Ara, harus menelan pil pahit setelah perjuangannya selama 2 tahun terbuang sia-sia,
"Aku kira pengabdianku selama 2 tahun ini akan membuahkan hasil yang indah, Mas,"ujar wanita cantik berambut panjang itu,
"tapi ternyata aku salah, .... "
"Aku menyerah Mas Arya"ujar Ara menatap langit malam, dengan air mata yang meleleh membasahi pipinya, tapi bibirnya mengembangkan senyum yang penuh luka....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamak Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17, Tekad Kuat
"Sialan kamu, kamu Hanya tau memaksa max, dia berubah Max, dia gak seperti dulu"ujar Fiona sambil meletakan ponselnya di telinganya,
Dia terlihat gelisah marah, dan kecewa,
"Dia bukan lagi Arya yang dulu yang bisa aku manfaatkan, dia berubah dia berubah"ujar Fiona setelah itu mematikan ponselnya,
Fiona menatap pantulan wajahnya
"Aku masih terlihat cantik dan tubuh ku masih terlihat indah, tapi kenapa dia ... Dia menolak aku"gumam Fiona masih belum bisa menerima penolakan Arya,
Fiona merasa harga dirinya terluka karena penolakan dari Arya tadi,
***
"Bodoh, aku bodoh apa lagi yang kamu tangisi Ara,"Gumam Ara menatap pantulan wajahnya dari kaca di kamar mandinya,
Ara memejamkan matanya dan tak lama ponselnya berbunyi, Dengan perasaan tak karuan Ara mengambil ponselnya,
Terlihat sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya,
"Arhan"gumam Ara membuka pesan dari Arhan,
"Jangan menangis, kamu bilang ingin melupakan dia kan, ingat kamu harus kuat karena mulai detik ini tidak ada lagi yang bisa kamu Andalkan, cukup kamu mengandalkan diri kamu sendiri, jadi jangan menangis lagi"bunyi pesan yang dikirim oleh Arhan ke ponsel Ara,
Ara tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Arhan air matanya mengalir menangis tapi bukan menangisi apa yang terjadi tadi,
Ara terharu masih ada seseorang yang memperhatikan dirinya walaupun dia dan Arhan baru saja berkenalan tapi Ara merasa Arhan tulus berteman dengannya,
"Arhan"gumam Ara sambil mengetik balasan di ponselnya,
****
"kamu kenapa Ar, senyum-senyum sendiri?"tanya Mama Ela saat masuk ke dalam kamar putranya,
"Eh mama, lagi baca chat grup para karyawan mah ada aja candaan yang bikin ketawa"jawab Arhan meletakkan ponselnya ke atas meja,
"hari ini kamu nggak ke rumah abang?"tanya Mama Ella,
"Kenapa emangnya ma?"Tanya Arhan,
"kamu apa nggak tahu masalah Abang kamu dan istrinya?"tanya Mama Ella,
"Arhan tahu ma dan itu bukan ranah Arhan untuk ikut campur dengan rumah tangga Abang Arya, begitu juga dengan mama dan papa dia sudah dewasa memiliki keluarga sendiri selagi dia tidak meminta bantuan kita biarkan saja dia mengurusi urusan rumah tangga dia"jawab Arya,
"Papa juga bilang begitu sama mama, tapi mama ini seorang ibu nak Mama kepikiran"jawab mama Ella,
"Bagaimana jika istri Abang meminta berpisah"itu adalah yang paling ditakuti oleh mama Ella,
"mau bagaimana lagi ma kita tidak bisa memaksa kehendak seseorang Mama"jawab Arhan, duduk di samping mamanya,
"Mama tahu pernikahan mereka bukanlah di dasar kan sama-sama suka mereka menikah karena sebuah kejadian tapi Mama sangat berharap pernikahan mereka ini langgeng Ar,"jawab Mama Ella
"mungkin mereka tidak berjodoh ma kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, mungkin Mama sangat menyukai istri Abang Arya tapi tidak dengan Bang Arya ma"jawab Arhan, mencoba memberikan pengertian kepada mamanya,
****
Arya berdiri di depan pintu rumah Ara sambil memanggil nama Ara tapi tidak ada jawaban dari dalam sama sekali membuat Arya khawatir,
"Ara, buka pintunya aku bisa menjelaskan tentang Fiona"ujar Arya,
arah keluar dari dalam kamarnya tanpa membuka pintu dia menjawab,
"tidak usah Mas, tidak usah menjelaskan apapun tentang siapapun seperti yang aku katakan kemarin lebih baik kita berpisah saja mas, itu jalan satu-satunya agar kita bisa bahagia kita tidak bisa bahagia jika bersama Aku tahu kamu masih mencintai wanita itu"jawab Ara,
suaranya terdengar bergetar tetapi dia berusaha menahan air matanya dia sudah bertekad untuk bangkit dari rasa kecewa dan sakit hatinya,
"Apa maksud kamu Ara? berpisah kamu pikir ini pernikahan main-main dengan gampangnya kamu minta untuk berpisah"jawab Arya tidak terima dengan kata perpisahan yang diucapkan Arya.
"lalu aku harus apa Mas apa aku harus menerima kisah kalian yang belum usai, bukankah seharusnya kamu bahagia dengan keputusanku ini jika kita berpisah kamu bisa leluasa atau bahkan menikah dengan wanita itu aku tidak peduli Yang aku mau statusku lepaskan aku Mas lepaskan aku berikan aku kelar janda itu aku ikhlas dan aku ridho jika kalian masih ingin bersama dengan wanita itu, MAS ARYA AKU TUNGGU SURAT CERAI DARI KAMU"
Jawab Ara dengan nada suara tegas dengan penuh keteguhan setelah itu dia buru-buru masuk ke dalam kamar bukan seperti biasa menangis atau sedih, dia malah tersenyum hatinya merasa lega setelah mengutarakan keinginannya kepada Arya,
sedangkan Arya di luar di depan pintu rumah minimalis Ara terdiam membisu, untuk pertama kalinya dia tidak menyukai kata cerai padahal kata-kata itu yang dulu sangat ia inginkan dari Ara,
"Cerai..... Tidak, Aku tidak akan pernah menceraikan kamu Ara"gumam Arya,
****
"apakah yang aku lakukan ini benar Bang?" tanya Arhan kepada Kio,
Kio menghela nafasnya panjang, dia benar-benar merasa dilema di satu sisi dia berteman dekat dengan Arya di sisi lain dia juga sudah menganggap Arhan seperti adiknya,
"Aku mengetahui semuanya Bang"tambah Arhan,
"ikuti saja alurnya Ar, Tapi satu hal yang harus kamu Arhan jangan sampai karena satu wanita membuat jalinan persaudaraan kamu dengan Arya hancur "ujar Kio,
"Aku tahu Bang aku tidak akan membiarkan ikatan persaudaraanku dengan Bang Arya hancur, Aku hanya mengikuti alur takdirku jika memang dia diciptakan untukku maka aku akan berusaha membuat dia selalu berada di sampingku, Tapi jika memang dia bukan ditakdirkan untukku Aku akan mengikhlaskan dan merelakannya dia bahagia dengan orang lain"
"termasuk Arya?"tanya Kio membuat Arhan terdiam,
"Ar,...."
"memang agak sulit Bang, jika dia ditakdirkan untuk Bang Arya untuk kedua kalinya aku harus mengikhlaskannya tapi aku akan mencobanya"jawab Arhan,
Kio mendekat mengusap pundak Arhan,
"Abang tahu kamu Arhan Abang kenal kamu sejak kecil, kamu bukan laki-laki yang mudah terobsesi pada sesuatu dan Abang tahu Kamu memiliki pemikiran yang luas Abang bangga sama pemikiran kamu"jawab Kio Arhan tersenyum mendengar pujian Kio,
"Aku tidak tahu ujian apa yang akan dihadapi keluarga besar ini, tapi aku yakin Arhan bisa menjadi penengah jika masalah ini semakin berlanjut"gumam Kio merasa khawatir jika Arya mengetahui apa yang sedang dilakukan Arhan,
****
Arya benar-benar menyewa beberapa orang detektif untuk mencari anak Fiona,
sepertinya Arya bersungguh-sungguh dengan ucapannya yang tidak ingin menikah dengan Fiona,
namun saat dia sibuk dengan ponselnya kembali nomor yang sama nomor yang tidak dia kenal mengirimkan sebuah pesan video,
"nomor ini lagi, siapa orang dibalik nomor ini?"gumam Arya bingung tapi dia tetap membuka pesan video yang dikirim orang tersebut.
~
jadi betul"anaknya si Arya toh panggil Daddy ke Paman nya bagus bagus
CLBK kah ini no good
sekarang dah balik lagi jadi begundal
hemmmm aku stop baca Thor ma"af ya 🙏