no diskripsi langsung baca lebih bagus 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka manga toon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 ..
Sudah hampir satu jam Rina masih di posisi yang sama, ia tetap duduk di depan kamar nya yang masih terdengar suara-suara laknat itu , namun tidak berselang lama suara itu pun akhirnya berhenti.
Arga yang berada di dalam pun menghentikan aktivitasnya saat dirinya merasa haus, ia pun meninggalkan kamar nya dan berniat untuk mengambil air minum untuk dirinya dan juga Jenie.
Ceklek
Seketika Arga terkejut saat melihat Rina yang tengah terduduk lesu di depan pintu kamar nya. Sedangkan Rina , wanita itu hanya terdiam menatap sepasang kaki yang kini ada di depannya tanpa ada niat untuknya berdiri dari posisi duduknya.
" Sedang apa kau di sini ? " Tanya Arga dengan suara dinginnya.
Rina pun memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya ke atas tepat diwajah Arga dan melihat wajah datar Arga yang tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun di sana , Rina pun menghela nafasnya dan Ia mulai berdiri dari duduknya dan menatap Arga dengan tatapan tajamnya .
" Seharusnya aku yang bertanya pada mu ! Kenapa kamu membawa dia masuk ke dalam kamar kita " ucap Rina tanpa menjawab pertanyaan Arga.
" Memangnya kamu tidak denger apa yang baru saja kita lakukan di dalam sana ? " Jawab Arga tanpa rasa bersalah seolah apa yang ia lakukan tadi adalah benar.
" Kenapa harus di kamar ini , Arga !! " Teriak Rina tepat di hadapan pria itu
Arga pun sedikit terkejut saat mendengar teriakan dari Rina pasalnya selama ini Rina tidak pernah meninggikan suaranya pada dirinya . Rina selalu bersikap baik padanya, bahkan ia selalu berbicara dengan lembut.
" Ini juga kamar ku !! , Aku berhak melakukan apa pun di kamar ku sendiri ! " ucap Arga kesal membalas teriakan Rina .
" Tapi tidak seharusnya kamu melakukan itu di kamar kita, Arga " ucap Rina dengan suara paruh nya. Ia tidak lagi meninggikan suaranya saat itu
Kecewa..
itulah yang di rasakan Rina saat ini . Bagaimana bisa Arga mengatakan hal itu dengan mudah. Apa selama ini kebersamaan mereka di dalam kamar itu tidak berarti apa-apa baginya, sehingga dengan mudahnya Arga membawa Jenie masuk ke dalam kamar mereka hingga melakukan hal yang biasa mereka lakukan di sana .
" Kenapa kamu kotori kamar kita dengan kelakuan b*jat mu itu, Arga ? Apa belum cukup kamu kotori hubungan kita dengan pengkhianatan mu ! " ucap Rina lirih seraya melihat Arga dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
bahkan kini kedua mata Rina sudah memerah namun tidak ada tanda-tanda air matanya yang akan jatuh dari kelopaknya. Seolah-olah air matanya itu sudah habis karna terlalu sering menangis akhir-akhir ini.
" Hubungan ku dengan Jenie tidak pernah kotor seperti yang kamu katakan , yang kotor itu adalah hubungan kita ! " Bentak Arga tak terima dengan ucap Rina yang mengatakan jika dirinya dan Jenie kotor.
Rina pun tersenyum getir saat mendengar ucapan pria itu , Ia tidak menduga bahwa Arga mengatakan hal itu pada nya. Hubungan yang selama ini terjalin begitu indah kini telah hancur begitu saja karna keegoisan pria itu .
Apa Rina terlalu berharap jika hubungannya bersama Arga akan berakhir Happy Ending?
Dan apa yang ia dapat sekarang adalah sebuah kenyataan jika hubungannya tidak akan berakhir seperti yang ia bayangkan sebelumnya.
" Apa mau mu, Arga ? " tanya Rina yang mulai merasa lelah dengan hubungan ini, rasanya ia tidak akan sanggup lagi menjalin hubungan yang tak sehat seperti ini
Rina akan pergi dari kehidupan Arga jika memang pria itu menginginkan nya , Percuma jika hanya dirinya saja yang terus bertahan tapi Arga berusaha terus menjauh. Percuma juga ia mencintai Arga seorang diri, jika pria itu tidak membalas cintanya.
Lalu, untuk apa hubungan ini masih bertahan...?
" Jika kau menginginkan ku pergi, maka aku akan pergi " ucap Rina lagi dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh telinga pria itu
Bohong jika Rina baik-baik saja setelah mengatakan itu. Ia masih berat untuk melepaskan Arga dari sisi nya namun ia tidak ingin mempertahankan Arga jika orang yang ia tahan tidak suka berada di dekat nya.
Maka jalan satu-satunya ia harus melepaskan orang tersebut , asalkan itu permintaan langsung darinya.
Seketika Arga menahan kesal saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Rina . Bohong jika dirinya baik-baik saja saat mendengar kata-kata itu, nyatanya ada rasa sakit didalam benak Arga saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut wanita manisnya itu .
" Mulai sekarang jangan pernah mencampuri urusanku dengan Jenie, dan aku mau kau terus berada di samping ku
dan jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisi ku, Rina ! " ucap Arga lantang dan Rina hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan patuh.
Ia sadar diri jika selama ini hanya Arga yang memberi kebutuhannya. Anggap saja dirinya bertahan hanya untuk membayar semua yang pernah Arga beri padanya.
" Untuk apa kamu mempertahankan dia yank ! " Sahut Jenie seraya menghampiri Arga.
Rina pun seketika mengalihkan pandangannya saat melihat Jenie yang tengah memeluk pinggang Arga.
" Biarkan saja dia pergi ke rumah selingkuhannya " ucap Jenie lagi hingga membuat Rina menatap dua orang itu seraya mengerutkan dahinya saat mendengar kata selingkuh dari mulut Jenie.
" Apa maksud mu ! " sentak Rina tak terima dengan tuduh pelakor itu
" Dasar munafik . sudahlah jujur saja pada kita kalau kau memang selingkuh " ucap Jeni lagi hingga membuat Rina semakin emosi dengan wanita itu
Ingin sekali rasanya Rina merobek mulut Jenie karena dengan gampangnya wanita itu menuduhkan hal yang tidak pernah ia lakukan.
Rina pun melihat ke arah Arga yang hanya terdiam menatap dirinya dengan tatapan seolah meminta penjelasan dari perkataan Jenie.
" Selingkuh ? , apa yang kamu maksud ! , Mana mungkin aku mengkhianati Arga ! " ucap Rina
" Halah.. ngaku aja.. seenaknya kau nuduh Arga selingkuh, tapi kenyataannya kamu sendiri lah yang sudah berselingkuh " ucap Jenie terus memojokkan Rina hingga membuat Rina naik pitam
" Cukup, Jenie ! " bentak Rina dengan nada tingginya.
Ia benar-benar tidak terima di tuduh seperti itu, bagaimana mungkin dirinya melakukan hal itu, kalau di pikirannya tidak pernah ada niatan untuk selingkuh.
" Lalu kenapa kau bersama dengan Santa ? , Jika kalian tidak memiliki hubungan apapun , kenapa kalian berpelukan ? , Bukannya itu sudah jelas jika kau ada hubungan dengannya ? " ucap Arga seketika menuduh Rina
Arga pun merasa tidak terima jika dirinya saja yang di salahkan karna sudah mengkhianati hubungan mereka.
" Aku tau aku sibuk ! , Tapi bukan berarti kamu harus menjadi jal*ng untuk Santa ! " Sambung Arga membentak Rina
Jenie yang mendengar bentakan Arga pun hanya bisa senyum penuh kemenangan di sana .
" Bagaimana bisa kamu berpikir aku seperti itu, Arga ! , Aku bukan seorang jal*ng , Jangan salahkan aku karena penghianatan kalian ! " Sentak Rina tidak terima di katakan seperti itu oleh Arga.
" Aku dan Santa tidak ada hubungan apa pun . Sudah lama aku tidak pernah bertemu dengannya , wajar saja jika aku memeluk dia karna aku rindu dengan teman lama ku " sambung Rina dengan suara lirihnya
Rasanya Ingin sekali ia menangi saat ini dan menumpahkan rasa sakit atas tuduhan Arga pada nya namun dengan sekuat tenaga Rina terus menahan tangisnya itu agar tidak pecah di depan dua orang itu .
" Jangan kamu pikir aku ini bodoh ! , Aku tau kalau dulu kalian saling suka " Sahut Arga yang masih tidak puas dengan jawaban Rina tadi
" Aku dulu memang menyukai Santa, namun itu dulu sebelum aku menjalin hubungan dengan mu, Arga !!! " ucap Rina terus menjelaskan bahwa ia memang tidak selingkuh
" Yank , sudah dong jangan debat terus aku capek ! Biarkan saja dia " Sahut Jenie dengan suara manjanya seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga.
Arga pun menganggukkan kepalanya seraya memeluk pinggang Jenie dan masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan tatapan Rina yang penuh dengan luka dan kecewa.
.
.
.
.
.
.
secepatnya kalau update, gk sabar buat baca terusannya