"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."
"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."
Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerja Sama
Setelah pintu terbuka, muncullah seorang perempuan tinggi dengan rambut bergelombang memakai dres pendek, kedatangan perempuan itu langsung membungkam mulut keempat cowok yang ada di ruangan itu, tatapan amarah terlihat jelas di setiap mata.
“Tenang dulu, gue memang tidak bisa mengganti kerugian kalian, tapi gue sudah carikan tiga client yang kemungkinan besar sangat bisa untuk membantu kalian, mereka sekarang sudah berada di ruang meeting.” Perempuan itu tampak sangat gugup, seakan dia juga tak yakin jika keempat pria didepannya akan mempercayainya.
Astrea Leonardo, seorang wanita yang sempat membuat Bintang dan yang lainnya mengalami kerugian sangat besar karena investasi bodong yang dia janjikan, mereka mengenal Astrea sudah sangat lama jadi saat Astrea menawarkan sebuah investasi mereka langsung menyetujui karena bagi mereka kemungkinan untuk mereka rugi karena Astrea itu sangat mustahil, mereka yakin jika Astrea tidak akan menipu mereka, tanpa mereka sadari jika selama empat tahun Rain sudah berusaha menyadarkan mereka tentang siapa sebenarnya Astrea, tapi nyatanya mereka terlalu bodoh masih mempercayai Astrea sampai mereka mengalami kerugian yang sangat besar
“Client mana lagi yang lo bawa kesini, lo tahukan kalau semua orang yang lo bawa kesini bukannya membantu malah semakin memperburuk kerugian kita.” Jems sudah sangat muak dengan semua orang yang Astrea bawa.
“Gue yakin untuk kali ini mereka bisa membantu kalian, asal kalian mau menuruti semua syarat mereka, gue tahu mereka bukan orang sembarangan, gue tahu mereka orang yang cukup berbahaya tapi gue tidak punya pilihan lain, hanya mereka yang kemungkinan besar bisa menolong kalian.”
“Kurang berbahaya apa? orang kemarin yang lo kasih itu juga orang yang berbahaya dan itu juga yang membuat kerugian kita semakin banyak,” Andra yang sebelumnya sama sekali tak pernah mau bicara sama Astrea kini membuka suara.
“Mereka jauh lebih berbahaya tapi mereka juga jauh lebih bisa membantu kalian, gue mohon sekali ini saja, percaya sama gue, kalau yang sekarang gagal gue siap menerima semua konsekuensinya.” Astrea tampak sangat memohon karena dia tahu mendapatkan waktu dari tiga orang yang dia bawa sekarang itu juga tak mudah, sampai semua gagal akhirnya dia juga yang akan dalam bahaya.
“Ok, kita akan mencoba percaya sama lo satu kali lagi, tapi kalau kali ini kita rugi lagi, lo harus bersiap mendekam dipenjara.” Satu kalimat dari Bintang yang membuat ketiga temannya melotot.
“Bintang, lo gila mau percaya sama dia lagi? Sudah berapa kali dia menipu kita? Lo jangan lupakan itu semua,” Protes Rasta
“Gak ada pilihan lain, kita nyari client juga gak ada yang bisa bantu, gak mungkin harus kaya gini terus, apa salahnya mencoba.”
“Kerugian kita bertambah gara-gara client yang dia bawa jangan lupa.”
“Sekarang gue tanya, client yang lo bawa dari perusahaan apa?” Bintang sebenarnya harap-harap cemas dengan jawabannya sendiri.
“Yang akan membantu kalian tiga orang cuma bos yang datang kesini dua orang yang satu perwakilan. AD CORP, AP CORP dan AKK GROUP. “
Bukan melongo lagi mereka berempat kompak melotot dan menganga sempurna mendengar jawaban Astrea karena tiga perusahaan itu adalah perusahaan paling besar yang bahkan bos dari ketiga perusahaan itu adalah orang yang sangat berbahaya, jika mereka mau datang itu tandanya mereka yakin jika perusahaan Bintang dan temannya memang layak.
Tanpa bertanya lagi mereka berempat berlari menuju ruang meeting kantor Andra meninggalkan Astrea yang bingung, dia kira jika keempat orang didepannya akan kabur karena takut, tapi setelah diikuti mereka malah pergi ke ruang meeting.
Setelah sampai diruang meeting kejutan belum juga selesai, mereka kembali dibuat kaget dengan tiga orang yang berada didalam, satu pria, satu wanita dan satu kakek-kakek. Bisa kalian tebak siapa yang ada didalam?
Yup, didalam sudah ada kakek Ares dari AD CORP, Alvin dari AKK GROUP dan Black yang mewakili nenek Ayu dari AP CORP.
Ketiga perusahaan yang sebelumnya sempat mereka incar untuk mengajukan kerja sama tapi mereka ragu, sekarang malah berada didepan mereka dengan bos yang sangat tidak mereka sangka karena selama ini mereka belum tahu tentang siapa bos dari ketiga perusahaan itu.
“Kalian niat mau kerja sama gak sih? lama banget, kerjaan saya bukan hanya nungguin kalian doang, kalau kalian gak mau kerja sama kita juga gak akan rugi, kita hanya menghargai perjuangan Astrea, kalau kalian juga gak bisa menghargai waktu kita mending gak usah berfikir mau kerja sama,” Cerocos bumil yang sudah lelah menunggu karena sebenarnya Black sekarang sedang menikmati waktunya bersama para dokter ganteng tapi harus menggantikan nenek Ayu.
“Maaf, kita tak bermaksud untuk membuat kalian menunggu.”
“Yaudah sekarang ayo bahas, dokumen kalian bertiga nanti nyusul, kalian presentasikan saja dulu,” Jawab Alvin yang tahu kalau Bintang dan kedua temannya pasti tidak membawa dokumen mereka.
Mereka membahas kerjasama dengan sangat serius, disini Black tidak tersenyum sama sekali, perasaan kesalnya sudah sangat menguasai dirinya, dia bisa profesional tapi tak bisa tersenyum.
“Gimana, ada pertanyaan?” Tanya kakek Ares.
“Tidak, kita semua sudah paham.”
“Baik, kalau gitu kita sudahi saja meeting kali ini.” Kakek Ares berdiri dan menjabat tangan empat orang didepannya diikuti Black dan Alvin.
“Akhirnya, ayo pulang, masih banyak kerjaan gue.” Black berjalan dengan perasaan sangat kesal.
“Kenapa kek?”
“Biasalah, tadi di resto ada yang bikin masalah giliran baru seneng disuruh gantiin nenek ke kantor orang yang bikin dia kesal, gitulah ngambek.” Alvin menatap tajam Andra yang sekarang hanya bisa menunduk.
“Sekali lagi kalian bikin Black kesel, kerja sama kita langsung putus saat itu juga,” Ancam Alvin membuat keempat orang dibelakangnya menunduk diam, hilang sudah kewibawaan mereka di depan kakek Ares dan Alvin.
“Jangan pedulikan mereka, mending kamu kejar Black, bujuk dia biar gak ngambek.” Alvin mengangguk lalu berlari mengejar Black yang sudah jauh.
Setelah berlari sekitar sepuluh menit akhirnya Alvin bisa mengejar Black. “Tungguin gue dulu dong.”
“Kelamaan, gue udah males disini, pengen pergi.”
“Pergi kemana?”
“Kemana saja, tapi kayaknya gue mau ke butik.”
“Yasudah ayo kita ke butik, sekalian gue mau cek stok di butik lo soalnya pesanan lo kemarin belum bisa dikirim.”
“ALVIN, BAHAN ITU MAU GUE JAHIT BESOK.”
“Gak usah teriak, besok gue jamin bisa sampai, lo kerjain desainnya dulu biar besok bahannya datang bisa langsung dikerjakan.”
“Oh iya gue mau tanya, kenapa lo mau bantuin Astrea?”
“Astrea adalah orang yang paling lo benci dulu, jika mengerjainya dulu tidak bisa gue harap sekarang bisa.”
“Maksud lo meskipun kita bantu Bintang dan yang lain, Astrea tetap akan ditangkap?”
“Yup, ada banyak bukti kesalahan Astrea yang sudah gue serahkan ke polisi, tapi tenang gue akan siksa dia dulu sebelum ditangkap.”
“Lo memang terbaik, terus buat Bintang gak ada rencana buat ngerjain dia?”
“Gak mungkin kalau gak ada dong?” Jawab Alvin sambil tersenyum dengan arti yang sudah Black tahu.
BERSAMBUNG.