NovelToon NovelToon
Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: yuya hafira

Rasa kecewa bisa membuat orang berubah, itulah yang dialami oleh gadis bernama Karin. Kecewa pada keadaan dan keluarganya membuatnya memendam kemarahan dan melampiaskannya pada jalan hidupnya sendiri.

Bukan hanya Karin sendiri yang mengalami itu, namun juga ada beberapa orang yang hidup berdampingan dengannya, yang memilih jalan yang sama.

Tapi, akankah seterusnya jalan yang ia tempuh berlalu seperti itu?

Karin : Aku hanya manusia biasa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuya hafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak sepenuhnya jujur

Suara deringan ponsel membuat tidur Andara terganggu. Gadis itu ingin menggeliat namun tubuhnya terasa berat seolah terhimpit oleh sesuatu. Perlahan ia mengumpulkan kesadarannya, menatap tepat di depan wajahnya. Ia terkejut ketika melihat Roy berada dalam pelukannya. Ia dengan rasa terkejutnya, mengingat lagi apakah yang terjadi sampai mereka saling menempel seperti itu.

Andara segera melepaskan tangannya dari kepala Roy secara perlahan setelah ia teringat dengan kejadian yang membuat mereka berada dalam posisi seperti itu. Gadis itu berusaha meraih ponsel yang berdering itu tanpa mengganggu tidur nyenyak Roy.

Ia duduk di samping Roy yang masih tertidur. Melihat ponsel yang berbunyi itu. Andara menatap Roy dan ponsel itu bergantian. Bingung antara harus membangunkan pemiliknya atau membiarkannya begitu saja.

Tapi melihat wajah Roy yang tertidur pulas, Andara tidak tega untuk membangunkannya. Jadi ia menyimpan lagi ponsel itu setelah mengaktifkan mode silent disana.

Andara kembali berbaring di samping Roy. Melihat wajah pemuda itu yang masih saja terlihat sedih. Ia menutup matanya walaupun dirinya tidak tertidur.

Roy membuka matanya perlahan, menatap wajah Andara yang berada di depannya. Ia terdiam sambil menatap wajah istrinya. Pemuda itu tersenyum sekilas lalu kembali menutup matanya.

Di tempat yang jauh dari mereka, terlihat seorang pemuda tengah kebingungan. Ia yang menghubungi Roy namun tidak juga mendapatkan jawaban. Ia merasa tidak tenang karena Roy tidak biasanya seperti itu.

"Sebenarnya dia kemana? Kenapa dari kemarin siang teleponku tidak diangkat juga? Apakah terjadi sesuatu padanya?"

Kemudian pemuda itu bergegas pergi ke dapur karena jam juga sudah menunjukkan pukul empat pagi. Pemuda itu tidak terbiasa bangun sepagi ini, namun karena perasaannya yang tidak tenang, dia menjadi sulit untuk tidur nyenyak.

Teman sekamarnya merasa heran karena mendengar suara berisik dari arah dapur. Segera ia turun dari kasurnya dan bergegas menuju dapur untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"Tumben lu bangun jam segini, sob? Gue kira tadi ada maling masuk sini."

"Syalan lu, Ko. Gue dikira maling."

"Lagian tumben-tumbenan orang yang biasanya molor sampe beduk kok udah bangun jam segini. "

"Gue tidur gak sampe beduk, syalan. Bisa-bisa bangkrut gue kalo bangun jam segitu."

Joko tertawa sambil berlalu ke kamar mandi. "Hahaha, bercanda sob."

Pemuda yang tak lain adalah Thanit itu terlihat melamun. Melihat lagi ponselnya yang ia pegang sedari tadi. Benda itu terus menyala dan menghubungi seseorang, namun jawaban tak pernah ia dapatkan.

Thanit akhirnya menyerah, menyimpan ponsel itu meja dan ia memilih beraktivitas lebih awal untuk mengurangi keresahan di hatinya.

.

.

.

Berhari-hari berlalu hingga datanglah hari setelah tujuh hari meninggalnya Oma Idina. Keadaan Roy terlihat lebih baik walaupun kadang pemuda itu lebih pendiam dari biasanya. Andara tak pernah bosan menemani dan menghiburnya, berharap Roy bisa bangkit dari rasa sedih dan perasaan bersalahnya.

Roy selalu saja menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya Oma Idina. Walaupun ia tidak mengatakan pada orang lain, tapi Andara jelas tau karena melihat bagaimana sikap dan tatapan Roy ketika membahas tentang Oma Idina.

Tapi hari ini mereka akan berpisah. Tuan Guzov yang memang datang ke Surabaya karena ada pekerjaan, harus kembali ke Jakarta karena pekerjaannya sudah selesai. Apalagi dia juga harus mengurus perusahaannya sendiri di Jakarta.

Sebenarnya Tuan Guzov memberikan pilihan pada Andara untuk tetap di sana sampai Roy kembali ke Jakarta atau ia ikut bersama orang tuanya pulang hari ini. Andara bingung sendiri untuk memilih. Sebenarnya ia ingin menemani Roy, tapi ia juga memiliki kegiatan di Jakarta. Kegiatan yang tidak bisa untuk diwakilkan.

Andara seperti biasanya duduk menemani Roy, namun kali ini berbeda. Ia duduk di sana untuk berpamitan pada Roy. Tampak terlihat kalau gadis itu tidak tega untuk mengatakan bahwa hari ini dia akan pergi. Namun keberangkatannya tidak bisa untuk ditunda lagi.

"Kamu akan pergi hari ini?" tanya Roy yang memang sudah tau dengan rencana keberangkatannya.Pemuda itu menatap wajah istrinya yang menunduk.

"Iya. Maaf kalau aku tidak bisa menemanimu. Bukan aku berniat untuk meninggalkan mu, tapi..."

"Aku mengerti. Cepat atau lambat, aku juga akan kembali ke Jakarta. "

"Tidak bisakah kalau kamu ikut pulang bersama ku hari ini? "

Roy menatap kedua mata Andara dengan begitu dalam. "Tidak bisa. Tidak apa-apa kalau kamu pulang sekarang. Aku akan baik-baik saja disini. Aku masih ingin di rumah ini walaupun seseorang yang menjadi alasan aku disini sudah pergi."

"Roy..." Andara mengusap punggung tangan Roy yang terlihat sedih. Roy tersenyum kepadanya. Ia menggenggam tangan itu dengan erat.

"Terima kasih sudah menjadi teman sekaligus ibu yang baik untukku. Aku tidak akan melupakan kebaikan mu."

Andara tersenyum. Walaupun sedikit geli mendengar Roy mengatakannya seperti seorang ibu, namun gadis itu tidak menolak. Toh dia sendiri juga yang menyarankan agar Roy menganggap nya seperti apa saja. Sekalipun menganggapnya seperti seorang nenek.

"Kita akan bertemu lagi, kenapa ucapanmu seperti itu?"

Roy tidak menjawabnya dengan jujur. "Karena kita tidak akan tinggal serumah lagi ketika di Jakarta nanti." Andara mengangguk-anggukkan kepalanya. Jawaban Roy memang benar kan?

"Tapi kita masih akan sering bertemu. "

Roy hanya tersenyum lalu menatap layar ponselnya. Ia terlihat marah namun juga sedih. Andara yang melihat perubahan sikap Roy menjadi bingung. Ia menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan Roy.

Andara melihat layar ponsel itu tanpa merasa bersalah. Toh si pemilik juga memperlihatkan benda itu dengan jelas ketika Andara duduk bersebelahan dengannya. Kening Andara sedikit mengkerut ketika melihat foto seseorang di layar ponsel itu.

"Thanit? " Roy tidak menjawabnya, pemuda itu tetap berdiam diri dengan posisi nya tadi.

"Kamu ada masalah dengan dia? Kenapa kelihatannya kamu marah?"

Roy membuang nafas panjang. "Aku tidak tau apakah benar kalau aku marah padanya, sementara aku sendiri juga bersalah."

"Apa maksudmu?"

Roy menatap lurus ke depan, menggenggam erat ponselnya seolah ingin meremukkan benda itu. "Oma ku meninggal setelah marah padaku karena melihat foto Thanit. "

"Hanya melihat fotonya kenapa Oma Idina bisa sangat marah?"

"Karena bukan hanya itu." Andara berusaha menunggu walaupun ia sangat penasaran.

"Sesungguhnya hal itulah yang membuatku merasa sangat bersalah pada Oma. Itu bukanlah hal sepele. Bukan seperti yang keluargaku kira. "

"Apa?" Andara sudah sangat penasaran.

"Oma Idina mengetahui hubungan ku dengan Thanit karena melihat dan mendengar sendiri tentang hal itu. Oma sangat marah padaku bukan karena aku sempat menolak keinginannya. Lebih dari itu,Dara. Aku sudah sangat mengecewakan Oma ku."

"Kenapa aku tidak merasa terkejut? Aku memang mengira hal seperti itu yang terjadi." Batin Andara. Namun gadis itu lebih memilih diam dihadapan Roy. Tidak mau menyalahkan salah satu dari mereka karena memang keduanya mempunyai kesalahan. Apalagi, dia sendiri memiliki hubungan seperti itu.

Kira-kira kalau menasehati, nasehat seperti apa yang harus ia berikan?

.

.

.

bersambung...

1
Kia Shoji
Lanjutan nya kak...
Nenieedesu
sudah aku favoritkan kak jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di novel aku kak "gadis cantik milik bos geng motor"
Nenieedesu
bagus kak semangat terus
Nenieedesu
haduh cantik cantik suka sama sejenis
✨¥ulia∆rz
karya yang sangat luar biasa. kisah cinta terlarang yang tentu saja kurang diterima oleh masyarakat. tapi mereka para pelakunya bisa sadar dan memilih jalan yang benar
✨¥ulia∆rz
syukur lah kalau kamu sadar
✨¥ulia∆rz
apapun itu tetap saja tidak dibenarkan
✨¥ulia∆rz
lebih baik mereka tidak baik-baik saja nanti tapi dalam jalan yang lurus. daripada mereka baik-baik saja tapi belok
✨¥ulia∆rz
ya, mak jleb gak tuh😅
kalo orang lain berubah jadi buruk karena perkataan seseorang, belum tentu seseorang itu mau bertanggung jawab
✨¥ulia∆rz
iya. tapi kenapa juga kamu gak bilang sekalian ama mereka kalau kalian udah nikah
✨¥ulia∆rz
ngintip nih ceritanya? 😂😂
✨¥ulia∆rz
mungkin saja memang seperti itu.
✨¥ulia∆rz
awalnya mau ngedandanin, ujung-ujungnya kok begitu 🙈🙈
✨¥ulia∆rz
kasian sekali roy, dijadikan kelinci yang rupanya 😂😂😂
✨¥ulia∆rz: typo kelinci percobaan.

kok jadi kelinci yang?
total 1 replies
✨¥ulia∆rz
sikap mu yg membuatmu ku tersenyum. memang lucu
✨¥ulia∆rz
galak juga ya Andara ini😅😅
jijik atuh neng kalo dicolok mah
✨¥ulia∆rz
dua kucing jantan dong🤣🤣
siapa nih yang suka ngeliatin kucing jantan berantem? 😂🙏
✨¥ulia∆rz
waduh, bahaya neng. anak orang ntar koid😅😂😂
✨¥ulia∆rz
langsung aja ya neng, gak pake ngoceh dulu🤣🤣
🏡𝚜⃝ᴿ 𝙽𝚘𝚟𝚒𝚎_𝚈𝙾𝚄𝙽𝙶
Semangat Karin,temukan kehidupan normalmu dan semoga kedepannya kamu menemukan orang yang tepat yang tulus mau menerimamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!