NovelToon NovelToon
Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Contest / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: miopay_17

Kanaya Bhakti adalah siswi teladan di SMA Negeri di kota-nya. Kanaya terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Kedua orang tuanya hanya profesi sebagai seorang guru di Sekolah Negeri.

Kanaya terlahir dari tiga bersaudara, Kanaya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dan merupakan anak perempuan satu-satunya dari keluarga Bhakti.

Kanaya dari kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Dokter, bagi Kanaya profesi dokter itu pekerjaan yang mulia.

Di pertengahan kelas tiga SMA, Kanaya mendapatkan kenyataan pahit bahwa dirinya sudah di jodohkan dari kecil oleh kedua orang tuanya.

Akankah Kanaya menerima perjodohannya?


Memilih mengejar cita-citanya?


Langsung baca saja "Suamiku Atasan Kakakku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Di Jakarta

Sabtu pagi yang mendung, mungkin sebentar lagi akan turun hujan, tidak biasanya langit pagi begitu gelap. Suara kicauan burung kenari yang sengaja Reksa pelihara di Apartemen-nya, membuat pagi yang berbeda, setiap kali mau berangkat ke kantor, Reksa selalu mendapatkan pasokan vitamin, melihat dan mendengar burung kenari sehat, bisa berkicau membuat sang Reksa bahagia, tidak sia-sia Reksa beli mahal-mahal demi hobinya...

Setelah menghabiskan secangkir kopi hitam, Reksa bersiap-siap untuk persiapan berangkat ke kantor. Tidak ketinggalan Reksa memberikan pakan burung dulu, barru bisa berangkat dengan tenang, dan burungnya tidak mati sia-sia.

Rencananya pulang kantor, Reksa akan mudik ke Solo, padahal baru kemarin mereka bertemu, dan tinggal bersama selama dua Minggu terakhir ini. Walaupun baru kemarin, tetapi bagi Reksa pertemuannya sudah lama seperti berabad-abad.

Setelah semua beres, Reksa bergegas untuk berangkat ke kantor sekalian menggeret satu koper kecil, untuk beberapa potong pakaian gantinya. Rencananya Reksa akan menginap satu malam, karena Minggu sore Reksa harus kembali lagi ke Jakarta.

"Hai bro...." Sapa Tama.

"Hai Tam..." Sahutnya Reksa.

"Malam minggu ada acara kemana, Sa?'

"Enggak kemana-mana, Tam! mau pulang ke Solo."

"Bukankah baru kemarin keluarga ke Jakarta, Sa! kok sudah ingin pulang lagi."

"Kangen masakan Ibu, Tam."

"Kangen Ibu apa kangen Anak tetangga, Sa?"

"Kangen Ibu lah!" Urusan wanita nomor dua."

"Hemmm...."

*****

Di Kota Solo....

Tiba dari rumah Neneknya, Kanaya langsung masuk kamar untuk merebahkan tubuhnya yang sangat capek. Kanaya menerawang langit-langit kamarnya, yang banyak di hiasi pernak pernik warna pink.

Drttt... drttt....

Lamunan Kanaya langsung buyar, mendengar suara ponselnya bergetar. Kanaya masih tidak bergerak sama sekali, karena posisinya yang sangat pewe(posisi enak).

"Uhhh siapa sih ganggu saja." guman Kanaya.

"Drttttttttttt..... ."Suara getaran di ponselnya begitu memekik telinga, Kanaya bangkit untuk membuka tas Selempang, dan meregoh ponselnya di dalam.

Tertera nama sahabatnya Maldifa, Kanaya menggeser keatas warna hijau.

"Assalamu'alaikum, Difa."

"Walaikumsalam, Nay."

"Ada apa? main ganggu saja!"

"Slow Nay, jangan sewot gitu nanti cantiknya hilang."

"Cepetan ada apa? Nggak usah pakai ngerayu-rayu, nggak mempan!"

"Masih dapat ya, Nay."

Maldifa sangat suka melihat wajah kesalnya Kanaya, yang menurut Maldifa wajah semakin cantik dan gemesin.

"Semprull di putus." guman Maldifa.

Di kamarnya Kanaya tertawa terbahak-bahak, pasti Maldifa sangat kesal karena teleponnya terputus sepihak.

"Rasain emang enak." guman Kanaya.

Kanaya melanjutkan tawanya, dan ponselnya langsung di silent. Puas Kanaya menertawakan sahabatnya, sampai perutnya berbunyi lapar. Kanaya masuk kamar mandi, membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum sang maha ratu menceramahi'nya.

Selesai mandi, dan berganti pakaian. Kanaya membuka pintu kamarnya menemui Ibunya yang sedang memasak di dapur.

"Masak opo, Buk? Nay bantu ya!"

"Kamu bantu mencuci sayuran saja, Nay."

"Ahsiap Buk!" Kanaya memberikan hormat.

Kanaya mencuci sayuran, tetapi mulutnya tidak bisa diam, sepanjang mencuci sayur Kanaya menyanyikan lagu pop kesukaannya. Ibunya yang mendengar suara Anaknya ikut geleng-geleng kepala.

"Nay...Nay... kamu itu ada-ada saja."

"Hehe... biar nggak stress, Buk! nanti cepat tua!"

"Sak penakmu, Nay! Ibu mau lanjut masak wae."

Tiba-tiba Adiknya Rudi datang untuk mengambil minum di kulkas, Rudi mengambil satu botol untuk di bawa keluar. Baru saja akan melangkah, Rudi mendengar suara orang bernyanyi, membuatnya merinding bulu kuduknya.

Rudi berjalan mengendap-endap, untuk mengintip siapa tahu ada hantu siang bolong. Rudi celingak-celinguk di sampingnya, tidak ada seorangpun, hanya ada meja makan, dan kulkas.

Akhirnya Rudi lari terbirit-birit keluar, melupakan botol minumnya.

"Hoshhhhh...." Rudi langsung merebahkan tubuhnya di ruang tamu, menerawang keatas atap.

"Masak iya, siang bolong ada hantu sedang nyanyi." Rudi membatin.

Tepukan tangan di pundaknya, membuatnya merinding kembali, Rudi tidak mau membuka matanya, takut bila membuka mata ada hantu di depannya.

"Rud, kamu kenapa?"

"Eeeh Bapak..."

"Kirain kamu sakit? dari tadi Bapak panggil nggak ada sahutan."

"Rudy baik-baik saja, Pak."

***

Selesai memasak Kanaya kembali ke kamarnya, untuk melihat notifikasi pesan masuk di ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Reksa kakaknya, ada tiga pesan dari sahabatnya dan kakaknya.

Baru saja ingin membuka pesan dari kakaknya, ponselnya kembali bergetar. Tertera nama Kak Reksa.

"Assalamu'alaikum, kak..." Sapa Kanaya.

"Walaikumsalam, Dik! dari tadi kakak telepon kok tidak di angkat, kemana Dik?"

"Iiiih kakak sukanya tanyanya beruntun, satu-satu napa, Kak?"

"Hehehehe....." tawa keduanya pecah.

"Dik, bilangin Bapak Ibu ya! kalau kakak nggak jadi pulang, kakak di ajak Tama ke Bandung."

"Iya kak, nanti Nay sampaikan."

"Makasih Adikku yang tantik! Kakak matiin teleponnya."

Klik... telepon sudah di putus kakaknya, Kanaya keluar kamar untuk memberitahu kedua orang tuanya, bahwa kakaknya Reksa tidak jadi pulang, ada perjalanan ke Bandung bersama Tama.

Kanaya menjelaskan secara detail, tidak ada yang di tutup-tutupi. Membuat kedua orang tuanya paham, Anaknya tidak jadi pulang karena pekerjaan.

1
Cat Lover
buset itu mah bayi umur 4 kapan lebih visualisasi nya
Adila Ardani
gak ketemu Thor judul nya
Nunx Nurhayati: ga ada kak
total 2 replies
Lina Herlina
Kecewa
Lina Herlina
Buruk
Rima Ummu Abelzhifa
membosankan
KatRoy Roy
nggak jls bangat sii
Siti
aku x fham btul alur cite die ni
Kosong
Asataga feelnya gk dapat bangat..
Kebanyakan ceritanya tentang keseharian gk jelas..
Giliran dapat intinya malah di Singkat alurnya 🤯🤯
Sumpah frustasi
Kosong
Ya ellah tarik ulur terus 🙄
Kosong
Asli sampe episod ini aku kebanyakan skipnya 🤣
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
saran aja nih untuk otor nya mending nggak usah terlalu di perjelas kegiatanx toh pra pembaca jg udah ngerti yg penting itu inti katanya ada
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
sedikit saran yah tor klu semisal kek Tama gini mending jgn sebutin nama nya ganti aja jadi ' aku/saya ganti baju dulu,lalu kita pergi bersama ' nah kek gitu kan enak nggak harus nulis nama tokoh nya jg aneh bgt jadinya
Isna Asnia Ulhamdi
lah bukannya orang tua kanaya udah kenal sama tama ya lewat reksa
ini gimana ceritanya tolong
Frida Arlini
Luar biasa
ww
GA ADA GREGET CRITANYA, GARING, DR TD SCROL DOANG
ww
CERITA GARING GINI KOQ BISA 200 PART YA? 🤔
ww
PKAI daun , GoBlok tolol bego nya ga ketulungan
ww
ada alamat rumah kantor ada kantor polisi, sesorang CEO koq GOBLOKK BNGET YA , **LOL
ww
pihak rumah sakit kerja sama dengan polisi, pihak tama lg nyari jg psti kerja sama polisi nyari orang hilang, koplakkk trlalu ngada2 ceritanya gak ktm sampai berbulan2 **LOL
Mice Zaimarni
bingung gk nyambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!