NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka

Rosi berusaha menghibur Naya. Ia menceritakan bagaimana kelakuan Rina yang sangat buruk bukan hanya kepada dirinya saja, "Jangan dihiraukan. Berpaling saja darinya jika lain kali ia melakukan hal yang sama kepadamu," saran nya sembari menggenggam telapak tangan Naya agar ia lebih tenang.

"Terimakasih, Ros. Aku hanya sedikit kecewa dengan apa yang ia lakukan." Naya menyeka air matanya dan menarik nafas panjang.

"Ngomong-ngomong kamu masih lama kuliah?"

Rosi mengangguk, "Masih cukup lama. Rencananya aku akan lanjut S2 di Amerika."

"Benarkah? Kenapa jauh sekali. Di sini saja. Kasihan Papa dan Mama jika kamu tinggalkan."

Rosi tertawa renyah, "Untuk apa aku khawatir jika ketiga abangku selalu ada untuk mereka? Aku ingin mengejar mimpiku. Toh ujung-ujungnya semua kesuksesan yang kudapatkan akan dinikmati juga oleh mereka."

Naya mencoba mengeri.

"Oh ya, besok hari minggu, kamu mau ikut shopping tidak bersamaku dan mama?" harap Rosi.

Naya bimbang, "Malu, Ros. Aku masih canggung terhadap mama," jujur nya tampak risih.

"Tak apa! Mama bukan tipe mertua galak dan sadis. Jangan takut. Nanti aku akan izin padanya."

Naya masih ragu dan akhirnya menggeleng, "Tak usah lah, Ros. Nanti-nanti saja dulu. Aku pendekatan dulu dengan mama."

Rosi geregetan, ia menggesek giginya, "Justru agar kamu lebih dekat makanya ikut saja!" paksa nya.

Naya tetap menggeleng. Ia masih merasa tak pantas dan takut kepada Susan.

Rosi pun mendesah, "Hah! Ya sudahlah.... Tapi nanti dilain hari kamu harus ikut!" tukasnya mengacungkan jari.

Naya mengangguk dan tersenyum.

Sore tiba dengan semburat cahaya jingga yang nampak kemerahan. Naya membersihkan kembali tempat tidurnya sebelum Rangga pulang dan menyiapkan air hangat dan handuk. Ia menyalahkan lilin aromaterapi yang tersimpan rapi di pojok meja rias nya, Rangga tak pernah memakainya sekalipun karena merasa tak perlu. Mamanya yang menaruh nya dengan harapan agar Rangga menggunakannya supaya ia betah berada di rumah.

Naya menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama. Suasana syahdu dan romantis langsung mrnyeruak.

"Rina sudah keterlaluan, Kak," tandas Rosi. Ia memperlihatkan rekaman video perbuatan Rina kepada Naya saat Rangga tiba di ruang tamu.

"Kurang ajar anak itu!" ringis nya emosi. "Dimana dia sekarang?!"

"Ruang kerja papa."

Serta merta Rangga lantas menuju ruang kerja papanya.

Tanpa ketuk pintu ia langsung menerobos masuk kedalam.

"Rangga kenapa kamu tak sopan begini?" sergah Susan yang kini berdiri di samping Abdullah. Ia baru saja merayu suaminya agar membelikan mobil baru untuk Rina yang kini duduk di hadapan mereka.

Rangga menarik lengan Rina dengan kasar, "Bangun kamu!"

Rina berdiri ketakutan.

"Ada apa ini!" pekik Susan. Wajah Abdullah memendam amarah.

"Kamu sudah berani lancang menyakiti istri ku! Salah apa dia padamu hah!"

Rina tak tahu harus bagaimana.

"Lepaskan adik mu," geram Abdullah.

Rangga mengikuti perintahnya. Rina lantas berlari kepada Susan.

"Sekali lagi kamu berani memperlakukan Naya seperti itu.... Aku tak segan menampar wajahmu!" ancam nya menunjuk wajah Rina, "Aku permisi, Pa-Ma!" tukasnya berlalu.

Sementara itu Naya melirik jam di ponselnya. Ia cemas karena Rangga belum juga kembali.

Rangga berjalan cepat naik ke lantai atas. Perlahan ia memutar gagang pintu kamarnya, "Sayang....!"

Naya menoleh, "Mas....!"

Naya berlari memeluk Rangga erat, seolah-olah sudah berpisah selama berminggu-minggu lamanya.

"Kamu cantik sekali," puji Rangga gemas membelai wajahnya. Ia mencium aroma terapi yang menusuk kedalam hidung membuat pikirannya tenang seketika, "Kamu menyalakan aroma terapi?"

"Mm," angguk Naya. "Mas mandi dulu. Air hangat mu sudah ku siapkan dan juga handuk di kamar mandi."

Sementara itu di lantai bawah....

Ilham pulang dengan tengkuk yang terasa agak sakit. Seharian ini ia begitu sibuk ditambah mengurus Sulaiman yang memutuskan untuk ikut bersamanya menghabiskan waktu di kantornya. Sulaiman tertidur pulas dalam gendongan nya. Anak itu sangat kelelahan. Perlahan ia menidurkan tubuh Sulaiman di ranjang dan menyelimuti nya, "Sarah.... Kamu perlakuan putra mu seperti ini...." Ia memandangi wajah putranya dengan perasaan iba. "Cuma Naya yang bisa ku andalkan."

Ia pun keluar dari kamar Sulaiman mencari sosok Naya. Ia menatap lantai atas kamar Naya yang terlihat gelap gulita dari lubang angin di atas pintu, "Anak itu pasti sudah pulang. Harusnya Naya bersanding denganku!" geram nya memikirkan apa yang terjadi di kamar adiknya.

Rangga dan Naya naik ke atas ranjang. Rangga membelai rambutnya lembut dan mencium keningnya. Naya menutup mata dan Rangga mencium bibirnya. Rangga menciumnya bertubi-tubi dan naya membalasnya dengan menghisap bibir bawahnya. Rangga semakin panas dan lantas membaringkan tubuh Naya.

10 menit kemudian....

Rangga terengah-engah dan lantas merebahkan diri di samping Naya. Perlahan rasa kantuk menghinggapi keduanya. Ia mendekap tubuh Naya hingga pagi menjelang.

................

Minggu pagi:

Mona dengan sengaja menabrakkan tubuhnya pada Naya hingga adonan puding buah yang akan Naya dinginkan di dalam kulkas tumpah seketika membasahi baju dan lengan tangannya. Naya terkejut dan mendorong tubuh Mona reflek, "Au! Naya!" teriaknya tak sadar.

Bik Pah segera mengambil serbet baru dan lekas membantu Naya membersihkan bajunya. Lantai kotor dan becek. Susan melotot menatap semua itu dan berteriak geram, "Apa-apaan ini!"

Mona mendekatinya dan lantas menyalahkan Naya, "Nona Naya tak hati-hati dan menabrak saya, Nyonya."

"Kalau kamu tidak bisa bekerja jangan kerja, Naya! Semuanya kotor seperti ini!"

"Maaf, Ma. Aku tak sengaja. Lain kali aku akan lebih berhati-hati," pinta Naya mengiba. Ia tak tahu jika semua ini rencana Rina yang ingin balas dendam padanya.

"Kamu!" bentak Susan menatap Mona, "Bersihkan semua ini!"

"I-iya Nyonya besar." Dalam hati Mona mengumpat kesal karena ujung-ujungnya ia juga yang harus membersihkan semua ini.

"Papa menantimu di depan," sergah Susan kepada Naya.

"Iya, Ma."

Naya lantas mengikutinya dari belakang.

Ilham dan Rangga terkejut melihat keadaan Naya yang basah dan terlihat kotor. "Kamu kenapa?" tanya keduanya serempak. Mereka langsung bertatapan. Rangga bangkit dan menyentuh bahu istrinya, "Sayang ku, apa yang terjadi?"

"Aku tak sengaja menumpahkan puding yang aku buat untuk, Mas," jawabnya takut.

"Tapi kamu tak apa kan?" tanya Rangga khawatir.

"Tak apa, Mas. Cuma basah sedikit."

"Nanti saja kita bicarakan ini. Naya bisa masuk angin jika tak segera mengganti bajunya," pinta Rangga kepada papanya.

"Tak ada yang perlu kita bicarakan. Papa hanya ingin mengatakan jika Papa sudah mem booking hotel untuk kalian berdua. Papa ingin kalian bulan madu agar kalian cepat memberikan cucu untuk Papa."

Rangga tak mengira. Naya pun tak percaya dengan ini. Sedangkan Ilham merasa sakit.

"Serius, Pa?" tanya Rangga melotot sumringah.

Abdullah mengangguk, "Ini hadiah pernikahan kalian."

"Om Rangga mau bawa mama ku pergi?" batin Sulaiman kesal. Ia kesal pada Rangga.

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!