuh Let gangguin gue, " adu Geo kepada Letta. 

"Bohong Let,  dia duluan yang mulai. " ucap Al. 

" Udah udah berhenti. Kalian itu ya disekolah aja kerjaannya keluar masuk BK, giliran dirumah aja udah kaya bocah. Mau lo pada gue aduin sama anak buah lo, " ucap Letta mengancam. 

Geo dan Al saling pandang. Bisa gawat mereka kalau Letta ngadu beneran. Bisa bisa hilang harga diri mereka di depan anak buahnya. 

" Takut kan lo pada, "

" Maaf Let, " ucap keduanya dengan kompak. 

Letta pun berkacak panggang dan melirik Geo dengan tatapan tajam seperti ingin menelan Geo hidup hidup yang membuat Geo meringis. 

" Kalian duduk diem dan jangan berisik lagi," ucap Letta yang diangguki oleh keduanya lalu mereka duduk di sofa. 

Al menyenggol lengan Geo. " Bini lo galak banget, lo kasih apaan si dia?"

" Kagak tau gue, udah dia kaya singa kelaparan gitu. "

"Bae bae lo ntar malem habis lo sama Letta, " ucap Al dengan berbisik dan membuat Letta berbalik. 

"Gak usah bisik bisik kaya gitu,  gue denger kali. " ucap Letta. 

Geo dan Al pun langsung diam dan setelah itu Letta kembali masuk ke dalam dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. 

Malam harinya di kediaman Bachtera nampak sangat ramai dikarenakan kedatangan Letta dan juga suaminya. Mereka saat ini sedang menikmati makan malam bersama. 

" Giaman Ge sekolah kamu? " tanya Irawan,  papi Letta. 

"Alhamdulillah baik kok pi, "

"Kalau kamu gimana Let? "

" Letta juga baik kok pi, " jawab Letta. 

Irawan mengangguk sambil menyendokkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. " Kamu mau lanjut kemana Al? "

Sekarang giliran Al yang ditanya oleh sang papi. 

"Belum tau sih pi,  tapi pengennya ke tempat oma opa. " jawab Al, sedangkan Geo hanya mendengarkan saja. 

Mendengar jawaban sang putra pun Irawan hanya mengangguk. 

Dan acara makan malam pun telah selesai, kini Geo dan juga Letta sedang berada di kamar Letta.  Mereka berdua duduk di kasur milik Letta. 

Geo kemudian tidur dengan posisi telungkup serta kaki dan tangan yang direntangkan sehingga membuat ia menguasai kasur milik Letta. 

" Geo lo apa apaan sih, " ucap Letta sambil menyingkirkan tangan dan kaki Geo. 

"Geo gua nggak kebagian,  sonoan dong. Sempit nih gue, " ucap Letta namun Geo masih tetap tak bergeming. Akhirnya Letta menaiki punggung Geo lalu menggerakkannya seperti sedang bermain kuda. 

"Sukurin,  rasain nih. "

Geo pun merasa sakit pun meringis. " aw aw sakit Let jangan kaya gitu. "

"Bodo, "

"Let sakit akh udah berhenti," ucap Geo namun tak digubris oleh Letta. 

Sedangkan diluar kamar Al ingin mengambil air minum namun ia tiba tiba berhenti tepat di depan kamar Letta dan mendengar sesuatu yang mengasikkan menurutnya. 

Awalnya Geo ingin menobrak pintu kamar Letta namun tak jadi. Ia takut kalau Letta dan Gro sedang membuatkan dirinya keponakan dan kalau ia dobrak pasti akan gagal tumbuh. Dan setelah itu ia memutuskan untuk kembali melanjutkan jalannya menuju ke dapur tempat awal tujuannya. 

Keesokan harinya 

Sinar matahari mulai memasuki ke dalam kamar sepasang suami istri yang masih terlelap dalam tidurnya dengan posisi saling berpelukan.

Entah mengapa walaupun dalam perasaan masing masing masih belum jelas, tapi kedekatan keduanya sudah mulai terlihat. Letta tidak pernah menolak saat Geo memeluk dirinya,  menurut ia itu wajar saja karena mau bagaimana pun Geo adalah suaminya. 

Hari ini adalah hari minggu yang dimana biasanya semua orang lebih memilih untuk menikmati hari ini dengan santai. 

Letta mengerjapkan matanya karena ia merasa terganggu oleh sinar matahari, ia dengan segera melepas tangan Geo dari perutnya setelah itu ia ia bangun dan dan mulai membersihkan diri. 

Tak membutuhkan waktu lama kini Letta telah siap dengan pakaian santainya.  Kemudian ia mulai membangunkan Geo.

"Ge bangun Ge, " ucap Letta dengan sedikit mengguncangkan badan Geo. 

" Jam berapa? " tanya Geo dengan suara seraknya. 

"Jam set 8, ayo buruan bangun. Gak enak udah ditungguin sama mami," ucap Letta. Geo mengangguk lalu dengan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sementara Letta turun terlebih dahulu setelah mempersiapkan baju untuk Geo kenakan karena ia berniat untuk membantu sang mami memasak. 

"Morning mi, " ucap Letta sambil memeluk Arumi dari belakang .

" Morning sayang, " balas sang Mami. 

"Mami masak apa?" tanya Letta. 

"Ini mami masak ayam balado kesukaan kamu," ucap Arumi yang membuat mata Letta berbinar ketika mendengar sang mami masak makanan kesukaannya. 

Tak lama kemudian Al turun dengan rambut yang masih basah. Ia mengeringkan rambut menggunakan handuk sambil berjalan menuju dapur. 

Al melirik sekilas Letta dan tersenyum penuh arti setelah itu ia duduk dan minum air putih. 

Letta yang melihat senyum abangnya itu pun bingung. "Ngapa lo bang? Senyum senyum kaya gitu sama gue," ucap Letta kepada Al. 

"semalam berapa ronde Let?" tanya Al yang membuat Letta mengernyitkan dahinya. 

"Apanya? "

" Itu yang semalam, " ucap Al sambil terkekeh. 

Letta malah semakin bingung tentang apa yang dimaksud oleh abangnya. Sementara sang Mami hanya tersenyum mendengar itu sambil memasak. 

" Lah emang semalam gue habis ngapain bang? " tanya Letta yang membuat Al tertawa mendengar pertanyaan Letta yang menurutnya sangat konyol itu. 

"Buat anak, " jawab Al dengan santai. Geo yang baru turun pun ikut nimbrung lalu merangkul bahu Letta. 

"Wis iya dong bang. Adek lo aja sampe lemes ganas banget dia, " ucap Geo yang membuat Al dan dirinya tertawa terbahak bahak. Sedangkan Letta merasa sangat kesal karena ia baru mengerti apa yang dibicarakan oleh abangnya. 

" Apaan sih lo,  orang gue gak ngapain ngapain kok. " Ucap Letta dengan ketus. 

Geo dan Al semakin tertawa. Mereka memang sangat senang jika mengerjai Letta, menurut mereka Letta itu sangat lucu. 

Sementara Arumi hanya terkekeh dan tak lama kemudian Irawan datang dengan baju santainya karena kebetulan hari ini adalah weekend, jadi Irawan libur. 

" Ayo dimulai makannya, " ucap Irawan. 

Setelah itu mereka memulai sarapannya dengan hikmat dan hanya ada suara dentingan sendok yang saling bersahutan. 

...Tbc...

...Terimakasih untuk yang sudah membaca. Jangan lupa Vote, like and comment. ...

...Sampai jumpa di part selanjutnya 😊...

1
kang begadang
cih ni author gak niat lanjut lagi nyesel gua kasih dukungan udah di tunggu tunggu tapi gak aplod lagi huhh
kang begadang
aku udah kasih dukunga yang banyak Thor,ayo cepetan aplod dong
kang begadang
ayo Thor aku selalu mendukung mu
kang begadang
bosen lama lama nunggu cepet aplod dong thor
Xndy._[❄️¹⁰]🐧²⁴🐒¹²
bagus nih suka aku yg nikah muda gini, soalnya masih gapon jg sama dipaksa menikah sma
kang begadang
ayo Thor aploddd
kang begadang
cepetan aplod cepetan aplod
kang begadang
kapan aplod kapan aplod
kami sudah menunggu 😭😭
kang begadang
udah bagus Thor tinggal lajut
kang begadang
lanjottt plissas
kang begadang
ayoo mana up nyaaa thor
see._
lanjut dunk
pria manis
mana up nya woii... jd kecewa huft
Eti Haryati
next
💞Anhy💞
lanjut thor
Aulia A
uhuuiii so sweet
୧⍤⃝🍭
Lanjut Thor
dian pertiwi
yp
Istria
1
ci
hmm bagus,kalau bisa jngan berhenti tengah jalan ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!