seorang wanita yang masih muda berusia 21 tahun harus merasakan sulitnya rumah tangga. suami yang sangat ia cintai hilang ketika menjadi relawan peperangan di palestina.
shania namanya. Ternyata ia mendapat sebuah surat dari suaminya yang mengatakan apabila dalam waktu 3 bulan tidak ada kabar maka dinyatakan jatuh talak dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choirul amaliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
"Sepertinya senyum itu sudah tumbuh lagi setelah sekian waktu tanggal dari bibirnya" gumam orang itu.
"Apa sebaiknya memang kubiarkan saja dia membahagiakan Shania. yaah! walaupun aku belum mengenal lebih dalam" lanjutnya lagi.
Disisi sana Fahri dan Shania sedang menjaga Cici. Bocah kecil itu meminta es buah dan Shania tak akan tega membiarkannya makan sendiri. Fahri duduk disebelah Cici dan Shania duduk disisi lain. Mereka terlihat seperti sepasang keluarga yang harmonis. Pakaian mereka juga senada.
"Senyummu indah sekali Shan" gumam Fahri sesekali mencuri pandangan pada wanita berhijab itu.
"udah selesai kak Shan" Cici menyerahkan gelas bekas minumnya pada Shania. Dengan cekatan ia mengelap bibir imut itu dengan tissue yang sudah ia siapkan sejak tadi.
" Udah kenyang?"
"udah kak. huwaamm" Cici menguap. ia mengucek matanya pertanda ia sudah mengantuk.
"Kamu sama pengasuhnya mas?" tanya Shania. Fahri yang melamun menatapnya sedikit kaget.
"eh... eng.. enggak Shan. Kita hanya berdua. Ibu sama Aisyah, tapi entah dimana"
"Ayo anak manis tidur dipangkuan kakak" Shania siap merentangkan tangannya. Fahri segera menghalangi.
"Jangan-jangan! ini kan acara mu. masak kamu mau repot sama anak kecil"
Fahri mengambil alih gendongannya, tapi Cici tak mau. Ia ingin berada dipelukan Shania.
"tuh kan dia maunya sama aku" ejek Shania sambil cekikikan.
Fahri mengendus kesal, ia benar-benar dimainkan oleh anak kecil. Biasanya Cici akan langsung tidur dipelukannya dan tak mau dengan yang lain. Entahlah! sekarang ia semakin manja semenjak bersama Shania.
"Kau sudah punya anak Shan?" tanya salag seorang teman Shania. Ia mendekatk wanita itu.
"Bukan itu anak saya" Fahri langsung menjawabnya. Ia tau kalau Shania tak akan sanggup menjawab pertanyaan konyol itu.
Shania menatap Fahri, pria itu membuang muka.
" lucu sekali, bajunya samaan juga" celetuk yanh lain.
Fahri tak ingin membuat pemikiran aneh lainnya, ia mengajak Shania pergi.
"kesana yuk!"
Shania menurut dan berjalan dibekalang Fahri. Kini anak itu sudah berada digendong Fahri.
"anak kecil ini menggemaskan sekali" mama Shania mengusap pelan pipi Cici, ia masih dalam keadaan tidur.
"Aku mau pamit aja Shan. Kasihan nih bocah"
"Loh kok keburu aja sih. Taruh diruanganmu aja sayang. Biar dia tidur disana" perintah Hamidah. Shania menyetujui itu.
"Ayo kak kita bawa ke ruanganku. Disana ada kasurnya kok"
Mereka berjalan beriringan menuju kamar. Tamu undangan yang tak mengenali Shania lebih pasti bertanya-tanya. Shania hanya tersenyum.
"ahhh... udah! berat banget emang nih bocah" ucap Fahri seorang ia telah melepas beban.
Setelah menidurkan Cici di kasur, Fahri dan Shania pergi kembali ke acara karena memang acara inti belum dimulai.
"Huahhhh... huahhh.... kak Shan" Cici terbangun ketika mereka baru sampai pintu ruangan. Fahri dan Shania menoleh, bocah itu menangis dan merentangkan tangan seolah minta peluk.
Fahri mengusap kepalanya kasar. Ia tak tau kenapa akhir-akhir ini Cici sangat manja apalagi jika sudah bersama Shania.
"Sini-sini adik manis" Cici memeluknya. Sesekali pipi gembul itu ia cium.
"kenapa manja banget sih kalau sana kak Shan hmmmm?" Fahri mencubit pipi itu, ia sedikit kesal.
"Biarkan kak. mungkin ia rindu sosok ibu" jawab Shania.
Ups! kenapa aku mengatakan itu. Ahhh... seolah-olah aku menginginkan ia menikahi ku. Ahh.... bodohnya aku, batin Shania mengutuk dirinya.
Spontan Fahri tersenyum mendengar ucapan Shania.
"Emang siapa yang mau jadi mama angkatnya Cici" celetuk Fahri memancing pembicaraan lebih pada Shania. Wanita itu hanya menahan senyum dan berusaha menyembunyikan malunya.
"Ayo kak kita kembali. Acara inti udah hampir dimulai" Shania mengalihkan permbicaraan. Ia menggendong Cici dan berjalan mendahulu Fahri. Dibelakangnya nampak Fahri tak henti-henti menyinggung senyum. Ada perasaan bahagia disana.
"Ya allah maafkan kesalahanku" berkali-kali Shania bergumam itu sambil terus berjalan.
"Sini Shan biar aku aja yang gendong. Entar orang ngiranya aku papa yang tanggung jawab lagi"
"Ah.. apaan sih kak." Shania bertambah malu. Ia benar merasa bodoh hari ini.
Acara berjalan lancar. Semua tamu undang merasa puas dengan acara itu. Papa dan mamanya Shania pulang lebih dulu karena mereka besok akan keluar kota. Aisyah dan bu Wiji juga sudah pulang. Sedangkan Fahri masih disitu, ia menunggu Cici yang tak mau lepas dari Shania.
"Ayo Ci kita pulang" ajak Fahri sedikit memaksa. Ia lelah dengan kelakuan bocah itu yang kekanak-kanakan, eh lupa dia masih bocah yaaa😅😅.
"Cici pulang dulu ya sayang. Besok deh kita ketemu lagi gimana?" Shania berusaha membujuknya dan bocah itu nampak berfikir.
"iya deh aku pulang. Besok ketemu ya kak di emmm... taman. oke!"
Shania mengangguk pertanda ia menyetujuinya.
"Aku pulang dulu ya Shan. eh mobil tadi mogok terus naik apa sekarang? mau bareng aja sama aku?"
"Enggak kak. aku sama asistenku aja. udah buruan sana pulang kasihan Cici tuh ngantuk"
"emmm baiklah" Fahri menggedong bocah gembul itu. Ia berjalan melewati orang-orang yang sibuk membersihkan lokasi acara. Pria itu tampak dewasa, ia menyayangi Cici layaknya anak sendiri. Untunglah Cici cantik dan lucu jadi orang masih mengira mereka ada hubungan darah.
Shania menyinggung senyum. Ia menatap punggung Fahri hingga hilang dibalik pintu..
"Eheemmm"
"Apaan sih Ghin. Mulai deh" Shania enggak berdebat dengan temannya itu. Ia berkali-kali ketahuan menatap Fahri kagum. Daripada ia malu maka Shania meninggalkan Ghina sendiri disana.
"Apaan nih tinggal pergi aja" Celetuk Ghina. Ia berjalan mengejar Shania.
"Antar aku pulang dong. ngantuk banget nih.. hoammmm" Shania pura-pura menguap. Ia tak ingin Ghina mengahabisinya.
Didalam mobil pun Shania pura-pura tertidur. Ia memiringkan badannya kearah kaca mobil.
jangan lupa like and coment juga votenya kawan....🤗
aku cinta kalian😘😘😘😘
kalau mau kenal aku lebih dalam follow my ig choirul_amaliyah26 😙😙😙
Semangat terus buat author😉
Ditunggu up selanjutnya yup😘
Salam dari "UNSEEN."
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku.
yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu di tolak sama cwe dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
cinta pak bos hadir😘
semangat teruss💪