NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENJADI ISTRI KONTRAK ZAYN DEVANDRA

TERPAKSA MENJADI ISTRI KONTRAK ZAYN DEVANDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nirna Juanda

Aluna Maharani adalah gadis sederhana dengan hati yang terlalu tulus untuk dunia yang kejam. Hidupnya berubah dalam satu keputusan yang bahkan bukan miliknya—saat ayahnya memintanya menikah dengan Zayn demi sebuah alasan yang tidak pernah benar-benar ia pahami.
Ia menurut.
Bukan karena cinta, tetapi karena kepercayaan.
Namun di balik pernikahan itu, Aluna tidak pernah tahu bahwa semuanya hanyalah kesepakatan—sebuah ikatan tanpa perasaan yang memiliki batas waktu.
Lebih menyakitkan lagi, ia juga tidak tahu bahwa pria yang kini menjadi suaminya… telah lebih dulu memiliki seseorang.
Di rumah keluarga Devandra, Aluna bukanlah istri.
Ia hanya tamu yang tidak diinginkan.
Dingin, tekanan, dan tatapan merendahkan menjadi bagian dari hari-harinya. Namun di balik semua itu, Aluna tetap bertahan—dengan luka yang ia sembunyikan, dan rasa penasaran yang perlahan membawanya pada rahasia besar yang seharusnya tidak pernah ia ketahui

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirna Juanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Antara Status dan Kenyataan

POV Aluna

Semua terasa… janggal.

Paviliun itu.

Penjaga yang tiba-tiba muncul.

Larangan keras dari Nyonya Alice.

Dan Zayn—yang jelas-jelas keluar dari sana, tetapi seolah tidak ingin aku mengetahui apa pun.

Aku berhenti di tengah langkah.

Menghela napas panjang.

“Tidak mungkin ini kebetulan,” gumamku pelan.

Aku menatap ke depan, tetapi pikiranku jauh ke tempat lain.

Semua orang di rumah ini… seolah sepakat untuk menutup rapat sesuatu.

Tidak ada yang mau menjelaskan.

Tidak ada yang mau memberi alasan.

Hanya larangan.

Hanya perintah.

Dan semakin aku memikirkannya—

Semakin jelas satu hal bagiku.

“Mereka menyembunyikan sesuatu,Kalau memang tidak ada apa-apa… kenapa harus dijaga seperti itu?” lanjutku dalam hati.

Aku memejamkan mata sejenak.

Mengingat kembali setiap kejadian.

Bayangan semalam.

Zayn yang keluar dari dalam.

Penjaga yang berjaga ketat.

Dan sikap Nyonya Alice yang terlalu keras hanya untuk sebuah bangunan kosong.

“Tidak masuk akal,” gumamku lagi.

Tanganku mengepal perlahan.

Aku harus masuk ke sana,Namun aku tahu, kali ini aku tidak bisa gegabah

Aku sudah mencoba datang secara langsung.

Dan hasilnya?

Gagal.

Aku menghela napas pelan, mencoba menenangkan pikiranku

“Semua orang menutup rapat tentang itu,Apa sebenarnya yang di sembunyikan keluarga moster ini?” bisikku dalam batin

Lalu perlahan

Sudut bibirku terangkat.

Tipis.

Penuh arti.

"Aku akan masuk ke paviliun itu,apa pun caranya"ucapku dalam batin

Dan nanti

Aku tidak akan datang tanpa rencana

Namun hari aku harus fokus

Aku harus mencoba fokus.

Tatapanku tertuju pada buku di hadapanku, sementara suara guru pembimbing masih terngiang di kepalaku. Setiap kata berusaha kucerna, setiap kalimat kucoba pahami.

Namun entah kenapa… pikiranku terus terpecah.

Paviliun itu,belum lagi tentang Zayn yang membuatku kesal, seandainya dia ada di hadapanku,akan aku pukul wajahnya pakai buku tapi di depanku hanya ada pak pembimbing yang sedari tadi nyerocos mencoba aku pahami setiap penuturannya

belum lagi semua kejanggalan yang belum terjawab.

Aku menghela napas pelan, lalu mencoba kembali membaca.

“Fokus, Aluna…” bisikku.

Namun sebelum aku benar-benar tenggelam dalam bacaan—

Klik.

Pintu kamarku terbuka tanpa permisi.

Aku menoleh.

Dan seketika, suasana hatiku berubah.

Selena.

Ia berdiri di ambang pintu, dengan senyum tipis yang entah kenapa selalu terasa merendahkan.

“Sepertinya kamu cukup sibuk,” ujarnya santai.

Aku menutup bukuku perlahan.

“Ada keperluan apa?” tanyaku datar.

Selena melangkah masuk tanpa diundang, matanya menyapu isi kamar seolah sedang menilai sesuatu.

“Aku hanya ingin melihat,” katanya ringan, “seberapa keras kamu berusaha untuk… bertahan di sini.”

Aku tidak menjawab.

Aku hanya menatapnya.

Selena tersenyum lagi, kali ini lebih tajam.

“Kamu tahu, bukan?” lanjutnya. “Aku dan Zayn saling mencintai.”

Aku tetap diam.

Namun tanganku perlahan mengepal di atas meja.

“Kami saling memiliki,kami saling menyalurkan hasrat dan gejolak cinta,” katanya lagi, dengan nada yang penuh penekanan. “Itu bukan hal baru.”

Aku menarik napas dalam.

“Lalu,apakah aku harus tepung tangan untuk cinta sempurna kalian itu?” tanyaku, meskipun aku sudah mengerti arah pembicaraan ini.

Selena mendekat sedikit.

“Jangan berpura-pura tidak tahu,atau mencoba tegar,” bisiknya. “Kamu sudah melihatnya sendiri.”

Aku menatapnya lurus.

“Dan?” tanyaku singkat.

Selena sedikit terkejut dengan reaksiku yang tidak seperti yang ia harapkan.

Namun ia segera tersenyum lagi.

“Kamu ini benar-benar…” ia menggeleng pelan. “Gadis bodoh yang mudah diperdaya.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Namun anehnya—

Aku tidak langsung marah.

Aku hanya menatapnya lebih dalam.

“Apa Sudah selesai,sebaiknya kamu pergi dari kamarku ?” usirku tenang.

Selena mengerutkan kening.

“Apa Kamu tersinggung, sehingga kamu mengusir ku?”

“Apa yang harus aku tersinggungkan?” balasku. “Kata-katamu tidak mengubah apa pun.”

Selena mendengus pelan.

“Kamu terlalu percaya diri untuk seseorang dalam posisimu,” ujarnya. “Atau mungkin… kamu memang tidak sadar?”

Aku berdiri perlahan.

“Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan,katakan saja ,dan jangan mengganggu waktu belajarku?” tanyaku.

Selena tersenyum tipis.

“Baiklah, aku akan bicara langsung,” katanya. “Dalam satu tahun, kamu akan ditendang dari rumah ini jika tidak hamil.”

Tubuhku sedikit menegang.

Namun aku tidak menunjukkan apa pun di wajahku.

Selena melanjutkan, suaranya semakin pelan namun tajam—

“Dan bagaimana kamu akan hamil… jika Zayn saja tidak ingin menyentuhmu?”

Hening.

Kalimat itu menggantung di udara.

Menusuk.

Namun kali ini—

Aku tersenyum.

Tipis.

Namun jelas.

“Itu berarti aku beruntung,” kataku tenang.

Selena mengerutkan kening.

“Apa?”

Aku menatapnya lurus.

“Jika aku bisa keluar dari rumah ini,” lanjutku, “itu adalah kebahagiaan bagiku.”

Selena terdiam sejenak.

Jelas tidak menyangka jawaban itu.

“Bebas,” kataku lagi. “Tanpa harus berada di tempat yang penuh dengan… kepura-puraan.”ucapku lagi

Tatapan Selena berubah.

Lebih dingin.

“Jadi kamu tidak peduli?” tanyanya.

“Apa yang harus aku pedulikan?” balasku. “Hubungan kalian? Itu bukan urusanku.”

Selena tertawa kecil.

“Menarik,” katanya. “Sangat menarik.”

Ia melangkah mendekat, kini berdiri tepat di hadapanku.

“Namun kamu lupa satu hal,” lanjutnya.

Aku menatapnya tanpa berkedip.

“Apa itu?”

Selena tersenyum tipis.

“Kamu tetap akan keluar dari sini sebagai seorang janda.”

Hening.

Aku menatapnya beberapa detik.

Lalu—

Aku tersenyum.

Lebih lebar dari sebelumnya.

“Lebih baik menjadi janda,” kataku pelan namun jelas, “daripada bertahan dalam hubungan yang… tidak pernah benar-benar ada.”

Wajah Selena berubah.

Untuk pertama kalinya—

Aku melihat sedikit celah di ekspresinya.

Aku melanjutkan dengan tenang,

“Setidaknya, sebagai janda… aku bebas menentukan hidup aku sendiri,satu hal lagi yang harus kamu tahu, kamu bertahan dirumah ini karena cintanya Zayn,tapi cobalah berpikir jika dalam satu tahun aku bisa mengubah segalanya termasuk suami itu,apa lagi yang akan membuatmu bertahan di rumah DEVANDRA,jadi berhati hatilah”ucapku sembari menepuk nepuk pundaknya yang membuat Selena mendengus kesal

Aku melangkah melewatinya.

“dan Tidak seperti seseorang yang harus berbagi,” tambahku ringan.

Selena berbalik cepat.

“Apa maksudmu?”

Aku berhenti sejenak, lalu menoleh sedikit.

“Aku yakin kamu cukup mengerti,” kataku singkat.

Lalu aku melanjutkan langkahku.

Meninggalkannya di sana.

Namun begitu pintu tertutup—

Senyumku perlahan menghilang.

Aku bersandar pada pintu.

Menutup mata sejenak.

Napas panjang keluar dari bibirku.

“Kuat, Aluna…” bisikku pelan.

Karena di balik semua itu

Aku tahu.

Ini baru permulaan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!