Allea tak pernah menyangka jika pernikahannya dengan Samuel yang selama ia jaga akan berakhir karena sebuah perselingkuhan.
Di saat ia memutuskan menutup rapat-rapat hatinya untuk pria lagi, tiba-tiba seorang pria bernama Leon hadir memberikannya cinta yang baru.
Akankah Allea membuka hatinya dan menerima cinta Leon? Akankah Allea dapat melupakan Samuel dan hidup bahagia bersama Leon?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjenguk Arsya
Tidak membutuhkan waktu lama, kini Leon beserta ibu dan adiknya itu pun telah tiba di kediaman mereka. Leon segera saja membukakan pintu mobil untuk ibu dan sang adik, akan tetapi di saat Leon hendak menolong Arsya, dengan sangat kasar Arsya pun melepaskan tangannya dari genggaman sang kakak.
"Aku bisa sendiri kok, tidak usah pegang-pegang aku," ucap Arsya ketus yang membuat Alyssa pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya itu.
"Arsya, kamu tidak boleh bersikap seperti itu terhadap kakakmu. Niat kakak kamu ini baik, Leon hanya ingin menolong kamu. Kenapa sih kamu itu tidak bisa sedikit saja menghargai bantuan Kakak kamu itu," kata Alyssa.
"Aku bisa sendiri Bunda, aku bukan anak kecil yang harus dituntun seperti itu. Lagipula aku ini bukan sakit parah, buktinya aku baik-baik saja kan sekarang," kata Arsya.
Alyssa tampak menghembuskan nafas perlahan dan mencoba untuk bersabar menghadapi anaknya itu.
"Sudah Bun, kalau Arsya memang tidak membutuhkan pertolongan aku, ya sudah tidak apa-apa. Aku masuk duluan ya Bun," ucap Leon, lalu segera saja berlalu.
"Ya sudah kamu sini biar Bunda saja yang pimpin," kata Alyssa.
Arsya pun hanya diam saja dan menuruti apa kata ibunya itu untuk segera masuk ke dalam rumah menyusul Leon.
Kini Leon pun telah berada di kamarnya, lalu ia merogoh ponsel dalam sakunya untuk menghubungi Allea.
"Halo Kak Leon, bagaimana kabar Adik kamu?" Tanya Allea dari sebrang telepon.
"Halo Al, maaf ya aku baru mengabari kamu. Alhamdulillah Adik aku baik-baik aja kok, tadi habis diobati Dokter langsung boleh pulang. Luka diwajahnya kurang lebih dengan luka Aldo, tapi tangan Arsya sedikit keseleo," terang Leon.
"Oh … syukur lah Kak. Emang berantemnya gara-gara apa Kak, nggak kayak Aldo kan gara-gara wanita?" Tanya Allea.
"Aku nggak tahu Al, Arsya belum ada cerita apa-apa ke aku tadi. Sekarang Arsya sedang istirahat di kamar," ucap Leon, ia belum siap untuk menceritakan bagaimana kondisi hubungannya dengan adiknya itu kepada Allea.
"Oh gitu Kak, tapi mudah-mudahan Arsya cepat sembuh ya. Oh ya Kak, kalau nanti aku ada waktu boleh nggak aku mau jenguk Arsya?" Tanya Allea.
"Ya tentu aja boleh dong Al. Mau aku jemput nggak?" Jawab Leon dan bertanya.
"Nggak usah Kak, biar aku ke sana sendiri aja. Kakak kirim aja ya alamatnya," ucap Allea.
"Ya sudah aku sharelock ya nanti," ucap Leon.
"Iya Kak, aku tunggu ya," ucap Allea mengakhiri telepon tersebut.
Leon begitu senang karena sebentar lagi pujaan hatinya itu akan datang ke rumah, ini merupakan kesempatannya untuk mengenalkan wanita yang dicintainya itu kepada sang ibu. Lalu segera saja Leon mengirimkan alamat rumahnya itu kepada Allea.
Setelah menerima sharelock dari Leon, Allea pun segera saja bersiap-siap dan akan pergi mengunjungi rumah Leon untuk menjenguk Arsya.
****
Sebelum menuju ke kediaman Abraham, Allea mampir terlebih dahulu ke toko buah sebagai buah tangan karena akan menjenguk Arsya. Di saat ini Allea pun tampak sedang memilih buah-buahan segar di toko tersebut.
Di saat ia hendak mengambil salah satu buah jeruk, bersamaan itu pula ada seseorang yang hendak mengambil buah yang sama sehingga tangan orang tersebut tidak sengaja menyentuh tangannya itu. Tentu saja membuat Allea sangat terkejut dan langsung memandang siapa orang itu.
"Samuel?" Ucap Allea.
"Allea," ucap Samuel pula.
Samuel pun tersenyum, ia sangat senang karena bisa bertemu dengan mantan istri yang masih sangat dicintainya. Sedangkan Allea tampak terpaksa membalas senyuman itu, meskipun ia sudah melupakan masa lalu bagaimana sakitnya disakiti oleh lelaki yang dicintainya, tetapi bukan berarti ia dapat dengan mudah untuk menerima orang itu lagi walaupun hanya sebagai teman.
"Allea, kamu apa kabar?" Tanya Samuel.
"Baik. Mas Samuel kalau kamu mau, ambil aja jeruknya," kata Allea.
"Nggak usah, untuk kamu aja Al. Kan masih ada yang lain," kata Samuel.
"Oh gitu," ucap Allea, lalu ia pun mengambil buah jeruk tersebut dan juga yang lainnya. Setelah itu segera saja ia hendak pergi meninggalkan Samuel.
"Allea!" Panggil Samuel.
"Ada apa mas?" Tanya Allea.
"Kamu mau kemana?" Tanya Samuel.
"Aku mau ke rumah Kak Leon," jawab Allea.
Wajah Samuel yang tadinya tersenyum pun mendadak murung, ia merasa kesal saat Allea menyebut nama Leon. Padahal sudah jelas-jelas ia tahu jika Leon itu adalah kekasih dari mantan istrinya itu, jadi wajar saja jika Allea akan mengunjungi rumah kekasihnya itu.
"Kalau kita duduk sebentar dulu ngobrol-ngobrol, bisa nggak?" Tanya Samuel.
"Maaf nggak bisa Mas, aku buru-buru," ucap Allea dengan wajah datar, terlihat jelas jika ia sangat menghindari Samuel, senarnya ia juga tak ingin Viona menjadi salah paham dengannya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati ya Al," ucap Samuel yang tak mungkin memaksa.
Tanpa menjawab apapun, Allea pun segera saja melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Samuel.
Sedangkan Samuel di saat itu menatap kepergian Allea yang semakin menjauh darinya hingga mobilnya itu pun sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya.
"Allea, sejujurnya aku masih sangat mencintai kamu. Tidak bisa dipungkiri bahwa aku masih berharap jika suatu saat nanti kita akan bersama lagi," batin Samuel.
****
Allea memberhentikan mobilnya tepat dimana Google Maps berhenti. Di sana ia melihat bangunan besar dengan 3 lantai dan halaman yang begitu luas, tidak berbeda jauh dengan kediamannya.
Allea pun segera saja turun dari mobil, ia tampak ragu dan segan karena ini adalah pertama kalinya ia datang ke rumah Leon. Apalagi hanya sendiri, benar-benar hal yang tak terduga, mengingat mereka sama sekali tidak mempunyai hubungan apapun. Mereka hanya berpacaran sandiwara saja, itupun hanya untuk mengelabui Samuel dan Viona.
"Permisi Pak, apa benar ini dengan kediamannya Kak Leon?" Tanya Allea kepada satpam yang menjaga rumah tersebut.
"Iya Nona, benar. Boleh saya tahu dengan Nona siapa ya?" Tanya satpam yang tidak bisa menerima tamu sembarangan, apalagi orang tersebut sama sekali tidak pernah mengunjungi kediaman Abraham sebelumnya.
"Oh iya, saya Allea Pak. Tadi saya sudah mengatakan kepada Kak Leon bahwa saya akan datang ke sini untuk menjenguk adiknya, Arsya," jawab Allea.
"Oh … Nona Allea. Tadi Tuan Leon sudah memberitahu saya. Silahkan masuk Nona Allea!" Ucap satpam.
"Iya Pak, terimakasih ya," ucap Allea, lalu ia pun masuk kembali ke mobilnya dan masuk ke dalam setelah satpam membukakan pagar tersebut.
Di saat itu terlihat Leon yang sudah menunggunya di depan rumah. Leon yang sedari tadi menunggu kehadiran Allea itu pun sudah menunggunya dengan sebentar-sebentar mengintip dari balik jendela kamarnya itu. Karena dari jendela kamar Leon yang terletak di lantai 3, ia bisa melihat jelas siapa yang berada di bawah dan mengunjungi kediamannya itu.
Bersambung …
padahal waktu itu ngaku hamil udah 3 bulan dan Allea belum resmi pisah sama Samuel
harusnya sekarang ini udah lahir dong?