Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Setelah keluar dari kamar mandi, Vina mengintip sedikit berharap lelaki yang kini menjadi suaminya itu tidak ada dikamarnya dan benar lelaki itu tidak ada.
Vina keluar dari kamar mandinya dan segera menuruni tangga menuju dapur, sebab dia tau bundanya itu sangat menyukai memasak dan sekarang pasti bundanya sedang memasak.
"Ternyata kamu pintar juga sama fashion"ujar Halwa yang tengah asik mengobrol dengan Rio didapur sambil dia memasak dan Rio dia duduk dimeja makan dengan sesekali tertawa dan cerita dengan Halwa.
"Iya dong bunda, sebagai lelaki kita juga harus tau fashion jangan mau kalau sama perempuan"ujar Rio.
"Kamu benar, bunda setuju sama pendapat kamu. Kalau ayah itu tidak terlalu tau fashion jadi setiap bunda sama ayah keluar, bunda terus yang siapin pakaiannya, yah ayah juga suka banget sama pilihan bunda"ujar Halwa.
"Kenapa bunda nggak ngajarin ayah aja"ujar Rio.
"Ayah susah diajar kalau urusan fashion"ujar Halwa terkekeh dan Rio dia tersenyum kecil kearah Halwa.
Dia bilang kalau dia ingin balas dendam dengan aku dan keluargaku, lalu sekarang dia dengan mudahnya senyum didepan bunda, dia memang lelaki yang pandai berpura-pura, batin Vina lalu berjalan menghampiri Halwa dan Rio.
"Bunda"ujar Vina membuat kedua orang yang tadinya asik bercerita mengalihkan pandangannya kepada Vina.
"Vina baju yang kamu pakai itu baju siapa?"tanya Halwa sebab dia baru melihat baju itu dan Halwa yakin jika itu bukan baju anaknya karena selera fashion Vina juga bagus.
"Ini baju pembantunya Rio bunda, tadi malam aku pinjam soalnya aku nggak punya baju"ujar Vina jujur.
"Siapa diantara kalian yang punya baju itu?"tanya Rio dengan tatapan marah.
"Sa,,saya tuan, soalnya tadi malam nona memaksa"ujar salah satu asisten rumah tangga yang meminjamkan Vina bajunya tadi malam, asisten rumah tangga itu bernama Sri.
"Kamu tau perempuan itu siapa?!"tanya Rio dengan amarahnya membuat Halwa dan Vina serta semua asisten rumah tangga yang berada disitu menjadi takut, jangan tanya lagi bagaimana dengan Sri dia sudah gemetaran.
"Ist,,tri,,tu,,tuan"ujar Sri gugup.
"Apa kesalahan kamu?"ujar Rio lagi.
"Meminjamkan nona baju saya adalah perbuatan salah, sebab saya seharusnya membelikan nona baju bukan malah memberikannya baju bekas saya"ujar Sri sambil terus menunduk, takut melihat wajah amarah Rio.
"Kamu saya pecat dan saya tidak akan memberikan kamu gaji sepeserpun!!"ujar Rio dan Sri langsung menatap wajah Rio sebentar lalu menunduk kembali.
"Jangan pecat saya tuan, bagaimana saya menghidupi anak saya dikampung kalau saya tidak bekerja, saya mohon tuan"ujar Sri yang sudah memohon dikaki Rio sambil air matanya jatuh mengalir membasahi pipinya.
"Keluar dari rumah saya sekarang!"perintah Rio, Vina dan Halwa yang melihat itu pun menjadi sangat tak tega, Vina mendekat kearah Rio dan memegang bahu Sri dan menyuruh perempuan itu untuk berdiri dan Sri pun mengikuti perintah Vina.
"Saya mohon jangan pecat dia, saya yang salah, kalau kamu mau marah kamu bisa marah ke saya saja, saya yang memaksanya untuk meminjamkan saya baju"ujar Vina.
"Benar yang dikatakan Vina nak, kamu tidak boleh main pecat asisten rumah tangga begitu saja, biarkan dia, lagi pula kalau tidak ada dia mungkin Vina sekarang sudah tidak menggunakan baju"ujar Halwa berharap jika Rio mengerti.
Apa ini sandiwara bunda agar terlihat baik didepanku, sehingga aku merasa bersalah jika ingin membalaskan dendam pada mereka dan semuanya berakhir, tapi dari mana bunda tau?, batin Rio.
"Tapi bunda, itu sama saja dia tidak menghormati majikannya, biar gimana pun sekarang Vina istri saya dan saya tidak ingin dia kekurangan atau lecet sedikit pun"ujar Rio yang sedikit membuat Halwa merasa jika mungkin Rio memang mencintai Vina.
Preet, apa dia bilang, aku tidak salah dengar kan, dia bilang tidak ingin kalau aku kekurangan atau lecet sedikit pun, padahal dia yang sudah membuat ku berada di masa-masa sulitku dan membuatku melepaskan semua impianku, batin Vina kesal.
"Saya baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir berlebihan kayak gitu, saya hanya minta sama kamu tolong jangan pecat dia, dia butuh kerjaan ini Rio"ujar Vina selembut mungkin walau hatinya saat ini sudah sangat kesal dengan suaminya itu.
"Iya nak Rio, bunda setuju dengan kata-kata Vina"ujar Halwa.
"Baiklah, saya tidak akan memecatnya, ini untuk bunda dan Vina"ujar Rio.
Untukku?, bilang saja jika kau ingin terlihat baik kan didepan bundaku, batin Vina.
"Owh ya, aku sudah menyuruh asisten ku untuk membelikan mu baju, mungkin sebentar lagi dia datang, aku ingin kamu ganti bajunya nanti"ujar Rio.
"Baiklah, asal jangan memecatnya"ujar Vina.
"Hmm"jawab Rio lalu Rio segera pergi keruang kerjanya sambil menunggu masakan Halwa jadi.
"Makasih nona Vina, nyonya Halwa"ujar Sri bersyukur.
"Saya minta maaf ya Sri, karena saya kamu hampir dipecat"ujar Vina merasa tidak enak.
"Tidak masalah bu, asal tidak beneran dipecat"ujar Sri.
"Rio seperti sangat menyayangi mu Vin"ujar Halwa sengaja memancing anaknya itu untuk berkata jujur tentang pernikahanya dengan Rio yang mendadak. Sebenarnya Halwa sudah sedikit percaya pada Rio karena kejadian tadi, tapi dia belum terlalu percaya jika Rio memang tidak ingin melukai Vina.
Menyayangiku?, bunda salah, dia sangat menyiksa anak bunda ini, batin Vina, tapi sayang dia tak bisa mengeluarkan kata-kata itu sebab dia takut jika bundanya akan kepikiran dan merasa bersalah.
"Iya dia baik, Vina beruntung ya bun"ujar Vina, kata-katanya seakan ingin membuat dirinya muntah sendiri, dia sama sekali tidak beruntung malah buntung.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi