PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.
"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"
"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"
Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.
Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.
Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.
Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.
Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan (REVISI)
Tirta langsung menatap heran ke arah Putra.
Ve? Siapa Ve? Batinnya.
"Em.., maaf kan saya, saya ulangi." Ucap Putra. Pak penghulu mengangguk dengan mata berkaca - kaca.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Raden Agung Mehputra Yagsa bin Raden Agung Tirta Yagsa dengan Jessica Relieta binti Reta Muhammad, dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang tunai sebesar satu miliar rupiah di bayar tunai." Ucapnya dengan lancar.
Semua menghembuskan nafas dengan lega.
"Baik, ulangi kata - kata mu itu dengan baik di depan calon istrimu oke," ucap pak penghulu. Putra mengangguk.
"Tolong panggilkan mempelai wanita." Perintah pak penghulu.
Para pelayan mengangguk lalu pergi menuju kamar Jessica.
Diketuknya kamar Jessica yang langsung di buka lebar - lebar oleh Bianca.
"Pak penghulu memanggil Jessica." Ucap Binan.
"Oh, oke. Jess!! Ayo turun!!" Seru Bianca yang membuat seisi kamar bersorak ria.
"Ayo Jess!! Kita temenin!!" Seru Riana juga.
"Iya ayo!" Sambung Camila.
Mereka pun menuntun Jessica untuk jalan menuju meja ijab qobul.
Mereka berjalan dengan perlahan agar Jessica tidak terjatuh. Mereka berjalan menuruni tangga dengan sangat anggun karena di foto, dan sampai lah di meja ijab qobul.
Bianca yang tidak memegang tangan Jessica langsung menarik banguku untuk duduk Jessica. Jessica duduk dengan perlahan dan tenang.
"Baik lah kalau begitu kita mulai saja ya?" Ucap penghulu yang di balas anggukan semangat dari semua orang.
Penghulu pun mengulurkan tangannya di atas meja dan meyuruh Putra untuk melakukan hal yang sama.
Putra membalas uluran tangan itu dan mulai menarik nafas, juga menghilangkan semua pikiran yang membebaninya.
"Bismillahirrohmanirrohim. Saya nikah dan kawinkan Raden Agung Mehputra Yagsa bin Raden Agung Tirta Yagsa dengan Jessica Relieta binti Reta Muhammad dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang tunai sebesar satu miliar rupiah di bayar tunai." Ucap penghulu.
Putra menarik nafas dalam - dalam.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Raden Agung Mehputra Yagsa bin Raden Agung Tirta Yagsa dengan V--Jessica Re--lieta bin--ti Reta Muham--mad, dengan mas--kawin se--perangkat alat solat dan--uang tunai sebesar sa--tu miliar rupiah di--bayar tunai."
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu.
"Coba ulangi lagi dengan tegas!" sentak Tirta.
Putra pun memejamkan matanya dan menarik nafasnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Raden Agung Mehputra Yagsa bin Raden Agung Tirta Yagsa dengan Jessica Relieta binti Reta Muhammad, dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang tunai sebesar satu miliar rupiah di bayar tunai." Ucapnya sekali lagi dengan lancar dan lantang.
"Bagaimana?" Tanya penghulu. Tirta mengangguk.
"Sah?" Tanya nya kembali.
"Sah!!"
"Alhamdulillahirobbil'alamin.." ucap semua secara serempak.
Pak penghulu pun mengucapkan beberapa ayat suci al qur'an dan yang lain meng-amini.
"Baiklah, Nak Jessica, kamu boleh cium tangan suami kamu." Ucap penghulu. Jessica mengangguk.
Ia pun menoleh ke arah Putra yang juga menatapnya. Ia mengambil tangan Putra dengan lembut lalu mencium punggung tangannya.
Putra dengan refleks langsung mencium kening Jessica setelah Jessica mencium tangannya.
"Aw!!, soswet banget!!" Seru Riana berbisik kepada Farel.
"Iya.., ntar kita nikah gitu juga yuk!!" Balas Farel.
"Iya.., hihi."
Camila tersenyum atas candaan temannya yang kurang waras itu. Dia hanya bisa diam meratapi kejombloannya.
"Sekarang kalian bertukar cincin." Perintah penghulu.
Putri yang memegang cincin pun langsung mendekat. Dia mengulurkan sepasang cincin nya dan di ambil oleh Jessica dan Putra.
Putra yang pertama memasukkan. Ia meraih tangan kiri Jessica lalu memasukkan cincin nya perlahan ke jari kelingkingnya. Lalu setelah selesai, Jessica melakukan hal yang sama kepada Putra.
"Silahkan tanda tangani buku nikah kalian." Penghulu memberikan sepasang buku nikah kepada Putra dan Jessica.
Mereka pun mengambil milik mereka sendiri dan menandatanganinya.
Karena mereka berdua sudah berumur di atas tujuh belas tahun, jadi secara negara pun mereka sudah sah menjadi suami istri.
"Baiklah, acara ijab qobul sudah selesai, sekarang kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri." Jelas penghulu. Semua orang pun bertepuk tangan dan tersenyum dengan senang.
"Baik kalau begitu mari kita ke acara berikutnya! Yaitu 'Saling memberi hadiah'. Sepasang suami istri yaitu Putra dan Jessica akan saling memberikan hadiah yang harus di pakai seumur hidup. Dan yang pastinya itu sangat lah hadiah yang terbaik dari hidupnya. Pemberian hadiah juga harus di sertai alasan yang membuat pasangan baper, jadi jangan sembarangan!" Jelas pembawa acara.
"Baiklah, Aden Putra, silahkan bawa Nona Jessica menuju panggung utama dengan menggendongnya secara romantis." Goda si mc.
Putra bangkit dari duduknya. Ia pun mendekati Jessica dan bungkuk di hadapannya.
Jessica hanya menatap acuh. Putra lalu mengangkat tubuh Jessica dan membenarkan posisi menggendongnya.
Putra pun berjalan dengan hati - hati menuju panggung (takut tikojat), ia menaiki tangga dan berjalan ke tengah - tengah panggung.
Setelah sudah sampai, Putra pun menurunkan tubuh Jessica dengan hati - hati.
Para pelayan datang dan memberikan bungkusan mewah yang sudah di sediakan untuk masing - masing pasangan.
Putra mengambil hadiah yang sudah ia persiapkan kemarin malam itu lalu membungkukkan tubuhnya di hadapan Jessica.
"Istriku, tulang rusuk keluarga kecilku, terima lah hadiah sederhanaku yang sudah ku siapkan untukmu." Ucap Putra yang sudah lancar karena sudah menghampal teks.
Jessica mengintip.
"Ee, terima kasih suamiku. A--aku terima hadiah terbaikku." Jawab Jessica.
Jessica pun mengambil hadiah yang di berikan oleh Putra lalu membukanya. Ia mengeluarkan isi hadiahnya dan menatap Putra dengan kebingungan.
"Wah!! isinya ikat rambut yang dihiasi bunga! Nona Jessica.., ayo tanya alasannya!!" Seru mc.
Jessica terkejut. Dia langsung melirik kembali tangannya yang sama sekali tidak ada dialog untuk menanyakan alasan mengapa dia memberi hadian ini.
Ah ngasal aja kali ya. Batinnya.
"Mm.., mengapa suamiku memberikan ku ikat rambut yang di hiasi bunga indah?" Tanya Jessica.
"Karena, dengan dengan ikat (benda) bisa menyatukan banyak menjadi satu, seperti aku dan kamu bersatu." Ucap Putra.
Hening.
"BWAHAHHAHAHAHAHAHHWA, RECEH BANGET *****!" teriak Farel.
"AHAHHAHA, GOMBAL KAKU." Sambung Jeri.
"Ahahhaha, nggak ngerti lagi sama Putra." Ucap Muhtaz.
"Anjirrr aaaaa baperrrr!!" Teriak Riana.
"Cocweett bangett siii ihhhhh!!!" Histeris Bianca.
"Gila jijay banget gua ngedengernya!" Seru Camila.
"PFT! Owh, i--itu, haha, itu alasannya?" Ucap Jessica sambil menahan tawa.
"Ya." Jawab Putra datar lalu bangkit menjadi berdiri.
"Haha, dasar anak muda. Okee selanjutnya silahkan tuan putri memberikan hadiahnya," ucap mc.
Jessica pun mengambil hadiah yang ia siapkan dari dayang nya. Dia mengambil dengan perlahan juga hati - hati lalu memberikannya kepada Putra.
"Suamiku, tulang punggung--keluarga kecilku. Terima--lah hadiah seder--hanaku yang sudah ku siapkan untuk mu." Ucap Jessica sambil sesekali melihat contekan di tangannya.
"Terima kasih istriku. Aku terima hadiah terbaikku." Jawab Putra lalu membuka hadiah yang di berikan Jessica.
Putra terkejut melihat isinya, lalu melirik ke arah Jessica.
"Ada artinya kok!" Bisik Jessica.
Putra pun mengerti. Dia mengeluarkan isi hadiahnya dari bungkusan kado tersebut.
"Subhanallah!! Nona Jessica mengadokan al qur'an kepada suaminya! Tanya lah Aden Putra, apa alasan dibaliknya!" Seru pembawa acara.
"Mengapa istriku memberikanku sebuah al qur'an?" Tanya Putra.
Jessica menarik nafasnya.
"Karena, jika di dunia yang besar ini aku yang selalu ada di sisimu, tapi di dalam kubur, al qur'an lah yang akan selalu menemanimu."
Botol sih jadi orang.
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.