NovelToon NovelToon
Sesetia Langit Menemani Senja

Sesetia Langit Menemani Senja

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Arrafa Aris

Senja tak pernah menduga, jika di rahimnya bakal hadir dua sosok malaikat kecil akibat pelecehan yang dilakukan Bumi terhadapnya.
Pasca menikah dengan Bumi, Senja seringkali mendapat perlakuan kasar.

Bahkan Bumi tega beberapa kali mencelakai Senja hanya untuk melenyapkan bayi yang dikandungnya.

Di saat Senja tak mendapat kasih sayang dari suaminya, kehadiran Langit sudah cukup menjadi pelipur lara baginya. Namun, kehadiran Langit justru membuat Bumi menjadi cemburu sekaligus takut jika Senja akan jatuh ke pelukan Langit.

“Aku nggak mau kamu menjadi hujan. Tapi langit seperti namamu, Mas. Bak sebuah pepatah, 'Sesetia Langit Menemani Senja'. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.” Senja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. SLMS

Keesokan harinya ....

Bumi ke salah satu ruangan Dokter spesialis bedah yang telah di rekomendasikan oleh dokter Syakila.

Karena Senja harus kembali menjalani operasi akibat penggumpalan darah di otak.

“Pak Bumi,” sapa dokter Syakila dengan seulas senyum. “Perkenalkan, ini Dokter Haikal. Beliau yang akan menangani Bu Senja sebentar lagi.”

Bumi mengangguk pelan seraya menjabat tangan dokter Haikal. Setelah itu, dokter Haikal menunjukkan foto-foto X-ray milik Senja sekaligus menjelaskan.

“Pak Bumi, sebenarnya resikonya sangat besar karena kita harus bersiap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi. Namun, saya dan team medis akan berusaha yang terbaik,” kata dokter Haikal dengan hela nafas.

“Dok, besar harapan saya supaya operasi ini berjalan lancar. Saya sudah kehilangan putra kembar saya dan saya nggak ingin kehilangan istri saya.” Sepasang mata Bumi kini berkaca-kaca.

“Insha Allah, saya dan team bedah akan berusaha yang terbaik semampu kami. Tolong bantu kami dengan doa.” Dokter Haikal menepuk pundak Bumi.

“Kalau begitu saya ke ruang ICU dulu,” izin Bumi kemudian keluar dari ruangan itu.

Sesaat setelah masuk ke ruang ICU, tubuhnya langsung gemetar memikirkan ucapan dokter Haikal.

“Aku nggak mau kehilangan kamu, Senja. Aku mohon bertahanlah,” ucapnya lirih. Mengelus pelan wajah pucat Senja.

Tak lama berselang perawat masuk ke ruangan itu kemudian mulai mendorong bed pasien menuju ruang operasi.

.

.

.

Sementara di kantor Pak Andara, ia terlihat sedang menunggu seseorang.

“Pak.”

“Ah, Gerry.” Pak Andara mempersilahkan asistennya itu duduk.

“Pak, saya sudah memeriksa CCTV di area parkir tempat kejadian. Setelah saya telusuri lebih lanjut, ternyata mobil yang digunakan pelaku adalah mobil rental dari salah satu showroom.”

“Lalu?”

“Maafkan saya, Pak, untuk menemukan pelakunya sebaiknya kita serahkan kasus ini ke polisi saja. Orangnya termasuk licik dan sepertinya sudah direncanakan dengan matang,” jelas Gerry.

“Apa pelakunya nggak meninggalkan jejak? Maksud saya, semacam KTP?”

“Ada Pak tapi itu juga KTP milik orang lain. Saat memeriksa CCTV di showroom itu, pelakunya mengenakan hoodie, masker juga kacamata sehingga sulit mengenali wajah pelaku,” jelas Gerry lagi.

Pak Andara menghela nafas kasar. Berpikir keras sembari bertanya-tanya. Untuk apa pelakunya melakukan hal kejam itu.

Membuatnya kehilangan cucu serta membuat sang menantu mengalami koma. Apakah karena persaingan bisnis, dendam ataukah masalah pribadi? Entahlah.

“Ya sudah, buat laporan ke kantor polisi sekarang,” perintah Pak Antara.

“Baik, Pak, kalau begitu saya pamit,” balas Gerry lalu meninggalkan ruangan Pak Andara.

“Siapa pun kamu, aku nggak akan membiarkanmu berkeliaran dengan bebas. Kamu hampir merenggut tiga nyawa sekaligus,” batin Pak Andara sembari memijat pangkal hidungnya.

Ia mengangkat tangan menatap arloji, “Sebaiknya aku ke rumah sakit sekarang, hari ini Senja akan di operasi,” gumam Pak Andara.

Sesaat setelah berada di parkiran, Bu Cahaya baru saja tiba. Namun, karena masih merasakan kekesalan, Pak Andara mengacuhkannya.

Memilih masuk ke dalam mobil lalu meminta sang supir mengantarnya ke rumah sakit.

Tak pelak sikap dingin Pak Andara membuat Bu Cahaya menjadi ketar ketir. Sejak kemarin suaminya itu masih memilih bungkam tak menegurnya sama sekali.

“Mau ke mana dia? Bahkan terkesan buru-buru, apa dia mau ke rumah sakit?” Bu Cahaya hanya bisa menerka-nerka kemudian menghela nafas.

.

.

.

“Nak Bumi,” tegur Bik Riri dan Mang Dul bergantian.

Menghampiri kemudian duduk di sampingnya. Mengelus pundak sekaligus merasa iba menatapnya.

“Bik, Mang, aku harus bagaimana? Aku takut jika Senja ....” Bumi tak sanggup melanjutkan kalimatnya. “Baru saja aku ingin memperbaiki hubungan ini tapi ... malah jadi seperti ini. Aku takut Senja semakin membenciku. Dia pasti mengira jika aku adalah pelakunya.”

“Nak Bumi ....”

“Bik, Mang, aku berani bersumpah, bukan aku pelakunya, bukan aku, percayalah padaku,” ucap Bumi sambil terisak. “Bik, Mang, aku memang pernah beberapa kali membuat Senja celaka. Akan tetapi, setelah kejadian dua Minggu yang lalu aku mulai sadar dan nggak mau kehilangan mereka. Senja pasti akan membenciku serta menganggapku sebagai pemb*unuh anak kami.”

Prok ... prok ... prok ....

Suara tepukan serta derap langkah kaki yang semakin mendekat, seketika mengalihkan pandangannya ketiga-nya.

“Nak Langit!”

“Mas Langit!” Dengan susah payah Bumi menelan ludah.

“Aku baru mengerti sekarang.” Langit menggeleng pelan dengan senyum sinis. “Sejak awal aku sudah curiga jika ada yang nggak beres dengan pernikahan kalian.”

Langit mencengkram kemeja Bumi sekaligus memaksanya berdiri. Membenturkan punggung sang sepupu di tembok.

Bugghh!!!

Satu bogem mentah mendarat di rahang hingga membuat Bumi langsung terhuyung.

“Bajingan!” Maki Langit dengan wajah memerah. Ingin kembali menghajar Bumi namun Mang Dul langsung menahan.

“Nak Langit, tahan emosimu. Ini rumah sakit, Nak. Kalian bisa membicarakan hal ini nanti. Tenanglah, Mamang mohon,” bisik Mang Dul sembari menepuk pelan dada Langit.

“Mang, Bik kenapa kalian menyembunyikan ini dariku? Selama menikah dengan Bumi, Senja seringkali mengalami pendarahan, apa itu semua ulah Bumi?”

Tak ada jawaban melainkan keheningan. Amarah yang tadinya memuncak perlahan mereda. Langit menarik nafas sedalam-dalamnya.

“Jika Senja sudah sadar, aku akan membawanya pergi dari sini. Dia nggak pantas hidup dengan monster itu.”

Langit melirik tajam ke arah Bumi dengan tangan terkepal. “Apalagi yang Senja harapkan darinya? Sandhyakala dan Arunika juga sudah tenang di alam baka. Aku benar-benar nggak menyangka Bumi begitu kejam padanya.”

Dalam keheningan itu, Pak Andara menghampiri sekaligus menegur mereka.

“Apa sejak tadi Senja berada di dalam sana?”

“Iya, Pah.”

“Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat tegang?” selidik Pak Andara sembari menatap mereka satu persatu. “Bumi, Langit, papa sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Ternyata mobil itu di rental seseorang di salah satu showroom. Papa curiga jika kecelakaan ini sudah direncanakan.”

“Aku sudah tahu, Paman. Kemaren Sky sudah memberikan informasinya. Siapa pun pelakunya aku nggak akan memberi ampun! Bayangkan, pelakunya ingin menghabisi tiga nyawa sekaligus!” ucap Langit dengan perasaan geram.

Ia kembali memberikan tatapan tajam kepada Bumi. Setelah itu ia kembali bersandar sembari memejamkan mata.

...----------------...

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor
G.I
Cerita bagus tapi goblok...goblok kek yang nulis...masih bertahan dgn orang seperti itu...omong kosong...bikin novel tentang kebohongan saja...menyesal bacanya
MallesMellow: Boss novel lo mana?
total 1 replies
arsenmakapuas
mantappp criatanya
Istifada
Luar biasa
Afternoon Honey
bagus ide ceritanya
Murti Ningsih
ceritanya bagus dan penuh bawang /Puke/
Susi Susilawati
Luar biasa
Shella Antika
jadi illfeel sama si senja gk bisa jaga marwahnya sebagai istri mw sibumi salah tapi kan masih sah suaminya ini pergi kermh pria lain meskipun itu sahabat atw sepupu suami tapi hrs jaga batasan antara perempuan sdh menikah sama pria lajang...klo gt gk ada bedanya kelakuan si senja sama si bumi dan si jingga..
Jeni Safitri
Buat apa menyesal dan ditangisi senja iklaskan aja, jangan salahkan bumi k4n di awal dia mmg ngk suka kehadiran kamu dan calon anakmu berkali" mencelakan kalian tapi kamu bertahan menjelang lahir entah buat apa dan apa untungnya pergi nunggu lahir, yg harus disalahkan itu kamu
Jeni Safitri
Rasainlah sama kamu senja sdh jelas" berkali" bumi mencelakakan kandunganmu bahkan bibik dan mang dul sdh mengajak pergi jauh kamu bertahan sampai lahiran, skrg nikmatilah kesedihan itu buat apa menyesal anakmu meninggal
Jeni Safitri
Malas kali dengar keluhan senja tidak baik" saja dan sll merasa dlm bahaya saat di dekati bumi tapi ngk mau jg pergi jauh bawa kandungannya biar selamat lahiran
Jeni Safitri
Ah banyak cerita kamu senja, mmg apa bedanya pergi skrg dgn pergi saat kamu sdh lahiran, bagusan skrg kamu pergi jauh kalau sdh lahiran 2 bayi yg akan urus di perjalanan, niat pergi atau engak sih atau bicara hanya cari simpati
Jeni Safitri
Ck. Senja sdh jelas suami spikopat masih aja bertahan kalau mau pergi ya pergi aja ngk perlu bilang" biarkan penyesalan yg dia rasakan, kalau dia tau kamu mau pergi di ambilnya anak mu nanti bagaimana
G.I: Bukan salah Senja..
salah yang nulis cerita ini...karena yang nulis cerita ini lagi sakit jadi Senja disakiti terus
total 1 replies
Jeni Safitri
Jatuh dari tangga biasanya org mormal aja bisa geger otak lah ini kandungan baik" aja apa bisa gitu ya, takutnya anaknya cacat lagi k4n mendapat benturan berkali"
Jeni Safitri
Senja kamu mmg bukan wanita murahan tapi kamu wanita yg ngk punya harga diri sudah jelas mengalami siksaan masih aja bertahan dgn pria spikopat itu, kalau kamu wanita yg punya harga diri yg tinggi kamu ngk akan mengemis sama pria itu dan ngk sudi di siksa fisik dan mental mu
AJ_86: Wkwkwk 🤣🤣✌️
total 1 replies
Jeni Safitri
Ada ya laki kejam gini
Silvia Tatipikalawan
kak lanjut kabar gembira dari langit & senja mempunyai anak kak
Silvia Tatipikalawan
sedih
aish
pemeran wanitanya di sini jadi jalang gk bngt walau bumi slh tpi yg wanita lebih parah jijik bngt berlindung di balik kata sahabat peluk cium smpe lakuin hubungan intim mlh berharap hamil anaknya si langit lgi berhenti baca krna kecewa wlw gk bisa di tebak alurnya tpi gk gini jg awal' suka bngt mkin ujung mkin aneh alurnya acakadul🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!