NovelToon NovelToon
Tunggu Aku

Tunggu Aku

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang Berpikir

Perempuan adalah permata hati dan berlian yang sungguh sangat indah, menawan. Aku adalah laki-laki sederhana yang tidak memiliki paras sempurna atau harta melimpah, yang kupunya hanya segenggam hati yang terpatri dan hanya tertulis satu nama Risna Anzalea Farizal, berlatar keluarga sempurna kalangan aparat. Apalah dayaku yang bukan siapa-siapa dengan perbandingan jauh dibawahnya, kekasih hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang Berpikir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TA17 Pertemuan

Boleh bang. Lusa, hari senin aku ada gladi wisuda di kampus. Aku pergi sama kawan, si Khaira. Nanti abang jemput aku ya!

Ujung bibir Fariz sedikit tertarik, tidak jauh berbeda dengan perempuan lain, monolog Fariz. “Jam berapa?”

Jam dua mulai acaranya. Paling lama dua jam acaranya berlangsung. Berarti sekitar jam empat ya, jemputnya ya!

“O,” membulatkan bibirnya tanda mengerti “okey, okey cantik!” ucap fariz sebelum mematikan sambungan telponannya.

...###...

Jalanan jalur dua, jalan khusus menuju kampus, gedung utama. Panjang jalanan dari jalan raya sana menembus satu kilo meter menuju gerbang utama, pos satpam. Di sepanjang jalan utama terdapat persawahan melintang dan sebagiannya mulai ada pembangunan kosan mewah, bertingkat.

Semakin jauh ke dalam, semakin dekat dengan area kampus. Gedung-gedung tinggi mulai kelihatan dari jauh. Sangat indah dan mewah dan bagian pucuk, paling atas bangunan terdapat kubah berwarna emas.

Di salah satu bangunan, berbentuk ruko. Risna berdiri santai membuka permen dan memakannya sambil memperhatikan gerbang universitas yang banyak mahasiswa/i ataupun dosen yang berlalulalang. Gladi yang Risna jabarkan ke Fariz sudah selesai Risna ikuti bersama Khaira dan rekannya yang lain yang juga akan mengikuti wisuda, dua hari lagi, terhitung dari hari ini.

“Ris, mana abang itu. Kenapa belum sampai?” Tanya Khaira sembari mengambil salah satu permen dalam satu pak yang baru saja Risna beli.

“Sabar. Dari daerah rumahnya ke sini butuh waktu! Mungkin tidak sampai sekitar sepuluh menit lagi dia sampai. Tunggu aku ya!”

Tidak ada jawaban dari Khaira lantaran sahabat Risna itu sudah mulai sibuk membolak balikkan permen yang ada dalam mulutnya dan ditambah lagi, hp yang berada di tangannya. Khaira begitu sibuk dengan hpnya itu.

“ABANGGG!” Teriak Risna  tiba-tiba.

Satu pukulan kasar mendarat di bahu Risna.

Tubuh Risna terhuyung keras kedepan, hampir saja tubuhnya itu terjatuh ke aspal namun Risna dengan sigap, kebiasaan pelatihan reflek cepat yang sering Risna asah, Risna memegang Honda Khaira yang terparkir samping mereka. “Auh,” ringis Risna sakit “itu dia,” menunjuk Fariz yang mengendarai hondanya cepat dan matanya beralih fokus ke hp menatap gps yang Risna kirimkan.

...###...

Deru angin kencang menghembus kasar. Hamparan air luas menggulung menghantam pasir daratan.

“Cantik ya disini. Padahal lokasi ini satu kabupaten tempat tinggal abang, tapi abang baru tahu ada tempat secantik ini di sini. Apalagi ada kamu di sini, jadinya tambah cantik!”

Risna melihat sekilas dan tersenyum pada Fariz yang berjalan beriringan dengan dirinya itu. Tanpa ada jawaban atas pertanyaan Fariz. Kita duduk di sini saja ya!” Langsung duduk tanpa menunggu Fariz mengatakan iya ataupun tidak.

Di kursi kayu panjang dan sandingan meja berbahan plastic (atom) tidak seberapa lebar sebagai pelengkap. Fariz dan Risna duduk berdampingan, menatap lurus ke depan.

Air jernih yang bergulung beriringan. Suara-suara kasar air yang menenangkan, tidak ada percakapan yang terbahas untuk beberapa saat. Keheningan percakapan terpecah kala waiters datang menyerahkan buku, beberapa carik kertas, dan bil menu. Menu apa saja yang akan terhidang.

Fariz mengambil alih apa yang dibawa oleh waiters itu yang kemudian menyerahkannya pada Risna “ini,” menyerahkan bil itu ke Risna “pesan sendiri ya dan juga tulis sendiri!”

Tidak mau berlama Risna segera berucap “biarkan kakak itu saja yang menulisnya,” tersenyum menatap sang waiters perempuan itu yang berdiri berdekatan dengan Fariz yang duduk. “Kelapa muda, ada kak?”

Mengambil alih bill penulisan itu dari tangan Fariz. “Ada,” jawab waiters itu, tersenyum namun tangannya langsung begitu sibuk menari, menggoreskan kertas putih di tangannya itu dengan tinta pulpen hitam. “Ada lagi?” Tanyanya.

“Kelapa mudanya dua. Satu pakai sirup dan satu lagi, mau pakai apa?” Sahut Fariz, mengalihkan pandangan menatap Risna yang juga menatapnya.

“Gula sama jeruk nipis!”

“Ada lain?” Tanya Fariz namun Risna menjawabnya dengan gelengan kepala. Memang adanya ia tidak membutuhkan hal lain. Seperti kebiasaannya dulu, semasa masih aktif kuliah, ia hanya seminggu sekali pulang ke rumah, selebihnya menetap di kos. Saat ia jenuh ia akan pergi ke laut sekedar memandang gelombang air laut untuk membuatnya tenang.

“Tambahi sosis goreng sama kentang goreng satu ya!”

“Kentang ada, sosisnya ga ada!”

“Yang ada-ada aja!”

Sekilas Fariz melihat Risna yang menatap waiters itu dalam yang juga menatapnya intens. Sekilas pandangan Risna juga teralih bergantian kearah fariz. Reaksi Risna yang seperti ini, normal menurut fariz hanya Fariz bingung dengan sikap Risna yang begitu netral, tidak mencolok sama sekali tapi matanya seperti sedang mengamati sesuatu.

Ada sesuatu dari Risna yang menariknya namun Fariz tidak tahu, hal apa itu!

...###...

Cuplikan Bab Selanjutnya -->

Ah, palingan ini juga sama seperti perempuan-perempuan lainnya yang sudah kutemui dulunya, monolog Fariz, yang terus menerus pernyataan itu yang menghantui benaknya.

...                                            ...

1
ABANG D, MACCO
alurnya susah di tebak thoor,menarik banget jalan ceritanyaa,novel terbaik...
sehat selalu untuk kakak thor yaang cantik and maniss😘😘😘🤗🤗🤗
ABANG D, MACCO
memang bener bener novel terbaik...
masuk banget sama realnyaa
terbaik thor....semangat teruss🥰🥰🥰😘😘😘
ABANG D, MACCO
akhirnya,novel idamanku..
update lagi...
thanks thoor🥳🥳🥳🥳🥰🥰🥰
ABANG D, MACCO
tidak sabar menunggu lanjutannnyaa thorr...terbaok🤗🤗😍😍😍
Ruang Berpikir
Terima kasih sayang😍
ABANG D, MACCO
semangat thor💪
ABANG D, MACCO
semangaat thor💪💪
ABANG D, MACCO: sama sama thor🤗
total 3 replies
RisnaAnzela
Thorr..... Lanjuttt
Penasaran nih, kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!