NovelToon NovelToon
Penghangat Ranjang Suami Orang

Penghangat Ranjang Suami Orang

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / PSK / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Sekelompok preman datang setelah acara pernikahan sederhana digelar oleh Aditya dan Syahnaz. Mereka mengancam akan menyita rumah itu jika Aditya tidak mampu melunasi hutang dalam waktu tiga hari.

Mendengar masalah yang menimpa menantunya, ibu Syahnaz jatuh pingsan. Ternyata dia terkena serangan jantung. Dokter menyarankan agar segera melakukan tindakan operasi agar penyakit ibu Syahnaz tidak semakin parah.

Aditya teringat perbincangan atasannya di kantor yang sedang mencari seorang wanita untuk dijadikan simpanan dan melahirkan seorang anak. Aditya dengan gilanya memaksa Syahnaz menjadi PSK demi melunasi hutangnya dan biaya perawatan ibu di rumah sakit.

Akibat tidak punya jalan keluar lain, Syahnaz terpaksa menyetujui. Ia dijual kepada Jendra, pengusaha kaya yang menginginkan seorang wanita untuk menjadi penghangat ranjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Pengganti

Jendra menghentikan mobil yang dibawanya di depan rumah. Tiga orang pekerja menghampiri dan membukakan pintu untuk Syahnaz dan Rania. Mereka juga mengambil barang-barang yang ada di bagasi mobil.

Setelah dari rumah sakit, Rania mengajak Syahnaz jalan-jalan. Seperti seorang mertua yang baik, ia membelanjakan banyak barang untuk Syahnaz. Ia sangat berharap bisa segera mendapatkan cucu dari wanita yang Jendra pilih itu.

"Nanti malam kamu pergi ke undangan Pak Eriko, kan?" tanya Rania kepada putranya.

Mereka bertiga berjalan memasuki rumah diikuti tiga orang pelayan yang membawakan belanjaan. Langkah kaki mereka terdengar serempak di atas lantai marmer yang mengkilap.

"Mama sudah tahu kan, apa jawabanku," ucap Jendra dengan ekspresi wajah datarnya.

Rania terlihat menghela napas dengan kekesalannya. Jendra selalu melewatkan acara pertemuan yang biasa diselenggarakan para pengusaha. Alasannya, ia tak memiliki pasangan untuk diajak.

Setiap ia sarankan membawa siapa saja sebagai teman, termasuk adiknya, Terry, Jendra selalu menolak. Putranya hanya ingin datang jika bersama Elisa. Sementara Elisa entah sampai kapan akan tertidur di atas ranjangnya.

Padahal, pertemuan bisnis pasti memiliki dampak yang baik untuk kemajuan usaha di perusahaan Jendra. Rania ingin putranya memiliki banyak kenalan agar bisnisnya juga semakin berkembang. Namun, Jendra selalu membatasi dirinya.

"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus? Sekarang sudah ada Syahnaz, kamu bisa mengajaknya dan memperkenalkan dia sebagai istrimu. Toh tidak ada yang tahu sebenarnya wajah Elisa," usul Rania.

Syahnaz celingukan mendengar namanya disebut. Ia merasa tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

"Syahnaz lelah setelah Mama ajak ke dokter dan juga belanja, dia butuh istirahat," kilah Jendra. Ia perlu memberikan alasan agar ibunya menyerah.

"Mama justru mengajak Syahnaz belanja untuk malam ini. Sudah Mama belikan semua yang Syahnaz perlukan agar nanti malam pantas untuk mendampingimu. Syahnaz tadi juga sudah bilang setuju," kata Rania tak mau kalah. Ia juga memakai Syahnaz agar Jendra menyerah padanya.

"Hah?" lirih Syahnaz. Ia merasa tidak mengatakan apapun saat diajak belanja. Ia bahkan tidak meminta dan memilih barang-barang itu, semua Rania yang memilih. Di sana, posisinya seperti bola ping pong yang terus bolak-balik dilempar oleh Rania dan Jendra.

"Apa kamu tidak kasihan dengan Syahnaz? Dia pasti kebosanan kamu suruh di rumah terus. Sesekali ajak dia ke tempat yang bagus, bertemu dengan orang-orang baru. Syahnaz itu mau sekali menemani kamu ke pesta. Iya kan, Syahnaz?" tanya Rania.

"Ah, apa?" Syahnaz tergagap menjawabnya. Ia melihat Rania memberi isyarat dengan matanya. "Em, iya, Ma," jawabnya.

Sebenarnya, kalau ia bisa memilih, ia sangat ingin beristirahat di rumah. Ia jarang ada waktu malas-malasan karena jika ada Jendra di kamar, lelaki itu bahkan tidak akan membiarkannya menganggur.

"Tuh, dengar, kan ... Syahnaz itu ingin sesekali diajak ke pesta," ujar Rania meyakinkan putranya.

Syahnaz hanya diam, ia tak berani membantah sekalipun ucapan Rania tak sesuai dengan isi hatinya.

"Yakin kamu mau datang ke acara pesta?" tanya Jendra memastikan.

Syahnaz tersenyum kikuk. Sekilas ia melirik ke arah Rania yang sedang menatapnya penuh harap. Ia semakin merasa tersudut.

"Iya, Mas. Aku mau sesekali mencoba datang ke pesta," jawab Syahnaz dengan senyuman kakunya.

Jendra menganggukkan kepalanya. "Baiklah kalau begitu, malam ini kita akan datang ke pesta," ucapnya.

Rania terlihat girang. Satu langkah rencananya akan berhasil. Setelah memastikan Jendra masih normal menyukai wanita, ia ingin putranya juga menjalani kehidupan yang normal seperti pengusaha lainnya yang biasa menghadiri pesta.

"Kalau begitu, aku naik ke atas duluan," kata Jendra.

Rania berseru senang setelah Jendra naik ke atas. Ia memeluk Syahnaz dan meluapkan kebahagiaannya. Setelah sekian lama, akhirnya sikap dingin putranya mencair.

"Malam ini kamu harus berdandan dengan cantik, Syahnaz. Kamu pasti akan suka dengan acara pesta," kata Rania.

Ia berharap malam ini Syahnaz bisa menjadi pasangan yang pantas mendampingi putranya. Kecantikan alami Syahnaz membuat Rania yakin tidak perlu banyak memolesnya, Syahnaz bisa terlihat elegan. Hanya perlu menambahkan perhiasan agar penampilannya meyakinkan sebagai kaum bangsawan.

"Tapi, Ma ... Bagaimana kalau ketahuan aku ini sebenarnya bukan istri Mas Jendra?" tanya Syahnaz. Ia sangat cemas memikirkan hal itu. Apalagi orang yang akan datang di acara pesta pastilah orang-orang penting. Ia tidak boleh membuat Jendra malu.

"Kamu tenang saja. Jendra dan Elisa itu dulu menikah di luar negeri. Tidak ada yang tahu seperti apa wajah Elisa. Apalagi dia kecelakaan tak lama setelah pernikahan. Orang hanya tahu Jendra sudah menikah, tapi tidak tahu seperti apa istrinya," kata Rania menenangkan.

Syahnaz mengembangkan senyuman, ia merasa sedikit tenang. "Ya sudah, Ma. Aku mau naik ke atas dulu, ya," ucapnya.

Rania mengangguk. "Jangan lupa nanti pakai pakaian yang sudah Mama belikan untukmu, ya. Kamu harus menikmati pesta malam ini."

"Iya, Ma."

Syahnaz lantas beranjak dari tempatnya menuju ke lantai atas. Barang-barang belanjaan sudah lebih dulu diantarkan oleh para pelayan ke kamar atas.

Saat melewati pintu kamar Elisa, keadaannya sedikit terbuka. Rasa penasaran muncul dalam pikirannya. Secara perlahan ia mendekat ke arah pintu dan melihat ke dalam.

Tampak Jendra ada di sana, duduk di samping ranjang Elisa sembari merebahakan kepala di atas ranjang dan tangannya memegang erat tangan Elisa.

Entah apa yang Syahnaz rasakan saat melihat hal itu, pikirannya campur-aduk. Namun, gejolak di dalam dadanya seakan membuncah. Ia sadar posisinya meskipun terkadang ia lupa kenapa dia bisa ada di sana.

"Sayang ... Sampai kapan kamu akan seperti ini? Apa kamu tidak merindukanku?"

Jendra menegakkan kepalanya. Tampak air mata menetes di pipinya. Ini pertama kalinya Syahnaz melihat lelaki dingin itu bisa menangis.

Dengan lembut Jendra menciumi tangan Elisa yang tak memberikan respon apapun. Air matanya berderai. Situasi haru itu turut menyentuh perasaan Syahnaz. Ia tidak tega berlama-lama di sana. Rasanya sangat menyakitkan. Ia lantas memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Meiriyana
bagus
|•n͜͡k͜͡`
maaf u/ sekelas penulis label platinum ending seperti ini mengecewakan🙏🙏 aslinya bagus cm langsung d hempas minus d endingnya
Katherina Ajawaila
Bener mm Rania, Syahnez ngk salah, udh bagus dapat calon ibu buat mengandung masih ori berpendidikan. malah SMP di buat pelayan. mmg nya Elisa waktu di nikahin juga mah ordinil
ribet aja 🥺 bener mm Rania 😲
Katherina Ajawaila
mesti Elisa sadar diri juga dr kekurangan dia selama 3 thn koma, mana ada laki" yg bisa setia selain laki" itu pastor atau biksu 🤭
Katherina Ajawaila
mau aja Jendar di perad sm adytia, laporin pemerasan biar msk prodeo🤑
Katherina Ajawaila
Syahnez tinggal aja sm mm Rania, toh Elisa ngk pernah kmm Rania dan mm Rania juga ngk suka sm Elisa 😣
Katherina Ajawaila
samgkingnan hot nya Hendra ngk pakai perasaan main tancap gas aja kejadian kan untungnngk keguguran dan gimana tuh Elisa🥺
Katherina Ajawaila
semoga Syahnez bisa tertolong ya thour, kasihan 🤭
Katherina Ajawaila
makanya jd org itu berfungsi apa aja Elsa. jd suami ngk nyimpamg🤑
Katherina Ajawaila
pasti Syahnez lg hamil, so pasti ya thour 🤭
Katherina Ajawaila
kasihan. Syahnez, minta berhenti aja Syan, liana kelewatan mulut nya ikut campur urusan rmh tangga org. ngk pantes x
Katherina Ajawaila
bagus lah Bian, tinggal Syahnez aja yg harus menyadari siapa sebenernya Afitya, kere tapi sombong, sok orkai pada hal mokondo 😡
Katherina Ajawaila
laki" Toxic pada ngk jelas 😲
Katherina Ajawaila
seperti Syahnez hamil makanya Hendra yg ngidam 🤭
Katherina Ajawaila
kamu. suami ngk tau diri enak" an. makan uang lendir ngk malu pecundang.rnjijikan 🤭
Katherina Ajawaila
aditya bangsa makan darah istri suami pecubdangb, kere aja belagu trima situ jablaiimu😡
Katherina Ajawaila
Aditya menang banyak foya" dgn jablai nya dia sama tujh uang" . Syahnez uangnya mending di ksh k. ibu mu aja yg 50 jt.
Katherina Ajawaila
dasar laku" pada buaya, pantes aja julikannya buaya buntung 😣
Katherina Ajawaila
suami durhaka bisa" nya uang hsl jual istri di buat maksiat main. perempuan nakal
😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!