Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 17
Semenjak kejadian guntur dan Melani Tiara akhirnya terbiasa berteman dengan para hantu yang waktu itu membantunya, hantu-hantu itu sangat menghormati gadis itu dan mencoba menjaganya dari gangguan mahluk yang mencoba menyakiti Tiara.
Semakin bertambah usia semakin wangi tubuh gadis itu, banyak mahluk yang mencoba ingin menguasainya untuk mendapatkan kekuatan tetapi selalu gagal masuk kedalam tubuh wanita itu.
Dimas selalu ada di dekat Tiara dan selalu membentengi tubuhnya dengan air mantra yang di buatnya supaya Tiara aman dari gangguan mahluk halus yang berniat jahat kepada dirinya.
Sikap Dimas menjadikan hantu-hantu jahat semakin membenci pria itu dan mencoba ingin mencelakai Dimas dengan harapan jika Dimas mati maka mereka akan mudah menguasai tubuh Tiara.
Ayah Dimas menyarankan putranya untuk menikahi gadis itu namun Dimas tidak mau langsung menuruti kemauan ayah angkatnya karena Tiara masih terlalu muda dan pasti punya cita-cita yang ingin di capainya.
"Kalau kamu menikahinya maka kamu dan gadis itu akan saling melindungi nak! kamu bisa 100% menjaganya begitupun Tiara, papa takut kejadian waktu itu terjadi lagi karena para siluman itu masih menginginkan tubuh Tiara sebagai kekuatannya dan jalan satu-satunya hanya membunuhmu" kata papa angkatnya khawatir.
Saat Dimas sedang memulihkan tubuhnya setelah kejadian yang menimpah Melani tiba-tiba Dimas di serang banyak siluman di saat Tiara pulang kerumahnya, Dimas waktu itu dalam kondisi lemah karena semua tenaganya habis akibat penyerangan kepada dukun sakti itu.
Walau semua kekuatan dukun itu di sedot Dimas namun pria itu harus melakukan ritual pemulihan dan harus mencoba menguasai kekuatan yang baru di sedotnya dan itu membutuhkan waktu sebulan lamanya.
Saat ritual itu dilaksanakan para siluman datang menyerang karena masa itu Dimas tidak bisa membela dirinya sendiri dan pasti menjadi kelemahannya.
Malam itu Tiara sedang tertidur di kamarnya, tiba-tiba dirinya bermimpi melihat Dimas di kepung ratusan mahluk astral hingga membuat pria itu terlempar kesana sini bagaikan bola.
Tiara mencoba membantu Dimas di dalam mimpinya namun dirinya juga terpental jauh dan seakan ada kekuatan yang membawa dirinya masuk keruang yang begitu gelap, untung para hantu segera menyadarkan wanita itu dari tidurnya.
Tiara terbangun dengan wajah dipenuhi keringat dan pucat, saat dia sadar Tiara melihat teman-teman hantunya duduk di hadapan wanita itu dan menceritakan apa yang barusan terjadi pada mimpinya.
"Akhirnya kamu sadar Tiara, pergi kerumah Dimas dia dalam bahaya malam ini" kata salah satu hantu dan di ikuti anggukan hantu yang lain.
"Apa yang terjadi dengan ka Dimas, saat aku tinggalkan dia kondisinya baik-baik saja?" kata Tiara.
"Tiara... Para siluman menginginkan tubuhmu untuk menjadikan dirinya kuat, dan jalan satu-satunya untuk mendapatkan tubuhmu yaitu harus membunuh Dimas karena pria itu yang membuat pagar ghaib pada tubuhmu dan saat ini Dimas dalam kondisi lemas itu adalah kelemahannya sekarang" kata hantu lain menjelaskan Tiara.
Tiara binggung apa yang harus dilakukannya, karena sejujurnya gadis itu tidak memiliki ilmu atau kekuatan apapun, Tiara sangat mengkhawatirkan Dimas.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak punya ilmu dan kekuatan melawan para siluman itu" kata Tiara sedih.
"Darahmu yang akan menolong Dimas, kita akan menyatukan kekuatan untuk melawan para siluman itu dan kamu harus bergerak cepat dan pastikan Dimas menelan tetesan darahmu itu akan membuat tubuhnya cepat pulih karena darah murnimu jangan lupa bawa pisau kecil itu untuk menusuk jarimu" kata hantu itu.
Tanpa berpikir panjang Tiara menyanggupinya dan para hantu itu membawanya menuju tempat Dimas, malam itu udara terasa dingin membuat semua orang terlelap dalam tidurnya.
Tidak dengan dr Cahyo papa Dimas, melihat anaknya mengerang kesakitan dan melayang-layang di atas tempat tidurnya membuat pria itu khawatir dan ketakutan.
Cahyo yang hanya manusia biasa tidak bisa melihat mahluk astral hanya bisa teriak meminta tolong para tetangga dan tidak tau apa yang saat ini terjadi pada putranya namun usaha Cahyo sia-sia karena para warga terlelap seakan di sirep oleh para siluman itu.
Tiara tiba langsung di dalam kamar itu membuat Cahyo sedikit binggung karena tidak menyadari wanita itu masuk kekamarnya.
Para hantu segera mencoba melawan para siluman itu, walau hantu-hantu itu tidak sebanding hebatnya dengan para siluman itu namun mereka mencoba menghambat waktu supaya Tiara segera memberikan tetesan darah murninya untuk menolong Dimas.
Banyak hantu yang terpental karena kalah kuat ilmunya tetapi hantu itu terus berusaha bangkit lagi dan menyerang siluman itu, Dimas yang tadinya melayang di udara akhirnya terjatuh di ranjangnya dan Tiara segera berlari menghampiri pria itu.
Tiara segera mengambil pisau yang di bawanya dan langsung menusuk jarinya sendiri, darah segar mulai keluar dan menetes Tiara segera meletakan jarinya kedalam mulut Dimas dan dengan sendirinya darah itu mengalir kedalam tenggorokan pria itu dan tertelan.
Beberapa detik kemudian Dimas membuka matanya, pria itu merasakan tubuhnya semakin membaik sehabis menelan tetesan darah Tiara. Dimas terkejut dengan darah yang keluar dari jari wanita itu dan segera meminta bantuan papanya untuk mengobati pendarahan pada jarinya dan dr Cahyo langsung mengobati tangan Tiara.
Melihat para hantu yang terkapar dan terlempar membuat Dimas segera bangun dan mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menyerang para siluman itu.
Tetesan darah murni milik Tiara mampu menambah kekuatan Dimas dan mempercepat pemulihan tubuhnya, Dimas bahkan bisa langsung mengunakan kekuatan dukun sakti yang pernah di sedotnya dan para siluman itu tewas dan menjadi kepulan asap.
Setelah selesai menyingkirkan para siluman itu Dimas menghampiri Tiara yang sedang di obati papanya, pria itu marah melihat Tiara yang ceroboh melukai dirinya sendiri demi menolong dirinya.
"Apa yang kamu lakukan Tiara, kamu melukai dirimu sendiri dan memberikan darahmu untuk menolongku dan asal kau tau apabila semua siluman mencium wangi darahmu mereka akan berlomba-lomba ingin memakanmu dan menjadikan dirimu target kekuatannya.
"Maaf ka, aku gak ada pilihan lain aku juga gak bisa melihat dirimu mati di bunuh para siluman itu. Andai mereka berhasil membunuhmu mereka pasti akan menggunakan tubuhku untuk membuat siluman itu kuat kan!" kata Tiara dengan Isak tangisnya.
Dimas langsung memeluk wanita itu, alasan Tiara melakukan itu ada benarnya juga karena apa yang menjadi tujuan siluman itu mencelakainya hanya untuk membuka segel pengaman pada tubuh Tiara dan dengan pasti mereka akan mudah kuasai tubuh wanita itu dan bertambah sakti.
"Maaf Tiara..., bukan aku memarahimu aku hanya takut bahaya akan datang kepadamu kalau para siluman mencium darah sucimu" kata Dimas sambil memeluk wanita yang sedang menangis itu.