Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 1. MS cafe
Hidup telah mengajariku bahwa kamu tidak dapat mengendalikan kesetiaan seseorang. Tidak peduli seberapa baik kamu kepada mereka, bukan berarti mereka akan memperlakukan kamu sama. Tidak peduli seberapa besar artinya bagi kamu, bukan berarti mereka akan menghargai kamu sama. Kadang-kadang orang yang paling kamu cintai, berubah menjadi orang yang paling tidak bisa kamu percayai.
Di sebuah Ruangan, terlihat seorang wanita tengah berkutat dengan beberapa laporan yang menggunung di hadapannya. Berkali-kali wanita itu menghela napas, lalu memijat pangkal hidungnya. Di samping nya terdapat seorang perempuan yang senantiasa berdiri sambil menunduk kan wajahnya.
Maura kembali menghela napas, "kenapa ini bisa terjadi?" tanyanya sembari menatap perempuan yang berdiri di sampingnya.
"Maaf, Ka..tapi sekarang cafe ini mulai sepi, banyak anak remaja yang justru beralih ke cafe baru di bangun itu.. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap saja..cuma ada beberapa anak yang masih mau nongkrong di sini."ujar perempuan yang bernama Desy tersebut.
Maura menutup laporan yang baru saja ia baca, punggungnya ia sandarkan pada tumpuan kursi. Kembali ia memijat pangkal hidungnya.
Stres, ia benar-benar di buat stres jika setiap harinya seperti ini. Maka cafe yang sudah susah payah ia bangun akan bangkrut. Wanita itu dibuat pusing, bagaimana lagi cara menarik pelanggan anak remaja mau pun orang tua untuk datang ke cafe nya. Padahal ia sudah mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit untuk merenovasi cafe nya agar terlihat lebih menarik. Tetapi rupanya itu sama sekali tidak berguna. Semuanya hanya bertahan dalam waktu singkat sajam
"Desy, "panggil Maura dengan suara pelan.
"Iya, Kak?"
"Apa kamu ada kepikiran kalau cafe ini bakalan tutup?" tanya Maura yang langsung mendapat gelengan tegas dari Desy.
Maura Shelomitha pemilik MS cafe, cafe yang ia rintis dari nol. Awalnya cafe tersebut sangat ramai di kunjungi anak-anak remaja, tidak hanya itu. Bahkan tak jarang dari kalangan orang tua juga banyak yang datang ke MS cafe. Tetapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah setahun cafe nya mulai sepi. Bahkan tak jarang ia menutupi gaji beberapa karyawan dari gaji kantor. Ya, selain pemilik cafe, Maura juga bekerja di salah satu perusahaan besar. Tepatnya di bagian marketing.
Maura bukanlah wanita dari kalangan atas,orang tua nya di kampung pun sama susahnya. Maka dari itu setiap bulan ia akan mengirimkan uang untuk orang tuanya di sana.
"Saya ngga pernah kepikiran kayak gitu, Kak.."Jawab Desy apa ada nya.
"Tapi..aku ragu sekarang."ucap Maura Lirih, namun masih dapat di dengar oleh Desy.
"Jangan bicara kayak gitu, Kak.. Kakak harus percaya sama diri sendiri,. Desy yakin kalau Kakak bisa menghadapi ini semua, Desy tahu banget kalau Kakak ngga mungkin nyerah gitu aja!! Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, Kak.."
Desy berusaha memberikan semangat untuk bos nya, yang ada di pikirannya sekarang bukanlah uang. Tetapi ia sangat sayang dengan Maura. Lagian ia tahu betul jika Maura bukan lah wanita yang mudah menyerah, pantang bagi seorang Maura untuk menyerah begitu saja.
Maura mendengarnya sontak terkekeh, " makasih ya, Desy..kamu jago banget ngehiburnya, kamu bisa lanjutin kerjaan kamu lagi.. Biar nanti aku aja yang mikirin solusinya." ujar Maura tersenyum lembut pada Desy.
Bergegas Desy pamit untuk keluar setelah mendapat anggukan dari Maura.
Setelah Desy pamit, Maura mengambil ponsel miliknya dari dalam tas. Mencari kontak pria yang selalu ia rindukan, cukup lama wanita itu menunggu. Hingga akhirnya panggilan tersebut di angkat juga.
"Halo, sayang?" panggil Maura pada pria bernama Kevin, kekasihnya selama ini.
"Iya, halo.. Ada apa?"tanya Kevin dengan nada sedikit tidak suka.
"Kamu lagi di mana?"
"Aku? Aku di apartemen, kenapa nanya? Kamu mau kesini?" tanya Kevin dengan suara beratnya.
Maura tersenyum senang mendengar jika kekasihnya berada di apartemen, sepertinya memberikan kejutan pada pria itu akan menyenangkan. Pasti Kevin akan suka sekali dengan kejutannya.
"Kamu ngga kerja?"
Maura kembali bertanya, bukan tanpa alasan. Tapi tumben sekali kekasihnya itu sudah berada di apartemen, padahal ini masih jam kerja. Kevin memang bekerja di perusahaan yang sama dengannya, hanya saja Kevin bekerja sebagai seorang manager.
"Hari ini aku pulang cepat, ada pertanyaan lagi?" tanya Kevin, suara nya terdengar mulai jengah.
"Ngga ada, aku ngga bisa mampir ke apartemen kamu.. Soalnya aku lagi sibuk kerja."dengan sengaja Maura membuat suaranya semenyedihkan mungkin.
"Oh ya udah, semangat kerjanya."
Setelah itu panggilan pun berakhir, Maura tentu tersenyum senang. Meski pun sifat Kevin terkesan dingin jika berbicara dengannya, tetapi hanya pria itulah yang selalu membuatnya merasa bahagia. Walau hanya sekedar mendengar suaranya.
"Kayaknya aku beli kue dulu, deh." gumam Muara. Ya, tidak apa-apalah mengelurkan uang untuk membeli kue. Pada hal ekonomi nya sekarang lagi sulit, demi kekasihnya itu ia rela melakukan apa pun.
Maura segera keluar dari cafe nya, wanita itu tersenyum ramah pada beberapa orang yang ada di sana. Setelah itu ia segera masuk ke dalam mobilnya, mobil yang ia beli dari hasil jerih payahnya sendiri.
Mobil itu melaju menuju salah satu toko kue yang cukup besar, bergegas Maura keluar lalu masuk ke dalam toko kue tersebut. Wanita itu mulai memilih cake yang akan ia berikan untuk Kevin, anggap saja sebagai hadiah meski pun mereka tidak sedang merayakan apa pun saat ini.
"hmmm.. Kira-kira yang mana, ya?"Maura kembali bergumam saat melihat deretan kue yang semuanya terlihat sangat lezat. Andai dirinya punya banyak uang, maka ia pastikan akan membeli semua nya sekaligus.
Akhirnya Maura pun memilih cake rasa chocolate, cake kesukaannya dan kesukaan Kevin juga. Setelah itu mobil melaju menuju apartemen milik Kevin.
Sebenarnya Maura ingin sekali mencari apartemen yang dekat dengan apartemen kekasihnya itu. Tapi, sayangnya tidak ada lagi apartemen yang bisa di sewakan kerena sudah penuh.
Hingga akhirnya kendaraan beroda empat yang membawa Maura tiba di basement, wanita itu segera keluar sembari menenteng paper bag berisi cake di tangannya. Senyum manis terbit di wajahnya, membuat wanita itu terlihat semakin cantik. Sepertinya ia sangat merindukan kekasihnya itu, dan tidak sabar ingin segera bertemu.
Setelah sampai di depan pintu apartemen milik Kevin, Maura mulai mengatur napasnya terlebih dahulu. Entah kenapa sekarang ia justru berdebar, tidak seperti biasanya.
Maura sengaja menyalakan kamera ponselnya, ia berencana merekam kejadian hari ini serta merekam wajah terkejut kekasihnya nanti. Ya, bisa di bilang untuk kenang-kenangan. Ia ingin mengabadikan momen bahagia bersama Kevin.