Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejahilan Zio
"Kenapa lagi?"
"Kenapa handuknya kecil begini? Yang besar!" Kesal Nana merasa di kerjai.
"Adanya cuma itu"
"Kak, jangan bohong deh. Tadi aja kamu pake kok" kesal Nana.
"Itukan handukku sendiri" bela Zio.
"Ya cepet bawa sini, udah hampir telat nih aku"
"Enggak ah"
"Kak, katanya suami istri" kesal Nana mulai memgungkit.
"Ini kan urusan beda" Zio menahan tawanya agar tak meledak.
Tak berselang lama,
Ceklek
"Tuh kan kamu ngerjain aku" kesal Nana melihat suaminya sudah tertawa keras.
"Duh, pagi pagi udah nggoda suaminya aja" ledek Zio.
"Apasih kak, jangan ke pd an ya" kesal Nana menahan malunya.
"Kalo engga nge goda terus ini apa?" Zio merengkuh tubuh mungil itu dan menempelkannya ke tubuhnya.
"Tuh, handuk kamu aja nggak bisa nutupin ini" goda Zio menatap dua bongkahan yang hampir menyembul keluar itu.
"Ish, minggur nggak!" Kesal Nana.
"Enggak ah" goda Zio lagi.
"Kak!" Kesal Nana.
"Cium dulu dong suaminya" goda Zio lagi.
"Nggak!"
"Ayo cepet cium, dapet pahala loh"
"Enggak, kakak messumm banget sih. Lepasin nggak"
"Cium dulu"
"Kak, aku udah telat kerja ini" rengek Nana kesal.
"La ya makannya cepet cium aku" desak Zio lagi.
Cup
"Tuh, udah. Cepet lepas"
"Itu pipi, cium suami itu bibir"
Nana mendelikan matanya jengah.
Cup
Satu kecupan mendarat dibibir manis pria itu.
"Kakkk" rengek Nana karna Zio tak kunjung melepasnya.
"Iya iya aku lepas"
Bukan Zio namanya jika hanya melepasnya cuma cuma. Tangan pria itu sudah bergerak nakal di bagian yang dari tadi bersentuhan dengan dada bidangnya itu.
"Siaalan kau Zio!" Umpat Nana merasa suaminya sudah keterlaluan.
Zio hanya tersenyum tak menanggapi serius umpatan dari bibir wanita itu.
Keduanya pun ke lantai bawah untuk sarapan.
"Udah kerja lagi?" Tanya papa Bryan melihat putra dan menantunya sudah rapi dengan stelan baju kerja.
"Iya pa, kerjaanku udah numpuk banyak gara gara nyiapin acara kemarin"
"Nggak honeymoon dulu? Nanti nyesel loh" goda papa Bryan.
"Nggak perlu honeymoon jauh jauh. Di kamar aja enak, iya kan istriku sayang?" Zio menatap istrinya yang tersedak makanan.
Uhuk
Uhukk
"Ini minum dulu" Zio menyerahkan air putih pada istrinya.
"Kak!!" Nana menekankan kata katanya sambil menyubit keras pinggang suaminya.
Zio hanya diam tak mengaduh. Baginya ekspreai Nana sangatlah lucu dan menggemaskan.
"Ck kalian ini" mama Mia hanya menggeleng heran dengan tingkah putra dan menantunya itu.
"Ayo cepet berangkat. Katanya udah mau telat" ajak Zio karna istrinya masih sibuk mencari cari foundation nya.
"Bentar kak"
"Cari apa sih?" Tanya Zio kepo.
"Ck, jangan pura pura nggak salah ya kak. Kakak kira aku nggak tau ini ulah siapa?" Kesal Nana menunjuk bagian lehernya yang terdapat bercak merah hasil karya Zio.
"Oh itu, kenapa harus ditutupi? Itu namanya aestetic"
"Aestetic apanya. Yang ada orang orang berfikir yang tidak tidak"
"Loh emangnya kenapa? Kan semua sudah tau kalau kita menikah"
"Ck terserah lah" Nana menjadi bete sendiri.
Ia segera keluar dari kamar menuju garasi mobil disusul Zio.
Sepanjang perjalanan Zio hanya tersenyum tipis sesekali melirik istrinya yang sedang cemberut.
"Kenapasih sih, istri aku kok wajahnya manyun gitu" goda Zio membuat Nana semakin kesal.
"Bodo ah, bete sama kamu" kesal Nana.
Mobil pun sampai di depan perusahaan.
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭