Pertemuan tak direncanakan antara CEO Reswara Corp dengan Alintha Kasandra merupakan awal kisah mereka.
CEO Reswara Corp yang merupakan penerus keluarga perusahaan Reswara, Reizan Danish Reswara diusia 25 tahun dia sudah memegang kendali perusahaan.
Lalu Bagaimana pertemuan antara Pemilik perusahaan dengan karyawan itu terjadi, dan apakah ada peristiwa lain selanjutnya.
Akankah Rei terpikat oleh keistimewaan Alin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erenkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Tepat
"Rahma.."
"Re.. renita."
Ibu dan tante Reni saling memanggil, jadi memang benar ibu adalah teman tante Reni. Tapi tadi tante Reni bilang dari Jakarta sedang kita dari Jawa, Ahhh semakin membuatku pusing.
Aku tau jika mereka ada something, tapi aku tak ingin bertanya untuk saat ini.
"Apa kabar Rahma, senang bisa bertemu dengan mu lagi." ucap tante Reni.
"Baik, ahh iya terima kasih sudah mampir." jawab ibu.
Kutatap intens kedua wanita ini, yang bisa kupastikan jika mereka sedang tidak baik.
"Mungkin Tuhan sudah mengatur nya kita bisa bertemu lagi, aku akan sering mampir kesini untuk mengobrol banyak sama kamu." balas tante Reni sedangkan ibuku hanya tersenyum tak menanggapinya.
Aku tipe orang yang tidak ingin masuk kedalam urusan orang lain termasuk ibuku, jika memang ibu tak mau aku terlibat didalamnya.
"Baiklah aku harus melanjutkan pekerjaan, ada kue pesanan mari." jawab ibu lalu dia akan kembali ke pantry.
"Ma, tunggu. Aku harap kita bisa menjalani hidup dengan baik kedepannya." sahut tante Renita.
"Tentu saja Ren, masa lalu biar berlalu, Dan aku sudah punya masa sekarang." jawab ibu sambil melihat kearahku.
Seperginya ibu ke pantry aku melihat raut wajah tante Reni berubah jadi sendu. Aku menghela nafas sejenak.
"Tante, jadi tante Reni teman sekolah ibu Alin." tanyaku pelan.
"Iyaa, tapi kami ada salah paham yang mungkin sampai sekarang." jawabnya.
"Hemmmb, yasudah lah tante yang lalu biarlah berlalu mungkin ibu Alin sekarang sudah tidak marah lagi sama tante." jawabku.
"Iyaa Alin makasih yah, ahh itu anak tante udah jenguk." ucapnya.
Benar saja tak lama ada seorang pria masuk ke tokoku. Nampaknya dia sedikit terkejut melihat ku bersama tante Reni.
"Lhoo ma2 kok bisa sama Alin." ucapnya.
"Lha kamu kenal Alin Rei." jawab tante Reni.
Dan ternyata anak tante Reni adalah Reizan, berarti tante Reni adalah istri dari pak Reswara.
Aku hanya diam memandangi kedua orang didepan ku yang sedang berbicara tentang ku.
"Alin dulu pernah kerja di kantor Rei Ma." jawab Rei.
"Owww, trus sekarang sudah punya toko jadi enggak kerja yah." tanya tante Reni.
"Alin masih kerja tante di cafe depan itu." jawabku.
"Lhoo itu kan punya Angel." tanya tante Reni semakin penasaran.
"Ahh dunia memang sempit yahh Lin." lanjutnya.
"Maksud mama apa." tanya Rei sambil menyendokkan kue milik tante Reni kemulutnya.
Aku tersenyum melihat kelakuan mas Rei yang main comot kue mamanya.
"Ada dehh yah kan Lin, Lah ini kue mama sana kamu beli sendiri." sergah tante Reni melihat kuenya sudah dilenyapkan Rei.
"Aku mau dong Lin yang kayak punya mama, klepon durian buatanmu juga kan aku juga mau yang itu." pintanya.
"Ada mau yang mana pilih saja mas." jawabku.
Dan Rei pun membeli 5 Dessert box beda varian, bahkan ku berikan 2 Dessert box sisa sebagai bonus karena dessert box varian baruku sold.
Pov Reizan
Pagi ini mama mengabari ku datang dan dia minta jemput di bandara sekitar pukul 11.
Beruntung tak ada meeting, semua pekerjaan sudah kuselesaikan pagi ini agar aku bisa keluar sebelum jam makan siang.
Saat jam 10 lebih mama mengirimi pesan jika sudah mendarat tak lama dia mengirim pesan minta dijemput disalah satu tempat dekat bandara.
Mama mengirimkan pin lokasi setelah kulihat ternyata tak jauh dari cafe tempat kerja Alin.
Ahh Alin mungkin masih kerja, gue berencana membawa mama ke cafe kak Angela untuk makan siang, sekaligus bertemu Alin tentunya.
Semenjak gue menemukan Alin kembali entah kenapa rasanya gue nggak mau kehilangan dia lagi.
Ingin rasanya ku bawa pulang dan selalu berada disisinya. Setibanya dilokasi yang mama kirim, aku sedikit curiga dengan nama toko itu. Ahh apa ini toko yang ditunjuk Alin saat itu Gumamku.
Benar saja saat masuk kedalam toko gue melihat dia sedang ngobrol sama mama. Ada sedikit senang yang membuncah didada, kelihatan kalau mama cocok sama Alin. Gue jadi senyum sendiri membayangkan Alin jadi istri gue.
"Lhoo ma2 kok bisa sama Alin." tanyaku membuka percakapan.
"Lha kamu kenal Alin Rei." jawab mama.
"Alin dulu pernah kerja di kantor Rei Ma."
"Owww, trus sekarang sudah punya toko jadi enggak kerja yah." tanya mama.
"Alin masih kerja tante di cafe depan itu." jawab Alintha
"Lhoo itu kan punya Angel." tanya mama menggebu.
"Ahh dunia memang sempit yahh Lin." lanjutnya.
"Maksud mama apa." tanya ku sambil menyendokkan kue milik mama yang sudah menggoda sejak tadi.
"Ada dehh yah kan Lin, Lah ini kue mama sana kamu beli sendiri." teriak mama melihat kuenya sudah hampir habis kumakan.
"Aku mau dong Lin yang kayak punya mama, klepon durian buatanmu juga kan aku juga mau yang itu." pinta ku.
"Ada mau yang mana pilih saja mas." jawabnya, dan gue membeli beberapa kue, karena gue memang udah kenal betul dengan taste kue milik Alin.
Setelah membeli, mamaku pamit padanya dan gue pun sebenarnya masih ingin lama sama Alin, tapi kulihat mama nampak lelah akhirnya kami pulang ke penthouse ku.
"Jadi Rei sudah lama kamu sama Alin kenal." tanya mama.
"Kenapa emangnya, ya semenjak Rei pindah ke Surabaya ma."
"Enggak apa-apa mama tanya aja, ternyata Alin anak temen mama." jawab mamaku.
"Pantesan cocok ngobrol." sahutku.
"Ahh iyaa, lama mama sama dia ngobrol. Malah mama sempat ketemu sama pacar Alin." ucap mama, seketika otak gue seperti tersengat listrik.
"Maksud mama Alin sama pacar-nya." tanya gue pada mamaku meminta penjelasan.
"Iya, ada polisi tadi pamitan sama Alin mau tugas katanya." jelas mamaku.
Mendengar ucapan mamaku hatiku serasa hampa seketika. Bahkan gue enggan berbicara, seakan malas sekali.
Telat, yaa gue amat sangat telat kenapa disaat gue bisa berharap pada Alin, ternyata Alin sudah menemukan pendamping yahh walau pun mereka belum menikah.
"Padahal gue udah seneng banget bisa nemuin loe Lin, tapi kenapa waktunya gak tepat. Gue harus apa Lin." Bathin ku dalam hati.
Mood gue benar- benar hancur banget hari ini. Mending gue tidur aja daripada gue berbuat salah.
POV Rei Off
~•~
Hari ini aku masuk siang karena kebetulan ibu ada pesanan dessert box lumayan banyak, jadi aku menukar jadwal pada temanku.
Beruntung dia mau karena kebetulan dia juga ada urusan. Kelak jika toko mulai ramai, aku akan menambah pegawai, namun saat ini masih bisa ku handle sendiri sama ibuku.
Hingga kini ibu masih belum mau bercerita tentang masalahnya dengan tante Reni, dan aku pun berusaha untuk tsk bertanya.
"Ini nanti pesenannya diambil jam berapa bu." tanyaku.
"Agak siangan nduk."
"Hemmb, kalau gitu nanti kalau sudah dingin masukan kulkas yah bu biar fresh."
"Iyaa, ini masih ada uapnya." jawab ibuku.
"Kamu kenal sama Renita Lin." tanyanya.
Akhirnya ibu mau membuka masalahnya dengan tante Reni.
"Enggak bu, dia kemarin beli kue dan Alin juga baru ketemu. Memang kenapa."
"Dia teman ibu dulu SMA."
"Trusss." tanyaku memancingnya.
"Haaahhhh." hela nafas ibuku berat seolah dia tak ingin mengungkit.
Apapun yang terjadi di masa lampau, ibu pasti akan ikhlas menerimanya. Karena aku tau ibu bukan tipe pendendam, yaa walau mungkin dia akan sebisa mungkin untuk tak terkait lagi dengan masa lalunya.
*
*
Bersambung
MY LOVELY PAK BOSS