NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa seorang Pendekar

Namun Tuan Harsono tidak bisa melihat rumah itu secara jelas karena rumah joglo itu tertutupi kabut yang lumayan tebal. Hanya siluetnya saja.

Hanya dari kemunculan rumah Joglo ini saja sudah membuat jantung Tuan Harsono berdetak lebih cepat, menunjukan bahwa sejatinya Tuan Harsono tidak ada apa apanya di bandingkan dengan penghuni rumah joglo ini.

Siapa sangka sebuah suara langkah kaki terdengar dari rumah joglo yang Tuan Harsono tidak bisa melihatnya secara jelas. Sebuah siluet pria tua yang sedikit bungkuk muncul di depan rumah joglo itu.

Gluk...

Tuan Harsono sendiri langsung menelan ludahnya dengan ngeri ketika penguasa tempat ini muncul, saking kuatnya kekuatan dari sosok yang muncul itu Tuan Harsono sampai-sampai memusatkan semua prananya ke dalam kakinya untuk tetap bisa berdiri.

"Harsono! Beraninya kamu melangkahkan kakimu ke tempatku! Apakah kamu lupa dengan perjanjian kita?" Tanya pak Tua Indroprasto dengan nada dingin.

Tuan Harsono berkeringat deras menahan hawa kehadiran dari sosok yang muncul ini, namun sejatinya Tuan Harsono juga sangat bersemangat dalam hatinya apabila dia bisa membujuk penguasa kebuk kopi ini untuk membantu menghalau para makhluk halus yang menyerbu maka bisa di pastikan mereka bisa selamat.

Kekuatan penguasa rumah joglo ini sangat mengerikan, ini lah yang saat ini Tuan Harsono butuhkan.

"Oh, paduka prabu Indroprasto. Sosok yang sangat perkasa dan mengerikan, maafkan saya karena hendak masuk ke dalam wilayah anda, namun kami benar benar membutuhkan bantuan anda. Tolong selamatkan kami, tolong bantu kami menghalau para baju barat dan jim setan primpayangan yang hendak memakan umat manusia!" Ucap Tuan Harsono..

Apa yang tidak di ketahui oleh Tuan Harsono pada saat ini pak Indroprasto sedang menatap bukit di mana terlihat banyak makhluk halus yang berbondong bondong turun kebawah. Pak Indroprasto sangat yakin bahwa makhluk halus ini turun bukan karena ingin memakan manusia namun karena kehadiran Tuan Arjuna di sana!

"Apakah Tuan Arjuna sengaja menakut-nakuti para makhluk halus yang tinggal di sana untuk berlari kesini dan menakut-nakuti semut-semut ini? Ataukah Tuan Arjuna ingin menantang Buto Bolo Srewu? Atau mungkin Tuan Arjuna sedang iseng saja?" Tanya Indroprasto dalam hatinya.

Pak Tua Indroprasto segera memikirkan beberapa kemungkinan, namun dengan cepat pak tua indroprasto menggelengkan kepalanya, saat ini tindakan yang harus dia lakukan bukanlah memikirkan kemungkinan namun bersikap bodo amat dan tidak ikut campur.

Dia tidak boleh ikut campur dalam urusan Tuan Arjuna, kalau Tuan Arjuna tahu bahwa dia ikut campur dan membantu Tuan Harsono bisa-bisa kebun kopi ini rata dengan tanah.

Indroprasto menatap Harsono yang menandanginya dengan tatapan penuh harap, seolah harapan Harsono saat ini hanyalah dia.

"Enyah dari sini! Urusanmu bukanlah urusanku!" Ketika Pak Indroprasto mengucapkan hal ini bayangan rumah joglo dan siluet pak Indroprasto langsung lenyap di hadapan Tuan Harsono.

Marah, sedih, kecewa dan putus asa... ada banyak sekali perasaan yang menyelimuti hati Tuan Harsono saat ini. Namun Tuan Harsono tidak boleh diam saja dia harus berusaha semaksimal mungkin.

"Prabu, anda harus membantu kami!" Ucap Tuan Harsono yang masih ngotot untuk melangkah masuk ke kebun kopi kuno ini.

Siapa sangka sebuah biji kopi langsung melesat bak peluru dan menghantam dada Tuan Harsono, membuat Tuan Harsono terpental kebelakang dengan sangat menyedihkan. Terpentalnya Tuan Harsono bukan hanya berjarak beberapa meter, namun Terpentalnya Tuan Harsono langsung sampai di villa. Tuan Harsono tersungkur sambil memuntahkan seteguk darah.

"Huh! Kok ngatur!" Ucap Pak Indroprasto sambil menangkap biji kopi yang memantul ke arahnya.

Salah satu pelayan terlihat mendekat dan bertanya, "ndoro, apakah kita aman? Bagaimana kalau Tuan Arjuna juga memusnahkan kita dan mengambil semua kopi di sini?" Tanyanya dengan cemas.

Pak Indroprasto tersenyum tipis, "tenang saja, sebelum ini Tuan Arjuna sangat puas dengan sambutan kita. Tuan Arjuna tidak akan menghukum dan memusnahkan kita asalkan kita tidak ikut campur dengan urusan Tuan Arjuna."

Sementara itu di tengah taman..

Arjuna mengamati monyet yang terjatuh sambil berteriak tadi. Arjuna tidak mengetahui huru-hara yang terjadi karena dia datang kesini.

"Bagaimana mungkin monyet sekecil ini bisa mengeluarkan teriakan seperti Gorila?" Tanya Arjuna dengan ekspresi penasaran, "eh tunggu, mengapa monyet ini seperti mencoba memasang ekspresi imut?" Entah mengapa Arjuna melihat monyet ini sedang berusaha menu jukan wajah imut nan manis.

Membuat Arjuna semakin mengamati monyet itu dengan seksama.

Siluman beruk menjadi sangat gugup pada saat ini, tentu saja karena dia hanyalah siluman lemah dia tidak berani memasang wajah seram di depan tuan mengerikan ini. Dia berusaha memasang wajah imut siapa tahu manusia mengerikan ini mau melepaskannya.

Arjuna hanya memandangi dari kejauhan kemudian berucap, "hus pergi! Jangan rusak taman ini! Katanya pemilik taman ini galak!" Ucap Arjuna yang mencoba mengusir monyet itu dari taman.

Jelas siluman beruk itu melebarkan matanya dengan ekspresi bahagia, ternyata Tuan ini masih memiliki belas kasihan!

Siluman beruk dengan segera melompat lompat menghilang dari tempat ini memasuki hutan. Melihat monyet itu sudah pergi Arjuna kembali mengamati bunga-bunga di taman itu sambil sesekali selfie.

***

Sementara itu di villa...

"Guru..!!!" Baik Antika dan Gumilar berteriak panik karena gurunya terkapar di atas tanah.

"Uhuk!" Pada saat ini seteguk darah kembali keluar di mulut Tuan Harsono, dia sama sekali tidak menyangka hanya dengan sebiji kopi dia bisa terluka separah ini.

Tuan Harsono berusaha untuk duduk dan menstabilkan prana dan auranya.

"Guru, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Antika dengan ekspresi khawatir.

Tuan Harsono tersenyum kecut, "mereka adalah para makhluk halus rendahan beraninya mereka melukaiku sampai seperti ini! Awas saja setelah ini selesai aku akan mengumpulkan para orang sakti untuk menyerbu mereka!"

Ketika mendengar ucapan ini Gumilar dan Antika bisa menyimpulkan bahwa penguasa Kebun kopi itu menolak membantu mereka.

"Kita harus berjuang!" Ucap Tuan Harsono sambil berusaha bangkit.

"Guru, mengapa kita tidak kabur saja, kondisi guru saat ini benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk bertarung." Ucap Gumilar yang tidai tega melihat gurunya seperti ini.

"Gumilar! Apakah kamu melupakan jalan seorang pendekar?" Tanya Tuan Harsono dengan tegas, "sebagai pendekar kita tidak boleh pergi! Kita harus melindungi yang lemah walaupun musuh kita terkesan sangat mustahil untuk di kalahkan, kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan!"

Mendengar ucapan dari Tuan Harsono menunjukan bahwa sebenarnya Tuan Harsono sangat bertekat untuk melindungi manusia biasa, maklum saja jiwa pendekar berada di dalam tubuhnya.

Jiwa seorang pendekar jiwa yang tidak kenal takut, gentar akan menghadapi bahaya yang datang demi melindungi yang lemah.

***

maaf ya, tadi malem kurang up satu bab. satu bab, solanya kuota author habis tapi tenang hari ini nanti up lima bab, ini baru 4 bab.

komen satu untuk update satu bab lagi, hehe.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!