NovelToon NovelToon
Akhir Penantian Lau

Akhir Penantian Lau

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyith S.

Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Harusnya Aku Yang Disana

Suasana pesta belum juga surut, meski waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari. Karena yang hadir didominasi oleh keluarga besar Erik dan Kareen serta rekan bisnis mereka.

Lau nampak duduk sambil menikmati segelas jus jeruk, ngobrol ngalor ngidul dengan bestie dan beberapa teman kuliah mereka yang sempat hadir diacara Lau.

“Nak Lau hadir jugaa.. apa kabar?” sapa seorang Ibu dari arah belakang Lau. Dia menoleh dan ternyata yang menyapanya adalah Tante Dea ibunya Bayu.

“eh.. tante Dea, baiik alhamdulillah.. tante apa kabar?” jawab Lau menjawab sapaan tante Dea menyalaminya takzim kemudian mepersilakan duduk didekatnya. Dia baru ingat kalau Erik dan Bayu itu sepupuan, yang ternyata Ayahnya Erik itu kakaknya tante Dea.

Rupanya dia datang lengkap dengan suami dan putranya, namun mereka sibuk dengan rekan bisnis yang kebetulan hadir juga. Karena bosan Tante Dea mencari gadis cantik yang sempat dia lihat saat prosesi ijab qobul tadi sekilas.

“Om dan Kak Bayu nda kelihatan tante” tanya Lau basa basi, kemudian dia melihat arah yang ditunjuk oleh Ibunya Bayu. Ternyata mereka sedang asyik ngobrol dengan rekan bisnis, yang membuat Lau tertawa karena paham seberapa bosannya menunggu orang yang sedang asyik ngobrol apalagi sefrekuensi.

Akhirnya mereka larut dalam obrolan yang terus mengalir hingga waktu setengah jam tidak berasa, hingga rangkulan dipundak Tante Dea mengakhiri obrolan mereka. Bayu menghampiri menjemput Mamanya, sekalian menyapa gadis cantik yang selalu berhasil mencuri perhatiannya.

“ayook pulang ibu Ratu.. hay Lauu..” sapa Bayu sekalian menggoda mamanya hingga mendapat cubitan dihidung mancungnya. Lau Cuma tersenyum melambaikan tangan hallo. Kemudian mereka berpamitan karena masih harus menghadiri acara lainnya. Dengan berat Tante Dea berpamitan kepada Lau, dia mengelus pipi cantik Lau.

“sampai jumpa lagi cantik..” ucap Tante Dea sebelum berlalu, dibalas dengan senyum dan anggukan Lau.

“akh,.. kalian ganggu aja, mama kan lagi melepas kangen sama calon mantu” gerutu Tante Dea sesampainya di mobil. Membuat dua pria beda generasi itu tertawa geli.

“kita lamar aja biar cepat terwujud mimpi mama, ya ngga Bay” goda Papanya Bayu sembari meninju pelan lengan putranya yang hanya dijawab dengan kekehan. “jangankan melamar, nyatain perasaan aja takut ditolak” ucap Bayu dalam hati.

Kembali kepesta Kareen, semua riuh saat satu persatu saudara dan teman-teman pasangan pengantin itu menyumbangkan sebuah lagu favorit masing-masing. Tak terlewatkan pengantin wanita bernyanyi bersama ketiga bestie nya yang mengundang riuh tepuk tangan para hadirin.

Dan semua gerak gerik Lau tak pernah lepas dari pandangan seorang Adrian. Sesi foto bersama pengantin pun dimulai, dari mulai keluarga inti, sahabat, dan diakhir adalah foto keluarga besar.

Lau masih mengatur nafas efek nyanyi bersama sampai tiga lagu, menyenangkan rasanya bisa bernyanyi dihari bahagia sahabatnya.

“keluarga besar Narendra,, silakan mendekat kearah pengantin untuk melakukan sesi foto bersama ya..” ucap mbak MC dengan merdunya. Seluruh keluarga Narendra besar berbondong-bondong menempati posisi masing-masing. Terlihat Cyla yang nyelonong ke tengah dan masih sempat-sempatnya dadah dadah tangan pada Lau yang dijawab kiss jauh dari Onty cantiknya.

Dibelakang Cyla berdiri Ibunya yang dirangkul seseorang yang pasti itu Daddynya Cyla dan yang sebelah lagi kemungkinan kedua orang tua Adrian karena mereka terlihat mirip beberapa sesepuh anggota keluarga besar Kareen. Karena yang mau ikutan foto lumayan banyak jadi sedikit berdesakan. Tangan kekar Adrian terlihat melindungi bumil takut terdesak dengan anggota keluarga lainnya meski posisi mereka agak ketengah dan bisa dipastikan posisi itu aman untuk Ibunya Cyla.

Sungguh gambaran keluarga yang sangat harmonis, satu tangannya merangkul istrinya yang sedang hamil, dan satu tangan lainnya menngandeng putri kecilnya. Itulah yang Lau lihat sekarang.

“Kenapa harus perempuan itu yang disamping Bang Rian.. bukan aku yang telah lama menanti” gumamnya lirih namun masih terdengar oleh Amel yang disampingnya. Mata Lau mulai berkaca, buru-buru dia menunduk dan mengambil tissue untuk menghapus air matanya agar tidak ada orang yang melihatnya.

Amel mendekat dan memeluk bahu Lau, kemudian menuntunnya ketaman samping yang sepi. Amel mendudukan sahabatnya disalah satu bangku yang berada dibawah pohon rindang, Amel mengambil tempat duduk yang tak jauh dari Lau, dan membiarkanya mengeluarkan air mata yang dia yakin sedari tadi ditahannya.

Kemarin Lau sempat cerita perihal Adrian kepada Amel, karena saat ini yang paling longgar untuk diajak curhat cuma bu dokter cantik disampingnya. Eff sedang hamil dan Kareen sudah sangat banyak yang dia pikirkan perihal acara pernikahannya jadi tidak mungkin menambah beban pikiran mereka.

“thanks Mel.. rumit banget yah kisah hidup gua..” ucapnya setelah merasa tenang. Membuat Amel terenyuh sedih, dia menarik sahabatnya itu kedalam pelukannya.

“semoga kebahagiaan yang luar biasa menanti didepan sana untuk perempuan hebat dan sesabar elu Lau” do’a Amel tulus, dan di aamiinkan Lau dengan lirih

Dia yakin, Allah tidak akan memberi cobaan melewati batas kemampuan hambanya. Kata mamanya disetiap musibah dan rasa sakit yang dirasakan seorang hamba kemudian dia bersabar serta berserah maka akan dia temui kebahagiaan yang tidak dia duga. Itu yang sering Mama Ayu wejangkan pada putrinya.

“ini kita aneh ya Mel.. orang Kareen sedang berbahagia kok kita bersedih disini” kelakar Lau memancing tawa Amel sambil membuka tas tangannya untuk meng touch up makeupnya. Dengan bantuan Amel yang memegangi cermin bedaknya agar memudahkan Lau mengaplikasikan bedak dan lipstiknya akhirnya mukanya segar kembali.

Dunia belum berakhir sekalipun dia tidak berjodoh dengan Adrian. Mungkin ada jodoh yang lebih baik yang menunggu di depan sana.

Amel mengajak Lau untuk kembali lagi bergabung dengan tamu undangan lainnya. Ternyata sesi foto bersama telah usai dan kini satu persatu menuruni tangga. Tepat ketika Lau menghadap ke mereka, terlihat adegan saati Ibu Cyla yang kesusahan menuruni tangga, sehingga Adrian berusaha membantunya dengan mengangkatnya karena gemas, tidak sabaran menunggu bumil itu turun dari tangga yang tidak telalu tinggi.

Sontak membuat beberapa anggota keluarga tertawa gemes. Lau langsung membalikan badan, tak ingin melihat adegan romantic berikutnya. Dia berlalu menuju stand minuman untuk mengambil jus jeruk agar otak dan hatinya segar kembali.

Setelah beberapa lama Mama Ayu dan Papa Bagas menghampirinya untuk mengajak pulang bersama, sepertinya Mamanya juga menangkap sesuatu yang tidak nyaman terjadi pada Lau. Felling seorang Ibu biasanya memang tidak pernah salah.

“Nak.. are you okee…” tanya Mama Ayu merangkul pundak anaknya. Hampir saja mata itu berkaca lagi, tapi untungnya mampu dia tahan.

“I’am oke Ma, udah sore pulang yuk” ajak Lau.

Lau dan orang tuanya berpamitan kepada kedua mempelai dan juga kepada beberapa tamu serta keluarga besar Kareen sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang.

1
Aya hana
Aamiin,,
Taki
Ga nyesel banget deh kalo habisin waktu buat habisin baca cerita ini. Best decision ever!
×Wanda×
Ekspektasi tinggi dari pembaca, kenapa nggak update-chapter?!
Aya hana
cinta pertama yang rumit.. huh.. lanjut Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!