NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Adik ipar Arya****

TAMU TAK DIUNDANG

Sore itu , langit mendung gerimis membasahi rumput dihalaman rumah. Rumah Pak Arya lagi rapi karena Bailla baru ngepel. Kebetulan Mpok Mur lagi ada urusan kerumah saudaranya jadi perkerjaan rumah Bailla yang hendel.

Ketika semua sedang asyik bermain diruang tengah, ruang yang menjadi tempat paforit keluarga selain meja makan. Tiba-tiba bel berbunyi "Ting tong..Ting tong"

Ara berlari kepintu. Setelah pintu dibuka muncul sosok perempuan yang usianya diperkirakan sekitar 30 tahun dengan tinggi badan sekitar 160 cm, dengan menggunakan baju kemeja hitam dipadupadankan dengan celana Levis.

Ara seketika berteriak gembira sambil memeluk sosok wanita tersebut

"Tante Lastri... Tante Lastri datang...". Teriak Ara dengan gembira Sambil mengandeng lengan Lastri untuk masuk kedalam.

Arbil yang lagi nyapu, Ara yang lagi ngemasin mainan dan Bailla yang baru selesai nyuci piring spontan melihat kearah Ara.

"Tante Lastri..." Arbil seperti tidak percaya. Karena sudah hampir 5 tahun Tante nya tidak pulang karena kerja ke Kalimantan. Waktu meninggalnya Sarah dia tidak bisa datang karena ada perkerjaan yang gak bisa ditingalkan.

"Arbil udh besar kamu nak...udh kelas berapa sekarang ??" Tanya Lastri sambil memeluk ponakannya itu.

"Kelas 11 Tante". Kapan Tante tiba?? Kenapa gak kasih tau dulu". Tanya Arbil

"Kejutan dong Bil heheh. Tante kemarin datang nya. Oh ya Ara Aya sini Tante ada oleh-oleh".

Ara dan Aya berjalan mendekati tantenya. Dua buah boneka Labubu warna Pink dan Ungu paforit Ara dan Aya.

"Trimakasih Tante...jawab mereka serentak.

Sementara Arbil diberi oleh-oleh jaket kulit warna coklat. Jaket yang lagi trend dikalangan anak muda sekarang.

Sementara disudut dapur Bailla hanya bisa bengong menyaksikan adegan pertemuan Tante dan ponakan itu.

"Oh ya.. Papa mu manak nak belum pulang dari kantor kah??? Tanya Lastri lagi Tampa memperhatikan Bailla yang masih bengong sendiri.

"Iya Tante dirumah hanya ada kami dan Kak Bailla ". Jawab Arbil sambil melihat kearah Bailla.

"Oh ini Bailla ibu tiri kalian ya.." Kenalkan saya Lastri adiknya kak Sarah" Lastri mengulurkan tangannya untuk menyalami Bailla.

"Bailla menyambut dengan senyum manisnya "saya Bailla istri nya Pak Arya ". Jawab Bailla

"Iya... Masih muda ya ibu tiri kalian ya Bil" Tanya Lastri dengan penekan dibagian 'Ibu tiri'.

Arbil hanya mengangguk, kurang suka dengan kata 'Ibu tiri'. Karen selama ini dia masih nyaman dengan sebutan kakak.

"Mbak Bailla masih kuliah ya...??". Tanya Lastri lagi.

"iya mbak.. Sekarang sudah semester akhir". Jawab Bailla seperti di interview.

Bailla bisa merasakan atmosfer berbeda ketika Lastri tiba. terutama Arbil dia seperti enggan lepas dari wajah Lastri. Wajah Lastri hampir mirip kak Sarah. Mungkin Arbil teringat dengan mamanya dulu.

Pak Arya baru tiba dirumah, baru melepas sepatu proyek.

ketika keruang tamu Matanya langsung tertuju kearah sosok Lastri yang mirip dengan Sarah almarhum istrinya dulu. Dengan kaget ia menyapa Lastri

"Lastri? Tumben ke sini. Kok gak ngabarin dulu?"

"Yee... rumah abang sendiri masa harus pake surat izin, Bang?" Matanya jelalatan ngeliat ke arah Bailla yang datang membawa nampan Air teh dan camilan.

Pak Arya narik tangan Bailla. Untuk duduk didekat nya.

"Las, kenalin. Ini Bailla, istri Abang."

"Tadi udh kenalan bang, tapi kalau mau kenalan lagi boleh lah..hehe". " tadi pertama lihat saya kira temannya Arbil". ujar Lastri sambil tertawa kecil.

"Iya Alhamdulillah rezeki dikasih yang lebih muda las,"

"Anak-anak udh pada besar-besar ya bang" Seandainya kak Sarah masih hidup pasti bahagia melihat anaknya tumbuh dengan sehat.

"Eh iya... Mereka terurus dengan baik Apalagi semenjak ada Bailla "

"Arbil kamu harus dengerin ya apa kata ibu tiri kamu, walaupun berbeda dengan almarhum mama mu dulu tapi dia adalah pasangan ayah mu sekarang". Perkataan Sarah masih enggak enak didenger.

"Iya bedalah Tante diakan bukan mama...". seru Arbil sambil berlalu dengan ekspresi kurang suka.

Arya yang sedari tadi duduk disamping Bailla langsungg menggenggam tangan Bailla. dia sadar Bailla merasa tidak nyaman dengan situasi ini

Bailla diem. Tangannya masih menggenggam tissu. Senyumnya hambar. Pak Arya langsung pegang pundak Bailla, ngode "sabar".

*Mulai Menabur Racun*

Di kamar Arbil duduk termenung dimeja belajarnya. Sambil memandangi foto Almarhumah ibu nya yang masih terletak manis dimeja belajarnya.

"Arbil....Tante masuk ya ."Panggil suara dari luar.

"Iya Tante silakan mauk". Jawab Arbil dari dalam.

"Sayang Tante... udah gedean aja kamu." Langsung dipeluk, dicubit pipi. "Tambah ganteng. Mirip almarhumah emak kamu pas muda."

Arbil senyum, tapi kurang nyaman. Lastri pura-pura tidak melihat reaksi Arbil.

"Bang Arbil kenapa makin kurusan. dulu waktu Tante main kesini waktu almarhumah mama kamu masih hidup kamu gendut sampai Tante panggil kamu Arbil gendut. Pipinya udh kayak bakpao. Makan aja disuapin mama kamu."

Arbil terdiam Serba salah. Disudut hati nya ia sudah nyaman dengan kehadiran Bailla disisi lain dia gak ikhlas kalau Mamanya dibandingkan dengan Ibu tiri.

"Sayang... Arbil sudah gede sekarang jadi Arbil harus ikhlas Kalau Papa Menikah lagi. Walaupun nanti mungkin lambat laun foto mama mu yang ada dinding akan berganti dengan foto ibu tiri, itu namanya siklus kehidupan". Lastri mulai Menabur racun dihati Arbil.

Arbil masih terdiam. Melihat reaksi Arbil Lastri semakin semangat Menabur racunnya lagi.

"Tante sayang sama Arbil, Ara dan Aya. Kalian adalah anak-anak Tante. Sampai dunia kiamat pun kalian tetap anak Tante". "Misalkan suatu hari nanti Bapak sama ibu tiri dapat anak lagi, Tante siap memperhatikan dan mengurus kalian".

Arbil semakin terlihat rasa tidak sukanya mendengar perkataan Tante Lastri.

"Tante Kak Bailla orang nya baik, Sampai sekarang dia masih rela kami panggil kakak. Malahan tidur aja baru-baru ini satu kamar sama Bapak. Arbil yakin dia akan tetap sayang sama kami.

"Iya sayang Tante pun dapat melihat kalau dia sayang sama kalian untuk sekarang...tapi yang namanya suami istri, tentu mereka mendambakan buah hati dari darah daging sendiri. Sudah pasti itu.... Suatu saat pasti akan terjadi". Dan itu gak bisa kita larang, itu hak mereka Bill".

"Sekarang Tante tanya Arbil. Apakah Arbi pingin dapat adek baru dari kak Bailla??. Pertanyaan Lastri masih bertoping kan racun.

"Gak tau Tante..." Jawab Arbil bingung

"Nah... Arbil aja gak bisa memastikan to..??. Begitu juga keadaan gak bisa kita pastikan". "Disini Tante mau bilang ke Arbil. Kalian harus siap jika suatu saat wajah dan nama mama Sarah akan tergantikan dengan wajah dan nama ibu yang sekarang kalian panggil Kakak, baik itu dihati bapak, dihati Ara dan dihati Aya". "Dan kamu harus ikhlas Arbil."

Badan Arbil mulai bergetar menahan amarah dalam dirinya. Dia belum siap jika keadaan itu terjadi.

"Udah... Udah. Arbil jangan terbawa perasaan. Semoga itu gak terjadi, tetapi jika itupun terjadi datang saja ketante ya.... Kasih sayang Tante sama seperti mama mu nak...!".

"Ingat ya Arbil... kamu sudah dewasa. Pembicaraan kita ini hanya sekedar kemungkinan - kemungkinan saja. Tante percaya Arbil akan bijaksana dalam menyikapinya".

"Oh ya Tante pulang dulu ya.... Kalau ada waktu Tante main kesini lagi, atau Arbil bisa sering-sering main kerumah Tante". Tante Lastri mencium kening Arbil. Sekilas Arbil melihat ada sosok mama diwajah Tante Lastri.. semakin membuat hati Arbil sakit.

Setelah pamitan ke Arya dan Bailla Lastri bergegas untuk pulang.

*Lastri memang sudah pergi dari rumah mereka tetapi racun yang ia sebarkan sudah masuk kehati penghuninya...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!