NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi setelah itu...

Leya menggeleng cepat. "Enggak-enggak! Aku mau mandi." Leya turun dari ranjang. Tapi ia kembali terduduk karena rasa nyeri pada area intinya.

"Aduuh!"

"Kamu kenapa sayang?" Angkasa menghampiri dan berjongkok dihadapannya.

"Sakit!" keluhnya dengan wajah yang meringis kesakitan.

Angkasa mengangkat tubuh kekasihnya, membawanya ke kamar mandi.

"Mas jangan macam-macam ya!" ancam Leya, berusaha menutupi tubuh polosnya dengan tangan.

Angkasa mendudukkan Leya diatas closet. Gemas melihat tingkah Leya yang selalu sukses membuatnya tersenyum. "Mas udah lihat semuanya!" ucapnya pelan dan santai.

Leya melotot, tangan kanannya langsung bergerak bebas menuju pinggang kekasihnya.

"Aarrgh! Sakit sayang!" Angkasa mengaduh, saat Leya mencubit pinggangnya dengan kuat.

"Biarin! siapa suruh usil!" Leya melepaskan cubitannya, ia melipat kedua tangannya di dada sambil membuang pandangan.

"Iya-iya Mas salah! gak akan godain kamu lagi!" ucapnya.

Angkasa menuju bathtub. Menyiapkan air hangat yang dicampur dengan aroma esensial yang menenangkan. Ia tahu tubuh Leya saat ini pasti pegal serta sakit luar biasa. Dan, berendam dengan air hangat bisa jadi solusinya.

"Mas mau apa?" tanya Leya, ketika tubuhnya kembali melayang dalam gendongan.

Angkasa tak bicara. Ia memasukkan Leya dengan hati-hati ke dalam bathtub dengan suhu air yang pas.

"Uugh!" Leya melenguh, nyaman. "enak banget!" Ia menutup mata, menyandarkan punggungnya sambil menikmati enaknya berendam.

Angkasa menyusul. Seharian ini ia full ingin bersama Leya. Demi hari ini, ia sudah meminta Rudi untuk mengatur ulang jadwal beberapa meeting hari ini. Serta ia dengan sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak diganggu oleh siapapun. Karena waktunya hanya untuk sang kekasih. Meski mereka harus terus di dalam kamar, agar tidak ketahuan oleh siapapun.

"Mas ngapain disini?" Leya kembali membuka mata, saat melihat Angkasa sudah berendam di sampingnya.

Angkasa tersenyum. "Berendam bareng kekasihku!" jawabnya.

"Memangnya Mas gak ke kantor?"

Angkasa menggeleng. Dan hal itu membuat Leya bingung tentu saja. Karena setahunya, Angkasa itu tipe pria yang lumayan gila kerja. Hingga dihari kerja seperti ini, sangat jarang sekali ia mau libur.

"Hari ini Mas ingin menemani kamu! Siapa tahukan kamu menginginkannya lagi?" goda Angkasa, menarik turunkan kedua alisnya.

Leya kembali mencubit pinggangnya. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya.

"Sakit sayang!" Angkasa merintih, tetapi ia tidak berniat untuk menjauhkan tubuhnya dari Leya. Malahan ia semakin dekat padanya.

Hampir setengah jam lamanya mereka berendam dalam bathtub yang sama. Tidak terjadi apapun disana. Angkasa menahan diri, karena ia tahu wanitanya butuh waktu untuk recovery pasca percintaan pertama mereka malam tadi. Harus ia akui, jika ia memang menginginkannya lagi. Namun ia harus sadar, jika malam tadi ia sudah berlebihan.

Selesai mandi ia membantu Leya mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Hal pertama yang ia lakukan selama mereka menjalin hubungan.

"Aku bisa sendiri Mas!" Leya ingin mengambil alih hairdryer tersebut dari tangan Angkasa, tapi Angkasa menolak.

"Kekasihku cukup diam dan nikmati saja!" jawabnya.

Leya menurut, ia tidak lagi berkomentar. Dari posisinya, ia bisa menatap wajah Angkasa dengan jelas. Wajah yang memberikan ekspresi serius sekaligus lembut di waktu yang bersamaan.

"Tampan! memang sangat tampan!" batinnya.

Leya sadar, hubungan mereka saat ini bukan hanya terlarang. Tapi tabu, rumit, sekaligus sulit mencapai masa depan. Tetapi mau bagaimana lagi... ia bahagia saat bersama dengan Angkasa. Dan ia juga merasa dicintai sekaligus disayangi olehnya. Sulit, sangat sulit baginya untuk melepaskan cinta yang sudah terlanjur tumbuh kuat di hatinya. Apalagi saat ini mereka sudah melakukan hubungan suami istri, yang membuat mereka semakin dekat dan semakin sulit untuk berpisah.

"Ayo kita menikah, sayang?" ucap Angkasa tiba-tiba.

Leya melotot dan seketika ia memutar tubuhnya. "kamu gila Mas! kamu masih sah jadi suaminya Mama aku!"

"Mas akan secepatnya menceraikan Mama kamu!" ucap Angkasa dengan yakin tanpa keraguan sedikitpun.

"kamu benar-benar gila Mas! pernikahan itu bukan untuk kamu permainkan!" Leya tidak setuju, ia beranjak berjalan menuju ke jendela kamar.

Angkasa menyusul, ia memeluknya dari belakang. "tetapi sejak awal pernikahan itu bukan atas dasar keinginan Mas, sayang. Sejak awal wanita yang ingin Mas jadikan istri itu cuma kamu!"

Leya terdiam. Sejujurnya Ia juga memiliki keinginan yang sama seperti Angkasa. Namun status dan takdir yang mempermainkan mereka, membuat segalanya rumit untuk membawa hubungan mereka menuju ke arah yang lebih serius.

"Ayo kita menikah, Harleya?" pinta Angkasa lagi.

"Itu nggak mungkin, Mas! keluarga kita pasti tidak akan setuju!" Leya pesimis seperti seorang prajurit yang sudah bersiap mati padahal belum berperang.

Pelukan Angkasa semakin erat. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Leya yang sudah membuatnya candu. "Aku tahu, tapi aku tidak mungkin membiarkan hubungan kita terus seperti ini! Bagiamana kalau kamu hamil nanti?"

"Hamil?" beo Leya.

Angkasa mengangguk. "Iya sayang. Karena tadi malam aku membuang semua benihku di rahimmu!" akunya.

Leya terkejut, tapi ia tidak berkomentar apapun. Otaknya saat ini sedang tidak bisa diajak untuk berpikir.

Setelah itu mereka sama-sama diam. Sama-sama memikirkan nasib hubungan mereka yang tidak tahu akan sampai kapan dan tidak tahu akan dibawa ke mana. Namun satu hal yang mereka tahu, jika mereka sama-sama saling mencintai dan sama-sama tidak ingin melepaskan satu dengan lainnya.

Perhatian mereka teralih seketika oleh suara perut Leya yang keroncongan. Mereka belum makan, bahkan sejak pagi.

"Biar Mas ambil makanan dulu!" ucapnya, tidak mungkin membiarkan Leya turun. Karena pasti akan ketahuan jika terjadi sesuatu padanya.

"Hati-hati!" pesan Leya.

Angkasa mengintip, setelah dirasa aman ia segera keluar dan melangkah menuju dapur. Ia mengambil makanan dalam jumlah banyak, porsi untuk 3 orang.

"Banyak sekali kamu ambil makanan?" tanya Hardiman, yang entah sejak kapan ada di belakangnya.

Angkasa terkejut, ia segera mengatur ekspresinya kembali. "Iya Pa, aku sedang lapar sekali!" jawabnya.

Hardiman mengambil gelas, lalu mengisinya dengan air putih. "Kamu tadi malam gak pulang?"

Sepertinya pria tua itu tidak akan melepaskannya dengan cepat. Terbukti dari dirinya yang malah duduk di kursi makan sambil terus memperhatikan dirinya.

"Pulang Pa!" jawabnya.

Hardiaman mengangguk. Dari sorot matanya pria tua itu sepertinya sedang mencurigai sesuatu.

"Kalau pulang, kenapa gak ikut sarapan? dan kenapa istri kamu gak tahu apa-apa? kalian gak sedang bertengkar kan?" ucapannya terdengar santai, tapi tatapannya seperti seorang detektif yang sedang menyelidiki sebuah kasus.

"Aku dan Sukma sedang sama-sama sibuk mempersiapkan proyek baru kami Pa! Proyek ini sangat besar. Jadi aku dan Sukma tidak bisa main-main disini! aku sengaja memberi ruang bukan karena ber tengkar, tapi agar kami sama-sama menyelesaikannya dengan baik dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan!" jelasnya panjang lebar.

Hardiman terlihat lega. Tatapannya tak lagi penuh curiga seperti sebelumnya. Sebaliknya, pria tua itu tersenyum dsn bersiap meninggalkan dapur.

"Kalau begitu lanjutkan lah pekerjaanmu! Papa tidak ada ganggu!"

Hardiaman melangkah menuju ke luar rumah. Sepertinya pria tua itu akan pergi seperti biasa.

Angkasa memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali ke kamar.

"Mas kok lama?" tanya Leya ketika melihat angkasa kembali.

"Tadi ada Kakek kamu! dia sepertinya mencurigaia sesuatu!" Angkasa meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja.

"Dia curiga sama kita?" Leya Sush ketakutan.

"Bukan! Dia curiga Mas sama Mama kamu bertengkar. Karena kami sama-sama menjauh!"

Leya lega seketika.

"Oh syukurlah. Kirain kakek tahu kita punya hubungan!"

Setelah itu mereka makan bersama. Mengisi perut yang kosong yang sejak tadi.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!