Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.
Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.
Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.
Bagaimana cerita selanjutnya?
Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.Aku Membenci Mu Adrian
Seperti biasa nya, Khalisa akan membuka Coffe shop nya pukul sepuluh siang. Belum terlalu ramai, Khalisa masih sibuk menyiapkan segala keperluan nya.
"Hei perawat!" panggil Luna sombong "Bagaimana? apa kau suka menghadiri acara pesta pertunangan ku dan Adrian?"
Khalisa menoleh ke arah sumber suara, "Aku sangat menikmati pesta mu, lalu bagaimana dengan mu? ooh...aku tahu, hati mu sangat panas saat aku memenuhi undangan mu bukan?" balas Khalisa tak mau kalah.
Luna geram, wanita itu hendak menampar wajah Khalisa namun tangan nya langsung di tangkap oleh David dan Luna langsung terjungkal saat di dorong David.
"Aaaa.....kalian kurang ajar! berani nya menyentuh ku!" teriak Luna.
"Pergi! jika kau kesini hanya untuk membuat keributan sebaik nya kau pergi!" usir David.
Dengan perasaan marah, Luna pergi. Wanita itu pergi ke perusahaan Adrian untuk melaporkan semua perbuatan Khalisa dan David.
"Sayang.....kau lihat ini!" tunjuk Luna yang baru saja masuk.
Adrian meraih tangan Luna yang tergores, "Kenapa? siapa yang melakukan nya?" tanya Adrian marah.
"David dan Khalisa, mereka mendorong ku hingga aku terluka."
Adrian kemudian pergi menemui David tanpa mengobati luka yang ada di tangan Luna.
Di kantor David, Adrian langsung masuk begitu saja.
"Kenapa? apa calon istri mu mengadu?" tanya David sambil melipat kedua tangan nya di dada.
"Kalian apakan Luna? kenapa kalian membuat nya terluka?" tanya Adrian dengan wajah dingin nya.
"Dasar bodoh! Luna datang ke kedai Khalisa hanya untuk menghina Khalisa. Jelas Lisa tidak terima dengan hinaan wanita mu. Luna hendak menampar Khalisa namun aku menangkis tangan nya. Jadi kau pikirkan saja, siapa yang salah dalam hal ini." tukas David dengan santai nya.
Adrian hanya diam, dia kalah telak. "Kalau begitu aku minta maaf." ucap Adrian.
"Lain kali, bilang ke Luna untuk tidak mengganggu Khalisa. Selama ini Luna terus mengganggu Khalisa padahal Khalisa tidak pernah mengganggu nya."
Adrian keluar, ingin rasa nya ia mengumpat habis-habisan Luna namun masih ia tahan karena alasan cinta.Bodoh Kau Adrian!
Di lain tempat, Luna memerintahkan dua orang preman untuk mengacak-acak tempat usaha Khalisa. Dari jarak jauh, Luna memandang dengan puas saat Khalisa menangis memohon agar preman itu tidak merusak usaha nya.
David, lagi-lagi pria itu datang dan mendapati ke dua preman yang sedang mengacak-acak tempat usaha Khalisa.
David menghajar ke dua preman tersebut, lalu meminta mereka mengaku siapa yang sudah menyuruh mereka.
Rahang David mengeras, ia langsung menelpon Adrian untuk datang ke tempat Khalisa.
Tak berapa lama, Adrian pun tiba. Tanpa basa basi Khalisa langsung menampar wajah Adrian karena ia begitu marah dan kesal.
"Katakan pada calon istri mu untuk tidak mengganggu ku! lihat....lihat...apa yang telah Luna lakukan pada ku." ujar Khalisa dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Apa maksud mu Lisa? Luna tidak mungkin melakukan ini semua." bela Adrian.
"Sadarlah Adrian, Luna telah menyewa dua preman untuk menghancurkan tempat ini." sambung David tak kalah emosi.
Adrian melihat barang yang berserakan dan beberapa barang yang rusak. Khalisa hanya terduduk lemas dan menangis. Adrian merasa iba, biar bagaimana mana pun wanita ini pernah berjasa dalam hidup nya.
Adrian membungkukkan badan menatap Khalisa." Maafkan aku Khalisa, aku akan memperbaiki semua nya." ucap Adrian hendak memegang pundak Khalisa namun langsung di tepis begitu saja.
"Aku membenci mu Adrin, mengenal mu adalah benalu dalam hidup ku! aku sangat membenci mu dan calon istri mu." ujar Khalisa lalu memilih pergi.
David langsung mengejar Khalisa dan membawa nya masuk ke dalam mobil kemudian mereka pergi.
Adrian terduduk, ia melihat coffe shop itu telah hancur berantakan. Ingatan nya kembali terbayang saat Khalisa menangis dan mengatakan jika ia sangat membenci Adrian.
Adrian memijat pelipis nya lalu menghubungi anak buah nya untuk memperbaiki apa yang sudah hancur.
Bergegas Adrian pergi menemui Luna untuk meminta penjelasan.
"Apa yang telah kau lakukan Luna?" tanya Adrian emosi.
"Sayang, apa yang aku lakukan?" tanya balik dengan nada manja nya.
"Kenapa kau menghancurkan tempat usaha Khalisa?"
Luna tersentak kaget namun ia tidak mengakui nya. "Tidak, aku tidak melakukan apa pun."
"Jangan bohong Luna! David melihat semua nya termasuk kau yang berada di sana."
"A....ku....aku hanya memberi pelajaran saja pada wanita itu." ucap nya tanpa merasa bersalah.
"Kau...!!" tunjuk Adrian pada wajah Luna "Apa Khalisa membuat salah pada mu?"
"Aku hanya tidak suka dengan nya! kenapa kau jadi membela wanita itu?"
"Hentikan semua nya Luna, jika papah ku tahu dia akan membatalkan pernikahan kita." ujar Adrian.
Luna hanya diam, hati nya kembali panas saat mengingat calon mertua nya bersikap baik pada Khalisa namun tidak pada diri nya.