NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Kembali Ke Rumah

"Aaaaaaaa ....."

"Aaaaaaaa ....."

Pekikan kesakitan Ama menjadi irama yang memecahkan telinga. Sejak pulang dari rumah sakit kemarin Ama justru malah semakin sering kesakitan, membuat Ana ingin mengimbangi dengan teriakan kepiluannya.

Ama seolah tau Ana sedang gundah gulana, membuatnya semakin rewel, bak anak bayi yang ketika suasana hati ibunya sedang tidak baik-baik saja juga akan rewel .

Ana berkali-kali menggeram dengan emosi yang tertahan, karena ama terus-terusan

Meminta obat anti nyeri.

Ana sendiri tidak paham kenapa ama nya justru malah semakin kesakitan, yang dia tangkap dari hasil mendengarkan obrolan dokter dan majikannya kemarin, sakitnya pangkal paha ama di sebab kan besi penyangga tulang belakang nya sudah tidak bekerja dengan baik, mengharuskan ama di operasi lagi, itu pun tidak menjanjikan hasil yang baik, malah akan jadi resiko untuk ama .

Setidak nya itu yang ia tangkap entah benar atau salah, Ana sendiri tidak yakin karena dia juga masih bodoh dalam bahasa.

Kepala Ana semakin pening saat membaca pesan teks dari suami tercinta nya ''emoticon mual''

(Roy message)

"Sayang udah gajian?, kirim in duit dong buat beli makan yang.

Ana menghela nafas muak,kesal, marah, atau kalau bisa memilih tak bernafas.

Selalu uang yang ada si pikiran laki-laki itu. sengaja Ana mengabaikan pesan dari Roy, dengan hanya di baca tanpa di balas. Memancing Laki-laki itu agar protes atau kalau bisa marah. Tujuan Ana 1 mencari keributan dan membuka pengkhianatan Roy.

Roy bukan hanya pintar memutar balikkan fakta tapi juga manipulatif dan yang lebih parah, kebiasaan playing victimnya. Membuat Ana kudu pintar-pintar mencari celah jika mau membuktikan kesalahan laki-laki itu.

Mengabaikan dan membuat laki-laki itu marah adalah cara terakhir yang ingin dia coba, karena toh kalaupun Ana mencari pembenaran, tetap dia yang akan di salahkan.

Menelfon mbak Asih malah jadi pilihan Ana, ketimbang meladeni pesan dari Roy.

Dia butuh pendapat dari saudara perempuannya itu untuk keputusan yang akan dia ambil. Tumben sekali mbak nya itu langsung mengangkat panggilannya di percobaan pertama, biasa nya harus berulang-ulang dulu baru telfonnya di angkat.

Suara mbak Asih terdengar begitu bersemangat di sebrang sana. "Hallo nduk, kok kerasa kamu mbak Asih baru aja mau telfon."

Ana tertawa samar, "ikatan batin kali mbak," sahutnya. "Aidar bubuk mbak, kok tumben nggak ada suara nya."lanjut Ana menanyakan si kecil Aidar terlebih dahulu.

"Barusan tidur terus mbak mau telfon kamu, eh kamu malah udah telfon duluan."

Jelas mbak Asih.

"Tumbenan mbak, mau telfon aku duluan. Ada hal penting kah, atau Danu sama Raka bikin masalah?" Tanya Ana yang malah justru mengkhawatirkan anak-anak bujangnya yang terkadang suka menguji kesabaran budenya.

Mbak Asih berdecak pelan, "ck, anak-anak mu itu apa berani macam-macam kalau sama aku nduk." Jawab mbak Asih. "Mbak mau ngomongin tentang Roy. '' lanjut mbak Asih.

"DEG .....!'

Ana seketika terdiam, jantung nya berdetak hebat seolah ingin melompat dari tempat nya, pikiran tentang kelakuan Roy menyeruak menjadi ketakutan dan ucapan Mbak Asih berikut nya seperti menguliti Ana dari rasa malu dan harga diri yang terinjak perih.

"Kamu inget Julia temenmu SD dulu nduk."

Ana tak menjawab, hanya nafas yang seketika sesak membuat lidah nya kelu dengan mata yang kembali basah.

"Nduk ....'' panggil mbak Asih, karena mungkin tak didengarnya respon Ana, membuat- nya memastikan apakah panggilannya masih terhubung atau terputus. "An ....' ulang mbak Asih.

Ana sekuat tenaga menahan sesak dan air mata nya meski tetap tak tertahan,"i......iya mbak." Suara nya yang tercekat membuat mbak Asih langsung paham, Adik nya itu sedang kesakitan.

"Heh..., mau sampai kapan kamu begini, An. Mau sampai kapan kamu di bohongi."ucap

Mbak Asih. "Cinta boleh, An. Berkorban pun boleh tapi harus ngerti pantas nggak orang itu kamu cintai apalagi kamu sampai berkorban begitu besar bukan hanya perasaan tapi juga materi.'' Lanjut mbak Asih.

Ana masih diam, hanya isak tangis yang terasa menyayat jadi jawaban.

"Denger, An. Mbak Asih nggak nyuruh kamu cerai tapi kamu juga harus pikirkan hidup mu pikirkan kebahagianmu, kebahagiaan anak-anak mu, Itu aja buat apa kamu bela-belain laki-laki yang boro-boro cinta,menghargai kamu aja nggak bisa."

Ucap mbak Asih.

Ana menghela nafas panjang sebelum merespon ucapan mbak nya itu, ''mbak asih udah tau." Tanya nya yang kemudian kembali di sambung dengan isak tangis.

"Kalo yang masalah di tempat hiburannya Julia udah bukan rahasia umum, An.

Semua orang juga tau kamu aja yang goblok di bohongi sama Roy habis-habisan .

Ucap mbak Asih. "Yang mau mbak bicarakan masalah lain, An. " Lanjut nya.

Ana kembali terdiam, masalah lain ... ? Apalagi ini ....? Batin nya.

"Kamu tau, An. Suami mu itu koar-koar katanya hidupnya sekarang enak makan tidur rokok semua di tanggung sama istri begok. Mau apa tinggal minta katanya kamu takut dia tinggalin maka nya semintanya dia semua kamu turutin. Dia ngomong begitu di warungnya Tarmijo pas Mas mu beli sarapan. Dia sampai ngomong ke orang-orang yang ada di situ, kata nya enak nikah sama janda, tinggal kirim ke taiwan suruh kerja, kita di rumah bisa senang-senang. Apa nggak itu nama nya ngerendahin kamu." Jelas mbak Asih.

"Udah lah, An. Sekarang di coba nggak usah di kirimin uang mau ngamuk mau marah.

Mau ngancem bawa pergi Aidar biarin aja. Coba kuat berapa hari dia ngurusin Aidar buat makan aja masih ngemis sama kamu.'' Lanjut mbak Asih.

Ana masih diam, hanya sisa isak tangis nya yang masih sedikit terdengar.

"An ....' kamu masih denger mbak kan?" Tanya mbak Asih kemudian.

''Masih mbak," jawab Ana. "Aku juga bingung mbak, aku takut A ....' tangis kembali menyela, dengan suara bergetar Ana mencoba melanjut kan ucapan nya ''Aku takut Aidar jadi korban Mbak." Sebelum Air mata kembali jadi penguasa.

"Nggak usah takut, An ada hukum, ada sodara, ada temen. Kalau terjadi apa-apa sama Aidar, Nggak mungkin kita semua diem Mbak Asih sama mas Dwi akan selalu jadi garda terdepan buat anak-anak mu dan kamu." Ucap mbak Asih yang suara nya turut bergetar menandakan bagaimana ia sekuat tenaga menahan emosinya.

"Pikirkan juga mamak sama bapak, An jangan di kira mereka tidak tau kelakuan Roy di luaran sana. Mbak Asih sampai nggak berani dateng ke rumah bapak An, takut di tanya

Macem-macem tentang kamu, paling kalau mamak kangen dengan Aidar, Danu tak suruh jemput, aku alasan lagi lembur jahitan." Jelas mbak Asih kembali.

Ana menghela nafas panjang, mencoba menetral kan emosinya meski justru sesak yang ia rasa.

''Kamu pikirkan benar-benar, An semua keputusan ada di kamu, mau kamu bawa kemana hidup mu, itu keputusan kamu .

'Kamu udah pernah ngelewatin masa ini An, mbak Asih yakin kamu tau jawaban yang tepat dan keputusan terbaik untuk hidup mu. '' lanjut mbak Asih.

Ana mengangguk kecil yang jelas tak terlihat oleh mbak Asih seraya menjawab, " ya" pelan.

"Ya sudah kamu istirahat, nanti kalau sudah tenang baru di pikirkan matang-matang,

Mbak Asih mau nyelesain jahitan mumpung Aidar tidur. Anak itu ngerasa kaya nya

Kamu lagi galau, rewel aja dari semalem." Ucap mbak Asih.

"Capek mungkin mbak," jawab Ana.

''Habis di pijitin kok kemaren sore, yaa ngerasa ibu nya lagi galau. Udah maka nya nggak usah galau, fokus kerja, bahagiakan diri sendiri sama anak-anak udah itu aja." Sambung mbak Asih.

Ana tersenyum masam ,"iya mbak. Setelah nya ... tut.

Panggilan pun berakhir.

Ana masih terdiam di tempatnya, berfikir sejenak langkah apa yang harus ia ambil, sebelum Amanya berteriak memanggil .

"Ana ....

_____Bersambung.

Teruntuk saudara Ana.....

Pengadilan agama buka senin-jumat. Udah itu aja .

___IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!