Dimitri Romanov seorang CEO perusahaan Romanov Industries jatuh cinta kepada seorang aktris dan saat mereka akan bertunangan, sang Aktris dinyatakan berselingkuh dengan pria lain. Akankah Dimitri mempertahankan sang Pujaan Hati tetap disisinya atau ia lebih memilih menyerah dan kembali ke mantan tunangannya yang dulu?
Andai saja waktu bisa diputar, ia ingin memperbaiki semuanya - Dimitri Mikhail Romanov
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
"Ssssttt...jangan teriak, "bisik Aleandra.
Anastasia langsung menutup mulutnya.
"Tapi Aleandra, bagaimana kamu bisa hamil oleh pak Romanov."
Aleandra meceritakan semuanya pada kakaknya tentang kejadian malam itu di desa Vyatskoye dua bulan yang lalu. Anastasia terkejut ketika mendengar penjelasan Aleandra.
"Sekarang apa rencanamu? Kamu tidak mungkin terus menutupi kehamilanmu. Perutmu akan semakin membesar."
"Aku belum tahu dan belum memikirkannya, karena aku juga masih belum mempercayai kalau aku sedang hamil."
"Apa kamu akan memberitahu pak Romanov tentang kehamilanmu?’’
"Entahlah. Aku tidak tahu. Aku tidak ingin merusak pernikahan Dimitri dengan Sofia."
"Kamu harus memberitahunya. Dia harus bertanggung jawab, karena ini anaknya. Dia berhak tahu."
"Aku akan memikirkannya, tapi saat ini kamu harus merahasiakan dulu tentang kehamilanku pada semua orang."
"Baik, tapi kamu tidak dapat terus merahasiakan hal ini selamanya."
"Aku tahu,"kata Aleandra sambil mengelus perutnya. Dia masih belum mempercayai dirinya kalau sekarang diperutnya ada calon bayinya dengan Dimitri.
🌻🌻🌻
Satu bulan berikutnya
Dimitri dan Sofia terlihat keluar dari pintu kedatangan. Sopir pribadi keluarga Romanov telah datang menjemputnya.
"Selamat datang kembali Tuan dan nyonya Romanov."
Sopir itu segera memasukan barang-barang majikannya ke dalam mobil dan setelah selesai kemudian mereka meninggalkan bandara. Dimitri sudah merindukan kampung halamannya terutama dia sangat merindukan Aleandra.
"Bagiamana kabar dia sekarang ya?’’
"Dimitri, ada apa? Dari tadi kamu terus melamun."
"Tidak ada apa-apa."
Dimitri kembali melihat pemandangan kota Moskow dari kaca jendela mobil.
"Dimitri, pasti sekarang kamu sedang memikirkan gadis itu. Sampai kapan kamu akan terus memikirkannya. Ternyata kamu masih belum melupakannya. Aku akan menghapus nama Aleandra dari hatimu untuk selamanya,’’kata Sofia dalam hati.
Satu jam kemudian mereka telah tiba di rumah kediaman Romanov. Kedatangan mereka disambut oleh seisi rumah. Sergei sangat senang dengan kembalinya mereka.
"Dimitri, bagaimana bulan madumu? Apa menyenangkan?’’
"Menurut ayah, bagaimana kelihatannya,’’jawabnya ketus. Dimitri langsung pergi ke kamarnya.
"Maaf ayah. Permisi!’’
Sofia langsung mengejar Dimitri ke kamarnya. Sergei terlihat bingung dengan mereka.’’Apa yang telah terjadi selama mereka di Eropa?’’
"Dimitri, bisakah kita bersikap biasa layaknya seperti sepasang suami istri yang sedang berbahagia?’’
"Aku tidak bisa melakukan itu. Maaf."
"Dimitri."
"Sekarang keluarlah. Aku ingin istirahat dan sendirian."
"Tapi sekarang kamarmu adalah kamarku juga."
"Jangan harap. Kita tidak akan tidur sekamar. Kamu akan mempunyai kamarmu sendiri. Sekarang keluarlah!’’
Sofia keluar dengan menangis dan Sergei melihatnya.
"Sofia,"panggil Sergei.
"Ayah."
Sofia cepat-cepat menghapus air matanya.
"Ada apa? Apa kalian sedang dalam masalah?"
Sofia mulai menangis lagi, lalu Sergei membawanya ke kamarnya.
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi?’’
Sofia menceritakan mengenai bulan madunya yang begitu menyedihkan. Selama menikah dengan Dimitri, ia belum pernah merasakan sebagai istrinya. Dimitri selalu mengabaikannya dan bersikap dingin.Mendengar cerita Sofia, Sergei menjadi geram.
"Nanti biar aku yang bicara dengannya. Sebaiknya kamu istirahat saja dikamar lain sampai Dimitri mengizinkanmu tidur di kamarnya."
"Baik."
Sergei memanggil pelayannya untuk segera menyiapkan kamar untuk Sofia.
Di kamarnya Dimitri masih duduk di sofa sambil memandangi foto Aleandra dan di tangan kanannya memegang segelas bir.Wajahnya sendu tatkala memandangi foto gadis itu
Sekali lagi Dimtri meneguk minumannnya dan kemudian berbaring di tempat tidur. Rasa kantuk dan lelah telah menyerang dirinya setelah melakukan perjalanan jauh.
🌻🌻🌻
Pagi harinya sebelum makan pagi, Sergei pergi ke kamar Dimitri. Dia sedang sibuk berpakaian dan membereskan segala keperluannya untu kembali bekerja.
"Seharusnya istrimu yang membantumu menyiapkan segala keperluanmu. Kalau di lihat sekarang kamu seperti masih belum mempunyai istri,"sindir Sergei.
"Sudahlah ayah jangan menyindirku."
" Kenapa kamu tidak bisa bersikap baik padanya? Bagaiamana pun juga dia adalah istrimu."
"Dia memang istriku, tapi aku belum bisa memperlakukannya sebagai istri. Beri aku waktu untuk bisa mencintainya."
"Aku berharap kalian berdua benar-benar menjalankan hidup sebagai pasangan suami istri yang normal."
"Aku akan mencobanya."
"Kalau seperti ini terus kalian tidak akan bisa memberikan cucu untukku. Kamu tahu kan aku sangat menginginkannya."
"Maafkan aku."
"Kalau begini seharusnya kamu tidak menikah dengannya."
"Maaf."
Dimitri pergi meninggalkan Sergei dikamarnya sendiri dan langsung pergi ke kantor tanpa makan pagi terlebih dahulu.
Sergei pergi ke ruang makan dan Sofia sudah berada di sana dengan wajah murung."Pagi Sofia!’’
"Pagi ayah!’’
"Sudah merasa baikan."
"Iya."
"Sebaiknya kita makan sekarang."
"Dimitri mana?’’
"Dia sudah pergi ke kantor."
Sofia terlihat kecewa. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Dimitri akan mendiamkannya seperti ini dan bayangan pernikahannya dengannya yang bahagia di luar jangkauannya.
🌻🌻🌻
Para pegawai menyambut kembali kedatangan Dimitri setelah satu bulan pergi berbulan madu. Seperti biasa Dimitri selalu memperlihatkan wajah dinginnya.
"Pagi Sabrina!’’
"Ah, pagi pak Romanov! Selamat datang kembali ! Bagaimana bulan madu Anda?’’
"Tidak menyenangkan."
Sabrina menatapnya tidak mengerti. Ia memberikan banyak laporan dan beberapa dokumen lainnya padanya, setelah itu dia membuatkan kopi .
"Terima kasih."
Dimitri meminum kopinya sambil meraih tumpukan kertas yang diberikan Sabrina kepadanya.
"Sabrina, tolong belikan aku makan ! Di rumah aku belum sempat makan."
"Baik pak Romanov."
Sabrina segera keluar melaksanakan perintahnya.
🌻🌻🌻
Anastasia menemani Aleandra pergi pergi ke toko kerajinan tangan. Ia ingin membeli beberapa benang wol untuk membuat pakaian bayinya.Ia begitu kebingungan memilih benang yang beraneka warna dan berbagai jenis. Akhirnya Aleandra membeli sekeranjang penuh benang wol.
Aleandra dalam beberapa hari ini sudah bisa sedikit bersantai setelah mengalami banyak aktivitas seperti wawancara dan berbagai macam syuting. Aleandra juga untuk bermain film dan syuting akan dimulai minggu depan sebelum perutnya semakin membesar.
Aleandra keluar dari toko dengan wajah ceria. Dia ingin sekali cepat-cepat membuat pakaian untuk bayinya kelak.
‘’Aleandra....’’panggil seseorang.
Aleandra dan Anastasia menoleh ke belakang dan melihat Sabrina mendekati mereka berdua.
"Nona Sabrina."
"Aku tidak mengira akan bertemu dengan kalian di sini. Bagaimana kabar kalian?’’
"Baik,’’jawab mereka bersamaan.
"Kamu habis membeli apa ?’’
"Beberapa benang wol dan apa yang nona Sabrina lakukan di sini?’’
"Aku membeli makan pagi untuk pak Romanov."
Deg! Tangan Aleandra sedikit bergetar.
"Dimitri sudah pulang?"
"Iya. Kemarin malam baru pulang."
"Ada apa? Apa kamu ingin bertemu dengannya?’’
"Tidak."
"Baiklah. Sepertinya aku harus kembali ke kantor kalau tidak bisa-bisa aku akan dimarahi olehnya,’’katanya sambil tersenyum.
Aleandra menganggukan kepalanya.
"Sampai Jumpa Aleandra!"
"Sampai jumpa!’’
Aleandra dan Anastasia kembali melanjutkan perjalanan dan kakaknya terus menatap Aleandra yang sedari tadi diam terus.
"Kamu akan memberitahu tentang kehamilanmu padanya?’’
"Aku masih belum memutuskannya. Aku masih bingung. Kalau Dimitri tahu kalau aku hamil, menurutmu apa yang akan dia lakukan? Lagi pula sekarang dia sudah mempunyai istri." Ada nada kesedihan ketika Aleandra mengucapkan itu.
"Ya setidaknya dia ikut bertanggung jawab dan memberikan namanya pada anakmu nanti."
"Kadang-kadang aku merasa takut kalau nanti keluarga Romanov akan mengambil anakku dari tanganku. Aku tidak ingin itu terjadi."
"Aku rasa mereka tidak mungkin melakukan itu. Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak."
"Entalah.Pokoknya aku takut."
"Ya sudah kalau kamu bermaksud membesarkan anakmu sendirian."
Aleandra kembali diam selama dalam perjalanan pulang. [ ]