Hai hai hai ini karya kedua Author ya.
Menceritakan seorang perempuan yang sangat dingin dan datar jika dengan orang yang baru di kenalnya, tetapi jika dengan keluarga dan orang terdekat nya dia ramah dan juga jail.
Ada suatu kejadian sehingga membuat dia menjadi gadis yang sangat dingin dan datar.
Kejadian di mana saat seseorang yang sudah di anggap first love olehnya pergi tanpa pamit dengannya sehingga membuat dia menjadi gadis yang tidak pernah ingin berhubungan dengan laki laki manapun selain Daddy dan Abangnya.
Namun dia dan Sahabatnya memiliki sifat yang bar bar dan juga tomboi, suka tawuran sehingga membuat mereka berkali kali di keluarkan dari sekolah, namun tidak membuat mereka jera.
Mereka bertiga memiliki hobi yang sama, yaitu Tawuran, Berantem dan juga Balapan, bukan karena apa, tapi semua itu hanya sekedar untuk permainan mereka saat mereka bosan.
Apakah Adiba Shakilla Atmarini Rahardian di pertemukan dengan seseorang yang sudah di anggap firs love nya itu ??
Bagaimana cerita selanjutnya ? Yuk kita ikuti ceritanya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulida_ap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BG_Eps 17
Tama menghembuskan nafasnya kasar dan mulai menjelaskan tentang kejadian saat dia di sekolah, sehingga membuat Killa menjadi marah dan salah faham dengannya.
" Seperti itu ceritanya Mom Dad " ucap Tama lesu
" Kau ini, jelas saja Ade kamu marah, mungkin karena dia cemburu dengan mu Tama, kamu tau sendiri kan semenjak dia pergi Killa menjadi gadis yang dingin dan datar, bahkan dia sangat cuek dengan sekitarnya, hanya dengan kamu saja dia bersikap hangat dan manja " ucap Mommy.
" Aku mengerti mom " jawab Tama sendu.
" Coba kamu bujuk dulu princes, siapa tau dia mau bicara dengan mu lagi " usul Daddy.
" Tapi Dad, aku udah mencoba ngobrol sama dia, tapi dia selalu menghindar dari aku " jawab Tama.
" Kamu " belom sempat Mommy melanjutkan ucapannya terdengar suara teriakan Killa dari dalam kamar.
Aaaaaaa teriakan Killa menggema.
membuat Aditama, Rini dan Tama sangat khawatir, mereka bertiga bergegas untuk pergi ke kamar Killa.
" Daddy Mommy, ada apa dengan Killa ?" tanya Tama khawatir.
" Mommy juga tidak tau Tama, kita lihat saja ayo Daddy " ucap Mommy tak kalah khawatir.
" Ayo ayo " jawab Aditama berlari di ikuti Rini dan Tama dari belakang.
Sesampainya di depan kamar Killa, Aditama berusaha menggedor pintu kamar Killa namun tidak ada sahutan.
" Killa sayang ini Daddy sayang, buka pintunya sayang " bujuk Aditama lembut.
" Killa, De ini Abang sayang, tolong buka pintunya de, kamu kenapa ?" tanya Tama khawatir.
" Bagaimana Daddy ? " tanya Rini yang sudah menangis.
" Tidak ada sahutan mom " jawab Aditama frustasi.
" Ini semua salah aku Mom Dad, coba saja aku lebih awal menjelaskan semuanya kepada Killa, dia pasti tidak begini " ucap Tama frustasi menyalahkan dirinya.
" Kamu yang sabar sayang, coba Daddy ketuk sekali pintunya " ucap Mommy berusaha tenang.
Aditama berusaha mengetuk pintu kamar Killa namun tidak ada suara sama sekali membuat Aditama tambah khawatir.
" Nyonya, Tuan, Tuan muda " panggil salah satu pelayan tergesa-gesa dan terlihat jelas wajah khawatir dan wajah ketakutan nya.
" Ada apa bi ?" tanya Rini.
" Nyonya Tuan, nona " jawabnya terbata.
" Kenapa dengan adik saya bi ? tolong bicara yang jelas " desak Tama.
" Nona Muda pingsan dan banyak mengeluarkan darah tuan muda " jawabnya menangis.
" Apa ? bagaimana bisa dan dimana dia ? bukannya dia berada di dalam kamar ?" teriak Tama marah.
" Sabar Tama, biarkan bibi berbicara " ucap Rini menenangkan Tama.
" Cepat katakan bi " desak Aditama.
" Suami saya saat membersihkan halaman belakang mansion, tidak sengaja melihat nona muda loncat dari atas balkon kamarnya tuan " jawab bibi menangis histeris
" Apa ?" teriak Aditama dan Tama sedangkan Rini pingsan.
" Tolong bawa istri saya ke rumah sakit cepat " teriak Aditama mengema.
Sedangkan Tama berlari ke belakang mansion untuk melihat keadaan Killa.
" Killa sayang bangun " teriak Tama histeris.
" Pa tolong bawa Ade saya kerumah sakit pa segera " ucap Tama frustasi.
" Baik tuan muda " jawab supir pribadi keluarga Rahardian.
" Daddy " teriak Tama.
" Tama bagaimana dengan adik mu ?" tanya Aditama khawatir.
" Killa banyak mengeluarkan darah Daddy, Daddy ini semua salah Tama Daddy " ucap Tama frustasi.
" Tenang sayang, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri.
" Tuan muda mobilnya sudah siap " ucap Supir.
" Baik pa " jawab Tama mengangguk dan langsung mengangkat Killa dan membawanya ke dalam mobil.
" Tolong cepat pa bawa mobilnya " ucap Tama.
" De bangun de, Abang mohon bertahan lah de " tanpa sadar air matanya keluar dan tangisTama pun pecah.
( Bersambung )
Tp kok penculiknya ingat saja wajah Killa kan sekarang udah gede,apa motif jya menculik Killa lagi setelah sekian lama🤔🤔🤔🤔