Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Llyn akhirnya terpaksa membawa sarapan ke mobil untuk disantap di perjalanan menuju bandara. "lihat ini, barang-barangnya sudah terjual sebagian."
Llyn melihat penjualan barang miliknya di situs jual beli barang bekas. Kepalanya mengangguk puas dengan mulut penuh makanan. Uang jajannya akan bertambah lagi, membuatnya semakin senang pagi ini.
Sesampainya di bandara, Llyn memeriksa kembali dokumen penting yang harus dibawanya lalu bergegas masuk. Kali ini ia memilih menggunakan pesawat karena harus mengunjungi kota B dulu lalu baru ke kota A.
Setelah Llyn meninggalkan rumah, sang papa langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. "halo, bagaimana?"
"sesuai perintah, satu persatu investor menarik investasinya setelah kita beri peringatan."
"bagus, jangan biarkan satu orang pun membantunya bangkit. Termasuk keluarga William sekalipun."
"baik pak."
Tok Tok Tok
"papa," panggilan lembut itu begitu menenangkan untuk Pram.
"ini makan buah juga, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan."
Pram tersenyum lembut ke arah Nara —istrinya. Duduk di sofa lalu disusul oleh sang istri. Pramudya Sukma Pratama dan Naratih Putri merupakan pasangan hasil perjodohan bisnis. Tapi keduanya mau menerima dan sama-sama berusaha untuk hubungan ini. Inilah hasilnya keluarga kecil yang harmonis dengan karunia seorang tuan putri —Llyn Aira.
Pram menjadi pewaris utama dari Kerajaan bisnis keluarga Pratama. Sedangkan Nara, meskipun bukan pewaris utama tapi dia masih memiliki saham yang tidak kecil di keluarga asalnya yaitu keluarga Sukma. Dua keluarga yang disegani di lingkungan bisnis masing-masing bersatu dalam ikatan yang lebih erat yaitu sebuah pernikahan membuat mereka menjadi raksasa yang tidak terkalahkan bahkan di luar negeri sekalipun.
Tapi sayang, Satu-satunya tuan putri yang seharusnya mewarisi kekayaan mutlak ini malah memilih melepas semuanya demi seorang pria. Pram sejak awal sudah menaruh dendam pada pria yang sudah mencuri putri kecilnya itu. Tapi ia lebih tidak ingin melihat Llyn sedih dan susah karena itu diam-diam ia menyokong perusahaan milik Ray agar bisa berkembang.
Ternyata pria licik itu tidak tahu terimakasih dan menyakiti putrinya sedemikian rupa, maka jangan salahkan dirinya kalau ia akan mengambil kembali semua yang sudah ia berikan.
"bagaimana kalau Llyn tau kamu melakukan ini?" tanya sang istri sambil menyuapinya sepotong buah.
"Llyn sudah tau, dia membebaskanku untuk melakukan apapun. Putri kita sudah terlepas sepenuhnya dari Ray."
"jangan berlebihan, kesehatan dan keamananmu tetap yang utama."
"aku bisa memberikan semua itu tentu saja aku bisa mengambilnya lagi. Tidak akan ada masalah, tenang saja."
Nara tersenyum lalu masuk ke pelukan sang suami. Meskipun sudah berusia paruh baya, mereka tetap terlihat mesra tidak kalah dari pasangan muda.
Ray merintis perusahaan miliknya sendiri sejak ia duduk di bangku kuliah. Ia tidak pernah berniat untuk meneruskan usaha keluarganya karena ingin membuktikan kemampuannya sendiri. Jatuh bangun ia lalui sendiri sampai akhirnya bertemu dengan sosok Lilian.
Gadis manis yang selalu memancarkan energi positif untuknya. Membuatnya tidak kenal lelah dan terus berjuang untuk mimpinya sendiri. Tapi sayang sekali orang tuanya tidak mau menerima Lilian karena statusnya yang rendah.
Perusahaannya tidak bisa berkembang, rekannya mulai meninggalkannya, lalu sang kekasih juga pergi jauh. Dan di saat terpuruknya itu, Llyn datang membawa sedikit cahaya untuknya. Sosoknya tidak pernah muncul secara terang-terangan, tapi dia selalu menemaninya.
Tapi sayangnya Ray hanya memikirkan Lilian yang entah ada di mana hingga keberadaan Llyn yang samar pun menjadi tidak pernah terlihat di matanya.