NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17# Papa Harun x Papa Andi

Papa Andi dan mama Nirma siang itu menyempatkan diri mengunjungi Rega di rumah sakit, selain itu mereka juga ada tujuan lain bertemu dengan papa Harun dan mama Indah. Seperti yang mama Indah katakan kemarin, dia dan papa Harun yang akan menjelaskan pada ke dua orang tua Karin soal acara pernikahan Aiden dengan Karin.

Untuk saat ini mama Indah dan papa Harun tidak mungkin keluar dari rumah sakit, mereka tidak mau meninggalkan Rega kecuali istirahat sebentar di hotel.

“Mau beli buah tangan apa, pa?” mama Nirma bertanya pada suaminya, hubungan mereka sudah membaik semenjak kemarin. Tepatnya malam kemarin mama Nirma tergugu di hadapan suaminya, dia minta maaf dan mengaku salah pada papa Andi.

Papa Andi melihat arlojinya, saat itu sudah menjelang makan siang. “Beli makan siang saja, ma! Aku yakin Harun dan Indah belum makan siang,’

Mama Nirma mengangguk, mereka lantas mampir dulu untuk membeli makan siang.  Sampai di rumah sakit mereka berdua bergegas menuju gedung ICU tempat Rega dirawat, mama Nirma antara ragu dan malu bertemu dengan mama Indah. Terlebih setelah kejadian tempo hari di rumahnya waktu itu, dari sejak itu baik dia maupun mama Indah belum saling berkomunikasi lagi. Mama Nirma tahu kondisi Rega dari Karin, hari itu kalau bukan karen suaminya mungkin saja mama Nirma tidak akan ke sana.

“Mama ini ngapain sih? Jalan kayak siput,” protes papa Andi.

Mama Nirma mencebik, suaminya itu memang tidak peka kalau istrinya sedang merasa tidak enak hati. Mama Nirma sedang memikirkan kata-kata yang pas bagaimana harus menyapa mama Indah nanti.

"Laki-laki kapan pekanya sih?" gumam mama Nirma.

“Bukan tidak peka, ma. Tapi mana bisa papa baca pikiran sama isi hati mama maunya apa. Tinggal bilang apa yang mama mau susahnya di mana?” balas papa Andi, dia lantas menungu sang istri yang masih tertinggal satu langkah di belakangnya.

“Mama harus menyapa mbak Indah bagaimana ya, pa?”

Papa Andi mengerutkan dahinya. “Tinggal menyapa seperti biasanya lah, ma. Memangnya kenapa?” dia belum mengerti kalau mama Nirma merasa canggung saat bertemu dengan mama Indah nanti.

“Papa lupa ya? Beberapa hari lalu kan aku sama mbak Indah habis bertengkar,” kesal mama Nirma.

Papa Andi terkekeh. “Kalian ini para ibu-ibu selalu saja ribet sendiri, sapa tinggal nyapa. Kalau tahu salah ya minta maaf,”

“Ck… Wanita itu beda, pa. Ya semacam tidak mau ngalah,”

“Itu mama tahu. Berarti ngaku kan kalau selama ini mama begitu juga,” skakmat papa Andi pada sang istri dan mama Nirma hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

Papa Andi tersenyum tipis, dia lalu menggenggam tangan kanan istrinya tersebut. Mata mama Nirma berbinar menatap tangan yang sedang digenggam papa Andi, mereka berdua menuju ruang ICU.

“Itu mbak Indah sama bang Harun, pa!” tunjuk mama Nirma kearah mama Indah dan papa Harun baru saja keluar dari ruang ICU.

“Harun!” panggil papa Andi.

Papa Harun mencari sumber suara yang memanggilnya, dia tersenyum saat melihat sahabatnya dari kejauhan memanggil dan menghampirinya. Mama Indah mengikuti arah pandang suaminya, dia tidak heran jika papa Andi dan istrinya datang berkunjung. Mereka menyambut kedatangan mama dan papa Karin dengan senyuman, dan mama Nirma melihat itu. Sama sekali tidak ada dendam dari sorot mama Indah padanya, dia merasa lega.

Mama Nirma membalas senyuman mama Indah, dia langsung memeluk istri papa Harun. Mama Indah membalas pelukan mama Nirma dengan hangat.

“Maaf baru bisa datang sekarang, mbak. Rega pasti sembuh,” ucap mama Nirma saat mereka sudah mengurai pelukan.

“Tidak apa-apa, Nirma. Rega juga belum boleh di kunjungi banyak orang,” jawab mama Indah.

“Sebaiknya kita ngobrol di taman dekat sini. Biar lebih nyaman, yuk!” ajak papa Harun diangguki mereka semua.

“Kami juga bawa makan siang. Sekalian kita makan siang bersama,” papa Andi mengangkat barang bawaannya.

Mereka berempat duduk saling berhadapan, tentu di samping adalah pasangan masing-masing. Mereka lebih dulu makan siang sebelum membicarakan soal Aiden dan Karin, mama Nirma bahkan membuka bungkus makanan yang dia beli. Dia memberikan lebih dulu pada mama Indah dan papa Harun. Berikutnya barulah dia menyajikan makan siang untuk suami dan dirinya sendiri.

“Terimakasih untuk makan siangnya Andi, Nirma. Kami bersyukur berada di tengah-tengah orang baik di saat seperti ini,” ucap papa Harun.

“Kalian adalah orang baik, begitu juga dengan Rega. Tidak heran kalau kalian di kelilingi orang-orang baik juga,” balas papa Andi. “Apa yang kami bawa tidak pernah sebanding dengan bantuanmu di waktu lalu pada keluargaku,” lanjut papa Andi.

Semua kejayaan keluarga Darmawan memang tidak lepas dari bantuan papa Harun dan juga papa Huan, papa Andi tidak bisa memungkiri hal tersebut. Terlebih perusahaan Darmawan yang berdiri tegak hari ini adalah saksi jika papa dari Rega maupun papa dari Rhea ikut andil di dalamnya.

Perbincangan yang awalnya ringan berubah menjadi lebih serius, papa Harun mulai membicarakan tentang rencana Aiden yang berniat meminang Karin menjadi istrinya.

“Andi, Nirma. Tujuanku meminta kalian datang ke mari pasti kalian sudah bisa menebaknya, bukan?” ucap papa Harun.

“Tentang Aiden dan Karin?”

“Kamu benar, Andi. Sebelumnya atas nama keluarga Setyadarma aku minta maaf karena kesalahan yang di lakukan Aiden, walaupun hal itu terjadi secara tidak sengaja dan atas tindakan orang lain menjebak mereka. Tetap saja Aiden salah dan itu tidak di benarkan, mereka memang sudah sama-sama dewasa. Tapi bukan berarti mereka bisa berbuat di luar batas,”

“Aku dan Nirma juga harus minta maaf padamu dan Indah. Kami menjadi salah satu penyebab Rega ada di sana!” tunjuk papa Andi pada ruangan bertuliskan ICU. “Sampai saat ini kami juga kehilangan jejak Rhea,” imbuhnya, mama Nirma terlihat menunduk. Dia juga meras bersalah atas semua yang terjadi, dia mungkin adalah orang yang paling berperan atas kekacauan yang terjadi.

Bahkan bukan dirinya yang menerima karmanya, melainkan Karin putri yang dia sayangi.

“Tidak ada yang menginginkan semua musibah ini terjadi, Andi. Begitu juga denganmu dan Nirma, tapi semua sudah terjadi. Ini adalah ujian hidup untuk kita semua, selama ini kita mungkin terlalu sombong. Terlalu serakah dan mementingkan dunia, sampai kita lupa semua ini bukan milik kita sepenuhnya. Semua hanya titipan dan kita sedang tergelincir, beruntung kita masih terselamatkan. Meskipun pengingatnya bukan hujan rintik melainkan hujan badai,” papa Harun memang sudah mulai menerima semua yang terjadi pada putranya, saat ini yang mereka bisa lakukan adalah berusaha dan juga berdoa.

Mama Indah tersenyum pada suaminya, dia meraih tangan papa Harun. Menggenggam tangan kanan papa Harun dengan ke dua tangannya, dia menepuk lembut tangan sang suami. “Kita bahas Aiden dan Karin dulu, pa!” mama Indah mengingatkan.

“Aku dan Indah sudah memutuskan agar Aiden dan Karin menikah minggu depan. Menggunakan semua fasilitas pernikahan milik Rega dan Rhea,” ucap papa Harun tegas. “Aku tidak mau ada penolakan darimu maupun Nirma, Andi. Biarkan Aiden memberikan pernikahan yang layak untuk Karin,” lanjut papa Harun.

“Aiden juga sudah seperti putra kami Andi, Nirma. Aku yakin Rega ataupun Rhea tidak akan keberatan dengan hal tersebut,” imbuh mama Indah.

Mama Nirma mengusap ke dua sudut matanya, cairan bening itu tak mampu lagi dia bendung meskipun berusaha dia tahan sekuatnya. Mama Indah lantas meraih tangan calon besannya tersebut, dia tersenyum pada mama Nirma.

“Jangan membebani dirimu dengan rasa bersalah lagi, Nirma. Semua yang terjadi adalah takdir, tapi ada satu hal yang aku minta darimu. Temui Rhea dan minta maaf padanya,” lembut mama Indah ucapkan pada mama Nirma.

Mama Nirma mengangguk.

“Dengan begini semoga semua menjadi lebih baik, Andi. Aku sudah mengarahkan Aiden dan juga memberitahu WO kalau Aiden dan Karin yang akan menikah, untuk undangan beruntungnya kita hanya mengundang keluarga dekat. Mereka semua akan di beritahu ulang mulai hari ini,” papa Harun seolah melepaskan satu beban di pundaknya.

“Sekali lagi aku dan Nirma berterimakasih padamu dan Indah. Kami banyak berhutang budi pada kalian,” papa Andi berdiri, dia menghampiri papa Harun yang juga ikut berdiri. Mereka berdua berpelukan. “Semoga Rega segera bangun dan sembuh, aku yakin Rhea tetap akan menjadi masa depan Rega. Mereka sebenarnya pasangan yang cocok,” lanjutnya.

Sore itu papa Andi dan mama Nirma pulang dengan hati yang lebih lega, meskipun mereka belum mengenal orang tua kandung Aiden. Tapi adanya papa Harun dan mama Indah membuat ke dua paruh baya tersebut merasakan Karin di terima dengan baik.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

1
partini
aiden untuk saat ini kamu lelaki terBeGE,dammm letoyyyyyy
partini
yg ini full mengseddih
partini: iya ,kan di sebelah mereka mau pindah kan yg itu udah tau ceritanya
sebelum pindah pastinya ada huru. hara yg bikin Aiden melek matanya
itu yg bikin aku penasaran yg sekarang belum
total 2 replies
muthia
ulat bulu ulat bulu
muthia: harus 🙏❤❤
total 2 replies
muthia
semangat thor selalu di tunggu up nya 🙏❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk
total 1 replies
partini
ibu mertua lucknat
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭 hrs dibasmi pke roundap kalo kata aretha sm viam
total 1 replies
muthia
semangat dan sehat selalu 🙏❤
muthia
baru sempat hadir, banyak acara tetangga🙏🙏
muthia: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
partini
Alvin cadel,, kalau merujuk dr novel sebelah agak lelet si aiden ya Thor bakal elus dada lama si Karin
partini
masa lama ya Thor drama rumah tangga nya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): engga ka... klo g keblabasan 2 eps nnti lgsg loncat ke alvian yg 3 thn.
total 1 replies
Zea Rahmat
emang otaknya gesrek.... kaga ada hubungan neeee🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 dia msh denial
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): smg nnti ato bsk bs lbh dr 2 ya kk..
total 1 replies
Zea Rahmat
alur mundurnya jgn kelamaan ya ka🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kagak sist... hbs ini kan mrk nikah. di part rhea kan mrk nongol dikit.. 🤭
total 1 replies
Zea Rahmat
disini blm ketemu Aiden ya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hbs ini ketemu... knnpas otw rega kec ini
total 1 replies
Zea Rahmat
ternyata karin pura2 jd antagonis🤔🤔
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 gara2 slh phm doangqsbnrny, sm dicekokin maknya
total 1 replies
Zea Rahmat
ouhh pantes alvian nempel ke Rhea... udh di ulti am emaknya🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk msh sebiji polong aja udh diulti maknya 🤣
total 1 replies
partini
ok lanjut Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk 🤭❤️
total 1 replies
Zea Rahmat
pecah telor juga ka🤭🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lama y sist....aq blm pernh soalekan nulis kish yg ada ksus diawl lgsg hamidun... jd tu mkr dl majju mundur syantik wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!