Warning⚠️ dilarang boom like, jika tidak suka dengan karya ini, ... kalian boleh skip.
Bangun dari koma, Calista Nandini menatap aneh sekelilingnya. Asing, terlihat sangat asing. Lalu, siapa lelaki itu? Kenapa dia mengaku sebagai suaminya? Semua itu terus menari-nari di dalam otaknya, dan berusaha mencari sebuah jawaban atas dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab (17)
Setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya. Leo pun meletakkan ponselnya dan memulai bekerja guna meninjau proyeknya.
Lima hari sudah Leo berada di luar kota. Hari ini adalah hari terakhirnya dan untuk merayakan karena berhasil mendapatkan proyek besar. Leo dan lainnya pun mengadakan makan-makan.
Lidya yang sengaja duduk berdekatan dengan Leo. Sengaja mengambil kesempatan tanpa disadari oleh bosnya. Tidak hanya itu, seolah dirinya sedang berada di dalam sebuah hubungan. Genta yang kebetulan melihat niat licik Lidya, meminta Leo pindah tempat.
“Bos, bisakah kamu pindah, aku ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan nona Lidya.”
Leo pun melirik sesaat, seolah ingin mengatakan. ‘Sejak kapan kamu punya hubungan dengan sekretarisku’. Namun, ia tak ada niat bertanya dan langsung pindah.
Lidya yang melihat kelakuan Genta pun dibuat kesal dan mengumpat dalam hati. “Dasar sialan! Setidaknya aku sudah berhasil.”
Genta pun kini sudah pindah posisi. Melirik ke arah wanita di sampingnya seraya berkata lirih. “Kamu bukanlah lawan nona muda. Simpan otak licikmu untuk membuat masalah dengannya,” ancamnya tanpa takut.
Lidya pun tidak tinggal diam. Ia membalas perkataan Genta yang menurutnya sangat berlebihan. “Jangan ikut campur, kamu hanya beruntung seperti dia.”
Setelah itu tak ada lagi kalimat saling menyerang. Semuanya makan dengan hikmat dan saling bercanda hingga waktu membuat semua orang akhirnya pergi satu per-satu.
……………….
Di tempat lain.
Calista sibuk memasak untuk menyibukkan diri. Ada sesuatu yang harus dilakukannya, agar tidak terlihat mencurigakan. Itu mengapa dirinya ingin menarik perhatian para pembantu tersebut, tetapi para bibi untuk sekali lagi dibuat terheran-heran dan saling mengungkapkan rasa tidak percayanya bahwa dia—Calista si nona muda adalah istri dari Leonard yang idiot itu.
“Mbok, apa itu benar-benar nona?” Satu pertanyaan diajukan oleh Ratna.
Mbok Lasmi pun menggeleng kecil karena merasa pertanyaan tersebut tidaklah masuk akal. “Jika bukan nona, memangnya siapa lagi.” Jawabnya dengan heran.
Namun, Ratna sepertinya tetap menyangkal jika beliau benar-benar nona mudanya. “Mbok, masalahnya. Mbok tahu sendiri pada saat keadaan nona tadinya seperti apa!”
Barulah mbok Lasmi sadar akan perubahan majikannya secara tiba-tiba. Jika dipikir secara logis, hal tersebut memang sulit dipercaya. Setelah sadar akan pikirannya, beliaupun berusaha menepis akan semuanya.
Seraya mengibaskan tangannya, mbok Lasmi pun memberitahukan kepada Ratna agar tidak banyak berpikir. “Sudahlah, anggap saja itu mukjizat dari Tuhan.”
Pada akhirnya Ratna pun setuju akan semua itu. Jika tidak, … maka tuannya akan terus mengabaikannya. “Hmm … setidaknya tuan sekarang lebih banyak menaruh perhatian kepada nona,”
“Jadi, kita harusnya ikut senang.” Kata mbok Lasmi.
Di dapur, Calista telah menyelesaikan masaknya. Pukul 10 siang, ketika semua sibuk dan inilah rencananya. Kabur dari rumah diam-diam karena penyelidikan belumlah selesai.
“Semuanya sibuk, saatnya kabur dan memulai penyelidikan.” Itulah yang ada di dalam isi hati Calista.
Terlihat seperti seorang maling. Buru-buru keluar dari rumah karena ia ingin segera mengetahui semuanya. Walau jauh dari lubuk hatinya ada rasa hancur yang tak bisa terobati.
Dengan helaan napas berat. Akhirnya Calista sampai juga di gedung pencakar langit. Perusahaan yang terkenal akan produknya tidak diragukan lagi, di teriknya matahari. Di sinilah wanita itu berdiri. Menatap nanar bangunan tersebut dengan hati tak karuan. “Apa aku bisa mengungkap semuanya? Apa aku mampu menghadapinya ketika kenyataan itu ad di di depanku?”
Dalam gumamannya hatinya dipenuhi oleh keraguan. Jika dia dulu adalah orang yang dihormati, tetapi tidak untuk sekarang.
Sejenak, matanya terpaku kala melihat orang yang pernah dianggapnya sahabat. “Alinda,” gumamnya.
“Tuhan, aku harus memulainya darimana.”
pokoknya harus tuntas tuhhh buat terus kasih Clue siapa istrinya yg sekarang 👍😍😁