NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 17

"Aneh Di, ini aneh. Mata kita nggak salah lihat kan?" Yuda masih tak percaya apa yang baru saja di lihatnya.

"Mata gue juga masih sehat Da." sahutku.

Jika puluhan ekor kucing itu di ajak masuk oleh tuannya, bagaimana mungkin dalam sekejap menghilang begitu saja. Tanda tanya besar menggantung di otakku.

"Udahlah, yuk kita ke rumah ibu kost gue aja. Jangan di pikirin lagi Da." ajakku.

Kami pun beranjak menuju rumah Nek Iyah, tak kupikirkan lagi soal puluhan ekor kucing yang menghilang dalam sekejap. Ah sial, kenapa banyak sekali hal-hal aneh akhir ini. Mulai dari papasan dengan kakek aneh yang tiba-tiba menghilang, suara tangis bayi tiap jam tiga malam, Bagas yang pergi entah kemana, dan kali ini kucing. Apa ini?

"Assalamualaikum Nek Iyah," aku mengetuk pintu rumah Nek Iyah.

Seperti biasa, tak ada jawaban.

"Assalamualaikuuumm." kali ini suaraku lebih keras.

Lagi, tak ada jawaban.

"Buka aja pintunya Di! Kali aja ibu kost lo lagi di belakang." suruh Yuda.

"Ah nggak sopan ah."

"Assalamualaikuuumm. Nek, Nek Iyaaahh." panggilku.

Dan masih tak ada jawaban.

Aku melihat-lihat sekitar teras, ada jendela kaca tertutup tirai berwarna coklat tua. Aku mendekat ke jendela, ada celah dari tirai yang tak tertutup rapat. Aku mengintip.

Astaga, aku terperanjat bukan main. Begitu kuintip dari celah tirai, wajah seorang wanita dengan wajah tirus dengan kulit pucat dan rambut terurai panjang terlihat. Aku sampai jatuh terduduk. Yuda pun terkaget melihatku jatuh.

"Di, lo kenapa Di?" Yuda membantuku bangun.

"Nggak apa-apa Da."

"Lo lihat apa Di?" tanya Yuda.

"Ada cewek di dalam. Mukanya serem Da." ucapku berbisik ke Yuda.

"Hah, yang bener Di? Lo lihat setan?" tanya Yuda.

"Kayaknya bukan deh. Bentar, gue lihat lagi." aku pun kembali mendekati jendela, ingin kulihat lagi sosok wanita berambut panjang dari celah tirai.

"Heii, ngapain kalian?" teriak seseorang.

Seorang lelaki pendek, mengenakan kaus bergambar logo partai dan celana jeans lusuh berdiri di depan teras rumah Nek Iyah. Dari mana datangnya lelaki ini?

"Eh, eng, enggak ngapa-ngapain kok mas." jawabku gagap.

"Iya mas, kita mau ketemu ibu kost aja kok." tambah Yuda.

"Mau ketemu ibu kost, tapi kok ngintip-ngintip?" tanya si lelaki.

"Saya dari tadi salam, cuma nggak ada yang jawab mas." jawabku seraya menjauh dari jendela.

"Kalau nggak di jawab, jangan ngintip-ngintip!" ucap si lelaki dengan ketus.

"Ada perlu apa?" tanyanya kembali.

"Gini mas, saya mau ketemu Nek Iyah. Saya yang kost di kamar 11b." ucapku.

"Ooh kamu Adi ya?" tanya si lelaki.

"Iya betul mas."

"Kamu yang kemarin bilang ke Nek Iyah saya bikin kotor kamar kamu kan?" tanyanya kembali.

"Eh, em, iya mas." jawabku tak enak.

Oh ternyata lelaki ini yang bernama Ujang. Tukang bantu-bantu yang bekerja di rumah Nek Iyah.

"Tunggu sebentar saya panggilkan Nek Iyah. Duduk saja dulu." suruh Ujang.

Aku pun duduk bersama Yuda menunggu Nek Iyah datang. Tak berapa lama, Nek Iyah keluar di ikuti Ujang di belakangnya.

"Mau ambil kunci ya dek?" tanya Nek Iyah.

"Iya nek, sekalian ada yang mau saya tanyain ke Nek Iyah." jawabku.

"Oh iya sebentar saya ambil kunci dulu." Nek Iyah pun kembali masuk ke dalam.

Ujang duduk di depan kami. Kulitnya sawo matang, kumis tipis menghias di atas bibirnya. Rambutnya ikal berombak, nampak sedikit berantakan. Umurnya sekitar tiga puluhan tahun.

"Mas, maaf mas. Kemarin saya lapor ke Nek Iyah soal kamar saya yang kotor karena jejak kaki." aku meminta maaf ke Ujang.

"Nggak apa-apa, awalnya saya kesel di tuduh bikin kotor kamar penghuni kost. Tapi, Nek Iyah sudah tahu kerja saya dari dulu kok. Nggak bakal mungkin saya berbuat seperti itu." jawabnya.

"Tapi bukan Mas Ujang yang bikin kotor kamar saya?" tanyaku kembali. Yuda hanya diam memperhatikan.

"Ya bukan atuh dek. Selesai saya betulin kran air, lantai kamar adek saya lap lagi. Karena saya udah mondar-mandir, takutnya kotor."

"Apalagi sampai ninggalin jejak kaki penuh lumpur, seperti yang adek bilang." sambungnya.

"Lah, terus itu jejak kaki siapa ya?" aku terheran.

"Memang jejak kakinya gede?" tanya Ujang.

Aku berpikir sejenak.

"Nggak terlalu gede sih." jawabku.

Ujang bangun dari duduknya, membuka kran air di depan rumah Nek Iyah, kemudian membasahi kakinya. Lalu membuat jejak tapak kaki di depan teras rumah Nek Iyah.

"Sebesar ini bukan?" tunjuknya ke bekas tapak kaki.

"Eh, bukan segitu sih mas. Lebih kecil, lebih mirip tapak kaki cewek menurut saya. Karena ukurannya kecil." jelasku.

"Berarti bukan saya dek."

Otakku makin berjejal tanda tanya. Di tambah lagi, jejak kaki berlumpur di kamarku tempo hari. Ada apa ini?

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!