NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 - Yue Yang

Yue Yang—ibu dari Long Yang Wang memperhatikan Wei Zhang Zihan dan tindakan yang dilakukan oleh pemuda tersebut.

Awalnya, ia tidak menaruh harapan besar—mengingat rantai yang membelenggu kakinya diciptakan dengan banyak segel kuno yang rumit. Kultivator biasa tentu saja akan merasa kesulitan, bahkan jika hanya bermaksud untuk melemahkan segelnya.

Yue Yang menarik napas panjang sebelum akhirnya menggeleng. Dia baru saja akan buka suara ketika pandangannya tiba-tiba berubah.

Energi spiritual yang ia rasakan dari Wei Zhang Zihan begitu tenang, nyaris tidak berbahaya. Tapi itu hanya berlangsung beberapa saat sebelum energi itu berubah menjadi angin yang berputar dengan membawa aura yang berbeda.

Raut wajah Yue Yang berubah. Ibu Long Yang Wang itu menyaksikan bagaimana angin berputar di ujung pedang Wei Zhang Zihan mulai memadat. Bentuknya semakin jelas, meruncing, hingga menyerupai bilah transparan yang menyatu dengan pedang di tangan pemuda tersebut.

Untuk sesaat, seluruh ruangan terasa hening. Lalu kemudian—Wei Zhang Zihan menggerakkan pedang pusakanya.

BAAAM..!

Lesatan tersebut mengarah dengan keras ke ujung rantai yang menempel di dinding, bahkan kekuatannya mengguncang ruangan.

Rantai itu bergetar hebat dan segel yang menyelimutinya berkedip tidak stabil sebelum akhirnya retak. Suara pecahan halus terdengar saat garis retakan menyebar di sepanjang pengunci rantai.

Wei Zhang Zihan tidak berhenti. Tubuhnya berputar ringan, dan tanpa jeda, serangan kedua dilepaskan ke arah rantai lainnya.

BAAAM..!

Retakan yang sama kembali muncul, menjalar cepat di sepanjang segel yang menahan rantai tersebut.

Meskipun tidak langsung hancur, tekanan yang menahan kekuatan di dalamnya mulai melemah. Dan tanpa menunggu waktu—Yue Yang memanfaatkan situasi tersebut.

Aura wanita itu berubah. Energi yang sebelumnya tertahan mulai mengalir keluar. Perlahan, namun semakin kuat.

Rantai yang melilit kakinya pun bergetar.

Sekali.

Dua kali.

Sebelum akhirnya dengan satu gerakan ringan—ibu Long Yang Wang mengangkat kakinya dan rantai yang telah retak itu tidak lagi mampu menahannya—hancur begitu saja, seolah tidak pernah cukup kuat sejak awal.

Sisa rantai lainnya ikut bergetar, sebelum pecah satu per satu di bawah tekanan kekuatan yang kembali padanya.

Wei Zhang Zihan merasakan suara pecahan itu menggema singkat sebelum benar-benar lenyap. Energi yang sempat memenuhi ruangan perlahan mereda, namun tekanan yang tertinggal masih terasa jelas.

Ibu Long Yang Wang sekarang berdiri, tepat di depannya.

Gerakan wanita itu ringan, tetapi membawa perubahan pada seluruh ruangan. Aura yang sebelumnya tertekan kini mengalir bebas—tenang, namun dalam.

Yue Yang menatap Wei Zhang Zihan untuk sesaat. Tidak ada ucapan terima kasih, hanya tatapan singkat yang menilai sebelum akhirnya ia pun buka suara.

"Kita tidak punya banyak waktu."

Wei Zhang Zihan mengangguk pelan. Tanpa menunggu lebih lama, keduanya bergerak.

Tubuh mereka melesat keluar dari ruangan, melewati lorong gelap dengan kecepatan tinggi. Obor-obor di dinding bergetar saat mereka melintas, beberapa bahkan padam karena tekanan angin yang mengikuti.

Hanya dalam beberapa napas, mereka telah mencapai gerbang.

Lesatan ibu Long Yang Wang tidak melambat. Dengan satu gerakan ringan tangannya, wanita itu berhasil membuat sisa segel di gerbang bergetar—lalu terbuka sepenuhnya tanpa perlawanan.

Keduanya pun melesat keluar. Angin gunung menyambut mereka dengan keras saat muncul di sisi tebing. Tanpa jeda, mereka naik ke udara.

Pedang terbang Wei Zhang Zihan kembali muncul di bawah kakinya, sementara Yue Yang melayang begitu saja di sampingnya—tanpa bantuan apa pun.

Keduanya melintas cepat di langit.

Di bawah mereka, bentrokan masih berlangsung.

Ledakan energi silih berganti, mengguncang tanah dan tebing di sekitarnya. Sosok-sosok penjaga bergerak di antara asap dan debu, sementara dua figur lain berdiri di pusat kekacauan itu.

Tatapan Wei Zhang Zihan sempat turun sejenak. Dia melihat Wei Shezi dan Long Yang Wang masih bertarung dengan para penjaga hingga menciptakan berbagai jenis kekacauan.

Wei Shezi saat itu mengangkat kepalanya dan tatapan matanya langsung mengunci ke arah langit. Dalam sekejap, seolah tanpa perlu melihat lebih jelas—ia sudah memahami situasinya.

Sebuah suara tenang pun terdengar di benak Long Yang Wang yang masih dalam wujud Rubah Perak.

"Wei Zhang Zihan berhasil. Ibumu sudah keluar."

Gerakan Long Yang Wang terhenti sesaat. Dia menatap tajam ke arah Wei Shezi dan untuk sepersekian detik, fokusnya goyah.

Serangan dari salah satu penjaga hampir mengenai Long Yang Wang—namun ia menghindar di detik terakhir dan kembali menyemburkan api biru yang sangat besar.

Tatapan Long Yang Wang langsung terangkat ke langit dan ia merasakan energi yang sama dengan darah miliknya. Dalam sekejap—aura di sekitarnya berubah.

Energi dari rubah perak itu melonjak, bukan lagi sekadar menahan—tetapi meledak dan nyaris tidak stabil. Para kultivator yang melawannya langsung merasakan tekanan itu.

Long Yang Wang tidak ragu lagi. Dia melompat dan menyerang sekumpulan kultivator penjaga sebelum meninggalkan medan pertempuran itu tanpa menoleh.

Wei Shezi mengikuti Long Yang Wang dari belakang. Tubuh besarnya menghantam puing-puing bangunan dan gerbang yang telah terbakar. Dia bahkan menggerakkan ekornya dengan gesit hingga menciptakan angin panas bercampur debu dan puing-puing bangunan—mencegah para kultivator itu mengejar mereka.

******

1
uh uh
up mna
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!